Newest Post

Dengan Cinta

| Senin, 04 November 2013
Baca selengkapnya »
Dengan cinta, aku menuliskan beberapa baris puisiku untukmu
yang memikat jiwa ketika pandangan pertama menghujam, menyunggingkan senyum tanda perpisahan,
karena dengannya ia menjadi dekat dan dengannya pula ia seperti bayangan, tak teraih meski kau hanya beberapa inchi darinya. sudahlah pagi masih beratus-ratus jumlahnya, mari kita pikirkan esok

Dengan cinta, aku bersumpah setia, bahwa aku tak mengizinkan, karena kita rembulan dan matahari, dan Tuhan tak mengizinkan setelah Ia mengizinkan, aku hanya berjanji, semuanya telah ada yang mengatur sama saat aku jatuh cinta denganmu. Hanya aku tak tau, seberapa singkat waktu yang diberikan, atau seberapa panjang penantian yang mengelilingi takdir.

dan kita berpisah dalam hujan. 

Dengan Cinta

Posted by : la plui
Date :Senin, 04 November 2013
With 2komentar

Setelah 85 Tahun Sumpah Pemuda

| Senin, 28 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
1. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah dara yang satu, tanah air indonesia.
2. kami putra dan putri indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa indonesia
3. Kami putra dan Putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Sejarah mencatat, bahwa pemuda pernah berada dalam titik tertinggi di kehidupan Bangsa Indonesia. Mereka.. yang namanya tak pernah diingat, mereka yang saat ini tak bisa menyaksikan bagaimana bangsanya setelah masa mereka dan mereka yang tak sempat dikenali wajahnya. Namun mereka pulalah yang menjadikan bangsa kita menjadi satu, satu tanahnya, satu bangsanya, satu bahasanya dan satu hatinya. Karena lahirnya sumapah pemuda bukan sumpah semata, bukan sekedar umbaran kata yang tak adanya makna, namun sumpah yang mereka pekikkan dikala itu adalah bukti cinta mereka pada saudara mereka, bukti bahwa mereka ingin hidup berdampingan dengan bahagia tanpa usikan.

karena satu  pemuda saja ia bisa mengubah dunia, beda dengan seribu orang tua, karena ia hanya bisa bermimpi, itulah apa yang dikatakan oleh Presiden kita (Soekarno).
Bukankah sudah jelas, pemuda adalah titik penting dalam kehidupan ini, mereka punya mimpi, mereka punya semangat dan mereka punya konsep, yang bisa saja dengan semangat nya membangkitkan sebuah bangsa atau bahkan bisa menghancurkan bangsa. Karena pemuda adalah lentera.

Namun, 85 tahun selepas diikrarkan sumpah pemuda di tanggal 28 Oktober 1928 masihkan sumpah pemuda bermakna sama? atau hanya tinggal sebuah nama saja, atau bisa juga tinggal peringatan yang tak mereka tak pernah tau apa sebenarnya mereka melakukannya.
misal saat ini,
penjelasan yang sangat sederhana adalah kita sebagai generasi muda tidak mampu lepas dari konflik internal sesama anak bangsa.
hal tersebut tercermin dari banyaknya konflik terjadi di kalangan pemuda yang hingga saat ini belum terselesaikan, konflik suku, konflik agama, konflik antar organisasi, bahkan sampai pada konflik paling unik, yaitu perkelahian massa antar suporter sepak bola.

Ah masa bodoh, yang penting hidup bahagia... begitukah?? miris memang para pemuda sekarang bahkan tak (mau) mengerti bagaimana sejarah itu tercipta. Dan bagaimanakah dengan kita...???


Setelah 85 Tahun Sumpah Pemuda

Posted by : la plui
Date :Senin, 28 Oktober 2013
With 5komentar

Lelaki Terhebat

| Jumat, 04 Oktober 2013
Baca selengkapnya »

Bagiku.. kau adalah lelaki terhebat yang selalu menjadi penerang jalanku, ada dan tidak adanya kau disini, jauh dekatnya kau disisi, namun selalu dan selalu dihati. Rasanya Terimakasih dan do'a tidak akan pernah cukup untuk sekedar membalas apa yang telah kau ajarkan untukku, kau lelaki pendiam. Yang hampir tak pernah bercanda untuk waktu yang lama, namun sekali kau mengeluarkan suara, hanya kebaikan yang penuh wangi syurga, insyaallah.

Ayah... bagiku kau adalah segalanya. senyummu adalah yang paling menentramkan hati ketika segalanya tengah mengitariku, mungkin hanya sekedar tepukan pada pundakku, karena itu sudah cukup menentramkan hati yang penuh gundah gulana, yang mengatakan baik-baik saja, meski aku tau persis dengan apa yang ku perbuat bahkan akan membuatmu kecewa. Maaf Ayah... aku belum mampu menjadi apa yang sepenuhnya kau harapkan. Karena aku pikir, aku masih putri kecilmu, karena aku pikir aku belum terlalu dewasa, dan karena aku berharap aku selalu menjadi putri kecilmu. Aku terlalu takut menjadi dewasa, karena aku menginsyafi, semua akan menjadi terlalu berat untuk dilakukan.

Dulu.. rasanya baru kemaren aku dan engkau bersepeda, mengelilingi apa yang memang akan kita kelilingi, berhenti sebentar dan kau bercerita.. melanjutkan perjalanan lalu berhenti lagi, menyanyikan gending jawa yang aku tak pernah tau artinya, pun hingga kini. Kau selalu berkata bahwa aku adalah yang terbaik, kau katakan pada siapapun, dan aku kecil hanya mengangguk-angguk mengoyangkan dua ekor kuda rambutku, lalu tertawa. Bukankah indah masa itu..?? aku selalu mengenangnya Ayah... tak akan pernah terlupa. Kau juga yang pertama kali mengenalkan hujan padaku, memberikan seuntai do'a agar aku membacanya saat hujan turun, dan sampai kini tetap kulakukan, dan hujan selalu membawa berkah untukku. Maka aku menyukai hujan sebanyak aku menyukaimu. Ah.. Ayah, bagaimana keadaanmu? semoga selalu sehat dan afiat.. maaf Ayah aku belum bisa pulang, masih ada beberapa hal yang kukerjakan disini, Hari Raya nanti aku akan pulang :')

Ingatkah ayah dulu waktu kecil aku sering merengek memintamu untuk menceritakan sebuah cerita pengantar tidur..? ya rusa-rusa itu, percayakah engkau bahwa cerita itulah yang membuat aku menjadi peraih point tertinggi mata pelajaran bahasa indonesia waktu Sekolah Menengah? ah.. mungkin kau tak percaya, tapi itu benar ayah... rusa-rusa itulah yang membuat pointku teramat menjulang, bahkan aku hanya bercerita sederhana. sesederhana engkau dalam menggubah alur, merangkai kata dan menyentuh ending. Itulah salah satu keajaiban yang datang padaku karena engkau, Ayahku. Sosok yang selalu menjadi panutan dalam menjalani dunia mungilku, entah berapa kali aku membuatmu kecewa padaku, entah berapa lama aku membuatmu semakin terdiam sendu, namun kau selalu berkata " Tak apa.. sekarang kau bisa melakukan kesalahan, tapi nanti.. aku yakin kau tak akan melakukannya lagi" betapa aku tau, bahwa kau hanya ingin membesarkan hatiku, mengatakannya supaya aku tak teralalu merasa bersalah. Ah.. Ayah, dimana lagi ku temukan sosok mu yang semakin hari semaikn langka, sosok penyayang, pemimpin, pemberi motivasi terhebat. Hingga suatu hari aku mendengar ibu berdo'a semoga aku mendapatkan pendamping yang seperti engkau, dan aku aamiin kan, :')

Aku tau, engkau adalah seseorang yang tak pernah akan mau mengajariku kecuali aku mencobanya terlebih dahulu, maka benar ketika aku mendapatkan hadiah sepeda dulu, kau tak pernah mengajariku, bukannya tak mau, tapi aku tau, kau hanya ingin aku mencobanya terlebih dahulu, merasakan euforianya, dan aku mencoba, terjatuh, lagi, terjatuh tersungkur begitu seterusnya hingga beberapa kali, lalu kau mendekat, megatakan beberapa hal yang aku tau akan berhasil nantinya. yaa.. begitulah Ayah, hingga tersenyum puas ketika aku bisa mengendarai sepeda di kelas 2 SD. Sama seperti beberapa waktu lalu, kau adalah lelaki terhebat yang serba bisa, melukis, bernyanyi, bahan penjadi pranata cara dalam acara pernikahan hingga imam sholat waktu hari raya.. dengan lisan kau ajarkan aku kebaikan, dengan perbuatan kau ajarkan aku tentang kebaikan pula... semoga nantinya aku menemukan seseorang yang seperti engkau ayah...,

Sejuta ceritaku denganmu selalu menjadi lentera dalam aku menghadapi duniaku, yang selalu kau tekankan padaku adalah "hindari politik" aku tau mengapa, aku tau benar alasannya, maka aku hanya melakukannya, samii'na wa atho'na. Berharap hanya kebaikan yang datang padaku, hanya kedamaian yang datang padaku.

Putrimu yang merindukanmu


Lelaki Terhebat

Posted by : la plui
Date :Jumat, 04 Oktober 2013
With 0komentar

Mengenalmu

| Senin, 30 September 2013
Baca selengkapnya »
Menebak adalah hal termudah yang bisa aku lakukan, ya... karena memang mimik muka dari tiap-tiap orang yang kutebak selalu tepat, terlebih ketika aku menatap matanya. Namun kali ini kudapati tebakanku salah mutlak, menyisakan tanda tanya yang semakin lama semakin membesar, ah... maafkan sobat... aku tak bermaksud berburuksangka denganmu...

Ini adalah tahun ketiga, namun baru kali ini aku benar-benar merasa bodoh, memperlakukan orang yang bahkan aku tak pernah ada kesempatan untuk mengenalnya, orang yang kuanggap arogan, penuh kelicikan, namun ternyata ia adalah sosok hangat, sosok pemimpin, punya pribadi yang kuat. mianhae :D kau pribadi yang menyenangkan

Senang mengenalmu... 

Mengenalmu

Posted by : la plui
Date :Senin, 30 September 2013
With 0komentar

Menghapus Jejak

| Senin, 16 September 2013
Baca selengkapnya »
Aku ingin mengubur semua jejak yang pernah kau tinggalkan untukku
yang kian lama-kian beku tak mencair
Adalah sebuah karma yang pernah aku benturkan sisi depannya
Namun ia kembali muncul untuk sisi belakangnya
yang bertengger manis tanpa kedipan mata, apalah artinya bila manis tak berarti manis, bila pahit tak berarti pahit
Sebab putihnya kehidupan seperti ketika engkau mencoba menemukan batu kering dalam kubangan lumpur
Ia hanya akan menjadi basah dan kotor, tidak hanya pada satu sisi, namun keempatnya
juli empat tahun yang lalu aku melakukan kesalahan, menemukan jejak kakikmu yang tak beralaskan, mereka sudah teramat lama, namu baru kuketahui beberapa waktu yang lalu
dan sekarang jejak itu telah tiada, namun ia membawa kisah yang tiada taranya
ah... andai aku bisa menghapusnya, melupakannya untuk beberapa tahun kedepan, karena kutau nantinya ia akan semakin menimbun kisah yang baru.
menyedihkan memang, namun juga membahagiakan

AA

Menghapus Jejak

Posted by : la plui
Date :Senin, 16 September 2013
With 0komentar

Karena Saya Sudah Terlalu Muak

| Minggu, 15 September 2013
Baca selengkapnya »
Bisakah anda berhenti melakukannya, karena saya terlalu muak dengan sikap anda, Bahkan saya tidak pernah tau untuk apa anda melakukannya, bisakah anda berhenti? karena dunia saya terlalu bising, karena dunia saya terlalu indah untuk diganggu orang sepertmu.

Bisakah anda berhenti? untuk tak melakukan hal yang memalukan? saya tau anda muslim, tapi saya malu melihat kelaukan anda yang seperti itu, saya tau anda mendengarkan ceramah sana sini, tapi saya malu untuk melihat bahwa tak ada yang tersirat dari ilmu yang kau dapat, semuanya sia-sia. Jadi bisakah anda berhenti untuk melakukan hal bodoh itu? Karena perbuatan itu sangat memalukan, tidakkah anda mempunyai harga diri? 

Bisakah anda berhenti? tidakkah anda sadar bahwa orang lain membutuhkan kedamaian? tidakah anda sadar bahwa orang lain butuh ruang tersendiri? berhentilah mensabotase, karena ada batasan, namun batasan itu kau langgar. Tidakkah kau malu pada orang lain? Pada Dzat yang menciptakanmu? ah... mungkin kau tak punya harga diri.

Tidak ada esensi, tidak ada inti. 

Karena Saya Sudah Terlalu Muak

Posted by : la plui
Date :Minggu, 15 September 2013
With 0komentar

Sunrise di Kota Atlas :')

|
Baca selengkapnya »
04.45am, waktu pagi masih dalam dekapan perut bumi, tapi aku yakin Mikail sudah terbang, meletakkan rezeki pada mereka yang dengan sengaja membuka mata mereka, dan pagi ini, disini lah aku, berada di ketinggian berpuluh puluh meter menghadap pelabuhan yang nun jauh disana, terlihat indah, terlihat mempesona, ingin rasanya bermain-main di pelabuhan, namun aku tak punya alasan yang tepat untuk pergi kesana, dan akhirnya sampai sekarang. Hanya pikiranku, hanya impianku, namun kelak daftar itu akan kuceoret dengan tina merah, yaa... kelak.

Disini indah, sama indahnya ketika aku berada 7 tahun silam, di waktu yang sama namun tempat yang berbeda, kalau disini aku melihat sunrise dengan segala lautt dan keindahannya, namun 7 tahun silam aku melihat sunrise dengan pegunungan dan udara yang dingin mengigil, tapi tetap dengan perasaan yang sama. Ah... ia selalu tak ingin dilewatkan.

Pagi ini, dengan seorang sahabat, aku berjalan menyusuri perumahan, sawah hingga jurang, dan disinilah kami berhenti, udara sejuk seperti ini jarang kami temukan di tengah-tengah pabrik yang terbangun disana-sini di Kota Semarang. Terlebih waktu kami yang tak banyak akibat tugas kuliah yang terus menumpuk, mengharuskan pikiran terfokus lebih lama dari biasanya. Namun kali ini, kami melakukannya, melangkahkan kaki kami pada tiap-tiap jengkah tanah yang masih hijau belum terinjak, merasakan debu dan kerikil di kaki yang biasanya teralaskan, menemukan jalan-jalan baru yang belum pernah dilewati, menyapa orang-orang yang memiliki kesibukan sendiri. Menemukan kawanan alap-alap yang sedang bermigrasi untuk menemukan makanan. Dan itu menyenangkan.

Ya... pagi ini.



 cc: +Khoirun Nisa 

Sunrise di Kota Atlas :')

Posted by : la plui
Date :
With 0komentar

Sepandai-pandainya Tupai Melompat Pasti Akan Jatuh Juga

| Kamis, 12 September 2013
Baca selengkapnya »
Begitulah memang, rumit sekali bukan...? jangankan untuk aku sendiri, lihatlah gadis ini, hampir saja ia memutus takdir. Gadis yang selalu tak terduga begitu orang menilainya, ia periang namun juga pendiam, seperti terkurung dalam dunianya sendiri, ia menakjubkan tapi juga menakutkan, apakah ia memang tercipta seperti itu? ia tak tak tau.

Baginya mencintai adalah pilihan, maka ia akan memilih tak akan pernah memandang seseorang yang tak pernah ingin ia memandangnya, karena ia tau, semuanya berawal dari mata dan mata, apakah ia sombong, tidak... ia hanya ingin mengalihkan pandangannya, betapa pun ia ingin memandang, namun ia tak akan pernah mampu. cukup baginya seorang kawan. yang nantinya akan selalu tersimpan dalam pupil matanya. Siapa...? dan dia hanya terdiam, tersenyum, seperti yang biasa ia lakukan biasanya. ah... bisakah aku seperti dia..??

Kita tau, kata tak pernah bisa mewakili apa yang tersimpan oleh si hati, karena hati tak akan pernah bisa berbohong, sekalipun tindak kejahatan, ia jauh ada disana, namun sejatinya dekat. mengungkap apa yang seharusnya terungkap. Namun mata.. adakah yang pernah bisa membacanya meski tak pernah satu pun terlontar kata dari bibir? aku pernah bisa... dulu sebelum aku memutuskan untuk tak memandangnya lagi. Jadi jangan salahkan mata ketika ia bisa dengan baik mengungkap apa yang tak terungkap, karena pepatah masih berlaku. sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga


Sepandai-pandainya Tupai Melompat Pasti Akan Jatuh Juga

Posted by : la plui
Date :Kamis, 12 September 2013
With 0komentar

Ada Rintik Hujan di Antara Kita

| Minggu, 25 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Rinai hujan perlahan turun, menyambut senja yang tak biasanya nampak, ah... aku bahkan tak bisa menyebutnya senja lagi, karena bagiku senja adalah segala kemewahan langit yang berwarna jingga, berkolaborasi menjadi merah saga. Tapi aku juga menyukainya, hujan dengan segala tetes airnya.

Di sini, tempat ini juga, tiga tahun yang lalu kita pernah sama-sama terjebak hujan, saat itu aku tak mengenalmu, namun aku tahu, semuanya berawal dari sini, dari kecipak air yang jatuh di genggaman. Seandainya mereka bicara, akankah mereka mengomentari kekakuan kita? ah.. lupakan, karena itu tak akan pernah terjadi :)

Kau berubah, namun aku tak pernah beranjak selangkahpun dari tempatku, apakah aku menyukainya? tentu saja.. ada kenangan di sana, sekali saja kau bicara, selalu kutatap matamu yang berbinar, namun aku tau, kau akan menghindarinya. Kau sebut ini Ghodul Bashar.. tapi aku terlalu naif untuk tau, karena meskipun aku tau bahkan aku tak mungkin bisa menghindarinya, seperti daun yang tak menghindari laju angin, hingga ia terjatuh dari rantingnya, namun ia tak pernah menyalahkan angin, baginya angin adalah takdirnya, sama seperti itu, aku tak pernah menyalahkanmu, namun tak pernahkah kau berfikir bahwa kita bertakdir? dan lagi-lagi kau tersenyum, lalu perlahan kutangkap suaramu, "bukankah kita tak boleh mendahului.Nya..?" ah ya...

Lalu di hari lain, saat aku ingin menangkup pagiku lalu kutukar dengan senja, aku menemukan diriku bahwa aku telah beranjak dari tempatku, satu langkah di anak tangga, apakah semudah ini..? aku pikir itu akan lebih berat ribuan kali dari sekedar menggeserkan kakiku pada pijakan yang sama. lalu aku bertanya, tak bisakah kau beritau aku bagaimana kiranya mencintai karena Allah? terhenti langkahmu, ah... aku tau setelah itu kau akan tersenyum, dan benar, kau hanya tersenyum dan pergi begitu saja. Keras Kepala... suatu saat aku pasti akan mengejutkanmu.

Dan Sekarang, saat kenangan itu muncul maka aku menyadarinya bahwa itu adalah takdirku, terimakasih selalu ku sanjung untuk Pemegang setap nyawa manusia, melaluinyalah aku mendekat padaMu. Bukankah itu anugerah ..? bahkan akupun tak pernah menyangkanya..

Sedari tadi jam masih menunjukkan pukul 5.15pm, masih berjalan layaknya kura-kura. Kembali aku memandang rintik hujan yang masih beruraian disana, lalu kujulurkan tanganku sama seperti yang kita lakukan dulu, saat kita belum berubah. mengapa hujan selalu indah untuk dinikmati? Karena hujan mengenang kisah kita, sampai nanti.. sampai kita tiba di tanah baru, di Negeri baru. Karena mungkin saja saat ini kau telah memiliki segalanya, keluarga mungil yang bahagia, namun mungkin juga kau masih saja belum menemukan bunga itu. Serahkan pada waktu.. kelak ia akan menjawab pertanyaan kuta satu per satu.

Hujan mereda, hanya tinggal tetes-tetesnya yang masih akan menggulung kenangan orang-orang yang terjebak hujan. Bukankah terlalu indah menghabiskan hujan denga mengenang masa dulu, karena hujan selalu punya cerita. Aku tersenyum, lalu kulangkahkan kakiku, membawa hatiku dengan ringan seringan kapas, satu langkah..dua langkah..tiga langkah.

Aku tersenyum lagi, bukankah hujan selalu indah... aku rasa aku menemukannya :)

Ada Rintik Hujan di Antara Kita

Posted by : la plui
Date :Minggu, 25 Agustus 2013
With 0komentar

17 Agustus Dulu dan Sekarang

| Minggu, 18 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Hai.. para bloggers... gimana nih kabarnya...?? baik kan, ah.. ya, Selamat Hari Raya Iedul Fitri ya..., Taqoballallahu minna wa minkum, semoga kita dapat berjumpa di bulan Ramadhan Tahun depan, aamiin. 

Naah.. bulan ini temanya tentang Kemerdekaan Indonesia, tau kan.. soalnya ini bulan Agustus, bulan keramat bagi Negara Indonesia :p iyalah.. kan Indonesia merdeka pada bulan ini, alhasil nih. para penghuninya pada ngerayain, contohnya, yang biasanya di desa-desa jalannya kagak pernah di perbaiki, atau pada bulan ini, pada rame-rame memperbaiki, yang nge-cat-lah, yang pasang umbul-umbul, yang ngasih bendera merah putih di perempatan, pertigaan, perlimaan, pake kertas warna-warni, rame lah kesannya... gimana dengan desa kalian...?? yang di kota-kota juga?? 

Jadi sama, di desa saya tradisi memperingati hari kemerdekaan ini tak luput dari ulah tangan-tangan karang taruna, namun sayangnya tidak serame waktu saya kecil dulu, dulu saya terkenal sebagai juaranya lomba tujuh belasan, yang makan kerupuklah, yang masukin pensillah, sampai sepeda hias, hehe :D... tapi itu dulu, waktu kecil, sekarang udah gede, pindah posisi jadi panitianya. hoho... kalau tahun-tahun dulu banyak banget lomba-lomba yang digelar, mulai dari panjat pinang, cokotan (koin yang di masukkan setengahnya ke buah semangka yang dilumuri areng, habis itu di ambil pake mulut), terus ada juga memasukkan pensil ke dalam botol, gigit kelereng, makan kerupuk, tarik tambang, ada lagi keprukan ( jadi ada air yang di bungkus pake plastik, terus digantung di gawang, trus peserta di tutup matanya utk mecahin airnya pake debog) dan masih banyak lagi.. kalo untuk bapak-bapak ada sepak bola pake sarung, nah.. untuk ibu-ibu biasanya ada tangkap belut, masukin benang dalam jarum, sama lotisan, banyak kan... :D jadi dulu itu seru banget, sampai-sampai tetangga desa pada rame-rame dateng buat nonton, soalnya setelah lomba digelar ditutp dengan pertunjukan reog.. jadi otomatis desa saya menyedot banyak peserta :D

naah... sekarang ini, jamannya udah beda banget, banyak banget anak-anak sekarang lebih terpikat dengan gadget-gadget canggih ketimbang permainan tempo dahulu, jaman dulu waktu kecil, permainan petak umpet itu adalah permainan paling populer di kalangan anak-anak, juga gim-gim.an, atau kalau enggak ada singkongan, na sekarang...?? boro-boro main kayak gitu, mereka bilang udah gak jaman... mending pergi ke warnet katanya, ah.. mirisss dengarnya -_-, lagi tentangga saya, dia baru kelas 3 SD, lagunya satupun gak ada yang lagu anak-anak, semuanya lagu dewasa... ohh... jaman emang udah berubah :o tapi alhamdulillah waktu kami para panita woro2 ada lomba tujuh belasan mereka-meraka pada masih mau ikutan, masih banyak, tapi tetep aja banyakan dulu.. dilihat dari panitianya pun, tadi saya itung cuma ada beberapa saja, sepuluh lebihnya 3, padahal dulu ada 25.an... yaa mungkin masih pada mudik -_- (husnudzon aja...)

Ah.. kalau secara umum bagaimana pendapat kalian tentang Negara kita yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila ini?? masih banyak nilai minusnya bukan...?? yap itu ada benarnya, politik yang nyaris hancur, korupsi sudah dianggap hal biasa, tawuran, perang saudara, diskriminasi agama... negeriku sayang.. mengapa sangat malang..., padahal negara kita dulunya terkenal sebagai macan asia, namun sekarang julukan itu hanyalah tinggal julukan. Mari kawan wujudkan negeri kita menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerta raharja, dengan apapun, bagi yang aktivis mahasiswa, bagi yang sudah bekerja, bagi yang remaja, semuanya. Dari golongan atas sampai ke golongan bawah. Mari.. mari... kita masih belum terlambat,, ^_^


17 Agustus Dulu dan Sekarang

Posted by : la plui
Date :Minggu, 18 Agustus 2013
With 1 komentar:

Kau atau Aku?

| Jumat, 16 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Sesungguhnya ada banyak kata yang ingin kuungkap, bahkan ribuan, namun aku tak pernah tau bagaimna cara berbicara
Sudah kucoba, namun ketika aku berhadapan denganmu, keberanianku hancur menjadi puing-puing
Aku layaknya tembok yang bercat abu-abu
Yang hanya diaam bahkan ketika warnaku harus diganti dengan biru atau hijau muda
Yang hanya menatap sendu pada kawanan burung gereja, karena mereka sepertinya bebas berkata-kata
Sedang aku, hanya berdiri, sepertinya kokoh namun aku serapuh kapur
dan mungkin lebih buruk
Bukan, aku bukannya menggugat ciptaan-Nya, hanya aku menyesal telah mengubah diriku seperti ini
Bahkan aku hidup di Negara yang menjunjung hak asasi manusia, menyusun aturan-aturan di tiap-tiap pasalnya
memberi kebebasan bagi para warganya, bahkan kebebasan mengeluarkan pendapat
Hanya aku, atau mungkin puluhan yang disana yang tak berani mengambil kesempatan itu
Karena dunia begitu mengerikannya, atau
Karena dunia terlalu indahnya
ah... sudahlah, semakin aku memikirkannya maka akan semakin membuat dadaku sesak
Jadi, maaf... itu saja
Yang selalu membuatmu menungguku mengatakan sesuatu
maaf juga untuk selalu membuatmu merasa bersalah...
Namun kau selalu menungguku, bersabar, berharap aku mengatakan sesuatu kepadamu
Taukah kau... aku juga menunggu sederet ucapan darimu
Apakah nantinya kita saling menunggu...
Atau kah kau yang akan memenggal rasa bosan itu...
atau aku...?

Kau atau Aku?

Posted by : la plui
Date :Jumat, 16 Agustus 2013
With 0komentar

Ia Hanya Ingin Mencoba

| Selasa, 13 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Baginya, hujan adalah segalanya ketika lelah menghampirinya, memberikan kesejukan yang tak pernah terganti. Ia selalu saja suka, mengeja hujan, satu demi satu, setetes demi setetes tak pernah berhenti. Namun sekarang semuanya berubah, hujanpun serasa berbeda dari biasanya, karena kini tiap butirnya mengalun kidung nestapa yang sengaja seseorang jatuhkan melalui angin, ya benar, ia tak salah, takkan pernah, karena ia hanyalah sebuah udara yang datangnyapun tak pernah ada yang tau, tapi taukah kau..?? dengannya pula kuncup bunga bisa melihat betapa matahari menghangatkannya, dan dandelion terbang untuk menemukan sepetak tanah yang akan menemaninya tumbuh. Setidaknya membawa bahagia, sedangkan yang kau bawa hanyalah derita. Tidak mutlak, hanya lebih besar.

Dan yang ia lakukan hanyalah menulis, membiarkan tintanya mengotori segala kertas yang nantinya hanya beku tak tersentuh tangan lain selain dirinya, untuk apa sebenarnya ia menulis, ia pun tak pernah tau, hanya lembar demi lembar yang ia habiskan tiap malam, berkali-kali hingga matanya lelah dan terpejam. 

Ia hanyalah seorang gadis yang hanya mengenal dunia dari sisi hitamnya saja, ia tak pernah bisa melihat. Hanya hitam yang terlihat. semuanya, hingga ia lelah untuk melihat. Bukankah kematian lebih menggoda...?? ah.. tidak untuk gadis ini, ia menginsyafi betapa hidup lebih berharga, meski hanya tulisan yang tak pernah ia tau apa gunanya. Ia tidak mau naif, bahwa ia memiliki hidup yang ia hargai, meski ia tak pernah tau bagaimana cara ia menghargai. Ia hanya ingin mencoba, hidup seperti orang lain hidup, bahkan bila menanggung rasa sesakit ini, tak apa... karena ia yakin, suatu saat akan ada pelangi yang ia mampu untuk melukiskannya, hingga kecipak air yang jatuh dapat ia tuangkan dengan kuas warna warni. Ia hanya ingin mencoba.

Ia Hanya Ingin Mencoba

Posted by : la plui
Date :Selasa, 13 Agustus 2013
With 0komentar

Harapan itu Masih Ada, Kembalilah

| Sabtu, 03 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Jalanan yang dulu sering kita tapaki bersama ini, kembali kita melewatinya
Yaa... ada yang hilang, beberapa di antara kita sekarang tak lagi ada
Adakah yang bertanya dimanakah mereka...? tapi tak ada yang peduli
Karena nyatanya sekarang memang lah berbeda, ukhuwah itu mulai melonggar, ada sepasang tangan yang hilang
Namun, disini, sepasang tangan itu terganti dengan banyak pasang dan bahkan untuk mengingat siapa pemiliknya pun aku sering lupa
Hai kawan... dimanakah dirimu? dirimu yang selalu berdua, bertiga denganku, bayangmu pun sekarang sulit untuk kutemui, terhalang beberapa pohon yang mulai rindang
Ahh... semoga baik-baik saja kau disana, aku merindukannmu

Sore ini, ya sore.. bahkan setahun lalu pun kau tak ada
sudah lama aku ingin berbincang denganmu, kau tau... harapan kita dulu sudah bertunas
Bahagiakah engkau....? tapi kau tak disini, di dalam lingkaran ini
Mereka terlalu antusias ketika bertemu, denganku, mungkin akan sama jika bertemu denganmu juga
Apakah kau merindukanku sama seperti aku merindumu..
Kau dulu bilang, untuk menjaga ukhuwah ini.. tapi dimanakah engkau sekarang
Candamu... aku masih menyimpannya
Bunga lili yang pernah kau berikan padaku , aku masih ingat wanginya
Bahkan surat cinta palsumu yang kau kirim atas nama orang yang kukagumi pun aku masih mengingat isinya
Semua... semuanya, ada cerita tentangmu di salah satu episode terbaikku

Namun sore ini, terlalu indah untuk dilewatkan
Aku harap Tahun depan, ahh.. tidak tanggal 12-13 nanti kau datang.. ada yang ingin kusampaikan


Aku masih bisa melihatnya... cemeralang matanya yang memancarkan harapan,


Untuk Ony S, 

Harapan itu Masih Ada, Kembalilah

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 03 Agustus 2013
With 0komentar

Mahasiswa Demo BBM?

| Kamis, 18 Juli 2013
Baca selengkapnya »



Mianhae...kali ini ane telat posting, jebal mianhaeo... cz minggu-minggu ini, full ngurusin pkm, -_- sebenrenya nggak boleh sih buatt alesan, tapi semoga kali ini di maafkan #ehh

Well, temanya masalah BBM ya...?? oke.. Bahan Bakar Minyak, seperti kebanyakan orang disebut BBM (itu singkatannya kok :o) memang lagi hot hot nya di ghibah-in beberapa bulan ini, pasalnya pemerintah menaikkan BBM gak tanggung tanggung oey... jadi akibatnya semua bahan termasuk bahan bakar tubuh otomatis juga naik... belum lagi ongkos wira wiri kesana kemari... nambah berapa kali lipat?? :o tapi ini bukan tentang menaik turunkan BBM, tapi tentang subsidi.... 

Sebenernya konsep subsidi baik, cuman yang jadi masalah adalah, apakah iya warga Indonesia gampang menerima naik-turunnya harga BBM apalagi hara minyak dunia saat ini tidak dalam konsidi "stabil"
Bisa kita contohkan seperti ini, ada beberapa macam mendoan dan makanan di sebuah warung, dan memiliki lebel harga yang tidak tentu, kadang naik kadang turun, nah... apa iya pelanggan warung tersebut tetep stay cool?? tentu saja mereka tidak gampang menerima, bisa-bisa malah pada pergi, repot kan....??



Begitu juga efek kenaikan BBM kali ini, banyak di kota-kota besar yang melakukan protes besar-besaran, atau biasa disebut demo, jadi apa esensi dari demo???
Sebenernya sih tidak apa-apa melakukan demo, tetapi...patuhin tuh norma-norma... jangan asal demo aja, udah bikin rame nggak karuan, bising, ngerusak fasilitas umum lagi.... wah wah wah... warga negara macam apa nih?? iyaa bener mengeluarkan hak suara, tapi yaa tetep dong pegang aturan.... nggak boleh anarkis, kalem... tapi ya jangan kayak dewi shinta teriak minta tolong dong... :p kalem tapi tegas...!!

Coba kita tengok beberapa waktu yang lalu, namanya mahasiswa, artinya siswa yang maha, nah... namanya aja udah mahasiswa, seharusnya udah tau dong gimana caranya demo, bukan kayak kemaren bung, yang berani madetin jalan raya, tereak tereak gak jelas, ngerusak fasilitas umum... itu tandanya gak gentle, jadi demo yang baik-baik, kata-kata enak di denger, dalam artian tidak jorok dan berbobot okey...??

Mahasiswa Demo BBM?

Posted by : la plui
Date :Kamis, 18 Juli 2013
With 5komentar

Syarat Mencari Ilmu :)

| Jumat, 12 Juli 2013
Baca selengkapnya »

Adakah yang sudah tau syai'rnya Imam Syafi'i?? syai'r ini termuat dalam Az-Zarnuji: Kitab Ta’limul Muta’allim,: “Alala tanalul ilma illa bisittatin, saumbika an majmu bibayani: dzakaun, wa khirsun, wastikbarun, wabulghotun, wairsyadu ustadzin, wa tuulu zamnin"

Biasanya nih, sya'ir ini sering dinyanyikan di pondok-pondok pesantren gitu.. tujuannya supaya santri santri itu tau betapa penting dan banyaknya perngorbanan yang harus di lakukan untuk mendapatkan ilmu...

Alala tanalul ilma illa bisittatin, sa-unbika 'an majmu'iha bi-bayani

Elingo golek ilmu iku sarate enem.
Iki katerangane ojo nganti ra gelem.
Sawiji kudu limpat, lobo kaping pindhone.
Temen kaping telu, Pate ono sangune.
Limane kudu ono guru kang mituturi.
Suwe mangsane iki sarat kaping eneme.


1. Limpad = Cerdas



Cerdas dalam artian disini adalah orang itu tidak gila... bisa membedakan mana hal yang yang baik, mana juga hal yang benar.

2. Lobo = Rakus, Semangat


Hahahahay... mengapa mencari ilmu harus rakus...
timbul pertanyaan bukan...

maksudnya jangan pernah puas dalam mencari ilmu yang bermanfaat. Dan jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang sudah dimiliki.. maka teruslah belajar dan menuntut ilmu, bahkan ada hadits yang menyuruh kita untuk menuntut ilmu sampai ke negeri cina... nah kann...

Bukankah di atas langit masih ada langit...?




3. Temen = Sungguh-sungguh



Fokus .... jumeneng ing pandhom... tak tergiur oleh kegiatan lain... niat menuntut ilmu yang seperti itu. Selain itu harus sabar, tidak grusa-grusu

4. Ono Sangune = Ada Bekalnya, Biaya




Bekal orang menuntul ilmu adalah cengkir = Kenceng pikiran
Turu longan = Turune di long ( Tidurnya dikurangi)
Madang Longan ( Makannya dikurangi)

Karena semuanya butuh biaya,, dan biaya itulah tirakatnya...
susahnya hidup ini adalah tirakatnya untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan kelak..

5. Kudu Ono guru ingkang mituturi




Mencari ilmu tanpa guru bisa menyebabkan kesesatan, salah arah dan behkan kehancuran dunia. Wuih mantab. Karena keterangan dari guru ini penting. Jika seseorang hanya membaca buku terus menerus tanpa diajar oleh guru yang mengajarnya (Walaupun katanya buku adalah guru yang paling sabar, tapi buku kan tidak bisa mituturi), dia akan menjadi bingung bahkan stress.

6. Sing sue mangsane = yang lama waktunya






DAlam menunutut ilmu itu harus lama waktunya, supaya imu yang dimiliki juga semakin banyak...


Semoga Bermanfaat^^

Nb: Dari Berbagai Sumber

Syarat Mencari Ilmu :)

Posted by : la plui
Date :Jumat, 12 Juli 2013
With 1 komentar:
Next → ← Prev
▲Top▲