Newest Post

Antariksa

| Rabu, 22 Juni 2016
Baca selengkapnya »
Fix.. saya benar-benar jatuh cinta dengan Anta. Antariksa. Anta benar, setiap dari kita memiliki sikap kepedulian terhadap orang lain. Kepedulian untuk memperhatikan sekitar kita, kepedulian untuk meneliti masalah orang lain, kepedulian kita untuk menampilkan kepedulian itu sendiri. Dan memang, eksekusi terakhir ada pada diri kita. Apakah kita akan benar-benar menampakkan kepedulian itu, atau hanya menkmati tanpa perlu tindakan, memahami situasi tanpa perlu eksekusi. Menghargai mereka yang survive, memberi kesempatan sebesar-besarnya tanpa perlu campur tangan orang lain, sebelum akhirnya menyerah dengan keadaan dan mengangkat tinggi-tinggi bendera putih. Lalu seperti kata Anta, ketika waktu sudah mempersilahkan maka kita boleh kita mengambil tindakan. Dan yang kutanyakan Anta, Siapa sebenarya dirimu ini?

Rajin Tahajud Check 
Rajin Qiro'ah Check
Nerd? Check
Handsome Check
Clever? Very Check... hell yeah! paket komplit. Jadi Anta... satu yang tidak kau punya, ekspresi. Aku bisa membayangkanmu, bagaimana kehidupanmu, kisah cintamu, aku tau.. benar-benar tau, namun disini aku hanya ingin mengambil contoh sikap peduli yang kau bungkus dengan ketidapedulian. Membiarkan orang lain gagal paham mengapa kau seperti tidak peduli dengan orang lain, padahal nyatanya disini kau adalah orang paling peduli. Hanya saja.. ekspresi.. itulah, yaa... anggap saja aku ingin meminjam ekspresi tenang, dingin, dan well... sedikit mengintimidasi, karena itu sangat......eum, mempesona, sangat Anta sekali. Hahaha.... saya mulai gila.

Tapi mau bagaimana lagi, biarlah orang berkata apa, kita tak butuh pandangan orang lain selama kita melakukan hal yang "sewajarnya", kita hanya perlu diri sendiri, meyakinkan bahwa tindakan yang kita lakukan adalah benar, dan tindakan paling benar yang kita lakukan. Karena kita memiliki pilihan untuk memilih apa yang akan kita lakukan. Well.... kau benar Anta, selalu benar. Dan sekali lagi aku jatuh cinta padamu.



      

Antariksa

Posted by : la plui
Date :Rabu, 22 Juni 2016
With 0komentar

Menerima-Melepaskan

| Minggu, 19 Juni 2016
Baca selengkapnya »
MENERIMA, hei... kemana saja selama bertahun-tahun ini, bahkan kata "menerima" sudah ada sejak puluhan tahun lalu, ironis bukan?
  
So...apa yang terjadi? 

Sadar atau tidak sadar, kita adalah makhluk ekonomi yang terbungkus dengan sebutan manusia, yang punya sifat tidak akan bisa puas dengan satu hal jika ada dua hal, tidak akan cukup dengan dua hal jika ada tiga hal, begitulah, am I right? benar, kita adalah makhluk menjijikan itu, manusia penuh dosa yang tanpa sadar melakukan dosa.
Padahal ada hal menakjubkan dibalik kata "menerima", tidak harus dengan paksaan, karena sesungguhnya hati punya tempat sediri untuk kata tersebut, yang tempatnya berdampingan dengan menolak, memaafkan, mencintai, dan lainnya. Dia punya tempat sendiri, tapi mengapa seakan tempat itu perlahan-lahan hilang, terdesak dengan kata ingin, lebih, harus dan lainnya...kenapa? Tanyakan pada hatimu, do you mean it? 

Menerima berarti melepaskan dengan benar-benar tidak ada kata lain di belakannya, hanya menerima, bersih. Tidak diikuti dengan jika.. tidak diikuti dengan kata tapi.. murni bersih, namun apakah sekarang ini masih ada hati yang sanggup melakukan hal seperti itu? jika ada maka itu 1 dibanding sekian, apa aku meragukannya? nope! tapi memang fakta sudah membuktikannya.
"Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat, melainkan karena dia bisa melepaskan..."
Salah satu kutipan Bang Tere dalam salah satu bukunya "Hujan". Apalah arti mengikat ketika yang diikat tidak menginginkan hal sama? maka suatu saat kau akan menemukan kata lelah terus menerus, apalah artinya melepaskan ketika salah satu tidak ingin dilepas, ia akan menemui lelah. Sama saja. Kita hanya perlu belajar, menerima, melepaskan, memaafkan. Kita tidak akan hidup 1000 tahun lamanya, lalu untuk apa kita mengikat hati kita pada sesuatu yang tidak pasti? lepaskanlah... hatimu perlu udara, ia butuh ruang untuk bahagia, ia butuh keringanan, jangan lukai hatimu sendiri, jangan biarkan ia menjadi abu-abu ketika ia sejatinya sudah memiliki warna sendiri.

Baiklah, kita mungkin memang belum terbiasa dengan kata menerima dan melepaskan, tapi bukankah kita masih punya waktu untuk belajar?   

Menerima-Melepaskan

Posted by : la plui
Date :Minggu, 19 Juni 2016
With 0komentar

Curious..?

| Senin, 13 Juni 2016
Baca selengkapnya »
Hi.. lets start a new day with a smile, a bigger one :D 
Hari pertama menginjakkan kaki ke sebuah kelas yang emm... so dork. XIs 4 
Kalau dulu paling engga suka masuk area anak-anak ips, tapi kali ini aku lebih suka mengitari kelas mereka, setidaknya 3 hari nanti. it's feel... seriously...? kenapa dulu aku milihnya jurusan ipa, sedangkan semestiny-seharusnya ips adalah hal yang tepat. Baiklah lupakan... bahkan itu tidak bisa diulang-ulang, sedikit penyesalan mungkin, but well.. i'm cool i'm okay, ipa its not that bad lagipula.

Mengisi peskil kali beda, aku mengenal beberapa wajah yang sedikit asing tapi addictif, melempar pertanyaan, menjawab pertanyaan, memberi pernyataan, menyangkal pernyataan... hey.. I know you! anak usil kampung sebelah, suka tereak tereak kaga jelas. Well sedikit terpesona.. kau mendengarkanku dari awal sampai akhir tanpa mengeluh, thats great!

Saya bukan orang hebat, saya bukan orang istimewa seperti apa yang dikatakan mereka, kau tau.. mereka hanya melebih-lebihkan saja, apalah arti sebuah nama, seperti ketika kau menyebutnya dihadapanku, aku hanya tersenyum tipis. Sudahlah... mari kita mulai mendiskusikan hal-hal berguna, membagikan pengalaman tentunya, merangkai hari esok yang lebih cemerlang. Kau tau kau bisa!

Aku masih tersenyum tipis, pernyataan terakhir yang gadis muda lemparkan di akhir sesi, meski aku harus mendengarkan dari mulut yang berbeda. Well.. semua bisa berubah, Aku sebenarnya penasaran sekali dengan cerita paradoks dan hubungannya dengan hestia yang mencuri api.. kau tau.. sedikit perubahan saja bahkan mampu mengubahmu seluruhnya, namun jujur aku masih penasaran, tapi tidak.. tidak akan ada yang mampu menjelaskannya. Kau tidak pernah tertarik dengan mitologi-sansekerta apalagi novel-novel bahasa inggris yang kugilai. Tidak pernah. jadi pelan-pelan aku akan membunuh rasa penasaranku, meskipun itu benar-benar sulit. Aku bisa saja menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari cerita hestia, namun aku tidak, tidak lagi.. aku sudah berubah.

Aku tidak ingin lagi penasaran, karena aku tau hasilnya akan mengecewakan. 

Well.. tunggu besok, hari kedua peskil kita akan lebih menyenangkan, meski kau tau.. aku juga meragukannya :D 
See ya! 

Curious..?

Posted by : la plui
Date :Senin, 13 Juni 2016
With 0komentar

Kalah. Telak.

| Jumat, 10 Juni 2016
Baca selengkapnya »
Kalah. Telak.
Ia kira selama ini baik-baik saja, namun ternyata ia terlalu naif untuk mengakui bahwa mimpinya baru saja hancur, tak tersisa. Ia kira waktu akan membawakannya hasil yang memuaskan, namun kenyataan membawanya kembali meringkuk di atas kasur, bergelut dengan selimut tebal. Pahit.

Basa-basi. Adakah yang salah dengan basa-basi?, mungkin negara ini salah terlalu menjunjung tenggangrasa, namun justru basa-basi bisa jadi dianggap kepedulian yang berlebihan dan berujung sakit hati. Tidak, egonya terlalu tinggi untuk sakit hati. Sudah cukup, ia tidak ingin berubah menjadi wanita jahat yang perannya selalu antagonis. Namun bisakah kali ini saja ia egois? Hanya kali ini saja... ia terlalu lelah melihat kehancuran kepercayaan dirinya yang sudah bertahun-tahun ia bangun. Roboh.  

Ia bukan wanita jahat, ia cukup paham perannya telah usai, mungkin sudah beberapa tahun lalu usainya, tapi ia memilih menutup mata. Karena ia percaya di depan sana masih sama, tidak berubah, sama seperti dirinya. Setidaknya kepercayaan itu masih ada beberapa jam lalu, sebelum kenyataan membentur kepalanya untuk membuka mata lebar bahwa saat ini mereka sudah berbeda. Berbeda yang sama sekali tak sama. Jadi untuk apa ia bertahan setelah penolakan tersirat itu datang padanya? Kalah. Telak. Kekalahan yang tak perlu diungkit-ungkit, ia cukup cerdas dan tahu diri bahwa ia tidak lagi diinginkan. maka cukup sudah, ia akan mundur. Kalau perlu ia akan menghilang, tak peduli dengan cemoohan pecundang yang keluar dari setiap mulut, ia tak peduli. Yang ia tahu ia akan kembali terjatuh kalau dari sekarang ia tak membangun tembok tinggi yang bernama ketidakpedulian.

Hari ini takdir berbicara baik-baik dengannya, namun mengapa justru terasa sangat menyakitkan?    
Bagaimana bisa takdir seorang wanita baik selalu harus jatuh cinta dengan lelaki yang selalu menyakiti hatinya? 
"Tapi ia laki-laki baik" hatinya berteriak
"Namun tetap saja menyakitkan" kembali ia menyangkalnya
Cinta. Jangan salahkan cinta, ia bahkan tidak pernah ingin jatuh cinta, apa daya cinta telah memilihnya, memilih seseorang yang jauh dari diharapkannya untuk jatuh cinta. Dan itu sudah cukup untuk kembali menguras emosi yang mati-matian ia tahan untuk tidak besikap egosentris. Logika yang tidak terpakai menumpulkan hati, melakukan pembenaran atas tidakan-tindakan yang tanpa sadari telah ia lakukan. Sudah cukup. Sudah cukup ia jatuh, Karena cinta saja sudah sangat mengerikan, apalagi sampai terjatuh. Cukup

Sudah cukup ia jatuh cinta sendiri. Ia bersumpah tak lagi mengungkitnya, menyebutkan sebuah nama yang tidak akan pernah bisa ia benci. Hanya ia akan berhenti. Tetap akan berhenti meskipun nama itu yang memintanya untuk jatuh cinta lagi. Kecuali jika Tuhan tak memihaknya lagi.   


Kalah. Telak.

Posted by : la plui
Date :Jumat, 10 Juni 2016
With 0komentar

Ramadhan

| Rabu, 08 Juni 2016
Baca selengkapnya »
Hi Ramadhan..!? its good to see you again.

Menemui ramadhan kembali, ah... bahkan rasanya baru kemaren ramadhan berakhir, membagikan takjil bersama mbak Uci, menunggu buka bersama mas rovi, atau sekedar bertawarih di masjid barat rumah kos, kos terakhir ketika masih di Semarang.

Rindu.. ya rindu itu ada, rindu dengan kebiasaan-kebiasaan singkat yang hampir aku hafal. Hafal jam berangkat kerja mas Rovi, atau parfum mahal klein kevinnya, jam pulang kerja mbak Uci atau jam kunjung dede Effel dan pertemuan singkat dengan mas perawat yang ibu pengen jodoh-jodohin sama aku.. haha.. manis, kenangan manis. How's life..??  

Dulu aku sempat merutuki ramadhanku yang jauh dari rumah, namun saat ini Ramadhan sudah kupastikan selalu di rumah, menyiapkan sahur, memasak, menyiapkan buka. itu rutinitas kecil  bulan ramadhan. Atau undangan buka puasa, mengisi pesantren kilat, pengajian gabungan, dan bertambah satu tahsin yang mana akan selalu ketemu sama harry styles kw hehe... dan itu sangat menyenangkan.

Bagian yang yang tidak menyenangkan adalah bertemu seseorang dari masa lampau, bikin gagal move on nya haha...baiklah, ini bukan saya kalau terlalu melankolis memikirkan masa lalu, anggap saja dia makhluk kulkas dengan fitur penghangat terbaru. Yaa... saking dinginnya, and sekalinya ngomong bisa bikin meleleh melebur wkwk.. hiperbola terlalu hiperbola. 

Baiklah ramadhan, semoga ramadhan kali ini penuh kejutan, ramadhan yang selalu diingat, ramadhan yang penuh rahmat dan ramadhan yang diridhoi Allah.. :)     

Ramadhan

Posted by : la plui
Date :Rabu, 08 Juni 2016
With 0komentar

Such a distraction

| Jumat, 03 Juni 2016
Baca selengkapnya »
Hari kamisku kamis yang sama dengan kamis minggu sebelumnya,
Melingkar, belajar huruf hijaiyyah
dan menemukanmu, 
Dunia benar-benar sempit,
hei... kau masih disana, mengepakkan sayapmu
apa kau akan kembali?
aku meragukanmu
Masa bodoh, aku masih menikmati waktuku disini,
sampai suaraku benar-benar serak ketika kembali ke خ
ِAku benar benar kesulitan,
lalu aku mendengar suaramu
fix... aku benar-benar sudah gila
bagaimana bisa aku kembali ketika aku kesulitan bersuara
lalu aku menoleh, dia menatapku bingung
aku hanya memutar bola mataku tanpa peduli sedikitpun
kau benar-benar seperti hantu,
atau aku memang benar-benar sudah gila
karena jelas jelas aku tau kau sedang di pulau seberang
tidak di kotamu
tidak disini
dan tentu saja kau masih dengan seribu diammu
jadi biar kutanyakan pada diriku sendiri
bagaimana bisa?
You're such a distraction

Such a distraction

Posted by : la plui
Date :Jumat, 03 Juni 2016
With 0komentar

I Love the way you move

| Rabu, 11 Mei 2016
Baca selengkapnya »

I see you and my heart races
standing out from all these faces, I see you
in the typical of elevator, right beside me
my back againts the wall
I see you
I love the way you move
little bit late, but i see you
then,
I missed another chance to say hi
Cz, all I did is hide away

P.s. Sometimes, waiting is the only thing youcan do

I Love the way you move

Posted by : la plui
Date :Rabu, 11 Mei 2016
With 0komentar

Hi There !!

| Senin, 09 Mei 2016
Baca selengkapnya »
its just..... great!!
attacking, blaming, forgiving, fighting, loving, hating, missing, waiting, chasing, catching, atau apapun istilah yang biasa digunakan. Karena teman memiliki segalanya.



(Hi Nungki.. tak tunggu janjinya for next movie :D)


Cc: Farid, Nungki, Nunik, Me and Kasni :')

Hi There !!

Posted by : la plui
Date :Senin, 09 Mei 2016
With 0komentar

Narendra

| Jumat, 22 April 2016
Baca selengkapnya »
Narendra..maaf aku menyebut namamu lagi, maaf untuk kembali menerjang sumpahku, pagi ini sepi, tak seperti ketika kau menyeduh kopi, dan mengetikkan sebaris dua baris pemanis guyonan. menggoyangkan kursi goyang reotmu, memadukan rayuan pemerah pipi yang muncul selalu. Aku merindukanmu

Kinanthimu selalu muncul tanpa diundang, menjejakkan nafas pada tiap-tiap ruangan, kau merindu ibumu. Sendu selalu terlihat malu-malu, itu karena kau selalu tak ijinkan ia untuk keluar. Kau selalu memberikan morse, namun kau tak pernah benar-benar meraih tanganku. Maaf Narendra... aku tak bisa, bukan begini yang ku maksud.

Semesta memanggil, memaksamu menjawab. Namamu selalu Narendra. Bagaimanapun kau tetap Narendra. Lalu mengapa kau berubah menjadi Burisrawa dan memaksaku menjauh darimu? karena bagiku kau masih Narendra, jadi jangan paksa aku pergi atau dengan sengaja kau menjauhkan dirimu. Kau Narendra. Dan selalu Narendra

Rendra.. percayakah kau pada takdir? bahkan perpisahan itu masih seperti mimpi, dan aku bersumpah untuk menguburmu dalam cekungan kenangan, karena kau terlalu indah untuk didengar, dan karena itulah aku mengikatmu. Merutuki perpisahan dan pertemuan tanpa sengaja kita kunjungi. Lalu dimanakan letak keadilan malam yang seakan merebutmu dariku rendra? aku merindukanmu.

Maka hari ini aku melanggar sumpahmu padamu. Sumpah sepihak yang kumulai diam diam, namun kuakhiri dengan sumpah serpah. Apa kau mendengarnya? Maafkan aku.. apa tidurmu terganggu? bangunlah rendra... demii apapun, aku ingin membuatmu membuka mata. karena aku sudah tak tau lagi apa yang harus aku lakukan. Aku sudah melanggar sumpah itu. lalu bisakah kau membuka mata? kau boleh menghukumku. Aku benar-benar tidak keberatan. Jadi... maukah kau membuka matamu lagi? Aku masih menunggumu, meski aku tau sia-sia.   

Narendra

Posted by : la plui
Date :Jumat, 22 April 2016
With 0komentar

MIMPI

| Jumat, 15 April 2016
Baca selengkapnya »
Kau selalu berbicara mimpi, tanpa pernah sadar kau adalah wujud mimpi itu sendiri. Perbedaan prespektif antara kau dan aku dalam perwujudan totalitas mimpi seperti membentang dari perihelion menuju aphelion. Bisakah kau bayangkan? bahkan untuk sebuah titik seperti polaris mungkin tidak akan terlihat oleh mata. Ah,, kita memang seperti itu, selalu seperti itu. Kita tidak akan pernah menjadi rigel walaupun memang ada kemungkinan, namun aku tau itu tidak akan terjadi. Tidak akan pernah terjadi, kecuali dengan keajaiban Tuhan.

Mimpimu mimpi mulia, aku bisa membayangkanmu ketika kau membicarakannya dengan mata berbinar bercahaya, menghipnotis peserta, memotivasi, bahkan seperti umar bin khattab katakan, orang dengan masalalu buruk boleh jadi akan menjadi orang yang memiliki masa depan paling cemerlang. Dan kau adalah pembuktian nyata, kau mengubah dirimu, mengubah sekitarmu dan aku tau kelak kau akan mengubah negara. Thats you..!!! 

Mimpimu banyak.. mungkin sama banyaknya dengan mimpiku, namun pada akhirnya mimpiku hanya sebuah mimpi tanpa bisa aku memperjuangkannya, bukannya aku tidak mau mewujudkan, atau aku menyerah untuk mewujudkannya namun lebih pada aku tidak bisa, tidak pernah bisa. Namun kau..kau melesat seperti anak panah, kau punya ceritamu, punya kisahmu sendiri. Dan ketika suatu saat nanti kisahmu dibukukan, aku adalah orang pertama yang akan membacanya.






MIMPI

Posted by : la plui
Date :Jumat, 15 April 2016
With 0komentar

Just "Happy"

| Kamis, 14 April 2016
Baca selengkapnya »
Bahagia bisa berasal dari mana saja, dari hal terkecilpun, So.. whats news..?? its not a big deal.. hanya sekedar bertemu, tapi tidak hanya sekedar saja, bertemu dan bahagia haha.. jayus amat kata-katanya. Well... bigthanks buat persahabatan yang udah terjalin selama ini, maaf bagi yang udah terbully, karena sejatinya sahabat itu adalah ajang pembullyan sukarela antar teman wkwk...

Selamat kawan karena sudah menyandang S.Pd. (Sarjana pengen dilamar), engga akan sia-sia perjuangan kalian jadi sekseh wira wiri nyari buku-buku yang aku bertaruh bakalan mojok di kardus setelah seserahan ijazah hehe... Dan spesial buat satu teman yang ngajakin aku buat nyari orang yang katanya mau dijadiin gebetan, yang masih available-single-suamiable-freaking handsome-nerd but not too nerd atau apalah-apalah itu, dan yang masih getol nyeret-nyeret aku juga di kampus sebelah (oh no... Ghodul bashar mbak.. wkwk) well... kalau nemu yang kayak gitu boleh deh dikenalin, tapi yang nyari kamu aja, aku engga ikutan haha...*evilsmirk

See you next time!!^^



P.S. Sorry brother, engga ada kamu, salah siapa kabur kagak bilang-bilang :D *Farid


Just "Happy"

Posted by : la plui
Date :Kamis, 14 April 2016
With 1 komentar:

Stress

|
Baca selengkapnya »
Stress. Thats why akhir-akhir ini saya banyak makan, well.. kurasa semua orang pernah mengalaminya, serasa semua hanya stuck di satu waktu, tidak berputar, tidak berpindah, stagnan hanya pada satu point. Yaa.. makan memang bukan solusi manjur untuk menghilangkan stress, tapi setidaknya makan adalah obat pereda sementara, mengisi kekosongan yang sedang dicari-cari. 

Saat stress, kita akan lebih banyak melamun, tidak fokus, tidak bisa tidur, bahkan terkadang emosi yang meluap-luap meminta untuk disalurkan. Mungkin diri sendiri tidak akan merasakannya, karena otak kita lebih fokus untuk menggali-gali masalah kita, mencari benang merah untuk diselesaikan, dan akibatnya kita lupa kalau kita juga harus memperhatikan hal-hal disekitar kita, tak jarang pula kita sering mengeluarkan helaan panjang. Sudah satu paket.

Stress sendiri adalah ketegangan yang melibatkan emosional dan fisik, akibat tanggapan dari berbagai tekanan dari luar. Jadi seandainya tidak segera merelakskan diri, mengatur dengan baik, kita akan megalami gangguan emosional dan fisik secara berlebihan, Karena terkadang, stress mengakibatkan orang tidak ingin makan, hanya bengong, melamun, sudah seperti mayat hidup yang tidak melakukan apa-apa.

Saya beruntung, stress tidak menurunkan nafsu makan, malah meningkatkan nafsu makan saya, setidaknya masih ada yang bisa dicerna oleh usus-usus, dan setidaknya juga tidak bisa membuat saya semakin kurus setelah 3kg berat badan turun. Oh my... jangan lagi. 

Stress

Posted by : la plui
Date :
With 0komentar

Tempat Pulang

| Senin, 04 April 2016
Baca selengkapnya »
Aku masih belajar kawan, jadi jangan salahkan keadaanku, jangan posisikan aku dengan opini sepihak, lihatlah hari ini yang begitu panjang, karena memang urusan ini tiada pernah habisnya. Semakin aku menyelam, semakin aku tenggelam, mencoba memahami, namun semakin menjauhi esensi. Seperti labirin, kau bukan tempatku pulang, apa kau akan bertanya pada siapa aku akan pulang?

Aku masih saja belajar, belajar mencintai, seperti Zainab yang mencintai Al-Ash, atau cinta tak bersyarat Ummul mukminun, aku belajar ikhlas, seperti Ummar dengan masa lalunya, seperti Ummu Khultsum dan Rukhayah. Aku belajar berjuang, seperti Nusaibah sebagai perisai, atau seperti Billal di tengah terik dan rotan kasar. Aku belajar.. aku masih belajar. Ingat aku masih belajar.

Seperti perjalanan pulang selepas seharian membersamai siang saat ini, Apa pelajaran kali ini? yaa... aku hari ini banyak belajar, merenung dengan pertanyaan salah seorang Uztad yang mungkin dengan kesengajaan bertemu hari ini. Lalu jawaban yang kuberikan, seperti kembali terngiang. Aku sadar, ada jeda disana... tapi inilah jawabanku. 2 tahun bukan waktu lama. Dan setidaknya aku masih punya waktu belajar. Kesendirian adalah candu, tapi kebersamaan adalah kecemburuan.

Masih dengan senja, kali ini ada pelangi yang tergantung di sisa sisa semburat merah matahari, dan juga.. masih bau tanah sehabis hujan. Istimewa. Aku menginsyafi diri. Tidak ada cinta. Siapapun itu, kau atau dia. Karena aku masih belajar, dan untuk sebuah prinsip, aku tidak akan berubah. Tidak akan ada cinta sebelumnya. Apapun tradisi yang berlaku dalam sebuah keluarga. perjodohan. tidak akan ada gugatan. Sebab ketika dadu terlempar, ia akan berhenti ditempat yang sama. sekalipun kau ingin mengubah hal yang mustahil. jadi anggaplah saat ini aku sedang menyesaikan matematika tentang takdir dan masa depan. Aku belajar.

Malam ini aku belajar, dan aku menyelesaikannya dengan baik. Aku mengerti siapa x dan siapa y. Aku berhasil menyelesaikan soal algoritma yang sebelum-belumnya tidak pernah kumengerti sedikitpun. Dan hasilnya... mengagumkan. Bukankah sudah kukatakan bahwa hari ini adalah hari istimewa? ya,,,aku sudah mengerti. Bahagia. Itu rumus dasarnya. 

Kuharap kau mengerti, Jika kau bertanya, pada siapa aku akan pulang?
Maka jawabanku sudah pasti. Keluarga. 

Tempat Pulang

Posted by : la plui
Date :Senin, 04 April 2016
With 1 komentar:

Rahwana

| Minggu, 03 April 2016
Baca selengkapnya »
Aku sedang mencari Rahwana,
bukan Janaka, Bukan Werkudara, apalagi Rama
Karena aku sedang mencari Rahwana.. 
Ia protagonis yang antagonis,
belajar memaknai takdir dari Rahwana, aku ingin
bukan Rama yang memilih citra daripada shinta

Maaf, aku memang sedang mencari Rahwana. Dan kau bukan Rahwana.

Rahwana

Posted by : la plui
Date :Minggu, 03 April 2016
With 0komentar

Lelaki Hujan

| Jumat, 01 April 2016
Baca selengkapnya »
selamat malam lelaki hujan,
mungkin kau sedang lelah menyulam kembali aksaramu
maaf aku sengaja tak membagi kisahku (lagi)
sebab malam semakin kelabu, seperti namamu
dan aku hanya diam, dititik horison tak lagi memandangmu yang sarat antonim
bulan sudah menapaki april, tapi bayangmu saja semakin menjadi-jadi
kau adalah hujan yang tak diinginkan tapi dinanti sekaligus
kau mengaku bulan, namun kau matahari yang tak pernah diketahui
jadi, lelaki hujan...
pertemuan memang bisa dipaksakan, namun kehadiranmu teramat magis
terlampau jauh untuk dikatakan takdir
terlampau diabaikan untuk sekedar tatap muka sekali waktu
jauh selama itu, aku menunggumu menulis lagi
seperti kau yang diam-diam membaca tulisanku yang tidak pernah menyelipkan namamu
hei.. kau tidak berhenti menulis bukan?
malam semakin mengheningkan cipta, kau tau
semakin sepi tanpa tulisanmu beberapa bulan ini
kau adalah sebuah kesalahan, seperti semicolon
tapi kau adalah pembenaran dari semua logika omong kosong
baiklah lelaki hujan,
ku sudahi malam ini dengan kembali berkutat pada huruf bodoh sarat makna
dari bilik yang tetap setia menunggu
untuk tulisan tanpa roman 

Lelaki Hujan

Posted by : la plui
Date :Jumat, 01 April 2016
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲