Newest Post

Dua Matahari

| Kamis, 09 Oktober 2014
Baca selengkapnya »
Mungkin benar bunda, candaan yang dulu sempat terlontar tanpa sengaja... mungkin benar, dan sekarang aku kebingungan.

Apalah daya, nyatanya memandang 2 matahari di langit yang sama memang membingungkan.
Yang satu penuh cahaya, bersinar tiada habisnya seolah tiada hal lain yang mampu menandinginya, angkuh menjulang tetapi mempesona. Dan yang lainnya juga bersinar, tidak meredup, tidak terlalu mencolok, tapi tetap bercahaya.

Maka kau tanya "dan mana yang matahari?"

keduanya matahari bunda, dua-duanya. Namun kulihat dahimu mengernyit, sempurna meminta penjelasan lagi.
Dan sekali lagi kukatakan dua-duannya matahari. Karena mereka memancarkan sinar yang sama, sama-sama mempesona, namun orang lebih mengenal satunya dengan nama Rembulan. Nama yang cantik bukan, secantik sinar yang dipancarkan.

Lalu  kau bertanya lagi, "dan yang mana yang mempesona?"

Keduanya mempeson bunda, sama-sama punya aura yang menakjubkan. Bukankah melihat sinarnya yang memancar saja mengingatkan kita pada-Nya?
Dan lagi, matamu meminta sebuah penjelasan yang meyakinkan, Aku tau bunda, sungguh tau maksud pertanyaanmu, namun tak bisakah kita menikmati sinar keduanya tanpa menghakimi diri sendiri untuk memilih salah satunya? Selagi bisa, karena jarang sekali kita berada di situasi yang sama seperti sekarang ini. 
Aku dan kau
Matahari dan Rembulan

Taukah bunda, aku menyukai keduanya, matahari dan rembulan. Namun sekali waktu rembulan lebih menyita perhatianku, meski matahari selalu bersanding denganku.
Ah... sekali lagi aku tak tau bunda, 
mungkin aku tak memilih keduanya.


Dua Matahari

Posted by : la plui
Date :Kamis, 09 Oktober 2014
With 1 komentar:

Awan dan Hujan Sudah Saling Melupakan

| Sabtu, 20 September 2014
Baca selengkapnya »
Senja menyajikan hamparan lukisan langit, termemori sarat akan kenangan
Maka, jangan kau tanyakan kepadaku kapan hujan datang
Karena lama aku tak menjumpainya
Bukankah kau selalu sama? Bukan juga
Karena awan dan hujan sudah saling melupakan
Lalu setelah masa itu, mengapa tiba-tiba aku mendengar suaramu yang terpotong angin?
dingin tak bernyawa,
"Maafkan"
Dan karena senjapun aku memaafkanmu,
Tapi bisakah senja ini kita tidak bertemu?
Bukankah berat mengatakannya?
Karena bagiku, lebih baik tidak pernah bertemu, bila berpisah pada akhirnya
Karena mungkin saja,
Aku melakukan keslahan lagi,
Karena bisa saja,
Aku terjebak pada masa ini di masa panjang setelahnya
Karena aku,
Adalah orang yang tak bisa melepaskan begitu saja, mengucapkan selamat tinggal
Apa berlebihan?
Kuharap tidak

"Terimakasih"

Awan dan Hujan Sudah Saling Melupakan

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 20 September 2014
With 0komentar

Just be Yourself

| Sabtu, 16 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Mungkin saja kau tak menyadari, Karena memang proses itulah yang membuatmu menjadi dewasa
Aku tak ingin membicarakan masa lalu, karena bagiku ia sudah lama menghilang
Aku yakin, kita sama-sama mempunyai masa lalu yang ingin dilupakan, bukankah begitu?
Aku dengan kisahku, dan kau dengan kisahmu
Seindah apapun, sesakit apapun, seberapa dalampun, karena toh.. itu hanya masa lalu
Hanya, janganlah kau hidup di dalamnya, kenangan yang terlalu berat untuk dilupakan,
Karena ia bisa saja, kembali menjemputmu dengan paksa
Namun, pandangkan matamu kedepan, Kau adalah orang hebat
Siapapun tak akan menyangkalnya,

Aku tak menuntutmu untuk berlaku demikian dan demikian,
hanya jadilah dirimu apa adanya
Bukankah dengan begitu kau merasa bahagia? bahagia dan membahagiakan.



#bigHug

Just be Yourself

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 16 Agustus 2014
With 0komentar

BTQ dan Pak Syaiku

| Rabu, 13 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Setiap guru memiliki karaktersistik sendiri dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Ada yang hangat ada yang disiplin ada pula yang terlalu santai. Begitu pula Pak Syaiku, entah ejaannya benar atau salah, tapi yang kutau namanya Pak Syaiku. Salah satu guru di SD Isriati yang sudah melegenda ini selalu mempunyai karakteristik yang unik, kehadirannya mungkin selalu membuat hati dag dig dug, memberikan suasana horor yang mungkin bisa mengakibatkan suatu hal terjadi *)sensor

Namanya Pak Syaiku, salah satu guru BTQ untuk kelas tinggi ini berperawakan sedang, tidak tinggi namun juga tidak terlalu pendek, punya wibawa yang setiap siswa terkadang tak mampu menatap langsung matanya, aku mengenalnya ketika mendampingi kelas VI D pada pelajaran BTQ, kukira Pak Syaiku tidak hadir, namun baru kutau, memang beliau mengulur waktu barang 5 menit supaya siswa mempelajari bahan pelajaran yang akan dipelajari nantinya, maka ketika mengetahuinya aku hanya mengangguk-angguk, sedangkan banyak siswa yang langsung duduk memegang buku, tak terkecuali Vander yang notabennya adalah anak yang tak bisa diam ini hanya duduk tertunduk, taksim menyerap ilmu, mengingat dan menghafalkan. Siapa tau hari ini dia mendapatkan jackpot dari Pak Syaiku.

Dan benar, 5 menit berlalu, Sang maestro datang, dan dengan suara lantang langsung menhitung angka satu sampai lima, dan reaksi anak-anak hanya diam, tak ada yang berbicara, tak ada yang berbisik, hanya menatap bangku masing-masing, mungkin mereka berdo'a semoga tak ada hal buruk yang menimpanya. Maka dengan lantang Pak Syaiku menyebut nama Regin, memberi pertanyaan, Apa yang disebut WAQAF dan WASHAL dan Regin hanya terdiam sampai hitungan kelima selesai, Regin hanya duduk terdiam, dan selanjutnya Regin harus menerima hadiah, untuk berdiri di kursi panas.

Kursi panas ini adalah sebuah kursi yang disediakan di depan kelas, nah.. setiap anak yang tidak mampu menjawab pertanyaan dari Pak Syaiku memiliki perlakuan istimewa yaitu menaiki atau berdiri di kursi panas ini dengan 4 opsi yang merupakan hukuman atas pertanyaan yang tidak bisa dijawab, Adapun beberapa pilihan itu sangat menggelitik, yaitu (1) menyanyi dan menari dengan lagu yang dipilih atau dipilihkan (2) Menirukan gaya Tokoh Idola, bisa siapa saja, entah itu Jokowi, Hulk, bahkan Enstein, (3) Fashion Show, memperagakan layaknya model profesional yang berjalan di catwalk dan yang ke (4) adalah tahan tawa, jadi dia melucu di depan kelas sampai ada teman lain yang tertawa berjumlah 5 orang.Unik bukan...???

Meskipun Mata Pelajaran BTQ hanya sekitar 45 menit, namun saya yakin setiap anak ini memetik pelajaran berharga, serta mempelajarai sesuatu yang baru.

D+6BTQ

BTQ dan Pak Syaiku

Posted by : la plui
Date :Rabu, 13 Agustus 2014
With 1 komentar:

Affan, itu Namanya

| Senin, 11 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Namanya Affan, mungkin sudah kusebutkan diawal bahwa dia seorang anak yang berbeda. Dengan wajah bule yang khas menambah kesan bahwa dia adalah anak yang pindah dari luar negeri, Padahal yang ada, dia sama seperti anak-anak yang lain, yang bisa berbahasa Indonesia, meski memang si Affan ini anak yang pemalu, memiliki suara yang lembut dan sangat pelan. Namun dia melakukan semua yang dilakukan guru dengan baik, meski dalam keterdiamannya. Dia mampu mengerti, cepat memahami, namun satu yang tidak dimiliki Affan, yaitu kurang bisa bergaul dengan teman yang lainnya.

Mengapa? Mungkin dia menyadari bahwa dia berbeda dengan anak-anak yang lainnya, kulitnya lebih putih dari yang lain, rambutnya berwarna coklat pirang berbeda dari yang lain, sehingga membuat dia menyadari bahwa dia berbeda. Dia hanya berbicara pada teman yang duduk di sebelahnya saja, dan hanya laki-laki. Karena selama ini aku belum pernah melihat dia berbicara dengan teman perempuan, kecuali aku dan Bu Har :D Jadi suatu saat pernah kutanyakan Affan mengapa, dia hanya terseyum malu-malu.

Maka ketika waktu istirahat tiba, semua anak mengeluarkan bekalnya masing-masing, semua membawa, yang tidak membawa biasanya pergi ke kantin untuk membeli makan, atau sekedar membeli jajan ringan sebagai penganjal perut. namun tidak dengan Affan ini, kulihat dianya hanya diam, tak mengeluarkan bekal, jua gata keluar kelas untuk membeli makan, setelah kutanyai ternyata dia tidak membawa bekal " katanya mama.. nanti saja, habis pulang sekolah" jawabnya dengan suara pelan, hampir tak terdengar, maka aku meminta Gustav dan Abiyan yakni teman di sampingnya untuk berbagi. Bukankah dengan berbagi kalian bisa lebi dekat satu sama lain? kuharap begitu pula dengan Affan. :)

Dan hariku kali ini ditutup dengan pertanyaan Naya yang sengaja dibisikkan padaku.
"Bu... Affan itu yang mana sih?"
"itu hlo... yang duduk di dekatnya Abiyan"
"yang mana to bu...? yang itu?"
"iya yang itu... memangnya kenapa?"
"bu.. dia itu cowok atau cewek sih...??"
".................................." aku hany terdiam sambill melihat Affan " dia cowok Naya... masak cewek?"
"hla dia itu kayak cewek bu, ngomongnya pelan banget, malu-malu pula"
"coba lihat Affan pake nya apa? celana kan? nah kalau pake celana itu namanya cowok, tapi kalo seperti Naya, pake rok, pake jilbab itu namanya cewek, paham..??"
"hehe... soalnya suaranya kayak cewek bu, jadi Naya kira cewek juga hehe"
hadeeehh... -__-"

D+5

Affan, itu Namanya

Posted by : la plui
Date :Senin, 11 Agustus 2014
With 0komentar

Siapapun Bisa Jadi Tokoh Utama

| Sabtu, 09 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
D+4
Diawali dengan senam aerobik yang hampir 1 jam, membuat pagi menjadi lebih segar dibanding dengan pagi-pagi sebelumnya, tapi akibatnya saya jamin, akan membuat tubuh menjadi pegal-pegal di malam harinya, ya... mungkin karena memang tidak terbiasa senam aerobik..

Lain hari maka lain pula ceritanya, maka bila hari ini tokoh utamanya adalah Naya, maka besok bisa jadi Natha, Mauli, Fayaz, Abi, Affan, Tian, atau siapa saja, Karena bukan aku yang menjadikannya tokoh utama, bukan guru yang menjadikannya tokoh utama, bukan siapa-siapa melainkan dirinya sendiri. Terlebih mereka anak-anak, mengapa? normalnya, pribadi anak-anak adalah ceria, selalu tertarik dengan hal-hal baru yang belum pernah mereka coba, maka dengan sifat bawaan ini, mereka akan bersaing, menjadi yang mendominan, atau nantinya ia kalah dengan yang sifatnya lebih atraktif dibanding dirinya. 

Begitupun dengan anak-anak kelas 6, jaman sekarang ini, mungkin mereka tumbuh dewasa terlalu cepat, mengerti hal-hal yang belum seharusnya diketahui, melakukan hal-hal yang seharusnya belum dilakukan, namun disisi positif, mereka bisa lebih dewasa, mengerti hal hal yang memang seharusnya dipahami. Cepat paham dengan kondisi yang mereka alami, lebih peka dengan peristiwa yang sedang terjadi. Ya.. Dan semoga tidak salah memilih dalam segala sesuatu hal, karena di usia mereka, pilihan selalu ada dimana-mana, memberikan pesona masing-masing yang membujuk untuk memilihnya.

Dan hari ini saya kemali tertegun mengingat pertanyaan yang dilontarkan salah satu murid kelas 6,
"Bu.. Ibu sudah menikah ya?"
"memangnya kenapa?" jawabku
"enggak kok, cuma tanya..."
"....."
"bu... kok di jari manisnya ada cincin? Ibu sudah menikah?"
"....." "memangnya kalo sudah ada cincinya berarti sudh menikah begitu?"
"enggak tau bu, lagian ibu ngajarnya di kelas satu mulu, kan kelas satu suka minta tlong buat nyebokin kalo pipis, belum bisa lancar nulis, kan kalau udah nikah punya anak kan sabar ngurus yang begituan, jadi.. mungkin ibu udah nikah gitu.."
"......." aku hanya tersenyum mendengar penjelasannya. Dan memang masuk akal juga. :D

Siapapun Bisa Jadi Tokoh Utama

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 09 Agustus 2014
With 0komentar

Ia Tebusan

| Jumat, 08 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Pagi ini aku kembali memulai dengan memasuki kelas 1 A, mungkin sudah menjadi kebisaan ketika berada di sekitar anak-anak, memberikan ucapan selamat pagi, medapatkan balasan selamat pagi, memulai pagi dengan bernyanyi, melanjutkan dengan segudang cerita yang telah disiapkan dari rumah, mungkin setelah bangun pagi, mungkin juga saat perjalanan menghadapi jalanan yang biasa macet. Dan tak jarang dimulai dengan tangisan anak-anak yang tidak ingin ditinggal oleh mama. Pagi yang menyibukkan.

Anak-anak sudah terbiasa denganku, bahkan ketika mereka kesulitan melakukan sesuatu maka secara otomatis mereka mendatangiku, bertanya, menyeret tanganku untuk membantu, aku tak keberatan, kau tau...karena melakukannya adalah tebusan, tebusan dari perjalanan yang hampir memakan 30 menit waktu normal dari kos-kosan, tebusan ketika lelah sudah mencapai ubun-ubun, tebusan ketika kau harus menghabiskan waktu 1 jam untuk kemacetan di jalan pantura. Tebusan. Mungkin bagimu tak masuk akal, tapi itu bekerja untukku.

Menghabiskan waktu 6 jam bersama anak-anak kelas 1 memang menyenangkan, dan ditutup dengan memasuki lab bahasa, bernyanyi dengan bahasa Inggris, menghilangkan penat yang sudah seharian berpaku dengan pelajaran menghitung dan BTQ. Dan Selanjutnya, aku harus kembali mendampingi anak-anak kelas 6B sampai jam 2 nanti, tak bisa dibayangkan bangaimana ramainya mereka, tapi aku selalu mengingat satu hal, seramai-ramainya anak, senakal-nakalnya dia, dia tetap anak-anak, maka hadapilah ia selayaknya anak-anak. :)

D+3


Ia Tebusan

Posted by : la plui
Date :Jumat, 08 Agustus 2014
With 0komentar

Selalu Ada yang Menakjubkan

| Kamis, 07 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Tak ada yang salah bila kau menemui anak yang selalu berlari-lari keliling kelas, tak ada yang salah ketika kau menemui anak yang selalu ingin diperhatikan ketika ia berbicara, bahkan menarik-narik baju hanya untuk melihatkan mainannya yang baru, tak ada yang salah. Karena begitulah mereka. Kadangpun mereka berbicara sendiri, atau melakukan monodrama, mungkin dalam imajinasinya ia berbicara dengan tokoh kartun yang luarbiasa yang tiba-tiba datang untuk mengahncurkan bumi, entah bagaimanapun, ketika kau bersama anak-anak, maka hal itu akan terjadi.

Sama halnya dengan Taqi, salah satu anak kelas VI D yang tak sengaja kulihat waktu istirahat asyik dengan spidolnya di depan kelas, sendirian, sedang anak-anak yang lain hanya keluar pergi kelas, ngobrol dengan aktivitas yang biasa yang dilakukan anak-anak kelas 6, kupikir anak ini tidak punya teman atau bagaimana, tapi ternyata setelah aku mendekat dan melihat apa yang ia lakukan dengan spidol itu aku hanya tertegun, dia membuat sebuah labirin yang memanjang, rumit, sampai ketika dia selesai menggambar, banyak anak-anak yang mencoba menyelesaikan labirin itu, bahkan salah-satu anak yang kemaren mendapatkan perunggu dalam olimpiade matematika mewakili Indonesia di Singapurapun juga bergabung untuk menyelesaikan labirin itu... dan yah... kaupun bisa meneak bagaimana yang terjadi selanjutnya ketika anak dengan logika yang bagus bertemu dengan anak yang jenius :D

Namun, yang memprihatinkan adalah ternyata banyak anak yang sudah kecanduan K-pop, boleh sih ketika yang dilihat yang tidak "keras" dalam artian cara berpakaian, maupun tingkah laku artis-artis k-pop, karena sekarangpun video-video yang diunggah di You**** pun sudah teralalu melenceng dari hal yang sewajarnya, mengajarkan hal anarkis, pornografi pornoaksi tanpa sensor dan segala macam hal yang tidak baik, bukankah hal itu mampu menruntuhkan akidah? bahkan meskipun disekolahkan di Sekolah Islampun ketika tidak dibatasi kamana lagi akhirnya kalau tidak meruntuhkan akidah?

Dikelas ini aku hanya mengisi selama 2 jam saja, namun sudah membuatku mengerti bagaimana ragam anak-anak disini, banyak anak yang pendiam, hiperaktif, jenius, pintar dan banyak juga anak yang hanya melakukan ketika diminta melaukan, 
Memang tak ada yang harus disalahkan dari anak-anak, tapi yang harus diperatikan adalah bagaimana seorang pembimbing bisa membimbing anak menjadi lebih baik. :')

D+2

Selalu Ada yang Menakjubkan

Posted by : la plui
Date :Kamis, 07 Agustus 2014
With 0komentar

Apapun Namanya, Ia Tetap Anak-Anak :')

| Rabu, 06 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Angin pagi berhembus pelan, mengganti segala penat semalam setelah melakukan hal-hal selayaknya mahasiswa lakukan. Maka untuk hari ini aku tersenyum menyadari, bahwa aku sudah berbeda, bahwa aku sudah satu tahap lebih dalam melakukan segala hal, bahwa aku... bukan aku yang kemarin sore. Jadi untuk hal selanjutnya, aku hanya perlu menatap ke depan, melakukan dengan baik.

Ya.. hari ini, seperti yang teman-teman lakukan, hari ini adalah penerjunan PPL, praktik mengajar layaknya seorang guru berhadapan dengan murid, mendampingi, membersamai, mengayomi, memberikan yang terbaik, Dan SD ini, SD yang dulu ku hiindari, SD yang dulu benar-benar tidak ingin kutemi, tetapi takdir berkata lain, dan yah... di SD inilah aku sekarang, maka sekali lagi nasihat itu mengenaiku, "Gething iku nyanding" Namun, setelah berdiri disini, maka aku menyadari satu hal, aku kurang bersyukur, seharusnya aku menerima, seharusnya aku bersyukur, lihatlah betapa luarbiasanya mereka, anak-anak penerus bangsa yang begitu istimewa. Menyambut dengan hangat, berbicara seolah-olah kita sudah bertemu dalam waktu yang lama, begitulah, seperti yang dulu jauh sebelum aku memilih jurusan ini, karena yang memilihkan adalah para guru BK di SMAku yang luarbiasa, meskipun aku harus menyerah pada cita-citaku, meski aku harus menyerah pada satu hal yang benar-benar aku impikan, tapi beliau menasihatiku, bahwa aku hanya perlu menyukai anak-anak, karena sejatinya aku punya itu, maka untuk kali ini, aku hanya benar-benar menyadari, aku terlalu menyukai mereka.

Dan, di hari pertama, aku memasuki kelas 1A, mendampingi Ibu Har yang menjadi guru kelas, membuatku benar-benar merasa kembali ke masa lalu, ah... betapa bahagianya mereka, berlarian, bermain, bercanda tawa, dan akhirnya tenang ketika pelajaran sudah dimulai, aku menyukainya, karena aku selalu menyukai sekolah, bukan kuliah :')

Menemui anak-anak memang membuat rasa bahagia, melupakan segala masalah yang ada, disini lihatlah banyak anak-anak yang selalu ingin tahu, yang selalu menyela ketika berbicara hal-hal yang terlalu menarik, yang selalu menertawai hal-hal konyol, yang selalu protes ketika harus melakukan tugas sekolah, itulah anak-anak, selalu menyenangkan, maka ketika memilih aku akan memilih menjadi anak-anak kembali, tanpa beban, tanpa masalah, selalu bahagia :)

Dan disini, aku bertemu dengan anak-anak seperti Rayyan, yang selalu bersikap dewasa, selalu ingin mendominasi pembicaraan, dan cerdas, Seperti Affan, yang selalu terlihat seperti Oscar, karena siapapun ketika melihat Affan untuk pertama kalinya, kau akan memiliki pikiran bahwa dia adalah anak dari pasangan bule yang kesasar di Semarang :D yang pediam, tapi selalu memilih hal untuk dilakukan, Seperti Naya yang selalu bercerita mengenai Elsa, Anna, ataupun Shofia, Seperti Bunga yang cekatan mengerjakan tugas, memberikan jawaban terbaik yang ia punya, dan seperti Joda yang selalu memiliki satu hal yang anak-anak lain tidak punya, atau Afif dan Gustav , atau Natha, Icha, Raihan, dan lainnya...

Dan untuk selanjutnya... 
Hanya "lakukan dengan baik"

D+1

Apapun Namanya, Ia Tetap Anak-Anak :')

Posted by : la plui
Date :Rabu, 06 Agustus 2014
With 0komentar

Pilihan

| Sabtu, 26 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Pilihan, ya... semua orang pernah punya, mereka, dirimu bahkan diriku.
Seperti ketika seseorang ingin pergi jauh, maka ia juga harus memilih bus mana yang nantinya akan mengantarkannya sampai ke tujuan,
Simple, tapi sulit untuk memutuskan,
Seperti kau memutuskan untuk istirahat sebentar lalu melajutkan perjalanan, atau kau selalu berjalan tanpa menoleh sedikitpun, atau mungkin kau memutuskan berbelok arah, karena kau merasa salah jalan
Karena kau punya pilihan,
Seperti kau menikah lalu melanjutkan hidup, atau kau ingin menghabiskan masa mudamu baru kemudian berkeluarga,
Dan pilihan selalu ada, selalu memaksa untuk memilihnya satu, bukan kedua-duanya, bukan ketiganya, hanya satu, dan itu sungguh melelahkan
Seperti kau memilih untuk berhenti menyukai seseorang, atau tetap memilih menyukainya apapun yang terjadi,
Seperti kau memilih untuk menunggunya sampai kapanpun itu, atau kau meninggalkannya tanpa ucapan selamat tinggal
Seperti kau memilih untuk mengatakan bahwa kau menyukainya atau memendamnya dalam-dalam, hingga nantinya dia mengetahuinya sendiri atau sampai mati kau bawa pergi
Karena kau punya pilihan. Sebuah pilihan yang menjadi awal kisah hidupmu,
Maka pikirkan pilihanmu baik-baik, bukankah kau tak ingin menyesal di akhir kisahmu? dan jika, kau memilih namun kemudian kau meragu, tinggalkan, karena keraguan sama saja kau putus asa terhadap pilihanmu.
Pilihan selalu datang, baik saat kau sedang bahagia atau kau sedang tak baik,
Dan kadang pilihan bisa saja begitu menakutkan
Namun juga bisa membahagiakan,

Begitupun aku, memikirkannya ulang membuatku mengerti satu hal, Bahwa ia bisa begitu menyakitkan. Kuharap kau mengerti, atau lebih baik, pergi saja jauh-jauh, karena aku tetap disini. Jadi karena aku tetap disini, maka silahkan pergi...
Haenbokhagil baralke

Pilihan

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 26 Juli 2014
With 0komentar

Iya, itu jawabanku

| Selasa, 22 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Malam ini hujan kembali datang,
dan kembali memaksaku pergi ke beberapa tahun silam
Selama ini, aku sudah tak ingin mengingatnya lagi, tapi lagi-lagi hujan selalu datang di saat yang terlalu tepat
Kukatakan aku sudah melupakan masa-masa itu, 
Tapi apa arti bisa melupakan bila nyatanya aku bisa kembali lagi
Mungkin memang untuk tidak dilupakan
Mungkin memang untuk dikenang

Ah... apakah dosa memang selalu semanis itu?
.....................

Iya, itu jawabanku

Posted by : la plui
Date :Selasa, 22 Juli 2014
With 0komentar

Ada Alasan dibalik Kau Bahagia

| Rabu, 16 Juli 2014
Baca selengkapnya »

Bahagia.
Banyak alasan dibalik kebahagiaan seseorang, bukankah memang selalu ada hal yang membuat kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling bahagia? paling diberkahi melebihi orang-orang disekitar kita, bahkan bila dibandingkan dengan para pemain Jerman yang bisa mempersembahkan nama mereka untuk negara kau merasa bahwa itu belum ada apa-apanya dibanding bahagia yang kau punya sekarang. Aneh?? tapi untuk beberapa hal, itu memang terjadi.


Banyak alasan mengapa seseorang bahagia, mungkin kau bahagia hanya karena sebuah ucapan seseorang yang kau tunggu selama beberapa minggu, atau mungkin kau bahagia karena seseorang menyapamu lebih dulu, bukan karena dia istimewa, atau bisa saja kau hanya tau namanya saja. Simpel memang, tapi itu memang terjadi, kau pun pasti pernah mengalaminya.

Banyak alasan untuk merasa bahagia, seperti hari ini, begitu lancar, begitu hebat, begitu bahagia. Padahal sebelumnya aku pernah merasa begitu ragu untuk memulainya, begitu banyak orang, begitu banyak hal yang perlu dikhawatirkan, dan tak ada alasan kau untuk tidak memulainya. Jadilah aku disini, melakukannya dengan penuh hati-hati, namun kulihat kalian disana, juga dengan khawatir yang dibawa. Ada satu hal yang menarik perhatianku disana, dan aku tak tau mengapa aku merasa perlu bahagia.

Bahagia memang sederhana, mungkin kau hanya perlu memejamkan mata untuk beberapa saat saja, merasakan hal terpenting dihidupmu, atau sekedar memikirkan kejadian yang bertahun-tahun lalu yang masih tertimbun di hati, bukankah bahagiia memang sederhana? hanya perlu menyentuh satu sisi dihatimu yang saat itu beku, lalu kaupun diam-diam tersenyum, diam-diam, tanpa seorangpun tau betapa bahagianya kau saat itu.

Pagi itu, setelah beberapa hari kami mengulur waktu untuk berbicara, menunda untuk menyapa terlebih dahulu, menahan kata yang sudah tersusun rapi, tiba-tiba kau menyapa terlebih dahulu, aku hanya tersenyum, bukankah hal terbaik ketika kau sedang bermusuhan adalah dengan berbaikan??? Maka untuk alasan itu aku merasa aku terlalu bahagia.

Dan aku tak tau mengapa, tiba-tiba semuanya menjadi sempurna....

Ada Alasan dibalik Kau Bahagia

Posted by : la plui
Date :Rabu, 16 Juli 2014
With 0komentar

monodrama-mu

| Sabtu, 12 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Aku hanya berdiri sendiri, tak ada "kita" di senja yang menawan ini
Kau tanya "dimana"  maka, bagaimana bisa aku menjawabnya, sedang kau sendiri tak punya
dan di suatu waktu yang kita mungkin bisa bicara, lihatlah... bukankah ini tidak menjelaskan apa-apa 
Kau menatapku sedih. bukankah aku benar?
ini sama saja dengan aku yang menyukai memasak tapi aku tidak punya dapur, atau aku suka membuat kue tapi aku tidak punya tepung. Sama saja. Dan kau hanya diam, menunduk.

Bisakah kau menjelaskan apa yang telah terjadi? mungkin aku bisa memaafkanmu.
ah.. aku memang egois, Jadi pergilah, kau juga berhak bahagia
Lalu kita berjalanan berlawanan arah, mengucap selamat tinggal yang tertinggal di tenggorokan
Menyakitkan bukan? apa daya, bukankah masih ada waktu
ya.. waktu, waktu adalah penyembuh terbaik, namun waktumu sudah kau habiskan untuk beberapa episode yang kaupun diam-diam merutukinya tiap malam
Dan aku, waktuku habis, untuk kau gunakan selagi aku tertidur
Bisakan aku meminta waktu lagi? meminta waktuku..
Aku tau sudah terlambat,
Aku tau itu,

7 tahun, bagaimana bisa aku tak menyadari bila telah selama itu
bodohnya hanya menganggap bahwa setiap tahun adalah sama
bodohnya karena aku tak melihatmu duduk disana menungguku
bodohnya bila ternyata selama itu hanya melewatimu tanpa memberimu waktu mengucapkan selamat pagi untukku
dan bodohnya, jadi biar kutanyakan lagi? bisakah aku meminta waktuku lagi?
namun penantiannya telah hilang, bersama senyumnya yang paling menawan
dan aku hanya tergugu, menyesal tanpa sempat berbicara, karena dia telah tiada
maka aku menjadi gila, berteriak padamu untuk mengembalikan waktuku 
dan kau hanya menyesal, menyesal.

Seharusnya kau memberitahuku, mungkin aku akan sempat mendengar ia mengucapkan selamat pagi untuku
Sudahlah, ia sudah pergi, 
Namun, bisakah aku meminta waktu lagi?

monodrama-mu

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 12 Juli 2014
With 0komentar

Golongan Darah O

| Jumat, 04 Juli 2014
Baca selengkapnya »
So....??

GolDar #O ketika bertemu dengan orang yang ia sukai, bingung, dan tidak tau harus berbuat apa (bener pake banget kekeke)

#O itu cenderung keras sama diri sendiri tapi tidak untuk orang lain

Urusan waktu, #O paling gak bisa yang namanya menunggu. (yapp hehe)

Bagi #O, penampilan itu... apa saja. asal gak kaku dan bisa bikin percaya diri

#O itu curhatnya biasanya sama #AB, walaupun ujung2nya malah diceramahin AB, tapi O justru suka kritikan yg membangun (suka curhat...??? kayaknya enggak deh)

"Perempuan Golongan darah O adalah perempuan berkemauan keras dan laki-laki dengan darah yang sama terlalu berbahaya bagi mereka, hubungan mereka akan lebih seperti perang. Cocok untuk laki-laki yang praktis seperti A. Laki-laki tipe B dengan mudah bisa menarik mereka, tetapi juga dengan cepat mendorong mereka pergi. AB adalah kelompok pemimpi yang dapat memberi luka pada perempuan dengan golongan darah O."

#O selalu ingin jadi yang terdepan, tingkat percaya diri tinggi, tapi gampang menyerah kalau sudah gagal

#O itu sering dijadiin pemimpin
Kebiasaan dari #O: keras kepala, pingin punya teman baik yg banyak, gak terlalu suka sama tekanan

Eh #O, masih sering galau gara2 masalah? (yang ini bener)

Kamu #O ya? | Kok tau? | Karna kamu itu suka humor, seneng diskusi & ternyata romantis juga
Hidup #O itu kental banget sama prinsip. bahkan hal sepelepun itu harus ada aturan mainnya

#O itu suka merugikan diri sendiri demi hanya 1 orang yang penting di hidupnya. abis itu nyesel sendiri dianya

#O itu kalau lagi marah kadang orang yang gak bersalah kena getahnya juga-_-

#O itu tingkat kelabilannya paling tinggi, perasaannya juga suka berubah-ubah kayak bunglon/?

#O itu paling sering di kecewain temen deketnya. padahal O sering banget mengalah (ya.. begitulah, lebih baik mengalah)

GolDar #O bukan tipe penjilat
Nggak suka, bilang apa adanya

#O di hubungin mantan lagi yaa? awas cinta lama balik lagi loh/? (ohooo...)

Pagi #O, O itu pulang pagi, besoknya berangkat lagi. kalau kesiangan ya paling gak masuk dianya

#O itu ngalong karena moodnya lagi bagus
#O itu memangnya egois?? kamu gak liat apa? mereka itu pedulian lohh
#O "Hidup untuk membuat semuanya menjadi bahagia"
#O itu kalau udah males bikin tugas, bakal ditinggalin deh itu tugas. tapi, pas mau dikumpul, dia langsung gunain the power of kepepet/? wkwk

Hey #O, kamu itu setia kawan banget, cuma gampang dikibulin?

Ciyeee #O yang demen makan tapi gak gendut2 ciyeee (trus kapann dong bisa ndut nya??)
Ibarat tawon, #O gak bakal nyerang kalo dia gak kepepet/?
\#O itu kalau bawelnya lagi kumat, orang2 di sekitarnya pasti bilang "ini anak ngomong apa sih, gak jelas masa-_-"

#O itu kalau udah marah bawaannya pasti diem, dan mau ngomong lagi kalau keadaan hatinya udah stabil

#O itu orangnya dewasa, berpikir panjang, dan paling bisa mengerti apa yang sedang orang lain rasakan. bener kan?

#O itu egois tingkat dewa, tapi kadang bisa jadi peduli banget sama orang lain

#O itu kalau lagi nangis gak butuh di hibur, dia hanya perlu di tinggal sendiri

#O paling sering ngertiin orang lain, tapi gak pernah dingertiin

#O itu kalau udah sama kelompoknya, lebaynya gak ketulungan dan jadi moodboster buat yang lainnya

#O itu tetep baik sama orang yang ngejahatin dia

#O itu kalau suka sama orang sulit dipendem. tapi, kalau cemburu jago banget nyembunyiinnya

#O itu suka yang namanya adu mulut, bentak-bentak orang. tapi, setelah itu dia bakal ngerasa bersalah terus nangis-_-

#O itu kalau lagi jutek, jangan dijutekin balik. itu kode supaya di baikin/manjain/?

#O itu suka ngedumel didalem hati

#O itu gak bisa frontal

#O itu kalau lagi di kelas bawaannya gak bisa diem. Bener?

Hey #O, masih suka nyeletuk?

#O "To me, trust is everything"

#O itu suka canggung kalau ngomong sama orang yang disuka. bahkan kadang sampe mau ngomong tapi mulutnya O gak bisa gerak/? (bener....)

#O itu kadang garing, kadang lawak. tapi kebanyakan lawaknya/?

Katanya, #O itu kalau ada temen minta traktir pasti bakal di traktir. tapi, kalau saudara minta traktir, kadang O pelit

#O itu kalau nasehatin orang kata2nya bijak banget

#O itu pinter banget nyembunyiin masalahnya seolah2 gak ada apa2 (ya...memang, buat apa punya masalah diumbar hehe)

sumber : Simple thinking about boold type

Golongan Darah O

Posted by : la plui
Date :Jumat, 04 Juli 2014
With 0komentar

Tidak Sama

| Rabu, 18 Juni 2014
Baca selengkapnya »
Aku buta jarak. Aku buta arah. Karena aku kira selama ini akan baik-baik saja.
Maka aku hanya berputar pada dunia yang itu-itu saja, tanpa tahu dimana aku menghadap, tanpa mengerti seberapa jarak yang akan menjauhkanku. Sungguh, aku mengira baik-baik saja, tanpa tahu bahwa ada yang berubah, ada yang berbeda.Jadi dimana aku sekarang?

Aku selalu mendengar bahwa kita menatap bulan yang sama, menatap langit yang sama, dan aku mempercayainya. Benar memang, ia langit yang sama dengan langit kemarin siang, ia bulan yang sama dengan bulan-bulan yang menatap bumi selama ini, tapi aku baru menyadari bahwa apa yang kita lihat tidaklah sama seperti apa yang kita lihat. Kita bahkan punya prespektif yang jauh dari kata sama, sisiku dan sisimu berlainan diagonal, bisakah kau mengatakannya sekali lagi bahwa yang terlihat sama? Maka aku akan meninggalkanmu sendirian, bukan sebaliknya.

Katakanlah selama ini aku masih terlelap, bersinergi dengan dingin yang selalu kudengar kau selalu mencampakkannya, begitu kesulitankah kau bernafas? tapi aku menyukainya, meski berkali-kali aku menerima penolakanmu keluar melihatnya. Baiklah.. mungkin memang benar. Aku memang ditakdirkan sendiri, meski kau selalu berkata, sekalipun tak ada aku, pasti ada yang mengulurkan tangannya untukmu. Kau tau..? tak pernah aku menerimanya, mereka kata ini hanya masalah sopan-santun yang ada di negara kita, tak masalah bukan ketika sekali-kali aku menerima uluran tanganya. Tapi sudah kubilang, berkali-kali pula, apa kau tak mengingatnya? aku katakan aku tak kan menerimanya, apa kau punya semacam alzheimer? Oh Tuhan, Tak apa, biar kutegaskan untuk terakhir kalinya, karena mungkin setelah ini, aku tak lagi (bisa) berbicara padamu. Jadi harus bagaimana agar kau bisa percaya kalau aku tak akan menerimanya? sampai berapa tahun lagi..? Aku hanya tak tau.

"Ingatlah kita sudah tak berpijak pada garis yang sama" mungkin sorot matamu ingin menyembunyikan kalimat itu dariku, tapi apa dayamu, aku sudah menangkap pesan tersiratmu, Apa kau ingin menyangkalnya bahwa aku hanya gadis yang sok bisa membaca pikiran orang? tapi maaf, aku memang bisa membacanya. Mungkin selama ini, kau menyembunyikan hal-hal itu dariku, tapi aku sudah mengetahuinya, jauh sebelum kau berkata jujur padaku. Maafkan aku tak memberitaumu. Maafkan aku.

Jadi, mungkin kau bertanya padaku, lagi. Tentang beberapa penggal maaf yang kau lempar kebas. Tentang sederet alasan yang kau susun beberapa hari sebelum bertatap muka denganku, apa masalahnya? Sudahlah, aku juga sudah lelah terkurung dalam sangkar yang akupun tak tau siapa pemiliknya, maka aku meninggalkannya, bukan masalah tega atau tak tega. Ini masalahku dengan diriku. Meski tak sedikit kau dan mereka terlibat dengan masalahku.

Dan, meski terlihat seperti kata-kata murahan, bukankah kata maaf adalah kata terbaik sebelum seseorang tak ingin melibatkan lagi di kisah hidupmu selanjutnya? 






Tidak Sama

Posted by : la plui
Date :Rabu, 18 Juni 2014
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲