Newest Post

Ramadhan

| Rabu, 08 Juni 2016
Baca selengkapnya »
Hi Ramadhan..!? its good to see you again.

Menemui ramadhan kembali, ah... bahkan rasanya baru kemaren ramadhan berakhir, membagikan takjil bersama mbak Uci, menunggu buka bersama mas rovi, atau sekedar bertawarih di masjid barat rumah kos, kos terakhir ketika masih di Semarang.

Rindu.. ya rindu itu ada, rindu dengan kebiasaan-kebiasaan singkat yang hampir aku hafal. Hafal jam berangkat kerja mas Rovi, atau parfum mahal klein kevinnya, jam pulang kerja mbak Uci atau jam kunjung dede Effel dan pertemuan singkat dengan mas perawat yang ibu pengen jodoh-jodohin sama aku.. haha.. manis, kenangan manis. How's life..??  

Dulu aku sempat merutuki ramadhanku yang jauh dari rumah, namun saat ini Ramadhan sudah kupastikan selalu di rumah, menyiapkan sahur, memasak, menyiapkan buka. itu rutinitas kecil  bulan ramadhan. Atau undangan buka puasa, mengisi pesantren kilat, pengajian gabungan, dan bertambah satu tahsin yang mana akan selalu ketemu sama harry styles kw hehe... dan itu sangat menyenangkan.

Bagian yang yang tidak menyenangkan adalah bertemu seseorang dari masa lampau, bikin gagal move on nya haha...baiklah, ini bukan saya kalau terlalu melankolis memikirkan masa lalu, anggap saja dia makhluk kulkas dengan fitur penghangat terbaru. Yaa... saking dinginnya, and sekalinya ngomong bisa bikin meleleh melebur wkwk.. hiperbola terlalu hiperbola. 

Baiklah ramadhan, semoga ramadhan kali ini penuh kejutan, ramadhan yang selalu diingat, ramadhan yang penuh rahmat dan ramadhan yang diridhoi Allah.. :)     

Ramadhan

Posted by : la plui
Date :Rabu, 08 Juni 2016
With 0komentar

Such a distraction

| Jumat, 03 Juni 2016
Baca selengkapnya »
Hari kamisku kamis yang sama dengan kamis minggu sebelumnya,
Melingkar, belajar huruf hijaiyyah
dan menemukanmu, 
Dunia benar-benar sempit,
hei... kau masih disana, mengepakkan sayapmu
apa kau akan kembali?
aku meragukanmu
Masa bodoh, aku masih menikmati waktuku disini,
sampai suaraku benar-benar serak ketika kembali ke خ
ِAku benar benar kesulitan,
lalu aku mendengar suaramu
fix... aku benar-benar sudah gila
bagaimana bisa aku kembali ketika aku kesulitan bersuara
lalu aku menoleh, dia menatapku bingung
aku hanya memutar bola mataku tanpa peduli sedikitpun
kau benar-benar seperti hantu,
atau aku memang benar-benar sudah gila
karena jelas jelas aku tau kau sedang di pulau seberang
tidak di kotamu
tidak disini
dan tentu saja kau masih dengan seribu diammu
jadi biar kutanyakan pada diriku sendiri
bagaimana bisa?
You're such a distraction

Such a distraction

Posted by : la plui
Date :Jumat, 03 Juni 2016
With 0komentar

I Love the way you move

| Rabu, 11 Mei 2016
Baca selengkapnya »

I see you and my heart races
standing out from all these faces, I see you
in the typical of elevator, right beside me
my back againts the wall
I see you
I love the way you move
little bit late, but i see you
then,
I missed another chance to say hi
Cz, all I did is hide away

P.s. Sometimes, waiting is the only thing youcan do

I Love the way you move

Posted by : la plui
Date :Rabu, 11 Mei 2016
With 0komentar

Hi There !!

| Senin, 09 Mei 2016
Baca selengkapnya »
its just..... great!!
attacking, blaming, forgiving, fighting, loving, hating, missing, waiting, chasing, catching, atau apapun istilah yang biasa digunakan. Karena teman memiliki segalanya.



(Hi Nungki.. tak tunggu janjinya for next movie :D)


Cc: Farid, Nungki, Nunik, Me and Kasni :')

Hi There !!

Posted by : la plui
Date :Senin, 09 Mei 2016
With 0komentar

Narendra

| Jumat, 22 April 2016
Baca selengkapnya »
Narendra..maaf aku menyebut namamu lagi, maaf untuk kembali menerjang sumpahku, pagi ini sepi, tak seperti ketika kau menyeduh kopi, dan mengetikkan sebaris dua baris pemanis guyonan. menggoyangkan kursi goyang reotmu, memadukan rayuan pemerah pipi yang muncul selalu. Aku merindukanmu

Kinanthimu selalu muncul tanpa diundang, menjejakkan nafas pada tiap-tiap ruangan, kau merindu ibumu. Sendu selalu terlihat malu-malu, itu karena kau selalu tak ijinkan ia untuk keluar. Kau selalu memberikan morse, namun kau tak pernah benar-benar meraih tanganku. Maaf Narendra... aku tak bisa, bukan begini yang ku maksud.

Semesta memanggil, memaksamu menjawab. Namamu selalu Narendra. Bagaimanapun kau tetap Narendra. Lalu mengapa kau berubah menjadi Burisrawa dan memaksaku menjauh darimu? karena bagiku kau masih Narendra, jadi jangan paksa aku pergi atau dengan sengaja kau menjauhkan dirimu. Kau Narendra. Dan selalu Narendra

Rendra.. percayakah kau pada takdir? bahkan perpisahan itu masih seperti mimpi, dan aku bersumpah untuk menguburmu dalam cekungan kenangan, karena kau terlalu indah untuk didengar, dan karena itulah aku mengikatmu. Merutuki perpisahan dan pertemuan tanpa sengaja kita kunjungi. Lalu dimanakan letak keadilan malam yang seakan merebutmu dariku rendra? aku merindukanmu.

Maka hari ini aku melanggar sumpahmu padamu. Sumpah sepihak yang kumulai diam diam, namun kuakhiri dengan sumpah serpah. Apa kau mendengarnya? Maafkan aku.. apa tidurmu terganggu? bangunlah rendra... demii apapun, aku ingin membuatmu membuka mata. karena aku sudah tak tau lagi apa yang harus aku lakukan. Aku sudah melanggar sumpah itu. lalu bisakah kau membuka mata? kau boleh menghukumku. Aku benar-benar tidak keberatan. Jadi... maukah kau membuka matamu lagi? Aku masih menunggumu, meski aku tau sia-sia.   

Narendra

Posted by : la plui
Date :Jumat, 22 April 2016
With 0komentar

MIMPI

| Jumat, 15 April 2016
Baca selengkapnya »
Kau selalu berbicara mimpi, tanpa pernah sadar kau adalah wujud mimpi itu sendiri. Perbedaan prespektif antara kau dan aku dalam perwujudan totalitas mimpi seperti membentang dari perihelion menuju aphelion. Bisakah kau bayangkan? bahkan untuk sebuah titik seperti polaris mungkin tidak akan terlihat oleh mata. Ah,, kita memang seperti itu, selalu seperti itu. Kita tidak akan pernah menjadi rigel walaupun memang ada kemungkinan, namun aku tau itu tidak akan terjadi. Tidak akan pernah terjadi, kecuali dengan keajaiban Tuhan.

Mimpimu mimpi mulia, aku bisa membayangkanmu ketika kau membicarakannya dengan mata berbinar bercahaya, menghipnotis peserta, memotivasi, bahkan seperti umar bin khattab katakan, orang dengan masalalu buruk boleh jadi akan menjadi orang yang memiliki masa depan paling cemerlang. Dan kau adalah pembuktian nyata, kau mengubah dirimu, mengubah sekitarmu dan aku tau kelak kau akan mengubah negara. Thats you..!!! 

Mimpimu banyak.. mungkin sama banyaknya dengan mimpiku, namun pada akhirnya mimpiku hanya sebuah mimpi tanpa bisa aku memperjuangkannya, bukannya aku tidak mau mewujudkan, atau aku menyerah untuk mewujudkannya namun lebih pada aku tidak bisa, tidak pernah bisa. Namun kau..kau melesat seperti anak panah, kau punya ceritamu, punya kisahmu sendiri. Dan ketika suatu saat nanti kisahmu dibukukan, aku adalah orang pertama yang akan membacanya.






MIMPI

Posted by : la plui
Date :Jumat, 15 April 2016
With 0komentar

Just "Happy"

| Kamis, 14 April 2016
Baca selengkapnya »
Bahagia bisa berasal dari mana saja, dari hal terkecilpun, So.. whats news..?? its not a big deal.. hanya sekedar bertemu, tapi tidak hanya sekedar saja, bertemu dan bahagia haha.. jayus amat kata-katanya. Well... bigthanks buat persahabatan yang udah terjalin selama ini, maaf bagi yang udah terbully, karena sejatinya sahabat itu adalah ajang pembullyan sukarela antar teman wkwk...

Selamat kawan karena sudah menyandang S.Pd. (Sarjana pengen dilamar), engga akan sia-sia perjuangan kalian jadi sekseh wira wiri nyari buku-buku yang aku bertaruh bakalan mojok di kardus setelah seserahan ijazah hehe... Dan spesial buat satu teman yang ngajakin aku buat nyari orang yang katanya mau dijadiin gebetan, yang masih available-single-suamiable-freaking handsome-nerd but not too nerd atau apalah-apalah itu, dan yang masih getol nyeret-nyeret aku juga di kampus sebelah (oh no... Ghodul bashar mbak.. wkwk) well... kalau nemu yang kayak gitu boleh deh dikenalin, tapi yang nyari kamu aja, aku engga ikutan haha...*evilsmirk

See you next time!!^^



P.S. Sorry brother, engga ada kamu, salah siapa kabur kagak bilang-bilang :D *Farid


Just "Happy"

Posted by : la plui
Date :Kamis, 14 April 2016
With 1 komentar:

Stress

|
Baca selengkapnya »
Stress. Thats why akhir-akhir ini saya banyak makan, well.. kurasa semua orang pernah mengalaminya, serasa semua hanya stuck di satu waktu, tidak berputar, tidak berpindah, stagnan hanya pada satu point. Yaa.. makan memang bukan solusi manjur untuk menghilangkan stress, tapi setidaknya makan adalah obat pereda sementara, mengisi kekosongan yang sedang dicari-cari. 

Saat stress, kita akan lebih banyak melamun, tidak fokus, tidak bisa tidur, bahkan terkadang emosi yang meluap-luap meminta untuk disalurkan. Mungkin diri sendiri tidak akan merasakannya, karena otak kita lebih fokus untuk menggali-gali masalah kita, mencari benang merah untuk diselesaikan, dan akibatnya kita lupa kalau kita juga harus memperhatikan hal-hal disekitar kita, tak jarang pula kita sering mengeluarkan helaan panjang. Sudah satu paket.

Stress sendiri adalah ketegangan yang melibatkan emosional dan fisik, akibat tanggapan dari berbagai tekanan dari luar. Jadi seandainya tidak segera merelakskan diri, mengatur dengan baik, kita akan megalami gangguan emosional dan fisik secara berlebihan, Karena terkadang, stress mengakibatkan orang tidak ingin makan, hanya bengong, melamun, sudah seperti mayat hidup yang tidak melakukan apa-apa.

Saya beruntung, stress tidak menurunkan nafsu makan, malah meningkatkan nafsu makan saya, setidaknya masih ada yang bisa dicerna oleh usus-usus, dan setidaknya juga tidak bisa membuat saya semakin kurus setelah 3kg berat badan turun. Oh my... jangan lagi. 

Stress

Posted by : la plui
Date :
With 0komentar

Tempat Pulang

| Senin, 04 April 2016
Baca selengkapnya »
Aku masih belajar kawan, jadi jangan salahkan keadaanku, jangan posisikan aku dengan opini sepihak, lihatlah hari ini yang begitu panjang, karena memang urusan ini tiada pernah habisnya. Semakin aku menyelam, semakin aku tenggelam, mencoba memahami, namun semakin menjauhi esensi. Seperti labirin, kau bukan tempatku pulang, apa kau akan bertanya pada siapa aku akan pulang?

Aku masih saja belajar, belajar mencintai, seperti Zainab yang mencintai Al-Ash, atau cinta tak bersyarat Ummul mukminun, aku belajar ikhlas, seperti Ummar dengan masa lalunya, seperti Ummu Khultsum dan Rukhayah. Aku belajar berjuang, seperti Nusaibah sebagai perisai, atau seperti Billal di tengah terik dan rotan kasar. Aku belajar.. aku masih belajar. Ingat aku masih belajar.

Seperti perjalanan pulang selepas seharian membersamai siang saat ini, Apa pelajaran kali ini? yaa... aku hari ini banyak belajar, merenung dengan pertanyaan salah seorang Uztad yang mungkin dengan kesengajaan bertemu hari ini. Lalu jawaban yang kuberikan, seperti kembali terngiang. Aku sadar, ada jeda disana... tapi inilah jawabanku. 2 tahun bukan waktu lama. Dan setidaknya aku masih punya waktu belajar. Kesendirian adalah candu, tapi kebersamaan adalah kecemburuan.

Masih dengan senja, kali ini ada pelangi yang tergantung di sisa sisa semburat merah matahari, dan juga.. masih bau tanah sehabis hujan. Istimewa. Aku menginsyafi diri. Tidak ada cinta. Siapapun itu, kau atau dia. Karena aku masih belajar, dan untuk sebuah prinsip, aku tidak akan berubah. Tidak akan ada cinta sebelumnya. Apapun tradisi yang berlaku dalam sebuah keluarga. perjodohan. tidak akan ada gugatan. Sebab ketika dadu terlempar, ia akan berhenti ditempat yang sama. sekalipun kau ingin mengubah hal yang mustahil. jadi anggaplah saat ini aku sedang menyesaikan matematika tentang takdir dan masa depan. Aku belajar.

Malam ini aku belajar, dan aku menyelesaikannya dengan baik. Aku mengerti siapa x dan siapa y. Aku berhasil menyelesaikan soal algoritma yang sebelum-belumnya tidak pernah kumengerti sedikitpun. Dan hasilnya... mengagumkan. Bukankah sudah kukatakan bahwa hari ini adalah hari istimewa? ya,,,aku sudah mengerti. Bahagia. Itu rumus dasarnya. 

Kuharap kau mengerti, Jika kau bertanya, pada siapa aku akan pulang?
Maka jawabanku sudah pasti. Keluarga. 

Tempat Pulang

Posted by : la plui
Date :Senin, 04 April 2016
With 1 komentar:

Rahwana

| Minggu, 03 April 2016
Baca selengkapnya »
Aku sedang mencari Rahwana,
bukan Janaka, Bukan Werkudara, apalagi Rama
Karena aku sedang mencari Rahwana.. 
Ia protagonis yang antagonis,
belajar memaknai takdir dari Rahwana, aku ingin
bukan Rama yang memilih citra daripada shinta

Maaf, aku memang sedang mencari Rahwana. Dan kau bukan Rahwana.

Rahwana

Posted by : la plui
Date :Minggu, 03 April 2016
With 0komentar

Lelaki Hujan

| Jumat, 01 April 2016
Baca selengkapnya »
selamat malam lelaki hujan,
mungkin kau sedang lelah menyulam kembali aksaramu
maaf aku sengaja tak membagi kisahku (lagi)
sebab malam semakin kelabu, seperti namamu
dan aku hanya diam, dititik horison tak lagi memandangmu yang sarat antonim
bulan sudah menapaki april, tapi bayangmu saja semakin menjadi-jadi
kau adalah hujan yang tak diinginkan tapi dinanti sekaligus
kau mengaku bulan, namun kau matahari yang tak pernah diketahui
jadi, lelaki hujan...
pertemuan memang bisa dipaksakan, namun kehadiranmu teramat magis
terlampau jauh untuk dikatakan takdir
terlampau diabaikan untuk sekedar tatap muka sekali waktu
jauh selama itu, aku menunggumu menulis lagi
seperti kau yang diam-diam membaca tulisanku yang tidak pernah menyelipkan namamu
hei.. kau tidak berhenti menulis bukan?
malam semakin mengheningkan cipta, kau tau
semakin sepi tanpa tulisanmu beberapa bulan ini
kau adalah sebuah kesalahan, seperti semicolon
tapi kau adalah pembenaran dari semua logika omong kosong
baiklah lelaki hujan,
ku sudahi malam ini dengan kembali berkutat pada huruf bodoh sarat makna
dari bilik yang tetap setia menunggu
untuk tulisan tanpa roman 

Lelaki Hujan

Posted by : la plui
Date :Jumat, 01 April 2016
With 0komentar

Memeluk Hujan

| Kamis, 31 Maret 2016
Baca selengkapnya »
langkah kakinya terdengar pelan dan semakin melambat
seirama dengan rintik hujan
aku menatap tatapannya ke langit
seakan ingin menggugat hujan
yang turun di bulan maret
ia berhenti,
aku masih menatap tubuhnya
menyatu dengan hujan
lalu aku menatap hujan,
apa salahnya?
ia hanya hujan
tapi ia hujan...
ia menghapus dan memunculkan ingatan
lalu untuk pilihan yang mana yang ia pilih
ia berdiri,
membuka payung dan memakainya
lalu butuh  alasan apalagi
setelah yang ia lakukan tadi
segaja menyatu atau memaksa menyatu dengan hujan
kakiku sudah dingin,
namun aku masih enggan berpindah
tanganku sudah semakin putih
tapi kali ini biarlah hujan memelukku
seperti yang ia lakukan padanya
aku tau, ia menghapus air mata
namun ia menyamarkannya pada hujan di bulan maret
mataku mengabur bersama hilangnya punggung yang sedari tadi tertutup sebagian payung
siapa kau yang menyalahkan hujan turun
siapa kau yang memeluk hujan lalu mengaburkan apa yang kau lakukan
siapa kau yang meninggalkan hujan
siapa kau..?

Memeluk Hujan

Posted by : la plui
Date :Kamis, 31 Maret 2016
With 0komentar

Basa Basi yang Udah Basi

| Sabtu, 26 Maret 2016
Baca selengkapnya »
Aku masih menghubungi teman konyol seperjuangan dulu waktu sma, dan kau tau.. ini membuat emosiku naik dari frekuensi 4 hz menjadi 16 hz, pangkat duanya. Konyol...mana ada kemana-mana hp aktip, tapi sinyal kosong melompong, diteleponin gak nyambung, selalu dijawab sama mbak mbak operator yang siap siaga 24 jam, dismsin, tapi habis itu nunggu beberapa jam buat dapet notif terkirimnya, masak iya sms ngirimnya jam 6 pagi nyampenya jam 9 malem, kan asem. Padahal iklannya gembar gembor kalo dimana-mana nangkep sinyal bagus.. eh makin kesananya sinyal makin ilang aja kayak setan, muncul tenggelam. Apa mungkin akunya aja yang jadi korban iklan komersial, tau ah gelap.  

Anak itu kebiasaan suka ngilang sendiri, enggak ada hujan engga ada panas tiba-tiba uda nonggol aja di depan pintu sambil nenteng ponakan yang sempet ditoyor-toryor masuk kali, jatuh dari sepeda maksudnya wkwk. Nah giliran pas penting, ada acara alumni, dianya ngilang, engga tau dimana, tapi pas uda selesei acaranya baru ngomong kalo abis dari sawah, atau kalo engga ngumpet di pojokan kamar sambil melototin leptop. Marathon anime. Siapa yang engga gregeten sama bocah satu ini, bikin tangan gatel buat jedot-jedotin itu muka di tembok. Tapi jangan deh.. kasian nanti, kan aku jadi sendirian kalo jalan. Jadi mumpung dia jones, kan bisa diberdayakan, ashooy... *habis baca blog ini pasti kena senggol bacok sama si tokoh temen pemeran utama :D

Oh ya.. minggu lalu sih, sebenernya kita mau bareng-bareng ke acara wisudaan tetangga sebelah, si nunik. tetangga kelas yang suka chit-chat engga jelas kalo lagi kumpul bikin majalah sekolah. Yaa.. maksudnya kepengen ketemu, kan uda ada 4 tahunan kagak ketemu, pingin liatin tingginya, masih sama kaya aku (baca = pendek) atau udah tinggian gara-gara minumin bonet** terus , tapi asli, entah gara-gara uda umur 20.an atau emang uda tua, kayakya tinggi kita masih sama-sama aja, pendek, bontot haha.. gapapa, yang penting bahagia, ya kan nik.. iya kan... diiyaiin aja lah ya, bikin aku bahagia pahala hlo :D,  uda plan sebener e sama temen yang namanya si kasni ini.. tapi dasar dianya engga peka pake banget, soalnya pake acara lupa juga, dan jadilah aku berangkat sendirian, dikawalin 2 bocah yang tiba-tiba ngontak 2 hari sebelum acara. Tapi alhamdulillah deng, kan aku engga apal jalannya, jadilah dua bocah ini penunjuk jalan, maafin aku ya nyet, hehe

Udah kaga punya sim, tapi pedenya na'udzubillah deh. siapa..? ya siapa lagi kalau bukan aku hehe, jadi sebelum cabut, pamitan sama dua bocah ini, minta tolong nanti kalo lagi ada polisi jangan ditinggalin, eh.. malah diketawain kaya nini nini engga jelas. bukannya takut sih sama polisi, cuma suka deg-deg an aja kalo pas lagi lewat, engga tau kenapa, tapi pas liat orang make baju polisi gitu yang ada hati udah lompat-lompat engga jelas, masa iya aku jatuh cinta sama polisi, engga ah... nanti ditilangin mulu jadinya, kan sayang duitnya wkwk. Dan berangkatlah aku bersama 2 bocah dan satu adeknya ini. Sebutin namanya engga ya...? gpp deh.. itung itung promosi, iya engga..? jadi nama bocah itu yulis (jangan salah, ini nama cowok), agung sama adeknya si tami.

Nyampe di u-em-es juga akhirnya setelah ngikutin 2 bocah yang jalannya kaya cewek, heran deh, biasanya sih kalo uda pegang motor, cowok kan sukanya ngebut-ngebut gak jelas gitu, nah ini.. jalannya lurus-lurus amat, pas ditanyain katanya takut akunya ketinggalan, hehe.. peduli juga mereka, tapi syukur deh, asal ngebutnya masih dibawah 100 insyaallah masih bisa ngejar kok. Dan disinilah kita, setelah 4 tahunan ketemu untuk pertama kalinya, kecuali agung yang waktu itu sempet kedampar di rumahnya sama adek jadi-jadianku cuma gara-gara tugas yang engga banget. Iyalah.. nyampe disono engga ada hasil. Cuma jadi tukang ojek aja malem-malem. muka taruh mana muka... malem-malem pergi ke rumah orang. asli pengen banget toyot-toyor muka si nanda kalo keinget omogannya malem itu. 

Dan disinilah aku, stuck sama bocah-bocah yang suka bully anak orang, heran deh.. kayaknya mukaku juga bukan bulliable banget. tapi emang krama berlaku, biasanya bully anak orang, sekarang deh apes kena bully.. awas aja besok-besok kalo ketemu lagi, uda tak siapin basoka haha.. mau balas dendam :D

Its too good to share a good memory with you guys :')             
     

Basa Basi yang Udah Basi

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 26 Maret 2016
With 0komentar

*12**

| Kamis, 24 Maret 2016
Baca selengkapnya »
Such a coward...!! yes, thats me !
Melarikan diri bukanlah pilihan, namun aku tetap saja melakukannya. Aku tidak melarikan diri dari masa lalu, tidak juga melarikan diri dari dikejar-kejar sapi gila, no.. bukan, tapi aku melarikan diri darimu. Apakah kau sebegitu mengerikannya sehingga aku harus melarikan diri darimu. YA! bahkan aku tak mengira bahwa pengaruhmu sebegitu besarnya untuk sekedar mengobrak-abrik dunia kecilku. Hebat bukan...?? aku saja tak mengira bahwa kau memiliki aura yang sampai saat ini aku tidak mampu menandinginya. Kau angkuh, dingin dan tak tersentuh. Dan itu mengerikan.

Aku menekan diriku untuk tidak berurusan denganmu, menahan diri untuk tidak bertemu denganmu, mengalihkan pandanganku mati-matian ketika harus berbicara denganmu. Mengabaikan sms, wa, bbm yang kau kirimkan, membalas sekedarnya, namun tetap saja aku tergoda. Damn, bahkan selama bertahun-tahun mengenalmu aku masih saja tidak mampu, siapa kau yang berani-beraninya melempari sungai yang tenang lalu meninggalkannya dalam keadaan keruh? sangat tidak sopan.

Namun agaknya usahaku bisa membuatku sedikit tersenyum lega, kau tidak lagi datang dengan frekuensi sama seperti dulu. Aku yang mendorongmu menjauh, namun aku juga yang kehilangan. Tidak... maksudku hanya sedikit kehilangan. karena misiku bertahun-tahun masih sama : membuatmu menjauh dariku! Jangan tanya seberapa menyakitkan melakukannya, namun logikaku masih memaksa untuk bekerja. Ya.. ini demi aku, demi diriku dan tak ada pilihan lain. Karena pilihan yang tersedia hanya, menjauhkan atau menarik diri. Tapi masalahnya ada di diriku. Seberapa kuatnya aku mendorongmu menjauh, aku tetap saja masih merindukanmu. Ya.. masalahnya ada padaku, dan aku tak tau apa yang harus aku lakukan lagi. Mentok.

Mengingat semua kejahatanmu.. sudah sejak lama kulakukan untuk membencimu. Namun nyatanya hatiku melakukan pembenaran untuk semua kebaikan yang kau lakukan setelahnya. Perlakuan yang selalu istimewa, kata-kata manis, perdebatan konyol yang selalu kau lakukan membuatku sekali lagi mengingatmu. Dan semoga saja kau melakukanya tidak hanya padaku supaya aku lebih mudah untuk membencimu. Percayalah.. aku hanya tidak ingin jatuh terlalu dalam, hatiku dan otakku sudah lama mengatkanku. Berulang kali. 

*12**

Posted by : la plui
Date :Kamis, 24 Maret 2016
With 0komentar

Terlambat

| Minggu, 20 Maret 2016
Baca selengkapnya »

Aku menangkap matamu yang terkadang memperhatikanku dari kejauhan, sendu, atau entahlah. Namun aku tetap menyimpannya untuk diriku, dan berpura-pura seakan tidak mengetahuinya. Aku selalu menyangkal itu hanya tatapan biasa, aku selalu memastikan pada diriku sendiri, itu hanya sebuah kebetulan. Kebetulan yang berkali-kali. ya hanya kebetulan saja.

Namun kau selalu peduli, menanyakannya padaku, bagaimana bila ini, bagaimana bila itu, selalu meminta pendapatku, meminta persetujuanku meskipun kita tidak sedekat itu. Selalu menanyakan hal sekecil apapun. Aku tau benar kau peduli, namun aku selalu menyangkalnya dan memastikan bahwa kau melakukan karena aku temanmu. benar-benar tidak peka bukan..?. kadang aku berfikir, akukah yang terlalu bodoh atau kau yang terlalu sabar menghadapiku. Aku mengakui bahwa aku kurang bisa menangkap pesan tersirat, karena aku adalah orang masa bodoh yang selalu mengatakan semua akan baik-baik saja. 

Perlahan kepedulian yang kau berikan mengetuk pintu hatiku pelan, namun sudah cukup terdengar oleh telingaku. Aku masih saja menunggu, ya menunggu... memikirkan apa yang harus aku lakukan, karena aku masih tidak punya cukup keberanian untuk membukanya setelah sekian lama aku memutuskan untuk menutupnya rapat-rapat. Namun ternyata kepedulianmu membuatku kembali mengerjapkan mata, menajamkan telinga, dan aku bertanya berulang-ulang pada hatiku. Namun aku masih saja meragukanmu, lagi-lagi aku mengecewakanmu

Percakapan malam yang selalu kuputus secara sepihak, pertanyaan-pertanyaanmu yang kadang kuabaikan dengan alasan apapun, kepedulianmu yang selalu kuabaikan begitu saja, tiba-tiba saja lewat begitu saja tanpa permisi mengisi beberapa hari terakhir ini. Aku termenung sepanjang malam, mungkin aku akan mencobanya. ya aku akan mencobanya. Mungkin sedikit cukup terlambat untuk benar-benar melihat kepedulianmu, tapi hei... bukankah tidak ada salahnya untuk setidaknya mencoba?

Tapi aku salah besar, aku sudah terlambat. Dan bodohnya aku hanya bisa merutuki kecerobohanku disaat aku benar-benar telah siap menerima uluran tanganmu. Disaat aku benar-benar telah mencoba untuk kembali membuka hatiku. Aku melihatmu tertawa. Karena kau telah menemukan dia. seseorang yang selalu melihatmu, dan akan selalu disampingmu. Maka kulangkahkan kakiku sedikit demi sedikit bersama kepedulianmu yang perlahan telah berpindah. Aku menyesali keterlambatanku, lalu aku menyesalimu yang tidak menungguku sedikit lebih lama. Penyesalan yang selalu datang di waktu yang tidak tepat, tetapi sebenarnya sangat tepat.

Terlambat

Posted by : la plui
Date :Minggu, 20 Maret 2016
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲