Newest Post

Mahasiswa Demo BBM?

| Kamis, 18 Juli 2013
Baca selengkapnya »



Mianhae...kali ini ane telat posting, jebal mianhaeo... cz minggu-minggu ini, full ngurusin pkm, -_- sebenrenya nggak boleh sih buatt alesan, tapi semoga kali ini di maafkan #ehh

Well, temanya masalah BBM ya...?? oke.. Bahan Bakar Minyak, seperti kebanyakan orang disebut BBM (itu singkatannya kok :o) memang lagi hot hot nya di ghibah-in beberapa bulan ini, pasalnya pemerintah menaikkan BBM gak tanggung tanggung oey... jadi akibatnya semua bahan termasuk bahan bakar tubuh otomatis juga naik... belum lagi ongkos wira wiri kesana kemari... nambah berapa kali lipat?? :o tapi ini bukan tentang menaik turunkan BBM, tapi tentang subsidi.... 

Sebenernya konsep subsidi baik, cuman yang jadi masalah adalah, apakah iya warga Indonesia gampang menerima naik-turunnya harga BBM apalagi hara minyak dunia saat ini tidak dalam konsidi "stabil"
Bisa kita contohkan seperti ini, ada beberapa macam mendoan dan makanan di sebuah warung, dan memiliki lebel harga yang tidak tentu, kadang naik kadang turun, nah... apa iya pelanggan warung tersebut tetep stay cool?? tentu saja mereka tidak gampang menerima, bisa-bisa malah pada pergi, repot kan....??



Begitu juga efek kenaikan BBM kali ini, banyak di kota-kota besar yang melakukan protes besar-besaran, atau biasa disebut demo, jadi apa esensi dari demo???
Sebenernya sih tidak apa-apa melakukan demo, tetapi...patuhin tuh norma-norma... jangan asal demo aja, udah bikin rame nggak karuan, bising, ngerusak fasilitas umum lagi.... wah wah wah... warga negara macam apa nih?? iyaa bener mengeluarkan hak suara, tapi yaa tetep dong pegang aturan.... nggak boleh anarkis, kalem... tapi ya jangan kayak dewi shinta teriak minta tolong dong... :p kalem tapi tegas...!!

Coba kita tengok beberapa waktu yang lalu, namanya mahasiswa, artinya siswa yang maha, nah... namanya aja udah mahasiswa, seharusnya udah tau dong gimana caranya demo, bukan kayak kemaren bung, yang berani madetin jalan raya, tereak tereak gak jelas, ngerusak fasilitas umum... itu tandanya gak gentle, jadi demo yang baik-baik, kata-kata enak di denger, dalam artian tidak jorok dan berbobot okey...??

Mahasiswa Demo BBM?

Posted by : la plui
Date :Kamis, 18 Juli 2013
With 5komentar

Syarat Mencari Ilmu :)

| Jumat, 12 Juli 2013
Baca selengkapnya »

Adakah yang sudah tau syai'rnya Imam Syafi'i?? syai'r ini termuat dalam Az-Zarnuji: Kitab Ta’limul Muta’allim,: “Alala tanalul ilma illa bisittatin, saumbika an majmu bibayani: dzakaun, wa khirsun, wastikbarun, wabulghotun, wairsyadu ustadzin, wa tuulu zamnin"

Biasanya nih, sya'ir ini sering dinyanyikan di pondok-pondok pesantren gitu.. tujuannya supaya santri santri itu tau betapa penting dan banyaknya perngorbanan yang harus di lakukan untuk mendapatkan ilmu...

Alala tanalul ilma illa bisittatin, sa-unbika 'an majmu'iha bi-bayani

Elingo golek ilmu iku sarate enem.
Iki katerangane ojo nganti ra gelem.
Sawiji kudu limpat, lobo kaping pindhone.
Temen kaping telu, Pate ono sangune.
Limane kudu ono guru kang mituturi.
Suwe mangsane iki sarat kaping eneme.


1. Limpad = Cerdas



Cerdas dalam artian disini adalah orang itu tidak gila... bisa membedakan mana hal yang yang baik, mana juga hal yang benar.

2. Lobo = Rakus, Semangat


Hahahahay... mengapa mencari ilmu harus rakus...
timbul pertanyaan bukan...

maksudnya jangan pernah puas dalam mencari ilmu yang bermanfaat. Dan jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang sudah dimiliki.. maka teruslah belajar dan menuntut ilmu, bahkan ada hadits yang menyuruh kita untuk menuntut ilmu sampai ke negeri cina... nah kann...

Bukankah di atas langit masih ada langit...?




3. Temen = Sungguh-sungguh



Fokus .... jumeneng ing pandhom... tak tergiur oleh kegiatan lain... niat menuntut ilmu yang seperti itu. Selain itu harus sabar, tidak grusa-grusu

4. Ono Sangune = Ada Bekalnya, Biaya




Bekal orang menuntul ilmu adalah cengkir = Kenceng pikiran
Turu longan = Turune di long ( Tidurnya dikurangi)
Madang Longan ( Makannya dikurangi)

Karena semuanya butuh biaya,, dan biaya itulah tirakatnya...
susahnya hidup ini adalah tirakatnya untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan kelak..

5. Kudu Ono guru ingkang mituturi




Mencari ilmu tanpa guru bisa menyebabkan kesesatan, salah arah dan behkan kehancuran dunia. Wuih mantab. Karena keterangan dari guru ini penting. Jika seseorang hanya membaca buku terus menerus tanpa diajar oleh guru yang mengajarnya (Walaupun katanya buku adalah guru yang paling sabar, tapi buku kan tidak bisa mituturi), dia akan menjadi bingung bahkan stress.

6. Sing sue mangsane = yang lama waktunya






DAlam menunutut ilmu itu harus lama waktunya, supaya imu yang dimiliki juga semakin banyak...


Semoga Bermanfaat^^

Nb: Dari Berbagai Sumber

Syarat Mencari Ilmu :)

Posted by : la plui
Date :Jumat, 12 Juli 2013
With 1 komentar:

Ramadhanku :)

| Kamis, 11 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Marhaban Ya Ramadhan... ini adalah Ramadhan yang pertama saat sahur dan buka bersama tidak dengan orang-orang rumah :( sediih sih, soalnya selama 19 tahun aku selalu mengawali puasa pertamaku dengan mereka, orang-orang terkasih, keluarga tercinta, dengan makanan buatan rumah, tapi kini makan sahur kudu beli, soalnya gas di kos abis, ya udahkan terpaksa beli, itu kalau lagi ada selera, kalau enggak, nanti sahurnya cuma sama roti di kasih selai... aduuh kasihan sekali anakmu ibu..... Tapi enggak papa... yang penting ikhlas ngejalaninnya.

Ramadhan, selalu identik dengan iklan sirup yang cetar membahana badai, dengan lagu-lagu religi yang bermunculan, acara-acara tivi yang berbau islami dan masih banyak lagi... oh ya... petasan juga, maklum kan. biasanya uang jajan habis buat beli jajan (ya iya lah... namanya uang jajan :o) kini abis di buat beli petasan... apa sih hebatnya petasan...?? bikin jantung copot aja, sama aja bakar uang kan...?? haha,,, bagi yang belum tau sensasi petasan pasti bilangnya gitu, tapi dulu nih, pas jaman-jamanya masih nakal, aku suka banget beli petasan, nah... waktu shalat subuh selesai nih, aku sama temen-temen sudah ngetem cari tempat yang aman, nah tiap-tiap anak musti berhasil membuat orang mnjerit ketakutan gara-gara di lempari petasan... nakal banget kan yaa... tapi sekarang enggak lagi kok.. :D

Dulu juga, sering bangetdapet tugas dari guru buat ngisi jurnal ramadhan,, masii inget kan...?? itu tuh... yang kita suruh ngisi siapa nama imamnya, siapa yang khutbah... trus abis itu minta tandatangan?? syukur deh kalo masih inget, nah waktu itu... gara-gara bapaknya saya kan sering jadi imam sama yang khutbah, saya dapet job lagi, mintain tandatangan nya bapak, aih.... sebenernya males sih, masa gegara saya anaknya saya suruh mintain terus... alhasil karena saya hapal baget tandatangannya, saya palsuin semua deh hehehe.... nakal ya... :D

Tapi jangan di tiruu yakk... nggak boleh hlo..
Udah dulu deh, Oke... selamat menempuh ibadah puasa... semoga puasanya barokah, aamiin :)

Ramadhanku :)

Posted by : la plui
Date :Kamis, 11 Juli 2013
With 0komentar

Melanjutkan Hidup

|
Baca selengkapnya »



Aku adalah seseorang yang terbiasa dalam dunia kecil, duniaku sendiri. Menyentuh warna-warna yang akan memberikan lukisan indah pada kanvas yang kusebut hariku, tidak selalu indah memang, cukup sederhana. Rasanya bahagia meskipun aku hanya dekat dengan beberapa orang saja, namun aku sadar, setiap orang tak mungkin selalu berada disisiku, ia mempunyai alur cerita sendiri, jalan sendiri. Sama sepertiku, aku juga tak mungkin selalu diam di tempat dengan segala yang telah ada, karena adakalanya aku akan terbang, seperti burung hantu menciptakan dunia baru yang nantinya akan kusinggahi. Dan aku menemukannya. Meninggalkan mereka yang masih berada dalam tapak kaki sebelum aku pergi.

Berat memang ketika melepas seseorang yang telah terlanjur dekat dengan kita, ya.. seperti itu lah rasanya, namun meskipun kau memintanya untuk tetap tinggal, hal itu tak akan terjadi, karena takdir adalah takdir, sehingga kau harus merasa legowo terhadap takdirmu sekarang. Berjauhan dengan orang yang pernah dekat denganmu. Sama sepertiku, jauh-jauh sebelumnya aku telah menduganya, bahwa nantinya, pada detik terakhirnya, pada kesempatan terakhirnya, dan pada kali terakhir ia menatapku, aku sudah tahu bahwa nantinya ia menemukan jalannya. membelakangiku untuk pergi ke jalannya, melangkah mantap, membawa hati yang baru. Dan itulah kenyataannya. Haruskah merasa bahgia...?? tentu saja, karena dengan itu kau mendapatkan satu petunjuk.

Jadi sudahlah.... Karea ini bukan tentang kemauan hati, tetapi tetang seberapa besar hatimu untuk tetap melanjutkan hidupmu.

Untuk Saa

Melanjutkan Hidup

Posted by : la plui
Date :
With 1 komentar:

BUKAN JODOH

| Rabu, 03 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Pada suatu senja, aku mempunyai dua do'a yang kupengang di setiap tanganku, berharap keduanya kembali kepadaku suatu saat kelak.. supaya, aku mengerti akan apa yang harus kulakukan, apa yang harus keperbaiki dan apa yang harus kulakukan denganmu, karena ini tentangmu..

Ditangan kananku, pada suatu malam ia hadir dengan kepakan sayap burung hantu yang berteriak, memanggil roh roh hutan yang berkeliaran tak punya empu, namun dalam suasana seperti itu pun aku terlalu bahagia menyambutnya, do'aku terjawab. Ada aura bahagia yang tak terbendung dari wajahmu, meskipun aku tak melihatnya selama beberapa bulan ini. Namun langit, melebarkan tangannya, mendekap ku dalam mimpi yang sempurna.

Namun, suatu waktu... pesan itu tersampaikan juga, untuk kedua kalinya, do'aku terjawab, benar... untuk urusan ini berat rasanya ketika memang semuanya keserahkan, ketika aku tak mempunyai pegangan untuk tetap beridiri pun kau biasanya memegang pundakku, memberikan semangatmu demi aku membuka kelopak mataku, demi aku bisa berdiri tegak lagi, namun tidak sekarang. Kau telah tiada, berjalan menjauhiku, aku tau... ini konsekuensi dari do'aku, "seandainya dia jodohku.. maka aku mohon untuk dijaga, dan didekatkan, namun bila ia bukan jodohku maka jauhkanlah ia denganku" dan benar, Tuhan menjauhkannya dia untuk ku.

Aku tau... dia telah melakukan yang terbaik, memberikan yang baik pula, karena mungkin dia telah menemukan bagiannya yang hilang, dan pergi.

Lalu senja ini, aku mulai berfikir untuk tidak berfikir tentangnya lagi, semoga ia bahagia disana. Kau adalah kenangan yang akan kulupakan.



*) aku " cerita orang " :D

BUKAN JODOH

Posted by : la plui
Date :Rabu, 03 Juli 2013
With 0komentar

TAKDIR [lagi]

| Selasa, 02 Juli 2013
Baca selengkapnya »


Aku telah gagal. Menuliskan namamu diantara alur ceritaku adalah hal fatal yang pernah kulakukan, ia hanya akan tertunduk pilu, menatapi barisan huruf-huruf bodoh yang tak akan pernah beranjak dari tempatnya, apakah iya kau seistimewa itu? dan lagi-lagi akupun menyesali ketika aku mengangguk mantap saat menjawab pertanyaan itu, ku kira kau seistimewa itu, tak pernah lupa, dan tak pernah ia hilang dari pikiranku, saat mataku membulat, hatiku menghangat, rona melingkupi hati ini demi melihatmu, demi sebuah tatapan sejuk yang nantinya akan kudapatkan. Namun lagi-lagi ingtanku itu hampir merusak segala seuatunya tentang waktuku yang tersisa. Aku menyesal, karena ternyata kau tak seperti yang kuduga.

Adakalanya hujan tak semenyenangkan seperti hujan-hujan lainnya, ia adalah saudara tiri yang tiba-tiba telah datang berdiri di depan pintu, merebut segalanya yang telah kita punyai beberapa tahun sebelum ia datang. Ironis memang, karena takdir tak bisa bekerja sama denganmu. Sedang yang kau punyai hanyalah tangisan pada tiap-tipa waktu malam dengan segenap lorongnya. 

Tidak... kau hanya salah dalam mengambil jalan, yang seharusna berbelok namun kau tetap meneruskan langkah kakimu, hanya itu, namun kau tak pernah tau, hal apa yang akan mengganjarmu di belakangnya, yang kau tau saat itu, adalah bagaimana menemukan lentera yang dulunya pernah padam untuk bisa kau nyalakan, dingin, pekat, yang tersisa hanya gelap. Dan gelap tak akan bisa menemanimu hingga akhir perjalananmu.

Taukah kau, seberapa besar ia akan menghindar dari takdir, sebanyak apa ia akan berlari menghindar, namun ketika takdir sudah ditetapkan, maka sejatinya akan tetap menyambanginya, dalam situasi apapun, dalam keadaan lapang, dalam keadaan sempit, dan dalam keadaan terpaksapun ia akan datang. Jangan harap ia selalu membawakanmu sederet kereta bercat putih bertahtakab intan berlian, karena cara kerja takdir tak seperti itu. Jadi pahamilah, jika nantinya ia datang kepadamu hanya dengan sepda gunungnya yang sudah berkarat, karena  hidupmu telah dipilihkan.

Sama sepertiku, yang aku mengira bahwa dia adalah seistimewa itu, dia tetap istimewa, tetapi dimata orang lain dan tidak lagi dimataku. Jadi, akan kucari dimana takdirku berada.

TAKDIR [lagi]

Posted by : la plui
Date :Selasa, 02 Juli 2013
With 0komentar

TAKDIR

| Sabtu, 22 Juni 2013
Baca selengkapnya »
Hey gadis manis yang duduk bersandar... sepertinya lelah semakin mengepung matamu, lihatlah... betapa dunia menghaturkan tatanya yang indah, membiaskan air hingga berubah bentuk menjadi pelangi...namun mengapa kau masih bersandar pada bayanganmu? bukankah seharusnya langkahmu sekarang padu menebas rerumput hijau yang masih berselimut embun?

Wahai angin.... sudahlah, biarkan aku sibuk dengan dunia kecilku, karena kisah lalu teramat pilu untuk aku bisa bergembira, bukankah setiap alasan punya alasan tersendiri...?? sama seperti aku melakukannya, karena alasan selalu ada. Hanya aku selalu iri untuk bisa menjadi sepertimu, berlari bebas, tanpa beban, ringan, hingga tak sempat menahan diri di suatu tempat untuk waktu yang lama, berbesar hatilah karena engkau angin. bukan seonggok manusia

Karena itulah gadis manis, aku ingin menanyakannya... bukankah menjadi manusia itu pilihan...??

"Ah... kiranya kau tak mengerti, menjadi manusia yang manusia memang lah suatu pilihan, tetapi menjadi manusia adalah takdir kawan... sama sepertimu ketika dari kau yang tiada kemudian menjadi angin adalah ketetapan, tak ada yang bisa mengubahnya."

Lalu mengapa kau tak pernah ingin menjadi manusia yang manusia?

Ingin, sangat ingin, hanya karena sangta inginlah yang membuatku tak ingin memulainya

Aku tak mengerti hai gadis manis.....

Sudahlah, aku tak akan bercerita lagi, hanya akan sia-sia, biarkan aku sendiri untuk beberapa waktu yang masih melekat pada takdirku, karena semakin aku berdiam, maka semuanya akan semakin baik-baik saja, pergilah... ada yang lebih penting di luar sana, yang butuh dirimu, yang butuh ketenangan darimu, aku sudah tenang, terlalu tenang... jadi segeralah beranjak...


TAKDIR

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 22 Juni 2013
With 0komentar

Ibu

|
Baca selengkapnya »

Apalah yang kiranya aku bisa menggambarkamu dengan tepat... karena semua serba cepat, usiamu, usiaku, masa kecilku, masa tuamu, masa remajaku, masa rentamu dan masa ketika kita berada dalam satu waktu, rasanya begitu banyak kata yang ingin aku curahkan, meski sejatinya tak ada yang terwakilkan ibu...., kau tidak sempurna, namun kau selalu membuatnya sempurna, apapun itu.. ummi, ibu, emak, eomma, mom, apapun... karena semuanya terlalu mudah untuk disebut. Kita lah yang memutuskan dengan sebutan apa kita memanggilnya.

20 tahun sudah... aku tak pernah ingat ketika aku berada dalam gua garbamu, mungkinkah seperti yang diceritakan oleh novel-novel best seller..? gelapkah ibu....?? atau adakah sebuah lentera yang aku akhirnya bisa berkedip-kedip, melihat betapa masih kerdilnya aku, dan menebak-nebak bagaimanakah rupa ummiku, cantikkah...?? ah... tentu saja ia cantik, ingin sekali rasanya dipeluknya, namun aku masih di rahim, sendiri, tapi kau tau ibu...?? aku memang tak pernah ingin sendiri...?? maka pelan aku goyangkan kakiku, lalu dengan pelannya kau mengusap-usap dengan lembut, kadang ada yang berbeda...sentuhannya...gerakannya...suaranya..., dia kah sang pahlawan itu ibu...?? apakah ia ayah...?? ah.... betapa aku ingin melihat rupa ayahku, tegapkah badannya...?? sendukan matanya...?? ahh... semua masih terlalu abu-abu untuk membayangkan, yaa.. hanya selalu menerka-nerka ibu...

Taukah ibu..?? favoritku adalah saat kau dengarkan suara-suara merdu.. semuanya, suara kau mengaji, suara kau menyanyi, suara tertawa, apapun, aku suka semuanya, lalu kau dengan lembutnya mengajakku berkelana, seperti rinai mega, kau memberikan kehangatan hingga aku jatuh tertidur, ada juga saat aku marah ibu, kau dengan tegasnya tetap melakukan pekerjaan yang berat. Aku benci ketika kau melakukannya, karena ketika kau melakukannya aku tau kau akan lelah, aku benci ibu ketika ibu sedang lelah, karena aku tak bisa bercanda dengan ibu..ibu taukah kau, nanti ketika aku sudah besar, biarlah yang mengerjakan semuanya aku ibu, biarkan nantinya aku kelelahan, asal tidak ibu... aku sayang ibu karena Allah

Tahun beranjak...musim berganti, usiaku kini menginjak 9 tahun, aku dengan gaya seperti anak-anak lainnya, bermain, jarang pulang, meski tau kau dengan kerasnya bilang aku tak boleh bermain, bukankah bermain itu bukan suatu kejahatan ibu... mengapa kau melarangku..?? Aku selalu senang ketika bermain, tak lihatkah kau ibu, ada rona bahagia yang memancar disana, namun kenapa lagi-lagi kau melarangku....?? aku menangis, Namun baru kutahu akhirnya alasan kenapa kau melarangku bermain, karena kau ingin waktu mu selalu bersamaku, kau selalu ingin aku disampingku, namun apa ku kata "aku sudah bosan ibu", ah... naifnya, usiaku baru 9 tahun bahkan sudah bisa mengatakan kata sejahat itu... maafkan aku ibuu, aku sayang ibu...

Setahun lalu saat kau dengan bangganya menggandeng tanganku ke sekolah, aku tersenyum, inilah ibuku... karena dia lah aku bisa seperti ini... yaa, kau kembali bahagia saat aku mejadi rangking yang pertama, matamu seakan bicara "inilah putraku...lihatlah, dia selalu ada di urutan pertama, lomba melukis, menyanyi macapat, segalanya, putraku bisa apapun" namun maaf ibu... tahun ini, aku hanya bisa menempati urutan ke dua, aku terlalu sering bermain, selalu menghilang setelah pelajaran sekolah usai, hingga malamnya aku kelelahan dan tak sempat belajar, maafkan aku ibu... namun kau hanya tersenyum sambil menepuk pundakku, tidak apa-apa sayang, itu tandanya kau harus belajar lebih giat.. ucapnya sambil berjalan usai penerimaan rapot, namun aku benar tau, raut kecewa itu masih terpampang jelas di sana, tak ada lagi rona bahagia yang memancar, tak ada lagi senyum riang seperti tahun lalu, ah..maafkan aku ibu.., maaf untuk tidak bisa menjadi yang terbaik...

Hingga dewasa ini.. kuingat-ingat lagi, apa yang pernah aku lakukan buatmu ibu...?? mencucikan bajumu..?? memasakkan makanan untukmu...?? menyiapkan air hangat untukmu...??? kurasa aku belum merasa pernah melakukannya, meski memang beberapa kali aku melakukannya, usiaku kini 25 tahun.. aku sudah menyelesaikan gelar SP.d ku, menjadi yang terbaik dari yang baik, aku kini sudah bekerja, dan aku ingin menikah, maka ketika aku perlihatkan foto seorang gadis kepadamu bu... kenapa kau hanya terdiam...?? kurang cantikkah ia..? apa aku perlu mencari gadis lain? kau tau ibu.. aku menyukainya sejak pertama mengenalnya, rambutnya indah..matanya jernih..ia baik hatinya... tapi kenapa kau hanya terdiam tak berkata apapun...?? dan akhirnya tanpa sepatah katapun kau mengembalikan foto itu, kau bilang kau sedang lelah, lalu beranjak untuk tidur. Aku kecewa... sungguh kecewa, bisakah setidaknya kau memberikan sepatah kata untuk menanggapinya?? Namun ternyata ketika mentari terbit kau baru membicarakannya...kau memberikan foto seorang gadis yang aku belum pernah mengenalnya, kenapa ibu....?? tapi kau hanya menjawab, dia baik untukmu.. aku stress... mengapa tak kau restui aku untuk memilih yang lain....?? dan ibu hanya terdiam.

Sebulan berlalu, aku masih kecewa dengan ibu... meski aku hanya diam, hingga akhirnya aku mengalah, ya... demi ibu, aku melakukannya, meskipun nyata sudah aku tak mencintai gadis itu.. dia adalah seorang gadis yang tak pernah aku mengenalnya, dua bulan lagi aku menikah, dan bahkan aku belum benar-benar melihat dengan jelas bagaimana rupanya, dia selalu di belakang, hanya foto itu yang bisa aku pandang, tak ada yang istimewa, ia gadis dusun yang biasa, terlalu biasa, aku kembali berfikir, biasakah aku membangun rumah tangga bahkan dengan orang yang tak pernah aku mengenalnya, dengan orang yang tak pernah aku mencintainya, bahkan wajahnya pun seperti terkesan untuk disembunyikan..... wahai Tuhan... takdir seperti apakah yang tengah bermain disini? pasrah aku menyerahkan semuanya kepadaMu.

Namun... aku tak pernah tau bagaimana takdir bekerja, ia adalah seorang perempuan yang aku pernah digendongnya kemana-mana, selama sembilan bulan sepuluh hari, aku pernah bersamanya bertahun-tahun, aku pernah bertengkar dengannya beberapa hari pun aku pernah tertawa dengannya selama beberapa tahun pula, lalu... tak cukupkah seorang ibu mengenal bagaimana putranya...??? bukan...bukan hanya ,mengenal, tetapi tahu segalanya, mengerti apa yang dibutuhkan bukan apa yang diiginkan, mengerti apa yang tak disukainya tapi tetap tahu apa yang baik untuknya, itulah seorang ibu... bertahun-tahun lamanya... aku tak pernah sedikitmu mau mengerti jalan pikiran ibu, tak pernah, aku selalu menganggap ia terlalu kolot dalam hal apapun, ia terlalu cerewet dengan segala sesuatunya, namun... ketika usiaku menganjak 30 tahun ini aku baru mnyadarinya, aku tau aku sudah terlambat, namun aku tak pernah malu untuk tahu bagaimana caranya aku bisa mengerti, dia lah ibuku... yang melahirkan aku, yang membesarkan aku, dan ketika sampai usia ini... terimakasih duhai ibu... yang mengantarkan putramu untuk mecapai segalanya, kau memang yang terbaik, tak pernah ada duanya, wanita pertama yang kucintai..........lalu kata-kata tak pernah cukup untuk mengungkapkan apa yang tengah di rasa oleh hati, tapi semoga engaku selalu mendapat perlindungan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. :)


Ibu

Posted by : la plui
Date :
With 0komentar

Judi...??? Apa Salahnya...???

| Selasa, 18 Juni 2013
Baca selengkapnya »
Jadi apa sih yang dinamakan judi/togel...??? menurut wikipedia judi itu adalah permainan di mana pemain bertaruh untuk memilih satu pilihan di antara beberapa pilihan dimana hanya satu pilihan saja yang benar dan menjadi pemenang.. Pemain yang kalah taruhan akan memberikan taruhannya kepada si pemenang. Peraturan dan jumlah taruhan ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Nah... cuma begitu kan?? terus kenapa banyak larangannya? dari hukum yang berlaku di negeri ini dan juga hukum islam...??? ternyata judi itu termasuk perbuatannya syaitan, nggak percaya...???

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُون

Hai orang–orang yang beriman sesungguhnya arak,judi,berhala dan mengundi nasib adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. sesungguhnya syaitan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran arak dan berjudi itu, menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu .(Q.S; Al –Maidah: 90-91)

bener kan...?? well kalo di nalar-nalar emang bener yaa...kalau judi itu hal yang merugikan, karena secara matematika peluang untuk menang berjudi itu sangat kecil, apalagi kalau pemainnya banyak.  sia sia deh taruhannya, mending uangnya di buat modal usaha, jadi untung ruginya jelas. Bahkan Allah sudah memperingatkan dgn tegas mengenai bahaya judi ini di dalam surat Al-Maidah ayat 90 – 91 yang  telah disebutkan di atas tadi, Allah Swt berfirman Dalam Surat Al Maidah ayat 2 yang artinya “…..Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Kalau kita pelajari hakekat perjudian di atas, maka apakah undian berhadiah termasuk di dalamnya?

Sebuah undian bisa mengandung unsur judi manakala ada keharusan bagi setiap peserta untuk membayar sejumlah uang atau barang dengan nilai tertentu kepada pihak penyelenggara. Dana untuk menyediakan hadiah yang dijanjikan itu didapat dari uang yang dikumpulkan dari peserta undian tadi. Pada saat itulah, undian menjadi salah satu bentuk perjudian. Karena pada hakekatnya, uang yang disetorkan oleh para peserta itu adalah uang taruhan dari sebuah praktek perjudian. Sehingga undian seperti ini haram hukumnya meski diberi nama apapun.

Tidak jauh berbeda dengan undian berhadiah adalah kuis atau sayembara via SMS yang diselenggarakan oleh operator telepon seluler atau pihak tertentu yang bekerjasama dengannya. Pada prakteknya, secara otomatis pulsa pelanggan yang mengikuti kuis tersebut akan berkurang. Dan itulah sebenarnya uang yang dipertaruhkan dalam arena kuis (baca: perjudian) yang terkadang pesertanya bisa mencapai jutaan orang.

Kadang kita tak memperhatikan kerugian-kerugian akibat judi, yang pertama, tentu kita banyak kehilangan uang kita, waktu yang sia-sia, kemudian kalau dirasa-rasa judi itu seperti candu, semakin bikin ketagihan, biasanya judi selalu bersaudara dengan minuman keras, umpat mengumpat, perkataan kotor, hingga kadang semuaa isi kebun binatang keluar semua.. whhoaa... -_-

So, masih kepengen judi...??? padahal udah tau dalilnya dan mudhorotnya...??? 

Nb: Dari berbagai sumber

Judi...??? Apa Salahnya...???

Posted by : la plui
Date :Selasa, 18 Juni 2013
With 11komentar

Subuh Berkabung

| Sabtu, 01 Juni 2013
Baca selengkapnya »

Subuh berkabung, segala penyesalan berbaur dengan sebulir dua bulir air mata yang kembali berkaca
Maafkan kami Tuhan, kami terlalu sibuk
Bukan kami tak bisa mengejar waktu yang dulu sempat kami pinta, namun merekalah yang berposisi di tempat kami
Mengendus jejak-jejak kami yang masih basah selepas hujan semalam
Hingga kami terpaksa berlarian, seperti menghindar dari titik-titik hujan yang tanpa alasan jatuh begitu saja
Tentu saja kami terkejar...
Karena kami bukan lelaki yang mengendarai angin,
yang katanya mereka bisa berpindah tempat hanya dengan mata berkedip
Karena itu... Maafkan kami Tuhan
yang hanya bisa merangkak seperti siput yang memanggul kayu bakar
Namun kami rasa Engkau tahu
Setidaknya siput tak pernah berhenti berjalan meski lelah telah menyerang
Meski mereka tak mempunyai kaki
Dan meski harus menyertai rumah yang salalu tak bisa ditinggalkan...

Subuh Berkabung

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 01 Juni 2013
With 0komentar

Hitam Putihnya Papan Catur

| Kamis, 23 Mei 2013
Baca selengkapnya »


Adalah saga yang memang aku terlibat di dalamnya
Karena kadang alurnya memutar hingga membuat perutku terasa mual
Aku adalah pion dalam hitam putihnya papan catur
Karena aku tak pernah menginginkan sosok beteng atau bahkan menteri 
karena mereka terlalu angkuh untuk melangkahkan tapak kakinya dalam sucinya altar peperangan 
Aku hanya bertugas melindungi ratu yang sejatinya mewakili hatiku yang berwarna hitam, bukan putih karena aku memilih warna elengan, warna kematian
Bukan aku tak suka putih, hanya aku tak bertuju padanya, namun sampainya aku pada batas pertukaran adalah untuk aku berubah menjadi ster yang bisa bergerak kemanapun...

Hitam Putihnya Papan Catur

Posted by : la plui
Date :Kamis, 23 Mei 2013
With 0komentar

Mulai Melupa

| Rabu, 22 Mei 2013
Baca selengkapnya »
Rasa-rasanya hujan selalu ada diantara kita, meski nyatanya tak lebih dari lima menit ia menampakkan batang hidungnya
Hanya juluran-juluran yang berkecipak merdu menangkup rindu pada penyambutnya
Hujan memang selalu begitu, tak pernah sekalipun ia menggungat tempat ia berpijak pada akhirnya
Selebihnya tetes-tetes yang meleburkan rindu

Ia adalah api ketika aku menjadi kayu bakarnya, meski nantinya aku hanya bersisa abu ketika bersinergi dengannya, Sedang ia bahkan tak bersisa untuk seperlimanya sekalipun, karena ia terlalu kekal untuk meninggalkan jejaknya. Sama ketika ia menjadi mentari, maka setiap jengkalnya akan tertanam pada segala sesuatunya

Desember masih menyisakan beberapa bulan untuk kutangisi, karena sejatinya ia adalah bulan bahagia, yang memerlukan waktu untuk aku menyisihkannya. Apalah arti ketika aku harus menunggu tiap-tiap tangga untuk kudaki agar aku sampai padanya, jika ianya tak akan pernah kembali, Hingga sempat aku pastikan bahwa kita berada di langit yang sama dengan mimpi yang sama, namun ketika suatu waktu tak kudapati secuil waktu darinya, maka jangan salahkan aku bila nantinya aku mulai melupakan...

Mulai Melupa

Posted by : la plui
Date :Rabu, 22 Mei 2013
With 1 komentar:

Terlalu Rapuh

| Selasa, 21 Mei 2013
Baca selengkapnya »

Terbaring tak berdaya di sudut kotaku,
Kota yang selalu kubanggakan, namun kini, kebanggaan itu bahkan tak berbekas meski hanya seruas di jari kelingkingku yang kecil
Namun apalah artinya penyesalan jika kita telah salah memilih jalan
Seperti lelaki yang mengenggam hujan, yakin benar dia... namun tak ia sangka buliran itu jatuh dari sela-sela jemarinya
Seperti lelaki yang menimbun ribuan pasir dalam karung goni, ia sangka, seberapa jauh perjalanannya ia akan utuh, seperti sediakala, namun apa mau dikata, tanpa pernah ia sadaripun pasir-pasir itu pun terjatuh bebas, karena goni tak pernah bisa memberi tahu empunya jika sisinya terdapat celah yang mengangga...
Begitulah kiranya cara kerja pahala kita,
Ia begitu licinnya hingga tak pernah sempat kita perhatikan, karena kita sibuk riya'
Duhai... seringnya kita begitu
melakukan namun sia-sia
memberi tapi tak pernah sampai
mengisi tapi tak pernah penuh
Bahkan kita mutlak tau tentang rahasia besar.Nya bahwa kita tak pernah kekal disini

Pandanglah lurus-lurus pada cermin
Pernahkah kau bertanya pada sosok di depanmu itu,
Yang kau sangka bahwa ia adalah orang yang terburuk yang pernah ada,
Tanyakan "itukah wujud syukurmu...??"
Lalu lihatlah matanya tanyakan " sudahkah ia ghodul bashar..?" tanyakan pada bibirnya " sudahkah ia menyebut asma.Nya lebih banyak dari yang ia sebutkan per harinya..?" tanyakan pada hatinya "sudahkah ia memeluk hati.Nya lebih banyak dari orang yang paling kau cintai...??" sudahkah....??
Pandanglah... apakah kau memastikan bahwa kau masih memandangnya lurus-lurus...? bagaimana mimik mukanya?
biasakah...??
sedihkah...??
menangiskah...??
atau sama sekali datar..?
Sekali ini, pastikan bahwa itu benar-benar dirimu kawan.....

Seberapa lamakah daun berdzikir.. sepertimya tak pernah lebih sedikit dari kita mengingat.Nya
Seberapa panjangkah lantunan ikan-ikan di laut menyerukan asma.Nya...? namun sepertinya tak lebih sedikit dari kita..
Karena kita terlalu sering bermain dengan kematian
Karena kita terlalu sering berpetak umpet dengan dosa
Siapa yang tau, bahkan kita sudah seperti keong yang terlalu lama bersembunyi dalam cangkangnya, yang ia anggap ia adalah tempat teraman yang ia punya, sedangkan nyatanya ia tak lebih rapuh dari karang di lautan




Terlalu Rapuh

Posted by : la plui
Date :Selasa, 21 Mei 2013
With 1 komentar:

MENCONTEK = SAH

| Sabtu, 18 Mei 2013
Baca selengkapnya »

well... tema kali ini adalah mencontek...? kalian pasti tau kan dan aku yakin banyak dari kalian yang pernah ngelakuin hal ini, hayyooo... ngaku.. tuh kan pipinya jadi merah...:D

Emang sih bagi orang- orang mencontek adalah jurus ampuh yang bisa nolongin kita buat sampai ke tahap "exellent" wuuhhuu.... jalan pintasnya cooi... cuma, mencontek itu apa hal yang bener nih??

bener... mencontek itu memang menyenangkan, apalagi saat ujian, wuuih serasa kita yakin bahwa kita nanti akan keluar menjadi pemenangnya, tiket sudah tertempel di jidat, tinggal nanti bisa kita ambil apa enggak, naah.. tergantung juga sih, kalau pas waktu nyontek nggak diliatin sama guru  sih oke oke aja, dijamin kita bakal nyampai di finish pertama, nnah kalo ada gurunya...?? SKAKMAT -_- hehe.. nggak juga sih, paling-paling disuruh keluar kelas sambil gigit jari, atau kalo emang gurunya killer kamu pasti dipermaluin di depan kelas 1-2 jam, disuruh keluar dan di depak dari list ujian... M_E_R_A_N_A

boleh sih sebenernya, asal dapet instruksi dari guru buat kita untuk dapet label "halal" buat mencontek, masalahnya sekarang ada enggak guru yang dengan gampangnya nyuruh kita buat mencontek...?? yang ada malah gurunya bakal pensiun yang dipercepat, soalnya kita semua pasti tau kan, kalao mencontek itu hal yang sangat keliru, selain kita nggak jujur, apa nantinya kita juga puas dapet nilai yang enggak dari usaha kita sendiri??? malu dong... kita kan punya otak, masak enggak di maksimalkan...??? belum lagi kitaa dapet dosa yang nggak tanggung-tanggung, wahhh... eksklusif bukan...?? why? karena jalan ke neraka kamu percepat sendiri....hhehe

yyuuk mulai sekarang kita berPIKIR... memaksimalkan isi otak kitaa....
BELAJAR_BELAJAR_BELAJAR..... SEMANGAT.....!!!!!!

MENCONTEK = SAH

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 18 Mei 2013
With 7komentar

Cinta adalah Penantian Panjang

| Jumat, 03 Mei 2013
Baca selengkapnya »
tak terhitung banyaknya orang yang mendefinisikan cinta, yang terus mencari, yang terus terluka, yang sedikit bahagia, namun ketika tak ada yang ingin mendefinisikan apa itu cinta, niscaya tak kan ada yang terluka, namun wanita ini... yang selalu ingin terbang di dunianya sendiri, tak pernah sekalipun ia berani mengatakan apa itu cinta, karen ia telah terluka bahkan sebelum ia mengenal apa itu cinta. Baginya cinta terlalu menakutkan hingga ia akan menimbulkan lingkaran hitam di sekitar matanya yang sebesar lingkaran pada mata panda. Ia bersembunyi.

Bukankah dunia indah...? tidak bahkan untuk sejengkalnya wanita ini tak pernah merasakannya, ia bagai mayat yang membeku karena dinginnya musim salju, apakah ia seputih kapas? tidak. ia lebih dari itu. Disaat oarang-orang berlalu meneriaki dunia, ia hanya mematung di balik gorden coklatnya yang perlahan tertiup angin pagi.. apalah arti pagi bila ia sesenyap malam tanpa purnama. Sejatinya ia tak pernah disana.

Namun, takdir berbicara lain, di ujung kontrakkannya ia bertemu laki-laki itu, saat hujan turun. lelaki bertopi yang selalu tersenyum, yang selalu cerewet, yang selalu ingin agar ia bersamanya. Lelaki yang diam-diam mendo'akannya. Namun apakah ketika sampai sejauh ini takdir memihaknya, tidak kawan... tiba-tiba takdir pun menjauh, seperti deburan ombak yang datang kemudian berlalu, meninggalkan jejak yang begitu membekas jelas. Dan wanita ini kembali mengungkung diri, lebur bersama kenangannya.

Ia adalah lelaki baik yang pernah dikenalnya, wanita ini... sempat tersenyum, bukankah senyumnya indah layaknya pelagi sehabis hujan? ah... ia tak pernah menyadarinya. ia hanya berharap ada satu orang saja yang akan menemaninya, karena ia merasa cukup dengan satu bukan dua bukan tiga, karena menurutnya lelaki itu memahami alasannya. Ada banyak hal yang sempat di laukakannya bersama si lelaki hujan. namun... ada satu hal yang wanita ini mulai tak mengerti, perahan lelaki itu menjauh...dan ia harus menyerah.

Dan pada akhirnya ia menyerah, baginya tak peduli apakah ia menyukainya, apakah ia mencintainya, ia hanya ingin berbagi cerita dengannya, lalu cerita-cerita itu seakan semakin menumpuk usang di ujung hatinya. Ia sempat bertanya kepada lelaki hujan, baginya apakah cinta itu? dan pertanyaannya terjawab.

Cinta adalah penantian panjang.

Cinta adalah Penantian Panjang

Posted by : la plui
Date :Jumat, 03 Mei 2013
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲