Newest Post

Ali Baba Keliling dunia ha ha ha ha...

| Jumat, 29 Juni 2012
Baca selengkapnya »
Agak rempong juga sih buat ngejalanin semester genap ini, pasalnya aja buanyak banget tugas yang bener-benerr menguras tenaga, belum lagi tugas-tugas wajib kayak makalah, RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran), tugas individu dan banyak tugas-tugas lainnya, maklum menjadi seorang guru SD tidak mudah seperti kata mereka yang hanya memandang kalo kuliah spesial PDSD itu gampang banget, cuma belajar pelajaran SD doang, Huufft... nyatanya nggak seperti itu...menjadi guru sd itu butuh 'sesuatu', untuk kelak bener-bener bisa menyiapkan anak SD menjadi yang di harapkan secara kognitif, motorik dan psikomotorik(....)

Seperti kali ini, Senin tanggal 18 juni kemaren setelah penilaian pembuatan senam untuk anak SD kita dituntut buat memaksimalkan Tari kita yang bakal dipentaskan besok jum'at tanggal 22 juni, deuu.. bayangkan aja, hampir setiap hari, setiap malam latihan tari, apalagi tari yang bakal di bawain tentang tari timur tengah, perpaduan antara gerak tangan dan kaki yang sulit namun tidak terlepas dari gerak badan, pola lantai dan stage... hmmm, benar-benar membuat shock saya yang jujur aja belum pernah nari kecuali saat SD dulu, bayangkan aja betapa kaku nya :D

Hari dan tanggal yang dinanti pun tiba... panggung telah di tata, performa pertama dari kelompok kami...dan itu berhasil membuat saya dag dig dug... tapi alhamdulillah, pagelaran itu benar benar membuat saya memiliki pengalaman baru, serta setelah ini bebas lepas...:D
berikut ini nih sedikit jeprat jepret mengenai tari saya hohoho..





Ali Baba Keliling dunia ha ha ha ha...

Posted by : la plui
Date :Jumat, 29 Juni 2012
With 0komentar

Kunang-Kunang Universal

| Sabtu, 09 Juni 2012
Baca selengkapnya »
Tujuh belas desember telah mulai merangkak
Meninggalkan kecipak cinta di atas riak
Dengan sebersit luka di atasnya
Sungai Progo memandangku beku
Saksi Cinta kita yang diam

Aku menatap nanar ke lembaran hidup
menjenguk palung sukmaku
Menjelang,
Menatap segala kunang-kunang universal
Sibukkan sejuta perih yang mengganjal
Dan pijaran senja itu masih ada
Dengan sepotong merah yang menganga
Selalu saja punah rajutan itu
Mengabur pandang dalam sekilas
Mengubur sepetak hati yang mengandung harap
Menjalin seribu asa cinta
Di atas pelupuk bijih matanya
Tapi sia,
Adalah liku luka yang diam



_horison/kaki langit165/September 2010_

Kunang-Kunang Universal

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 09 Juni 2012
With 0komentar

Media Pengajaran IPS

| Kamis, 07 Juni 2012
Baca selengkapnya »

PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Mengajar bertujuan supaya siswa dapat belajar sebaik-baiknya. Apabila sarana pengajaran telah mencapai tingkatan sedemikian lengkap maka mungkin para siswa dapat belajar langsung secara mandiri. Mereka belajar sepenuhnya dengan media yang sudah tersedia. Tetapi apa yang akan diungkapkan dalam makalah ini ialah media sebagai alat bantu pengajaran. Bantuan disini supaya siswa dapat belajar dengan hasil yang optimal.
Media sebagai alat bantu pengajaran mempunyai kedudukan penting dalam pembelajaran. Guru harus pandai dan terampil memilih dan menggunakannya. Kita mengetahui media pengajaran itu banyak ragamnya. Guru perlu mengenal media pengajaran baik supaya dapat memilihnya dengan tepat. Kriteria tepat tidaknya diukur dengan kecocokan dengan tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran akan memberi rambu-rambu tentang media mana yang paling cocok. Jadi media tidak dapat diangap berdiri sendiri lepas dari komponen pengajaran lainnya.
Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai kriteria pemilihan dan penentuan media dalam pengajaran IPS, pengembangan media pengajaran IPS, dan penggunaan media pengajaran IPS. Melalui makalah ini diharapkan kita dapat  memilih dan menggunakan media untuk pengajaran IPS di SD serta mampu mengembangkannya.
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat disusun adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah kriteria pemilihan dan penentuan media dalam pengajaran IPS?
2.      Bagaimanakah pengembangan media pengajaran IPS?
3.      Bagaimanakah penggunaan media pengajaran IPS?
C.       Tujuan
Berkenaan dengan rumusan masalah di atas, dikemukakan beberapa tujuan penulisan sebagai berikut:
1.      Mengetahui kriteria pemilihan dan penentuan media dalam pengajaran IPS.
2.      Mengetahui pengembangan media pengajaran IPS.
3.      Mengetahui penggunaan media pengajaran IPS penggunaan media pengajaran IPS.

PEMBAHASAN
A.    Kriteria Pemilihan dan Penentuan Media dalam Pengajaran IPS
Media adalah sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa, sehingga dapat terjadi proses belajar mengajar pada dirinya. Media merupakan saluran yang dilalui pesan dalam suatu peristiwa komunikasi. Dan penggunaan media yang efektif dapat membuat siswa makin aktif dan sesuai dengan tujuan yang akan tercapai. Sedangkan pengajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu sehingga terjadi suatu pertukaran informasi dalam rangka memperoleh pengetahuan. Jadi media pengajaran adalah segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi dan komunikasi dalam pembelajaran antara guru dan siswa dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Dalam pembelajaran, media memegang peranan sebagai alat yang diharapkan dapat mendorong belajar lebih efektif. Seperti diungkapkan bahwa jika hanya kata-kata belaka yang dijadikan sebagai sarana penyampaian pesan, tidak dapat diharapkan akan memperoleh hasil yang optimal. Media memungkinkan kita dapat mencapai peristiwa yang langka dan sukar dicapai, media dapat lebih memungkinkan pengamatan, dan dengan media penelitian tidak terhalang oleh waktu.
Yang tergolong dalam sarana untuk membantu pengajaran biasanya terbagi atas: (a) media komunikasi bahasa dan (b) media komunikasi non verbal. Yang termasuk media bahasa adalah bahasa lisan dan bahasa tulis. Sedangkan yang tergolong ke dalam media non verbal misalnya gambar, diagram dan sebagainya. Sedangkan pembagian media menurut perkembangannya  adalah sebagai berikut:
1.      Media pengajaran yang sifatnya umum dan masih pada tingak tradsional, misalnya papan tulis, buku-buku (baik buku teks, buku rujukan maupun majalah)
2.      Media yang sifatnya “canggih”, yang digolongkan pada media audio-visual. Akan tetapi ada yang hanya bersifat visual saja, misalnya benda asli, model, gambar, foto, diagram, grafik dan lain-lain. Ada juga yang bersifat auditif belaka, misalnya radio, dan tape recorder.
3.      Yang bersifat pembaharuan, dengan melibatkan berbagai sarana permesinan yang memungkinkan siswa belajar mandiri. Dalam kelompok ini mungkin penggabungan komputer dengan televisi dan lain-lain.
Jika pembagian media dengan melihat indera mana yang paling dipacu kita memperoleh:
1.      Media audio-visual, dapat juga hanya bersifat audio saja atau visual saja.
2.      Media taktik, terutama melalui rabaan dan sejenisnya.
Pada umumnya media dapat dipergunakan untuk lebih dari satu mata pelajaran. Dalam hal IPS maka yang dapat dikatakan media pengajaran adalah media yang dapat disiapkan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan, memperkenalkan, memperluas cakrawala pandangan dan memperkaya khasanah pengajaran IPS.
Tentu saja media yang dipilih adalah media yang dapat mendorong penggunaan sarana yang telah ada. Dengan demikian apabila terdapat media yang baru perlu dipertimbangkan keuntungan dan kerugiannya. Mungkin media yang baru lebih unggul akan tetapi harganya lebuh mahal. Maka kita perlu mempertimbangkan penggunaan media yang kurang unggul tetapi murah, lebih mudah dan cocok dengan sarana yang telah ada. Biasanya kecanggihan yang unggul hanya untuk bidang tertentu. Biasanya jarang ada media yang serba cocok untuk segala kebutuhan karena sudah pasti masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan.. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
Cara memilih media pengajaran yang tepat:
1.      Media yang digunakan dalam pengajaran IPS harus dapat mencapai tujuan pelajaran secara efektif dan efisien.
2.      Media yang digunakan dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis bagi siswa.
3.      Media yang digunakan dapat melayani kebutuhan dan kemampuan siswa yang berbeda-beda.
4.      Media yang digunakan tidak karena alat itu biasa atau canggih, melainkan kebermaknaanya dalam proses pembelajaran.



B.     Pengembangan Media Pengajaran IPS
Umumnya kita mempergunakan media yang sudah jadi, yang dibuat oleh perusahaan. Media seperti ini tentu dibuat dengan keahlian yang tinggi. Akan tetapi banyak juga bahan yang dikembangkan sendiri bersama siswa-siswa kita. Banyak keuntungan dapat diraih dalam mengembangkan alat-alat sendiri. Anak-anak sendiri terdorong memeras tenaganya secara kreatif. Alat yang dihasilkan mungkin kurang indah atau canggih. Tidak mengapa karena yang menjadi pusat perhatian kita dalam pembelajaran adalah supaya anak-anak belajar dengan sebaik-baiknya.
Anak-anak misalnya dibimbing untuk menyusun grafik batang mengenai absensi di sekolah. Penyusunan bisa dilaksanakan pada saat menjelang musim hujan, jadi suatu saat mereka juga dapat membandingkan kehadiran teman-teman mereka antara musim hujan dan musim kemarau.
Selain itu, menyalin peta dapat dilakukan oleh guru atau guru bersama anak-anak. Salah satu kegiatan ialah memeperbesar peta. Apabila ada, dapat dilakukan dengan alat khusus pembesar atau memperkecil peta yang disebut dengan panctograph. Apabila di sekolah ada OHP memperbesar peta dapat dilakukan dengan memproyeksikan peta transparans pada suatu lembar kertas besar. Menjiplak peta transparan lebih mudah dilakukan daripada dengan kertas. Keuntungan lain peta transparans alah peta-peta itu dapat diproyeksikan tumpang tindih. Juga berbagai warna dapat memberi kesan lebih menarik.
Selain itu masih ada alat-alat atau media lain yang bisa dikembangkan lagi, hal-hal yang disebutkan di atas adalah hanya beberapa contoh. Pengembangan beberapa alat untuk sarana belajar dapat dilakukan sendiri atau bersama dengan anak-anak. Akan tetapi pembuatannya akan terbatas pada beberapa alat yang tidak terlalu rumit. Karena perancangan dan pembuatan beberapa alat belajar menyangkut alat yang bersangkutan maka pembahasannya akan lebih mudah diungkapkan bersamaan dengan pembahasan masing-masing alat atau sarana yang bersangkutan.

C.     Penggunaan Media Pengajaran IPS
1.      Papan tulis
Papan tulis masih memegang peran penting di sekolah dasar.  Oleh karena itu pula biasanya guru sering menggunakannya asal jadi saja. Padahal pemakaiannya perlu dipikirkan secara mendalama supaya dapat berperan sesuai dengan kemampuannya dalam peristiwa belajar di kelas. Brikut saran dalam penggunaan papan tulis (Lueck, 1968):
a)      rancang dengan baik isi dan pola bahan belajar yang akan ditulis,
b)      hindari menuliskan ikhtisar dan sajian yang panjang,
c)      usahakan agar papan tulis tidak terlalu penuh berjejal dengan tulisan,
d)     tulisan dan gambar harus cukup besar supaya dapat terilihat jelas dari belakang.
Selan itu juga harus memikirkan letak papan tulis di kelas. Sebaiknya papan tulis diletakkan di depan kelas bagian tengah. Selain itu, sewaktu kita menghadap papan tulis sebaiknya tidak berbicara.
2.      Papan pamer
Isi papan pamer seharusnya mendorong siswa untuk berdiskusi, penuh informasi yang menantang, dan dapat memperkaya bahan belajar IPS. Keterlibatan siswa sangat penting sekali dalam pembuatannya. Disamping itu, hal ini pun secara tidak langsung mendorong kreatifitas siswa.
3.      Media pengganda
Tugas utama dari media pengganda adalah menunjang media pembelajaran lainnya supaya kegiatan belajar mengajar lebih bermakna. Yang digandakan adalah bahan belajar IPS yang tidak terdapat dalam buku pelajaran.
4.      Buku-buku
Buku adalah media yang paling sering dijadikan sebagai acuan dalam pengajaran apapun termasuk pengajaran IPS. Buku-buku yang ada perlu ditelaah terlebih dahulu, dengan rambu-rambu :
a)      sudah mendapat pengesahan dari Depdikbud;
b)      isi buku menunjang pencapaian tujuan pengajaran;
c)      isinya jelas dapat dipercaya kebenarannya, tepat, dan tidak ketinggalan zaman;
d)     tidak menyinggung masalah SARA;
e)      gayanya jelas, menarik, merangsang berpikir, dan sesuai dengan kemampuan siswa;
f)       ilustrasi, peta, gambar, foto tepat, jelas, menarik, dan memadai.
Yang perlu diingat adalah bahwa bukan buku pelajaran yang menentukan batas pembahasan tetapi sekedar wahana untuk mendorong siswa belajar.



5.      Majalah dan surat kabar
Majalah untuk anak sekarang sudah cukup banyak. Siswa sudah terbiasa membaca dan mempelajari majalah. Dalam isinya terdapat bahan yang dapat digunakan untuk memperkaya bahan belajar.
6.      Slide dan transparan
Keduanya merupakan media yang dapat diproyeksikan sehingga seluruh kelas dapat menyaksikan. Bedanya, slide dibuat dengan pengambilan foto, sedang transparan dibuat dengan cara menulisi kertas transparan tersebut.
7.      Filmstrip
Filmstrip mirip dengan slide, bedanya ialah slide merupakan lembaran film yang terpisah. Sedangkan filmstrip merupakan rangkaian film.
8.      Model dan realia
Model adalah alat-alat yang sangat dekat (mirip sekali) dengan kenyataannya. Realia merupakan representasi dari sesuatu benda yang sebenarnya.
9.      Carta dan Grafik
Dalam menggunakan carta perlu diingat tentang ketepatan, kemudahan untuk dilihadan kemutakhirannya. Ada beberapa macam grafik yang dapat digunakan dalam pengajaran IPS. Banyak gejala dalam kehidupan di masyarakat yang dapat disajikan dalam grafik. Dengan grafik dapat disajikan data statistik sehingga anak-anak dapat membandingkannya secara cepat.
10.  Gambar
Tujuan pengajaran menjadi acuan untuk memilih dan menggunakan gambar. Ukuran gambar juga harus diperhatikan agar memungkinkan untuk dilihat seluruh kelas. Supaya dapat mencapai hasil yang lebih baik judul dan penjelasan gambar perlu juga dipertimbangkan secara matang.
11.  Peta dan globe
Peta merupakan gambaran permukaan bumi dalam bidang datar. Globe merupakan tiruan bola bumi. Karena peta dapat digambarkan lebih besar maka menurut skala tertentu peta akan dapat menggambarkan bentuk morfologi lebih tepat dari globe. Sedangkan untuk gambaran bumi secara keseluruhan globe lebih unggul.
12.  Pita suara
Pita suara dapat dapat digunakan untuk merekam suara khas ataupun penjelasan dari narasumber.
13.  Radio
Supaya acara radio dapat memberikan manfaat yang optimal untuk pembelajaran maka pertimbangan berikut perlu terlebih dahulu diikuti dengan seksama: a) apakah acara siaran tersebut membantu para siswa mencapai tujuan pengajaran; b) apakah bahan belajar yang disajikan bersifat autentik, tepat dan jujur; c) apakah bahan belajar dan cara penyajiannya sesuai dengan kemampuan anak; d) apakah acara tersebut mendorong kegiatan tambahan atau memotivasi belajar lebih lanjut.
14.  Siaran televisi
Beberapa acara televisi dapat dijadikan bahan pengajaran IPS. Hal ini dapat dilakukan dengan misalnya, menugasi siswa untuk mencatat apa yang diperoleh dalam siaran tertentu.
15.  Sumber masyarakat
Sumber masyarakat member pengalaman langsung kepada para siswa dalam arti sebenarnya. Pengalaman yang didapat lebih nyata.
16.  Kunjungan studi
Kunjungan atau wisata studi dapat memberi pengalaman yang mengesankan pada siswa. Hal ini jangan sampai hanya dianggap sebagai usaha untuk memberikan suasana santai atau selingan dalam belajar tapi untuk penelitian studi.
Sebelum melaksanakan kunjungan studi harus direncanakan terlebih dahulu persiapan mengenai perizinan, tujuan kunjungan, jadwal berangkat dan kembali, dan apa yang akan diamati dalam perjalanan para peserta. Sebaiknya bahan amatan itu lahir dalam diskusi kelas pada saat kita membahas suatu masalah yang pemecahannya memerlukan kunjungan studi.Saat pelaksanaan peserta tidak boleh berkeliaran. Mereka perlu mendapat penjelasan tentang apa yang harus dikerjakan. Selama di tempat, peserta diminta untuk membuat catatan supaya hasil kunjungan studi memberi pengayaan kepada bahan telaah IPS di kelas hasilnya perlu didiskusikan.
Manfaat kunjungan studi antara lain :
a)      memberi pengalaman langsung yang sukar diperoleh dengan cara lain,
b)      mendorong perhatian lebih tinggi pada pokok yang dipelajari,
c)      menjembatani antara studi di kelas dengan masyarakat yang menjadi sumber telaah,
d)     memberikan kesempatan menerapkan pengetahuan dan mendapat informasi baru,
e)      memberi kesempatan berlatih dalam pengalaman sosial,
f)       mendorong inisiatif, memperluas wawasan, dan menghargai situasi kehidupan.
17.  Narasumber
Yang dapat menjadi narasumber adalah mereka yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberikan informasi yang autentik. Dalam pelaksanaannya diperlukan persiapan yang matang. Narasumber yang diundang harus cocok dengan bahan belajar yang akan dibahas.



PENUTUP
A.    Simpulan
1.      kriteria pemilihan dan penentuan media dalam pengajaran IPS
media pengajaran dalam IPS adalah media yang dapat disiapkan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan, memperkenalkan, memperluas cakrawala pandangan dan memperkaya khasanah pengajaran IPS. Cara memilih media pengajaran yang tepat:
a.       Media yang digunakan dalam pengajaran IPS harus dapat mencapai tujuan pelajaran secara efektif dan efisien.
b.      Media yang digunakan dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis bagi siswa.
c.       Media yang digunakan dapat melayani kebutuhan dan kemampuan siswa yang berbeda-beda.
d.      Media yang digunakan tidak karena alat itu biasa atau canggih, melainkan kebermaknaanya dalam proses pembelajaran.
2.      pengembangan media pengajaran IPS
Pengembangan beberapa alat atau media untuk sarana belajar dapat dilakukan sendiri atau bersama dengan anak-anak. Akan tetapi pembuatannya akan terbatas pada beberapa alat yang tidak terlalu rumit. Karena perancangan dan pembuatan beberapa alat belajar menyangkut alat yang bersangkutan, maka pembahasannya akan lebih mudah diungkapkan bersamaan dengan pembahasan masing-masing alat atau sarana yang bersangkutan.


3.      penggunaan media pengajaran IPS penggunaan media pengajaran IPS

B.     Saran
Penulis berharap pendidik dapat menggunakan media pembelajaran yang tepat yang akan membantu siswa dalam memudahkan proses belajarnya, sebab peranan media atau alat di sini sangat penting dalam kelangsungan proses belajar mengajar.



DAFTAR PUSTAKA
Suradisastra, Djodjo. 1991. Pendidikan IPS III. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Tiyapoenya. 2010. Metode dan Media Pembelajaran IPS di SD (online) (http://tiyapoenya.blogspot.com)

Media Pengajaran IPS

Posted by : la plui
Date :Kamis, 07 Juni 2012
With 1 komentar:

-.-"

| Senin, 04 Juni 2012
Baca selengkapnya »

I wanna thank you

for all the things you gave and showed me

thanks for being there when time got rough

you make it easier when times get too tough

thanks for being you in that every spesial way

but,

the times showed that we're apart now

so far from me

In Your Eyes I See The Sadness

Wishing To Wipe Away Your Tears

Heartache Etched Within Your Soul

Leaving You With All Of Your Fears

Reaching Out To Hold You

Close To My Heart You Do Lay

I Will Always Be Here To Catch You

Never Allowing You To Wither Away

because you know

only that which I can do for you

I'm so sorry

-.-"

Posted by : la plui
Date :Senin, 04 Juni 2012
With 0komentar

Yang Keren Yang Mentoring

| Rabu, 23 Mei 2012
Baca selengkapnya »
“Mentoring”, apakah itu?
Apakah penting?
Apa manfaatnya bagi kita?
Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang berasal dari orang-orang awam yang belum mengetahui tentang mentoring dan juga belum pernah mengikutinya. Namun yang sudah tahu dan pernah mengikutinya, ada juga beberapa yang masih kurang begitu tertarik, mungkin karena belum ada panggilan jiwa yang membuatnya sadar akan pentingnya mentoring agama islam. Atau mungkin karena baru saja mengikuti dan belum terbiasa dan belum bisa menikmatinya sehingga masih belum dapat mendapatkan hikmah mentoring.
Mentoring itu berlangsung dalam suatu kelompok kecil untuk berdiskusi. Namun diskusi itu berlangsung secara rutin karena keterkaitan orang-orang yang ingin belajar tentang Islam. Di dalam mentoring, disampaikan pemahaman dasar tentang Islam, di antaranya : mengenal Allah, mengenal Rasul, megenal Al-Quran, mengenal akhlak dan mengenal dunia Islam. Di dalam mentoring terjadi transfer pengetahuan, baik dengan cara berdiskusi maupun dengan cara belajar bersama.
Untuk menjadi seorang mentor, seseorang tidak memerlukan gelar tertentu. Yang dibutuhkan hanyalah pengalaman dan pengetahuan yang lebih, agar bisa membimbing seseorang menjadi lebih baik. Berbeda dengan seorang guru atau bahkan dosen, yang memerlukan pendidikan dan gelar tertentu agar bisa mengajar dalam suatu lembaga pendidikan. Selain itu mentoring juga tidak dikenakan biaya (gratis). Sehingga kita sudah termasuk sangat untung, karena kita bisa menambah pengetahuan kita tanpa mengeluarkan biaya. Sedangkan kalau kita belajar dalam suatu lembaga pendidikan, kita masih dapat dikenaka biaya. Bahkan setiap tahun biayanya semakin mahal, walaupun sudah mendapat bantuan dari pemerintah tapi masih ada beberapa orang masih sangat terbebani, terutama bagi yang perekonomian keluarganya masih tergolong kurang.   
Tapi, sayangnya kebanyakan orang masih memandangnya hanya dengan sebelah mata saja. Menganggap bahwa mentoring itu tidaklah penting, membosankan dan hanya buang-buang waktu saja. Apa lagi pada jaman sekarang, kebanyakan anak muda kurang begitu tertarik pada sesuatu yang berbau religius, karena di anggapnya membosankan, menjenuhkan. Namun hal tersebut tidak terlihat di PGSD FIP UNNES, buktinya kemarin pada saat dilaksanakan Stadium General oleh TPAI, banyak sekali partisipasi dari para mahasiswa. Ya... mungkin ada juga yang ikut karena memang di wajibkan.
Dalam stadium general tersebut telah dibentuk kelompok-kelompok dengan mentornya masing-masih. Kemudian setelah dibentuk kelompok tersebut, sekarang diadakan mentoring secara  rutin tiap minggu sekali. Mungkin masih ada juga mahasiswa yang masih terpaksa mengikuti mentoring tersebut karena tuntutan dari dosennya. Namun walaupun demikian masih ada harapan agar setelah terbiasa mengikuti mentoring tersebut mahasiswa yang tadinya terpaksa mengikutinya bisa menjadi menikmatinya. Semoga saja yang menyadari akan pentingnya mentoring menjadi semakin bertambah setiap waktunya. Sesungguhnya dalam beribadah, Allah tidak akan merasa bosan sampai kita bosan.


Jadi “Yang Keren Yang Mentoring” :D

Yang Keren Yang Mentoring

Posted by : la plui
Date :Rabu, 23 Mei 2012
With 0komentar

Ketika Senja Menemukanmu

| Selasa, 22 Mei 2012
Baca selengkapnya »


Aku tak mengerti mengapa tiba-tiba aku ingin menulis cerita ini, tapi satu hal yang pasti sedang aku rasakan ini, rindu. Kisah ini bermula dari beberapa tahun yang lalu dan aku tak kan pernah melupakannya, sebuah penampungan yang dulu selepas masa SD aku tak pernah membayangkan akan berada di sana setelahnya, karena aku adalah tipe anak yang tak pernah jauh dari orangtuaku, namun aku menyadari bahwa aku memang berada di sana tepat 6 tahun yang lalu.
                Aku menyebutnya sebuah penampungan, tapi tentu saja itu tidak masuk akal, sebuah penampungan tidak akan seperti ini, karena menurutku, penampungan itu adalah tempat yang mengenaskan, tapi nyatanya ini adalah baik-baik saja (untuk waktu yang dekat setidaknya -.-”). Mungkin sebutan kampung lebih enak tepatnya untuk bisa masuk dan kemudian keluar lewat  telinga, yaah.. harus di mengerti bahwa aku pada waktu itu memang kejam, sedikit kejam maksudnya, mungkin akibat paranoid atau penyakit semacamnya.
                Melelahkan..., setidaknya itu  kesan di bulan pertama aku menjalani sebuah kehidupan tanpa ada kata yang namanya “kekonyolan”, aku memang type anak banyak tingkah dan kau tau..?? banyak tingkah disini mengakibatkan sebuah (beberapa buah mungkin) hukuman, pengurangan point atau bahkan penyadapan telepon umum, benar-benar....!! aku bahkan pernah tidak bisa menggunakan telepon umum gara-gara melakukan tindak kekonyolan yang seharusnya tidak pernah terjadi...ohh, what a poor I am. T.T
                3 tahun berlalu, kemudian 2 tahun lagi menyusulnya untuk berlalu, masa kekanak kanakkan ku telah habis, berganti dengan sebuah paradigma masalah yang baru pula, aku kini sudah berada di tempat jauh yang dulu aku tak bermimpi untuk menjangkaunya, bayangan-banyangan masa lalu itu selapis demi selapis terlepas dari ingatanku, seperti bunga padang yang bila di tiup akan terbang dengan sebuah tiupan harapan. Jenuh...?? sedikit, tapi aku harus melewatinya.
                Tiba-tiba waktu dini hari, 4.00 wib aku terduduk memikirkan jalan hidupku... tidak lurus-lurus amat, mungkin lebih banyak belokannya ketimbang yang lurus, hanya aku ingin menangis, entah apa yang harus aku tangisi, tidak ada alasan, hanya ingin memangis, bukan karna hidupku, bukan karena sahabatku, bukan karena keluargaku dan bukan juga karena kisah cintaku. Aku menangis.
                Orang yang memiliki kelenjar air mata yang banyak adalah beruntung, tak tau kenapa, karena pasti setiap ada masalah tak lebih dari beberapa jam kemudian mereka bisa tersenyum riang seolah-olah tidak ada sesuatu sebelumnya, aku benar-benar iri. Aku hanya bisa menangis apabila ada sesuatu hal yang sangat berat aku rasakan...Masih dalam seragam SMA waktu itu, ketika luapan amarahku kepada orang tua tak kunjung reda, mama hanya uring-uringan ketika bisnisnya mulai hancur, sedang papa tak tau kemana perginya. Kini aku bahkan tak tau bagaimana kabar keduanya, karena aku di sini, di tempat jauh di mana mereka tak kan peduli lagi padaku.
                Sesaat aku tersadar dari lamunanku, bergegas melipat mukena yang masih menempel, teringat akan jam pagiku kini, 3 sks dengan dosen yang menurut teman-teman salah satu dari dosen yang notabenenya killer. Tak pernah kusangkal dengan opini yang beredar selama ini. Dosen satu-satunya yang menghendaki kualitas mahasiswa yang real, nyata dengan kualitas usia dan pencapaian ilmu yang selama ini telah ditempuh. Dan itu kurang lebih selama 14 tahun berjalan selama ini.


07.00, kampus hijau
                Sepertinya benar, mentari pagi enggan memancarkan cahayanya yang cemerlang. Seolah-olah telah mencuri pandang isi hati mahasiswa rombel a ini, aneh memang tapi mungkin itu juga bisa menjadi satu-satunya alasan yang pas buat kami, para mahasisiwa yang ilfil dengan dosen matematika ini.
                “ Sarah..??” sebuah suara tiba-tiba dan tanpa kuizinkan telah terdengar di telingaku. Aku memiringkan kepala yang pada saat itu posisiku sedang duduk tanpa beralaskan apapun di taman depan Gedung auditorium. Ternyata Jimmy, teman satu rombel. Heran..? tentu saja iya, karena Jimmy merupakan kalangan cowok-cowok keren tetapi sangat eksklusif, yang jarang sekali mau bertegur sapa dengan para gadis-gadis kampus kecuali dari firqah-firqah mereka. (kata mereka sih firqah = golongan). Tapi tau dehh.. aku agak sensi ketemu mereka, ganteng sih ganteng, tapi kalo membeda-bedakan temen sih yaa namanya sama saja. Namun disini aku harus calmdown.
                “ oh Jimmy..?? ada apa?” tanyaku heran,
                “ enggak, ini.. ada salah satu dari temanku yang bilang kalau kmu bakat buat handicraft spesialis flanel, emm.. kira-kira kmu mau nggak ngajarin temen-temenku?” jelasnya sembari mngelurkan undangan itu. Aku hanya tersenyum. Dan ia beranjak pergi.
Ba’da Ashar, Az-zahra
                Kuparkirkan motorku di depan sebuah bangunan yang nyaris tua, Az-Zahra. Sedikit termangu ketika membaca nama yang tertera di papan bercat biru muda itu. Pelan, kulangkahkan kakiku menuju pintu masuk utama, mataku langsung tertuju pada sosok yang sedang menata shaf teman-teman kecilnya, ya.. baru kutahu kemudian ternyata bangunan ini adalah panti asuhan. Ia menoleh sesaat, mata itu terpaku menatapku, aku menangkap secercah senyum itu, kembali. Sengaja mengurai kembali kisah klasik yang sempat bungkam dalam labirin. Namun justru aku kembali terdiam tetap dalam pijakanku yang sama. Berat sekali rasanya ketika harus bertemu dalam keadaan seperti ini. Aku hanya berharap menghilang dalam detik itu juga.
“Sarah... bukannya aku ingin berhenti ketika sebelumnya sudah kukatakan bahwa ternyata persimpangan jalan itu sudah di depanku, Bukan pula karena kamu ketika akhirnya kuputuskan bahwa aku tiba-tiba ingin mengakhirinya, sungguh  bukan sarah... hanya kini waktuku yang tersisa meski kemudian kau dan aku tau bahwa jauh bukan berarti tidak bisa, tapi kumohon jangan membenciku, jangan membenciku selagi aku ingin menjejakkan kakiku di nege.....” belum sempat Aris menyelesaikannya, aku menangis, berlari meninggalkannya, yang baru kutahu itu waktu yang lama untuk bisa bertemu. Aku menyalahkan dia, menyesali keputusannya, dan tanpa sadar aku mulai membencinya.
Namun, butuh waktu yang lama agar aku bisa tidak lagi mengingatnya, mengingat waktu yang kita habiskan hampir selalu bersama, dan waktu 2 tahun telah menghapusnya.
“Sarah... lama tak bertemu” senyumnya mengembang. Aku masih tak berkutik di depannya, beruntung kemudian Tika, temanku, menyeretku untuk segera melakukan prepare di ruangan dalam. Sekuat tenaga aku mengusir bayangannya.
“Kamu baik-baik saja kan? Lihat... sepertinya dirimu mencemaskan sesuatu, perlu aku bantu?” tanya Tika
Aku hanya menggeleng lemah, pertemuan tadi benar-benar membuatku lemas. Ah.... seandainya aku bisa melarikan diri saat ini juga. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku di kejutkan oleh tepukan kecil di bahuku, mataku membulat, sosok mungil itu memenuhi pupil mataku sekarang. Mata abu-abunya memancarkan aura yang aneh, tapi aku bisa meraskannya. Terkejut ketika ia dengan tangan mungilnya memelukku pelan, aku heran dengan malaikat mungil ini.
“Ada apa sayang...?” ucapku lembut sembari menangkupkan kedua tanganku pada bulat wajahnya.
“Kakak...” bisiknya pelan. Aku terdiam menunggu kata yang akan keluar selanjutnya, namun kata itu tak juga kunjung terlontar dari bibirnya. Ku usap pelan kepalanya, ku cium keningnya seperti yang biasa aku lakukan pada keponakanku.
“Aku ingin sama kakak...kumohon jangan pergi kak....”
Aku hanya mematung mendengar ucapannya, kutatap mata Tika yang pada saat itu sedang menatapnya. Beralih lagi tatapanku pada bocah yang masih saja memelukku ini. “ iya sayang... kakak masih disini kok...Dika (ku tau namanya saat Tika menlafalkan nama itu) maen dulu sama temen-temen yak... kak Sarah mau nyiapin kain flanel dulu...” dia hanya mengangguk dan perlahan bangkit menuju teman-temannya.
                Aku menarik nafas panjang, baru setelah Tika cerita ternyata Dika kehilangan seorang kakak yang mirip wajahnya dengan wajahku, katanya waktu itu saat Dika tengah bermain bola di depan rumah entah kenapa tiba-tiba bola itu meluncur di tengah jalan yang dari arah berlawanan meluncur pula sebuah mobil yang sama kencangnya, kejadian itu tak dapat dihindari lagi, karena sebenarnya takdir telah tertulis, bahwa hidup mati seseorang telah tercatat pasti. Ia beranjak dan mengambil sebuah foto yang kemudian di serahkannya padaku. Tak pernah tau bagaimana ekspresiku saat itu, tak pernah juga berfikir bahwa seseorang yang ada pada foto tersebut aku telah mengenalnya sebaik aku mengenal diriku sendiri.
                “Kau tau Sarah... sehabis SMP ini aku mungkin gak pernah liat kamu lagi, mungkin juga aku kan kembali ke Bali dan tak akan ke Jawa lagi, melanjutkan SMA dan Kuliah di sana, Menikah pun mungkin juga akan di sana hehee... jadi ini aku kasih sulaman tercantiikkk diduniiaaa hehe” terkekeh ia saat seminggu terakhir sebelum akhirusannah.
“heyy...sapa tau kau akan dapat jdoh disini, sapa tau kakakku aku suruh buat melamar kamu...”
“yee sapa yang mau...”
“yaa kamu lah.. masak aku?? Kan aku adeknya”. Kami hanya bisa tertawa lepas sesore itu..
                                                                                                .........
“Aku pulang dulu yaa Sarah... nanti kalau aku sudah sampai di Bali aku hubungi, itu kakakku sudah sampai” lirih berkata padaku, memelukku erat seakan ia benar-benarakan hilang. Dan aku hanya terdiam tak tau bagaimana, sahabat ku kini akan pergi setelah apa yang dilakukan selam 3 tahun secara bersama-sama, aku hanya diam memeluknya semakin erat, air mataku berlinang, aku tak bisa menangis, hanya air mataku yang deras mengalir. “ Sampai jumpa kawan... hati-hati di jalan.. jangan pernah melupakanku”. Hanya anggukan yang akhirnya melepaskan pelukan kami pada sore di Kampung yag dulunya kubenci sepenuh hati. Ada yang hilang.
Teringat kembali memori yang sempat hilang itu, Sasti, seorang teman yang sudah aku anggap sebagi keluargaku sendiri kini benar-benar telah pergi. Semoga tempatmu kini lebih baik dari yang sebelumnya sas...
Sore hari, Ketika Senja mulai meranjak
Harapan, keinginan, ketecapaian tidak selalu datang secara tiba-tiba dan kebetulan, namun ia datang ketika memang ada hal yang perlu diharapkan, seperti sekarang ini tatkala suatu hari memiliki kejuatan untukku, tentang masa laluku, tentang kisah cintaku, tentang kehidupan nyataku, dan kehidupan yang yang akan menyapaku esok, aku akan berharap semua selalu akan baik-baik saja..., seperti kehidupan burung yang bebas namun ia tak terlepas begitu saja...., dalam sepotong senjaku, kini aku selalu berdua bersamanya.....


               
                

Ketika Senja Menemukanmu

Posted by : la plui
Date :Selasa, 22 Mei 2012
With 0komentar

Dia yang Muncul pada Sepotong Episodeku

| Kamis, 10 Mei 2012
Baca selengkapnya »
Rabu, 9 Mei 2012 di Dapan Asrama Mahasiswa

Dengan setengah hati akhirnya aku berhasil melangkahkan kakiku menuju kampus hijau, sebelumnya aku nggak tau kenapa kampus ini di sebut kampus hijau, mengira kalau cat yang di gunakan berwarna hijau, namun tanpa di sangka setelah masuk pada bangunan kampus, tak ada satu pun bangunan yang di cat dengan warna hijau. Baru sepekan kemudian aku tau, bahwa julukan kampus hijau itu karena bendera atau lambang dari fakultas itu berwarna hijau. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Bukan kali ini saja Tari, temanku satu angkatan menggerutu kesal karena ulahku yang kurang inovatif, selalu santai meskipun ada ulangan tiga bab, UTS maupun segala bentuk pengajaran yang paling tertindas sekalipun, pasalnya Tari akan selalu heboh tiap kali urusan dengan ujian. Hmmm... anak itu..., aku pasti akan merindukannya ketika suatu saat nanti masing-masing dari kita sudah punya kehidupan sendiri-sendiri (-.-" loohh....).

( Kembali pada waktu 12.30pm) aku masih dengan malas, terpaksa menyeretkan langkahku patah-patah, mengikuti jalan yang rasanya bersikongkol dengan matahari, puaannassnya....hmmm. Namun tiba-tiba aku terdiam dengan kedua mataku menyipit sempurna. Tak lagi bergerak, Tak lagi peduli soal matahari namun hanya terpaku pada dua sosok yang mampu menarik atmosphir pikiranku. Dua sosok nenek, seumuran nenekku yang kini di Desa, tengah berhenti sejenak melepas lelah masih dengan sebongkok kayu yang menempel tak sempurna di punggung rentanya, tepat 10 meter didepanku yang masih mematung layaknya tak bernyawa. Kulitnya coklat kusam menandakan ia tak lagi bersaing dengan ganasnya matahari, hanya kepasrahan yang terpancar pada wajah sendunya yang kutaksir pernah cantik di masa mudanya. Aku diam, tak mampu berkata-kata lagi, kupandangi wajahnya yang sarat dengan perjuangan hidup, seakan memastikan bahwa dirinya masih sanggup berjalan lagi... setidaknya sampai nanti di rumahnya. Ah nenek....

Ingatanku berputar pada 6 tahun yang lalu, saat itu aku tengah berada di bangku SMP, saat itu aku hendak mengikuti ujian kelas namun salah satu pengurus asrma memanggilku melalui pengeras suara. Kata beliau salah seorang keluargaku akan datang menjemputku pulang, maklum... karena waktu itu aku asrama.

Dua jam berikutnya benar, om ku menjemputku setelah mengurusi beberapa hal yang perlu diurus. Aku masih diam tak megerti, ada apa? mengapa? berbagai pertanyaan menghantui pikiranku. Namun tak pernah di jawab oleh omku, omku masih seperti biasa, bertutur, berhumor tidak ada kesan bahwa sesuatu yang buruk baru saja terjadi. Hanya baru kusadari 30 menit kemudian, kita telah melewati jalur yang berbeda dengan jalur menuju rumahku."kok lewat sini??" tanyaku gusar. ia sejenak terdiam, ada sesuatu yang berbeda dengan matanya, tak pernah kulihat ekspresii seperti ini sebelumnya. Dia menarik nafas panjang, " janji nurutin kata om ya..?" Kulihat sekali lagi dari sudut mataku, hanya mengangguk dan ikut menarik nafas bingung. "ada apa sebenarnya?" Aku bertambah gusar lagi. Tak nyaman dengan suasana seperti ini. Namun lagi-lagi ia hanya terdiam.

Tiba-tiba aku merasa sendiri. Padahal waktu itu jalanan sangat bising dan ramai, namun entah mengapa ada suatu hal yang menganggu pikranku. Di detik berikutnya aku benar-benar membeku. Pikiranku buntu. Saraf otakku tak dapat bekerja cepat. Dari kejauhan aku melihat merah. Hanya merah. Bendera itu melambai terkulai lemah pada ikatannya yang telah diikatkan pada batang kayu yag nampak mencolok. Dadaku bergetar keras tak ingin berprasangka pada hal-hal konyol yang merasuki pikiranku. Dan baru kali ini aku merasa takut yang luarbiasa mengiringi mobil yang mulai memasuki gang sempit itu. Kulihat Ismail berlari memelukku, matanya merah, pelukannya yang lemas juga bisa kurasakan pada tubuhku yang masih membeku. Ia membelai kepalaku dengan perasaan beraduk lalu memelukku lagi. "Nenek telah tiada Li..." bisiknya lembut tapi malah terdengar menakutkan di telingaku. Aku langsung lemas tak berdaya, hampir saja ambruk kalau Ismail tak lagi memegangku. Ingin sekali berteriak bahwa aku masih tak menerimanya, mengapa nenek ku? mengapa harus dia? sosok teduh yang selalu dekat denganku, sosok yang selalu memanjakanku, sosok yang selalu mengajakku untuk melakukan hal-hal yang tak pernah aku lakukan, tapi kini... saat aku jauh, saat aku tak bisa bertemu dengannya selama sebulan penuh, saat aku merasa dipisahkan, saat aku ingin memeluknya, saat aku tak tau lagi hal apa yang belum pernah aku lakukan, dan saat ini.... ketika semua mimpi untuk bertemu dengannya tak pernah terwujud.. Aku menangis, bukan.. aku tak akan menangis karena aku telah berjanji tak akan menangis, mataku hanya merah, namun hatiku menangis melebihi tangis yang ada pada orang-orang disini. sangat menyakitkan, ketika seseorang pergi sebelum kita sempat menemuinya, meminta maaf akan hal-hal yang pernah dilakukan. Aku menangis dalam hati. Aku ingin memeluknya. Aku ingin bersamanya. Aku ingin....tidak pernah berpisah dengannya. Namun takdir tak pernah dipegang oleh manusia. Dan aku harus merrelakannya, mendo'akan ia agar ia baik-baik saja... mengubur sisa-sisa harapanku dengan mulai mengunangnya mataku.

12.30 ketika aku masih terdiam melihat 2 nenek itu mulai menjauh dengan langkah yang terrtatih, dimana anaknya...?? di mana cucunya...?? mengapa ia membiarkannya berjalan di teriknya matahari?? Sangat mengesalkan jaman sekarang, tak ada peduli pada tubuh ringkihnya. Dan aku hanya berpransangka baik mengenai anak dan cucunya. Nek... semoga engkau diberkahi oleh-Nya...

Dia yang Muncul pada Sepotong Episodeku

Posted by : la plui
Date :Kamis, 10 Mei 2012
With 0komentar

Sunrise #part 1

| Selasa, 08 Mei 2012
Baca selengkapnya »
Semarang, Ahad, 6 Mei 2012

Mentari masih tergolong malu untuk bergegas naik ke singgasananya, suasana riuh burung gereja masih terdengar nyaring di atas balkon asramaku, suasana sepi kian menjelma tatkala satu per satu teman-temanku beranjak untuk pergi, hang out bareng mumpung masih tergolong weekend. Ku amati jam yang tertera di layar ponseku yang mungil. Masih pukul 7 se-per-empat desisku, berarti masih terlalu pagi untuk segera pergi.
yaa... aku selalu menanti ketika waktu sudah menunjukkan 7.14 sampai skitar 7.30, saat kawanan itu melewati asramaku, kepakan sayapnya seakan penuh dengan kantung-kantung mimpi dan harapan untuk kembali pulang nantinya. Alap-alap itu sekitar 5 sampai 6 ekor, matanya selalu memandang ke depan, namun juga tak lengah dari apa yang ada di sekitarnya. Dan aku selalu menantinya datang, dan selalu berlari ke atas balkon :D

Pukul 7.30 setelah alap-alap itu mulai menjauh

Seorang teman berbaik untuk menjemputku, dan seperti biasanya, menungguku, berkomentar dengan pakaianku, menanyakan makanan, sampai apa yang akan terjadi nantinya. Temanku yang satu ini tergolong unik, ia masih terlalu ke-kanak-kanakan di usianya yang ke 19 itu, cara bicaranya, cara ia berjalan, cara ia memandang dan begitulah.. dan aku menyukainya, bukan tanda kutip suka yang itu.

8.03 dalam perjalanan yang mendebarkan

Aku belum berani untuk menegakkan muka dan memberanikan diri mengetuk pintu berwarna coklat itu, seharusnya aku bisa terbiasa dengan rutinitas ini, mengetuk, memberi salam, menanyakan apa yang bisa kubantu, toh ini juga akan berlangsung lebih lama lagi. Tapi... arrgh... masa bodoh, lagian ini baru awal aku menapaki jalan yang kurasa begitu mudah untuk di tapaki.

Hanya satu yang membuat aku melangkah jauh ke sini, ke tempat dimana aku sebelumnya tak pernah menginjakkan kakiku di sini. Yakni mata beningnya. Begitu sempurna bila dilewatkan begitu saja...
Satu nama yang masih terlekat dalam memoriku kini. Niko.
Dan aku selalu tak sabar untuk menemuinya...





Sunrise #part 1

Posted by : la plui
Date :Selasa, 08 Mei 2012
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲