Newest Post

Tragedi di warung pecel Ibu Lebay

| Sabtu, 27 April 2013
Baca selengkapnya »
Tiba-tiba teringat kejadian jum'at kemaren. Perawakan yang kecil kurus itu membuat bapak di sebelah saya terlihat lebih tua dibanding dengan umurnya yang asli... saya taksir umurnya sekitar 40-an, kami bertemu di warungnya Ibu Lebay,asal tau saja, ibu ini sangat atraktif saat melayani pembeli pecel, kaliamatnya medok campur lebay-lebay gimana gitu... tapi suka baik hati sama saya, sering kasih diskonan :D, ibu ini penjual pecel di ujung gang masuk daerah beringin asri, waktu itu selesai jum'atan kira-kira... tiba-tiba si bapak tadi langsung duduk di kursi sebelahku sambil tersenyum, kira kira 3 menit berikutnya beliau bertanya,
"mbak e semester berapa mbak?"

"nembe semester sekawan pak..."
(...........) bergumam gak jelas,


"hla asli ngendi....?? tanya beliau lagi
"saking karanganyar pak, karanganyar solo... (maklum biasanya di kira karanganyar ngaliyan -_-")

"ooww... pantes,, aku iki jane yo lulusan guru mbak, PGA, ... ning yo.. jaman semono ki bayar e guru ki nggur selawe rupiah, ako emoh to yo mbak, mending golek liyane" (curcol XD)
" yo jane ra popo pak...jaman sak iki kan lumayan...bayarane gede san..." ujar ibu penjual pecel dengan gaya lebainya
(.........) aku hanya senyam-senyum gak jelas, bingung mau nanggepin apa

bla bla bla..., obrolan selesai, eh.. belum satu menit si bapak tanya lagi...
"mbaknya uda punya pacar...?"


"eh...bingung mau jawab apa"
"udah lah pak.... jaman sekarang mana ada yang gak punya pacar, iyto to mbak..." sela bu lebai

(tuing tuing... kok ngobrolnya malah jadi ke arah yang enggak enggak, kan saya bukan orang yang tipe suka pacaran, dosa :D)
"yu.... (manggil si ibu lebai) mbak e iki tak bedek ono sik naksir akeh hlo... wong 3 ono... "

"mosok...?????" ibu lebai tereak lebai....:O
aku hanya memandangi bergantian si bapak sama si ibu lebai... krik krik krik

" iyo ra mbak...??? ning mbak e iki tetep milih siji, cinta pertamane sik isih nang kampung, iyo ora mbak.... wani toh tohan aku " si bapak gencar sekali mengungkapkan opininya

si ibu lebai mendesak ku untuk menjawab pertanyaan retoris dari si bapak, aku hanya senyam senyum, bingung, asli bingung, kepengen cepet balik kos, eh pecelnya masih di tangan si ibu, kayaknya nggak bakal di kasih kalau aku nggak segera menjawab pertanyaannya... duuh alamat, untung si bapak menengahi untuk segera memberikan pecelnya yang tadi kubeli.... syukur deh,,, aku langsung memeberikan uang sambil kabuur......terdengar teriakan si bapak "mbak salam yo... kanggo sik nang kampung"

alamak..... cinta kenapa selalu dibawa kemana-mana -_-"

Tragedi di warung pecel Ibu Lebay

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 27 April 2013
With 8komentar

SAKARAUL MAUT

| Kamis, 25 April 2013
Baca selengkapnya »
Beribu waktu yang telah berlalu rasanya tak akan cukup menghapus sebuah chip memori yang terlanjur tertempel erat, seperti menempelnya kulit pada daging
ia sama memutarnya ketika seseorang tengah menemui jiwanya, pelan dan semakin melesat 
namun adakalanya ia berjalan sangat lamban... mengisahkan cerita yang ia sendiri menolak untuk mendengarkannya...
lalu tiba-tiba saja ia seperti terkejar oleh waktu yang semakin mendekat, spalsh spalsh spalsh... terlalu cepat untuk dihentikan... atau Ia enggan menampakkan apa yang menurutnya terlalu sempurna
dan si empunya hanya terpana, sesering mungkin tertunduk meneteska air mata, berharap nantinya ia mendapatkan tempat yang pantas
atau ia akan meraung raung... memintakan waktu untuk sekedar kembali beberapa dekade yang lalu, ia lupa bertobat
ia lupa yang harusnya ia lakukan lima kalinya dalam sehari
ia lupa... ah bukan, ia sengaja lupa
lalu matanya melotot... mengeluarkan uratnya hingga tampak yang tak biasa nampak pada wajahnya yang begitu tampan... begitu juga yang terlalu cantik.. mengetahui ia tak dapatkan simpati dari mereka yang memegang kuasa 
dan sungguh, ia bahkan menjajikan segala yang ia punya, sungguh memalukan bagi Para penguasa Langit dan Bumi

Dan begitukan sekarat itu...??? tak bisakah ia sedikit melembut, sedikit saja....??
Karena aku terlalu takut.... untuk aku bisa melewatinya dengan baik

SAKARAUL MAUT

Posted by : la plui
Date :Kamis, 25 April 2013
With 0komentar

DOSA

| Minggu, 21 April 2013
Baca selengkapnya »
Ia hanya sebuah kata dengan definisi yang teramat mudah dilupakan
Tersudut dalam keramaian kota yang semakin bertambah gila akannya
Meronta-ronta seperti setan ingin lepas dari kubangan neraka, benarkah ia ada??
benarkah ia nyata?? 
Lalu mengapa ia hanya terkoyak dalam tumpukan tubuh yang perlahan membusuk
menimbulkan bau tak sedap yang semakin tak sedap
Seperti buangan nafas yang ketika menanggapinya hanya keluar dua huruf saja "ow"
seakan ia ringan tak berbeban, padahal jikalau semua sadar karenanya betapa tak satupun orang yang akan menyebabkannya
tiada daya yang akan dengan beraninya menegakkan kepala menantang segala yang harus segera ia lunasi itu
ia adalah bayangan iblis yang akhirnya dengan sukacita bersedia berlari sepanjang hidupmu untuk melakukan apa saja
hingga akhirnya kau tersesat dan ayunan langkah kakimu tersandung
saat itu lah mereka mencatatnya...para makhluk yang bercahaya

Namun manusia tetaplah manusia, yang angkuh, yang tak pernah mau menundukkan kepalanya 
ia makhluk paling bengis yang pernah ada, bahkan bisa saja ia melakukan apa yang tak pernah dilakukan oleh sang makhluk api...

DOSA

Posted by : la plui
Date :Minggu, 21 April 2013
With 0komentar

Sexual Harrasment

| Kamis, 18 April 2013
Baca selengkapnya »
Membaca tema [sexual harrasment] ini membuat saya berfikir ribuan kali untuk menuliskan kata-kata yang tepat. Bukan hal yang mudah untuk menguak fenomena yang sekarang ini sedang marak diperbincangkan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, menilik dari dua pihak yang menjadi tokoh utama, yakni si korban dan si pelaku, atau adakah pihak ketiga yakni saksi?? Padahal dulunya, mengungkap hal yang seperti ini adalah hal yang tabu, namun sekarang sepertinya media terlalu banyak merecoki pikran pemuda-pemuda Indonesia dengan menyajikan berita-berita yang menggelitik. Baiklah, karena memang hal ini telah menjadi biasa, maka saya akan membahasnya lebih lanjut.

Jadi dalam kasus ini, siapa yang patut disalahkan? apakah si wanita? ataukah si lelaki? Sampai saat ini, masih terjadi perdebatan siapa yang patut untuk disalahkan, oke.. mari kita teliti lebih lanjut dengan mnegupas dari pihak wanita dahulu.

Wanita. banyak yang mengartikannya sebagai sebuah keindahan, bahkan banyak para ahli merasa rumit dengan apa yang dilakukan oleh wanita. Wanita terlalu sulit dimengerti. Contohnya saja: sudah tau kalau memakai bajunya anak SD (super duper pendek) akan menggoda mata para lelaki, yang otomatis para lelaki akan merasa terangsang eh... boro-boro diganti yang lebih tertutup, longgar, malah dikecilin lagi.... ckckck... ini semakin lama malah semakin telajang saja...bener-bener tidak bisa dimengerti... apa sih yang mau diperlihatkan? hmmm... terus nantinya kalau terjadi kejadian pemerkosaan yang ditunding adalah pihak lelakinya... Helloo... jagan terlalu egois dong, bukankah api itu tidak akan menyala kalau tak ada yang menyulutnya...?? naah... jadi sampai detik ini siapa yang bisa disalahkan...??

Lelaki. bagaimana menurut anda? yaa.. pihak yang sering disalahkan dalam kasus perkosaan. Namun apakah sepenuhnya ia salah...?? memang benar kalau lelaki memiliki "banyak mata" dalam artian mereka bisa dan biasa melihat karena tidak mampunya untu menjaga nafsu syahwat, mereka terlalu dibutakan oleh kenikmatan sesaat yang berujung sesat, dosa besar. Namun adakalanya mereka berteriak... "tolonglah kasihani mata kami, agar kami terjaga... ketika kami menatap kedepan tampalah aurat yang diumbar, ketika kami menunduk aurat pun masih saja diobral murah, tolonglah kasihani mata kami..." naah kan....???

jadi bagaimana wahai anak cucu adam....?? baiklah kita netral saja... saya menghimbau untuk para kaum wanita tolonglah memakai pakain itu yang sopan, tertutup.. lebih-lebih kalao pake jilbab, saya yakin cantiknya luar biasa... bukankah kalaian sayang sama tubuh kalian? jangan sampai diobral dengan harga yang murah, bahkan ada yang gratis, masyaallah.... dan bagi pihak lelaki... marilah jaga pandangan, jagan sampai matanya jelalatan kemana-mana... insyaallah akan selamat dunia akhirat... 



Sexual Harrasment

Posted by : la plui
Date :Kamis, 18 April 2013
With 6komentar

Tak Sempurna

| Senin, 15 April 2013
Baca selengkapnya »

Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna

Saat senja datang gantikan siang
Mereka bilang kau malam tanpa bulan
Beda, tak sama, kau yang tak sempurna
Bagiku kau segalanya, murni estetika
Apa yang kau tanam itu yang kau petik
Apa yang kau jalani selalu beri yang terbaik
Impian tentang kau yang tak berbatas
Jauh dari sempurna tapi membekas
Silahkan jadi hakim tuk semua perkara
Keterbatasan ini tulus jalankan cinta
Terhina dalam hati, tersudut karena beda
Kau sosok tak sempurna tapi bermakna
Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna
Serupa bunga tanpa mahkota
Seperti air mineral tanpa O2
Ku telah jauh kembali susunan alam
Menggali artifakmu lebih mendalam
Karena satu untuk alasan walau itu buruk
Ku cinta semua walaupun kau tak berbentuk
Aku seperti plato dalam pemahaman
Dunia indrawi bukan bentuk keindahan
Mungkin kau mengerti, mungkin kau tidak
Masa lalumu seperti gading yang bisa retak
Mungkin kau sadari, mungkin kau tidak
Tapi ku yakin kau tetap yang sempurna
Meski lemah kau tetap hal yang terindah
Kau yang terindah
Meski rapuh kau tetap hal yang terindah
Kau yang tak sempurna 
Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna

Nb: terimakasih untuk senja yang telah berlalu

Tak Sempurna

Posted by : la plui
Date :Senin, 15 April 2013
With 0komentar

Senja dan Kawan Kecilku

| Kamis, 04 April 2013
Baca selengkapnya »
Apa kabar senja...?? masihkah kau senja yang dulu kukenal di pereempatan jalan sebelah desaku?? ah... lupakan... itu sudah lama sekali, bahkan sudah bertahun-tahun lamanya..., hanya sekarang mengapa kau tiba-tiba muncul? tunggu... bukannkah sekali ini baru kau tampakkan wajahmu setelah lama agaknya tertimbun angkara yang tak pernah menyusut? menyusuri lekuk pilu trengginasnya waktu yang melumat habis ceritamu, hanya berbilang jam saja hingga akhirnya habis. taak bersisa. Lalu tanpa sadar kau menyeret takdirmu pada matahari. bertapa dan menunggu.

Apa kabar senja....?? tidakkah kau merasa lelah dengan semua cerita sendumu? menangis-merenung-berpaku tangan-menangis-merenung-berpaku tangan dan akhirnya kau mati membawa sendumu. Hidup memang tak pernah adil kawan... maka kaupun harus mensejajarinya, lalu apakah ia nantinya berpihak padamu? tak pasti. Karena memang jauh sebelumnya aku tak pernah tau cara kerja takdir, kadang... ia begitu dekat dengan kita, namun lebih sering ia menjauh, seperti aku dan dirimu sekarang ini.. Jadi.. masihkah kau berselimut sendumu?

Apa kabar kawan kecilku....?? taukah kau...? kini aku tau mengapa kau menyukai sepakbola, permainan yang selalu kubenci padamulanya, yaa... kau tau alasannya...?? bahkann aku yakin kau masih selalu tertawa ketika dengan lihainya kau beradu kaki denganku, dengan kesal hanya karena berpaut beberapa angka darimu, aku memutuskan mengambil bolanya dan melemparkannya ke gawangmu.. so annoying... -__-" tapi aku adalah gadis kecil yang tak pernah mau kalah denganmu.. sampai sekarang... meski nyatanya, kita saling berdiam sendiri-sendiri, merangkum kembali masa bahagia kita dulunya...

Apa kabar kawan kecilku...?? taukah kau...?? senja terlalu cemburu denganmu.....

Senja dan Kawan Kecilku

Posted by : la plui
Date :Kamis, 04 April 2013
With 0komentar

Cinta Tak Butuh Retorika

| Rabu, 03 April 2013
Baca selengkapnya »
Hujan turun. Maka setidaknya akan kusampaikan rindu yang kusimpan selama musim kemarau ini. Aneh bukan...?? namun aku rasa itu wajar hingga sampai pada masanya aku  berfikir bahwa aku telah mampu mengikat diri. Jadi jangan pernah kau bertanya lagi, mengapa aku melakukannya. Karena AKU GILA HUJAN. Sama gilanya denganmu yang tergila-gila pada diskon baju. Just simple

Setidaknya aku mempunyi beribu-ribu kata tentangmu. "ini setan". Bukankah kau mendengar mereka tertawa girang di depan layar? " ah ya... kau tak tau itu...karena kau setali tiga uang dengannya, menertawakan betapa mudhnya aku diperdaya" cukup.. karena ini menikamku dari belakang, bukan....ia bahkan mengepungku dari mana saja, hingga akhinya aku kehabisan nafasku. Kau tau bagaimana rasanya hidup diantara hidup dan mati...??

karena katanya cinta tak butuh retorika....


Cinta Tak Butuh Retorika

Posted by : la plui
Date :Rabu, 03 April 2013
With 0komentar

Lelaki Hujan

| Minggu, 31 Maret 2013
Baca selengkapnya »


Aku pernah ada saat hujan pertama menyentuh telapak tanganku, karena aku amat menyukai hujan sama sebanyak aku menyukai senja, ia tenang, setenang riak Sungai Yarra yang mengalir perlahan  hingga riaknya sedikitpun tak terdengar. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menganggap hujan terlalu berisik untuk datang disiang hari, memecah segala aktivitas mereka, namun aku menganggap hujan sebagai keberuntungan, ia mengajak damai bagi hati yang tak kunjung selesai dari resah yang sedari kemarin bersarang, ia begitu menyejukkan bagi siapa saja yang mengerti batapa indahnya saat hujan turun. Karena dari dulu aku selalu menyukai hujan.

Bukan seperti itu, aku tak pernah berharap aku menemukan cintaku pada saat hujan tengah berlarian menemukan tempat-tempat yang nyaman untuk ia mengalirkan sisanya, karena aku paham benar ia hanya ada dalam novel-novel dan film-film yang tak terhitung pernah dilayar lebarkan. Karena cukup bagiku bahwa hujan memiliki arti sendiri yang tak pernah dimengerti mengapa aku terlalu menyukai hujan, biarlah artian itu lebur bersama bulirnya menuju tempat-tempat yang ia putuskan untuk ia singgahi. Bagiku cinta tak seperti hujan, ia lebih mirip langit.

Aku menyebutnya sebagai lelaki hujan. Tak terhitung berapa kali kita terjebak hujan dalam tempat dan waktu yang sama. Maka kuputuskan aku memanggilmu lelaki hujan, yang selalu menegadahkan tangannya untuk disentuh hujan yang lembut, lalu mengibaskannya untuk kau sentuhkan pada rambutmu yang telah basah tatkala kau berlari menghindarinya, sama seperti yang kulakukan, tak peduli beberapa bulir jatuh mengenai bajuku yang kemudian kudapati mereka sedikit basah di sebagiannya, Karena bagiku itu selalu menjadi euforia yang mempesona. 

Selalu ada cerita saat hujan menjamu panas disiang hari, karena beberpanya menjadi catatan perjalanan yang nantinya aku paham ia hendak menghakimiku, semacam pengakuan seorag pecinta hujan. Ah.. siapa yang harus disalahkan?? sedang ia terlalu sering untuk dirindu, tak boleh ada rahasia, bahkan kebohongan yang akan menjadi bencana, Karena ketikanya ia dibuka, bukankah apa-apa yang tersembunyi hanya akan menghantui? terlebih ketika luka itu diguyur derasnya hujan yang datang. Pilu.

Maka telah kuputuskan, aku bercerita, tak peduli siapa dia, tak peduli sampai berapa kali aku mengulangnya, tak peduli bagaimana aura wajahnya berganti sampai puluhan kali, karena nantinya pun ia akan mengerti mengapa masih ada kenangan yang masih bercokol dalam sebentuk hati yang baru, yang nantinya ia sadari, bahwa hati itu miliknya. dan orang itu ialah dia. yang memenuhi seluruh kenangan. yaa.. lelaki hujan.

Lelaki Hujan

Posted by : la plui
Date :Minggu, 31 Maret 2013
With 2komentar

Serapat Jari Manis dan Jari Kelingking

| Kamis, 28 Maret 2013
Baca selengkapnya »
Jalan ini... betapa jarang sekarang aku menapakinya, mulai lupa
Padahal dulunya, ia selalu menemaniku kala aku sendirian, menerobos ilalang panjang
memetik bunga tebu, yang pada akhirnya tanganku mulai gatal untuk menganggu kawan lama
Jalan ini... seringkali menjadi singgahan pertamaku tatkala Ramadhan pertama tiba
Duduk berdua bersamamu...
Meneliti ikan-ikan yang masih bergerak bebas dalam lapang air yang bergemuruh
bergandengan tangan saat Adzan mangrib berkumandang
Memanjat Pohon Kersen, memetik-bulir bulir kemerahan yang nantinya hanya menjadi hiasan meja makan
Jalan ini... kita juga pernah menangisi hari kita, sedikit bertengkar, namun ketika satu jam berlalu, semuanya akan kembali biasa-biasa saja... unik bukan...??? masa kanak-kanak memang masa luarbiasa yang pernah kita punya... gampang, tak perlu berbasa-basi ala orang kantoran, tak perlu bermanis kata seperti pejabat pada rakyatnya, tanpa bualan yang hanya kosong belaka.. namun hakikatnya ia sederhana, sesederhana persahabatan kita...
Namun.. sedih rasanya ketika tak bisa kembali lagi pada masa lalu yang menggoda itu,
bukannkan dulu kita berjanji untuk selalu menjadikannya tempat pertama kita bertemu nantinya??
bukannkah kau dulu memintaku untuk menautkan kelingking kita agar aku bersedia berjanji padamu?
bukankah dulu kita serapat jari manis dan jari kelingking???
Yaa.. itu hanya dulu, dulu sekali, bertahun-tahun lamanya... karena kau pergi 12 tahun yang lalu,
tapi aku masih mengingatmu..
kau yang selalu bersamaku saat lonceng yang ketiga berbunyi...
kau yang selalu menertawai kekacauanku melafalkan kata coconut...
kau yang selalu bercerita horor, menceritakan apa saja hingga akhirnya aku hampir menangis..
kau yang selalu suka pedas
kau yang selalu menyemangatiku saat aku akhirnya menjadi pemenang dalam permainan kasti...
dan kau yang selalu ada untukku....
sepele bukan?? tapi aku mengingatnya.. semua..

Tapi bahkan kini pun aku tak tau di belahan bumi mana kau berpijak, dekatkah...??? jauhkah...??
Aku tak tau, yaa... pun ketika aku bertanya, masih hidupkan kamu?? aku bahkan tak tau,, bagaimana wajahmu yang sekarang...?? tampankah?? tentu saja....
Semoga kau masih mengingatku kawan.... bila waktu dapat mempertemukan persahabatan kita dahulu.... aku akan memeberimu rangkaian bunga tebu itu padamu...., karena janji yang dulu belum sempat terlaksana.....

Serapat Jari Manis dan Jari Kelingking

Posted by : la plui
Date :Kamis, 28 Maret 2013
With 0komentar

Jaman 1999

| Kamis, 21 Maret 2013
Baca selengkapnya »
Lama yaa ternyata nggak bikin corat-coret lagi disini, padahal Maret udah mulai habis.....hmmm  maklum deh, tugas kuliah makin numpuk ajah nih, hoho... sebenernya gak boleh yaa kuliah dijadiin alesan buat menghambat karya-karya kita, lagian kalo dipikir-pikir nulis kan bisa dimana aja nih... iya kan...?? dan tulisan kali ini muncul saat sedang gerah-gerahnya kuliah seni rupa, udah dosennya gak pas lagi, ditambah materi plus tugasnya yang menumpuk gunung, namun kuliah siang ini ada nostalgia yang tiba-tiba menyeruak, tepat di tengah-tengah pelajaran yang lagi membahas beberapa konsep dan karya seni anak-anak SD. Dan tentu saja karena emang dasarnya aku orang yang suka berimajinasi, sudah tentu anganku melayang pada sekat-sekat tembok di jaman 1999, masih lusuh, masih dilanda krisis moneter, namun ada beberapa hal yang tidak kutemui dalam akhir-akhir jaman sekarang ini, tetapi mereka tetaplah mereka, anak-anak yang masih memiliki hari panjang dalam seminggu, yang masih memiliki senyum cerah sepanjang pekan, yang tak pernah memiliki guratan sepanjang di dahinya. Karena mereka tetaplah anak-anak.Lalau kusambangi kelas-kelas yang dulu satu persatu sempat aku mampir di setiap ruangannya, hampir semua memiliki kenangan manis yang masih tetap terjaga dalam pikiranku.

Tepat di ujung lorong, aku terhenti, perlahan kudekatkan lagi langkah kakiku, yaa.. dulu aku duduk di sana, deretan pertama tepat di tengah-tengah, lalu baru kusadari, betapa dari dulu tempat dudukku tak pernah berubah, tetap di depan sampai sekolah menengah, lihatlah, begitu polosnya anak-anak ini, dan aku disana, selalu mendapat perhatian dari guruku, selalu menjadi yang terdepan, Selalu menempati angka 1, bahkan di setiap mata pelajaran kecuali bahasa inggris, bahasa inggrisku cukup parah. ckckck.... 

Waktu lalu, masih di tempat dan tahun yang sama, lonceng tiga kali tanda istirahat, hal yang paling di tunggu oleh semua murid yang dalam dua jam tadi sudah terkuras pikirannya oleh mata pelajaran yang beraneka ragam, dan ini saatnya untuk bereksplorasi. Begitu jugan denganku, kami, para penunggu lonceng berbunyi sudah pasang rencana untuk lari ke tempat penyimpanan alat-alat olah raga, hanya untuk mendapatkan selah dan bola (permainan kasti)..yaa kami menyukainya, kadang sampai dibela-belain rebutan sama kakak kelas juga, namun asiknya maen kasti membuat semua masalah terlupakan. Begitupun dengan anak-anak lain, mereka sibuk mengisi istirahat mereka dengan sepak takrow, sepak bola, dakon, lompat tali, dan ada yang duduk-duduk saja. Sangat berwarna.

Masih teringat bagaimana aku dan teman-teman tertawa, saling bersinergi, mengolah kata, ada kalanya kita menangis, namun lebih sering tertawa, mereka benar-benar anak-anak pada masanya, Lalu bagaimana dengan sekarang ini..?? sekolah tidak semenarik dahulu, tak sebergairah dahulu, tak  berwarna seperti dahulu, hanya kaku. tawa anak-anak yang dahulu lepas sekarang terganti oleh gadget yang begitu mudahnya para orang tua memperbolehkan kapan saja anak mengaksesnya, di rumah, di sekolah, di manapun,  betapa mereka sekarang tak lagi mengenal bagaimana permainan singkongan itu, do eskado, sepiring dua piring atau apapun itu... tak pernah lagi kutemui tawa lepas bocah polos jaman 1999 dahulu, dunia sudah berbeda, terlalu berbeda. karena dunia mereka sekarang adalah facebook, twitter, whats app, game online....

Ahh... aku sangat menyayangkan ini..
Seandainya bisa kembali ke jaman 1999 lagi, aku akan bermain sepuas-puasnya...




Jaman 1999

Posted by : la plui
Date :Kamis, 21 Maret 2013
With 0komentar

Jujur yuk...^_^

| Senin, 18 Maret 2013
Baca selengkapnya »
"Apa sih yang bisa diambil dari kejujuran...?? toh kejujuran yang dielu-elukan selama ini malah membuat masalah sendiri, yang ada malah jujur ajur... " gerutu salah seorang teman

"kok bisa" tanyaku sembari menoleh ke arahnya.

"iya dong... contohnya aja pas nembak cewek, kita bilang jujur eee... tau tau di tolak, pas ujian jujur ngerjainnya, belum tentu juga kan nilai kita bagus..."

"Nah itu beda bung... kalo itu mah kamu sendiri pasti nggak belajar, jadinya nggak pede buat ngerjain ujian...naah kalo yang masalah cewek itu, berarti bukan rejeki kamu juga.... padahal jujur itu mudah kan.. hanya saja mungkin orang-orang pada nggak nggeh, pernah dulu, di daerahku itu ada seorang gadis, sebut saja namanya Vita, dia anak seroang yang yaa... lumayan kaya lah, soalnya bapaknya pejabat, nggak tau jabatannya apa, ada juga seorang cowok, ganteng, baik pula, namun sayangnya dia kurang beruntung dalam masalah rezeki, dia dilahirkan sudah nggak punya bapak lagi, alias yatim, jadi sehari-hari ia hanya tinggal sama ibunya aja, Bukankah cinta itu buta kawan....??? yaa benar, ada cinta yang berpendar terang dalam lubuk hati mereka, namun tak ada yang berani memulai untuk mengutarakan betapa hati mereka dipenuhi nama masing-masing, sang gadis terlalu malu, hanya karena tak lazim pabila seorang gadis mengungkapkan perasaan terlebih dahulu, sedang lelaki ini... ia malu, bukan apa-apa, ia hanya malu tatkala ia bersitatap dengan mata bening sang gadis, ia malu ketika nantinya ia hanya menemui kenyataan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, sungguh ia malu itu.
       Seandainya takdir memihak mereka,, memang benar, cinta telah mengikat hati mereka tanpa ada satupun dari mereka yang mengetahui bahwa mereka saling mencinta, mulut mereka saling berkata bahwa mereka tak saling mencinta. bohong. apakah bisa mulut membohongi hati?? tentu saja tidak. Hingga akhirnya, kabar itu begitu menusuk hati lelaki yang secara fisik telah memenuhi syarat untuk menikah, betapa sedih ketika pada ujungnya ia hanya mampu termenung ketika salah seorang sahabatnya mengatakan bahwa sang gadis telah berjodoh dengan seorang anak pejabat juga, yang kaya, yang tampan, yang lebih dari dirinya. Ia hanya merutuki hidupnya, seadainya dia dulu jujur terhadap sang gadis tentang perasaannya. Sungguh ia menyesal. Dan bagaimana nasib sang gadis..? semua orang tau itu..."

Apakah jujur itu sulit? sebenarnya nggak sulit kok, hanya kadang kita terhalang oleh diri kita sendiri, dan adakalanya kita tak harus menahan untuk berbuat jujur... yakin deh kalo kita jujur hidup juga akan mujur, begitu kata pepatah jawa.. So... jujur yukk... :D



Jujur yuk...^_^

Posted by : la plui
Date :Senin, 18 Maret 2013
With 6komentar

KITA

| Selasa, 12 Maret 2013
Baca selengkapnya »

Kata-katamu tersusun sempurna membentuk lingkaran yang akhirnya memiliki tempat untuk bermuara. Karena kau yang sekarang duduk di depan bukanlah kau yang dulu, begitu bercahaya dalam sejuknya terpaan angin senja... 
Adakalanya kita melangkah, menjejakkan kaki bersejajaran, namun lebih sering kau berada di depanku untuk alasan tertentu... aku menyukainya, karena kita seperti sepasang merpati yang berterbangan, mengantar surat, membalas surat, hanya saja kita terlalu lemah untuk terbang.
Namun kita punya hati, saling menguatkan ketika terjatuh, mungkin aku, mungkin kamu. Bukankah  memang begitu cara kerja teman??

ada lagi saat-saat antara kau, aku dan kita memiliki jarak yang bahkan semenit, dua menit untuk meluangkan ternyata terbungkam oleh waktu, rasanya seperti aurora yang kita bentuk pecah, tergusur oleh segumpal mendung, karena hatiku satu, pun sudah untuk mencintaimu.

For all those times you stood by me 
For all the truth that you made me see 
For all the joy you brought to my life 
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I'll be forever thankful baby
You're the one who held me up
Never let me fall
You're the one who saw me through through it all

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith coz you believed
Em everything I am
Because you loved me

You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe I don't know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you 

KITA

Posted by : la plui
Date :Selasa, 12 Maret 2013
With 0komentar

Para Pembawa Sayap

| Senin, 04 Maret 2013
Baca selengkapnya »
Aku tak pernah tau kapan tiba-tiba lelah itu menyergapku, mematahkan rusuk-rusuk semangat memudarkan inspirasi. Namun ketika semuanya berputar terlalu cepat bukankah semuanya menjadi tak menarik lagi?? yaa.. kita tak bisa melihat-lihat apa yang sedang terjadi, tak bisa menghakimi sendiri, dan tak bisa menoleh barang sepersekian detikpun, lalu apakah semua itu sia-sia?? bahkan telah diinsyafi bahwa segalanya seperti terlalu tinggi untukmu, tapi bukankah Allah itu menetapkan segala sesuatunya dengan kadar yang sempurna?? Dialah yang Maha Sempurna dan tau pasti apa yang sempurna bagi tiap-tiap hambanya. Dengan lelah sekalipun.


Hai para pembawa sayap yang terbang... lihatlah, mereka terlihat nyata ketika kau pandangi dari birunya lazuardi, bening, sebening mata para pencari kebenaran, mereka cemerlang. Namun bukankah semuanya terlihat terlalu bagus?? cobalah kau rendahkan sayapmu barang sejam saja, kau akan tau.. betapa mereka memerlukan pelukanmu lebih dari cemerlangnya sayapmu.. namun tak seperti kau, aku, kita semua, mereka setenang air di permukaan samudera, tapi ia dalam, sedalam palung laut terdalam. Hati yang sempurna terbalut luka dan bahagia. lalu mengapa kita tak berusaha memeluknya?? yaa.. kita terlena.

Maka, aku telah tersadar, bahwa selama ini aku terlalu terbenam dengan segala kesederhana hidup yang aku pandang dari kedua bijih mataku. Benar duhai sahabat... ia indah, lapang, luas, tenang... namun ketika indah, lapang, luas dan yang tenang itu semua menyandang kata terlalu, apakah itu pertanda hidup kita baik-baik saja?? tidak mesti, karena bukan hidup yang menyesuaikan kita, tapi kitalah yang harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan sempurna, namun seperti kita ketahui bahwa kita memang jauh dari kata sempurna, bahkan terlalu jauh... Karena ini lah kawan aku memintamu, ketika aku lelah, maka tegurlah aku untuk menginsyafi bahwa raga ini perlu lelah juga, untuk mendapatkan bahwa bugar telah menanti esoknya. Ketika aku limbung, maka sentuhlah bahuku, katakanlah bahwa Tuhan menciptakan tulang ini untuk menahan ragamu, Ketika aku terpekur layu, maka siramlah aku dengan semangatmu yang nyatanya tak pernah memudar, ketika aku putus asa, bacakan aku firmannya bahwa janganlah kau berputus asa karena nikmatNya akan selalu untuk hambanya... Dan sokonglah aku untuk selalu berdiri, menatap matahari senja di ufuk barat...Karena semangatku sejatinya terlalu mirip dengan spedometer, terlalu cepat tapi lebih sering terlalu lambat...Karena aku tau siapa aku, dan siapa kalian :)

#mau insyaf :D


Para Pembawa Sayap

Posted by : la plui
Date :Senin, 04 Maret 2013
With 0komentar

Kau, Aurora

| Senin, 25 Februari 2013
Baca selengkapnya »
Aku tak pernah bisa memulai, namun kau ada di seberang sana menatapku
membujuk, merajuk...demi aku melakukannya, 
janji itu belum sepenuhnya bisa kuselesaikan ketika setahun lalu kita bertemu di ujung gang sempit
kala itu aku mengulur waktu, namun kau dengan janjimu telah sepakat pergi
mengucap salam, dan aku hanya tersenyum menatapmu hingga tikungan itu benar-benar menelan bayangmu
aku suka menangkup pijar semangatmu yang selalu kau lihatkan dari bijih matamu
kau seperti aurora tak bertuan
ungu yang kelabu...

Letih sempat mengaburkan pandanganmu kedepan
meramu segala gelisah yang bertumpu pada cekungnya bola matamu
yang sayu mayu akibat kurangnya kau merebahkan pikiranmu
tak apa teman... jangan kau sembunyikan
bukannkah kau tak akan menyerah, bukankah kau ingin membuatku bangga?
kau aurora yang bebas lepas...
setidaknya untuk saat ini, dan hari ini,

ah ya... untuk yang dulu itu
maaf itu salahku,
dalam situasi yang serba bingung, dan serba rumit
aku hanya tak mampu melihat matamu, redup

namun perlahan kau mulai tersenyum
aku tau, kau tak bisa terus menerus meredup, karena kau kata aku adalah rivalmu
tapi, untuk saat ini aku masih memiliki sisa point, untuk menghancurkanmu hehe
bercanda...
aku rasa kau harus tetap dengan semangatmu, meski nyatanya aku disini kau disana
ini adalah waktumu, untuk apa yang kau minta akan menjadi milikmu...
kau, aurora...

lagu untukmu, shooting star 









Kau, Aurora

Posted by : la plui
Date :Senin, 25 Februari 2013
With 0komentar

Ku Baca Firman Persaudaraan

|
Baca selengkapnya »
ketika kubaca firmanNya, " sungguh tiap mu'min bersaudara"
aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

aku ingat pertemuan pertama kita, akhi wa ukhti sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

ya, kubaca lagi firmanNya, " sungguh tiap mu'min bersaudara"
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan

karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menegerdil
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping

kubaca firman persaudaraan, wahai ukhti wa akhi sayang
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain dicamkan
"para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain... kecuali orang-orang yang bertaqwa"

*) dikutip dari buku Dalam Dekapan Ukhuwan karya Salim A. Fillah

Ku Baca Firman Persaudaraan

Posted by : la plui
Date :
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲