Newest Post

Re

| Selasa, 19 Januari 2016
Baca selengkapnya »
Jelaskan..!!
kau meminta hal yang tak mungkin bisa kulakukan lagi...
dan jika kulakukan tidak akan membantu sama sekali
bagaimana bisa kau membunuhku sekali lagi ketika aku sudah terbunuh
bahkan aku baru saja selesai mengumpulkan puing-puing hati yang baru saja kau runtuhkan
karena bagiku butuh waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan kepingan yang jatuhnyapun berserakan
ah.. aku nyaris lupa, kau tak membutuhkan itu
bagimu aku hanya biduk kecil yang hampir kau jatuhkan lagi dengan kudamu
karena salah selangkah saja, aku tidak akan bisa berdiri lagi
lihatlah...
namun kau hanya berpaling, mendengus, lalu membiarkanku, pergi
di kursi panjang, yang tak terasa panjang... merah dan semakin menusuk mataku
jadi apa artinya,
kita begitu dewasa ketika jatuh cinta, lalu kembali menjadi anak-anak setelah berpisah
dan jika begitu..
cinta macam apa ini?
matahari kian meredup, mengakhiri siang yang tak begitu bersemangat
kau tau.. kita dulu bertemu disenja
tapi kau melupakannya
membuangnya jauh-jauh dari sekedar kenangan menjadi sebuah sumpah serapah
melemparkannya pada sembarang waktu
lalu kenapa sekarang kau disini?
setelah sebelumnya kau menolak mentah-mentah apa yang aku usahakan dulu
kau sempurna terdiam, matamu berputar mencari jawaban..
.............
...............

Re

Posted by : la plui
Date :Selasa, 19 Januari 2016
With 0komentar

Gws

| Senin, 18 Januari 2016
Baca selengkapnya »
Hari ini sedikit menyebalkan bukan..?
Tidak bagi kalian, namun bagiku... dan bagaimana bisa kalian berdua kompak mendesakku menjelaskan hal-hal omong kosong ini?
Haha...Baiklah... aku sekarang memang sendiri, tidak ada satupun yang memihakku disini, bukan kakakmu, bukan adek kelas kita, bukan salah satu teman kita yang saat ini kabur di tawangmangu dan bukan orang yang bisa mengkonfirmasi cerita benarku ini --
dan.. ya ya, ini pertama kalinya kita mengobrol panjang lebar...
membicarakan masalalu, masa depan, masa sekarang..
hei kaliaan... bisakah kalian selesaikan dulu apa yang kalian mulai
bukannya mencari cari mangsa untuk bahan tertawaan... :D
baiklah baiklah... aku kalah
mengalah untuk membiarkan kalian bahagia itu bukankah satu kebaikan juga?
setidaknya ada yang bisa kulakukan untuk membuat kalian tertawa..
disaat yang seperti ini,
dalam keadaan yang memang butuh seseorang disamping kita...
dan disinilah kami... untukmu :)

hope your dad get well soon, dude...
*)FM



Gws

Posted by : la plui
Date :Senin, 18 Januari 2016
With 0komentar

Relatif

| Sabtu, 16 Januari 2016
Baca selengkapnya »
Indah itu relatif,
Jika indah relatif maka cantik, tampanpun juga relatif...
Bagaimana dengan keinginan...? apakah bisa disebut relatif?
Ketika kita menginginkan ini, menginginkan itu, namun pada kenyataannya kita tidak bisa mendapatkannya...
Dan terkadang ketika kita tidak menginginkan apapun, tiba-tiba saja apapun itu muncul dengan semena-mena...
Jadi apakah keinginan itu juga disebut relatif?
Baiklah..tengoklah barang sebentar saja...

وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُون
Saya bukan orang yang pintar agama, tapi bukankah kita terasa familiar dengan ayat di atas?
Ayat yang sangat terkenal... 
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (QS. 2:216)

Jadi bisakah kita menghubungkannya dengan relatif-tidaknya sebuah keingingan-suka menyukai-benci membenci
Hati tau jawabannya
Seperti yang terjadi pagi tadi..
Sekali ini saja, tidak akan terulang lagi
Relatif sekali...

Relatif

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 16 Januari 2016
With 0komentar

Khadijah

| Senin, 11 Januari 2016
Baca selengkapnya »
Apa jadinya bila tidak ada kisah cinta diantara manusia pilihan ini?
Dan apa jadinya bila si wanita ini tidak mendatangi waraqah sebelumnya?
Apa jadinya bila tempatnya diisi wanita lain, bangsawan selain dirinya?
kecantikan hatinya menawan semua raja pada masanya,
keteguhan hatinya menolak semua tawaran manis yang datang kepadanya...
bukankah hari jum'at adalah salah satu hari berkah-Nya?
maka terberkatilah pernikahan itu...
Penyatuah dua insan yang begitu bercahaya di masanya
Salam bertebaran disepanjang lorong oleh lelaki dan wanita
Dan harta... Dia telah berfirman,
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan
lalu Dia memberikan kekayaan
Katakan padaku, apa yang terjadi seandainya 'Atiqah menganggapnya sebagai hinaan?
ia melangkahkan kaki dengan tergesa,
mengetuk pintu, dan akhirnya ia bertemu dengan dia
kesepakatan sudah dibuat
Begitulah bila Tuhan telah berkehendak, maka terjadilah apa yang terjadi
Dan begitulah dia selama 26 tahun, membersamai suaminya
Dalam susah maupun senang, duka maupun suka
lalu tanyakan pada siapapun, siapa yang tak iri dengan wanita ini?
Hidup mulia, dengan dijamin masuk syurga
Maka kujamin, tak satupun wanita yang tak iri dengannya
wanita mulia, wanita syurga
Khadijah.

Khadijah

Posted by : la plui
Date :Senin, 11 Januari 2016
With 0komentar

It's good to see you again

| Kamis, 07 Januari 2016
Baca selengkapnya »
Sudah lama aku tak memutari Kota Solo, mungkinkah 6 tahun lalu? atau 5 tahun lalu? aku sudah lupa. Mengenang jaman-jaman itu membuatku tersenyum sendiri, bagaimana tidak sekarang saja aku hampir melupakan jalan-jalan ini, baiklah.. mungkin yang terbaik dari masa yang terbaik adalah tetap mengenangnya. Aku selalu mencintai masa itu, jauh sebelum aku berumur 19 tahun.

Seseorang berteriak kepadaku. Mukaku kebas karena begitu kagetnya mendengar teriakannya, macam meneriaki seekor kucing keluar dari rumah. Baiklah.. ini adalah bagian terbaik dari perjalanan ku mengitari solo. Seorang sahabat yang selalu ada ketika aku disini. Seorang sahabat yang sama senewennya denganku, berolok-olok, bercanda gurau, mengomentari apapun yang terlihat ganjil, dan bahkan sama-sama memiliki pikiran aneh. haha... baiklah, sebelum kuteruskan lagi, aku akan berpikir ulang, bisa saja nyawaku terancam bila dia membaca tulisan ini. Hai kawan... kapan-kapan kita bisa tersesat bersama-sama lagi.. kau akan menjadi pemanduku lagi bukan..?

Jauh sebelum ini, dia menanyakan tentang hal aneh kepadaku. Aku tau, dia tak pernah tertarik dengan hal tulis menulis, karena kau tau.. dia hanya suka membaca novel.. atau kalau tidak menonton anime sepuasnya, dan pertanyaannya terlalu serius. Aku bertaruh, dia saat ini sudah melupakan pertanyaan yang ditujukan itu padaku. haha... baiklah, kau bertanya padaku, apakah semua yang kutulis di blog ini semua adalah kisahku? maksudmu adalah fakta, bukan begitu?. Aku menulisnya. Tapi bukan berarti semuanya adalah fakta. Aku menulisnya karena aku ingin menulisnya, sederhana saja. bahkan dengan atau tanpa dibaca sekaligus aku tak peduli. Aku menulis karena aku suka. begitu saja. Jadi kau jangan mulai menginterogasiku dengan pertanyaan pertanyaan bodoh macam cinta yang pernah kutulis. Kau tau benar aku berusaha semaksimal mungkin untuk tidak jatuh cinta. Karena percuma saja. kau tau itu, kau tau lebih dari siapapun. Kau tau benar kehidupanku, dan kau tau benar aku. Jadi jangan tanya lagi... atau kau benar-benar kutimpuk dengan buku tebalku, haha aku sudah muak.. benar-benar muak dengan pertanyaanmu itu haha, apalagi sampai kau menyebut nama itu lagi. aku akan benar-benar mulai menimpukimu...

It's good to see you again...





It's good to see you again

Posted by : la plui
Date :Kamis, 07 Januari 2016
With 0komentar

1-8-9 Jatuh Cinta Lagi

| Minggu, 03 Januari 2016
Baca selengkapnya »
Hari ini hujan sepertinya akan turun sepanjang hari...
Tapi maukah kau kuberi tau sebuah cerita? cerita sepihak, tidak... mungkin bisa disebut cerita yang hanya kau yang tau ujungnya.. tidak... mungkin hanya sebuah cerita. Tidak lebih.
Hanya saja.. anggaplah semua ini bohong. hanya kebohongan saja.

Kau tau manusia memiliki banyak sekali wajah, namun kau tau... aku terkadang bisa melihatnya dengan jelas, bagaimana mereka menipu, bagaimana mereka berpura-pura, dan mereka yang asli. begitupun dengan seseorang yang kukenal jauh sebelum aku benar-benar mengenalnya.

Lalu aura itu memudar, seperti ketika air yang bening ditetesi dengan tinta hitam pekat, sangat pekat. Hingga akhirnya air jernih itu tidak lagi jernih. Semua tidak kulihat dengan jelas, aku seperti menghapus memori. Dan dia menghilang.

Aku sudah jatuh cinta..
Tapi dia tidak tau aku jatuh cinta kepadanya. Aku jatuh cinta dan dia menghilang begitu saja. Dan kau benar-benar tau aku tak bisa menyalahkan apapun dan tak bisa mengubah apapun. Aku menunggu.

Hujan kembali datang. Kami menikmatinya.
Awan, Senja, Angin, Bulan dan Musik. Kami benar-benar jatuh di dalamnya. Dia Tidak Tau.

Karena dia tidak berniat untuk membuka halaman berikutnya dari sebuah buku. Ah tidak... dia sudah berhenti membacanya.

Lalu pada malam harinya dia menyapa. Dia kembali. Bukankah dia menyapa untuk kembali?
Tapi aku salah. dia hanya sekedar singgah. merapikan buku yang terbuka pada sebuah halaman untuk menutupnya kembali. Aku sadar. Dia benar-benar hilang.

Begitulah seterusnya, seperti musim dalam setahun, datang... kemudian hilang. bukankah setelah musim hujan adalah musim kemarau? yaa... akan terjadi kemarau panjang.

"lalu apa yang kau lakukan sekarang? masih menunggu?"

Aku? Tidak lagi. Apalah artinya menunggu? ia hanya sebuah buku usang-berselimut debu-rapuh yang tertinggal disudut kardus.
aku hanya menunngu. Untuk jatuh cinta lagi....




1-8-9 Jatuh Cinta Lagi

Posted by : la plui
Date :Minggu, 03 Januari 2016
With 0komentar

Takdir Macam Apa Ini?

| Rabu, 30 Desember 2015
Baca selengkapnya »
Takdir macam apa ini....???
Ternyata kau, aku dan dia adalah "teman" lama yang hilang
kita ada di satu waktu, di satu tempat, selama bertahun-tahun tanpa mengenal satu sama lain
lihatlah... konyol bukan??
jadi biarkan aku tertawa sejenak... bagaimana bisa ini terjadi?
baiklah... mari kita uraikan satu-satu
aku dan dia adalah sahabat dekat
dia dan kau adalah sahabat dekat
namun aku dan kau... rantai telah terputus disini. Seberapa keras kau mencoba melihatnya
Tuhan telah menghapus penglihatan kita terlebih dahulu
hanya dia yang mengenal aku dan kau.
aku tak tau, begitupun kau
dan sekarang lihatlah... Tuhan membiarkan kita melihatnya lagi
tidak... hanya aku. sedang kau belum menyadarinya..
maka ketika pertama kalinya aku tak merasa asing denganmu, aku sudah menduganya...
ada sesuatu yang salah disini...
ya... ada sesuatu yang salah disini..
apa aku akan memperbaikinya?
tidak..!!
sama sekali tidak..!!

Takdir Macam Apa Ini?

Posted by : la plui
Date :Rabu, 30 Desember 2015
With 0komentar

Asal Tidak Berhenti

| Selasa, 22 Desember 2015
Baca selengkapnya »
Hai kawan...
Pagi ini terlalu sedih untuk orang-orang yang sedang berduka
Terlalu mendung untuk melepaskan seseorang yang sudah ada di samping kita bertahun-tahun
Dan disinilah aku... berada dikerumunan orang-orang yang berduka
Lalu tanpa sengaja.. yaa tanpa sengaja
Seseorang menyentuh tanganku dan bertanya kepadaku
Aku tidak mengenalnya, bahkan setelah jawaban jawaban itu meluncur begitu saja dari mulutku
Aneh bukan?
Kata ayah, aku tidak boleh berbicara dengan orang asing yang belum kukenal
Namun, dengannya aku tidak merasa asing sedikitpun, memang aneh
Kidung duka semakin tak terdengar
lirih-lirih..
Keranda terangkat untuk dilepaskan
Satu per satu orang-orang yang berpakaian hitam ini berdiri
dan aku masih terpaku ditempat dudukku 
lalu ia kembali bercerita...
menceritakanmu...
Baru saat itu aku mengetahui bahwa ia adalah ibumu.
Dunia benar-benar sempit bukan, aku tidak bertemu denganmu tapi dengan ibumu
Kau tau apa yang diharapkan ibumu??
Teruslah berjuang..!
Terlambat tak apa, asal tidak berhenti...

Asal Tidak Berhenti

Posted by : la plui
Date :Selasa, 22 Desember 2015
With 0komentar

Desember

| Kamis, 03 Desember 2015
Baca selengkapnya »
Sudah Desember (lagi)...
Sehari..dua hari.. seminggu...sebulan... setahun... apa yang paling menyenangkan?. Banyak. Bahkan tak akan bisa bila dihitung satu-satu.
Lalu bagaimana kau menyimpannya? lewat foto-fotokah? sosial media? tulisan? memori? atau hanya kau biarkan berserekan? jika iya, kau adalah orang paling menyedihkan di dunia ini, kau bahkan tidak punya tempat untuk berbagi, sekedar berbagi tidak peduli lawan bicaramu tak menyimaknya, alih-alih mendengarmu berbagi, bertemupun seakan tak sudi... benar bukan?
Sudahlah... kau adalah orang menyedihkan, lalu untuk apa aku membicarakan kesedihan atas orang-orang yang menyedihkan, itu adalah menyedihkan.
Lalu apa yang paling menyakitkan? Kehilangan. Ya... semua orang tau kehilangan adalah hal menyakitkan, kehilangan keluarga, saudara, sahabat, dan kehilangan waktu. Sama sepertimu, kau adalah orang yang paling banyak kehilangan waktumu, bahkan bagimu tahun 2015 adalah tahun 2008. ya... waktumu telah berhenti di 14 juli 2008, bukan... tapi dimulai dari tahun 2008. dan  mungkin kau tak ingin kembali pada waktu yang sesungguhnya. Aku tak tau apakah kau kehilangan waktumu atau waktu telah kehilanganmu. Semua sebenarnya bisa dijelaskan olehmu, namun kau hanya terdiam, seolah kau asing dengan segalanya, denganku dengan dunia dengan orang-orang disekitarmu. yang kau pahami adalah merea tidak tau dan tidak ingin tau, dan kaupun sama halnya tak ingin tau. Lalu aku bisa apa?

Sudah Desember (lagi)...
Bulan yang selalu ingin dihindari, dan sekaligus ingin orang-orang cepat melaluinya. Lalu aku bertanya, ada apa dengan Desember? ia bahkan hanya bulan, salah satu bulan dari 12 bulan, yang hanya ada sekali dalam setahun... lalu mengapa banyak orang ingin cepat-cepat berlalu dari bulan ini?
Tak ada yang menjawabnya. Dan setelah besar ini aku tau, aku mengerti dan paham benar mengapa mereka, orang-orang ini ingin segera mengakhiri bulan Desember. Dan aku... bagiku sama-saja. ah tidak... ada, sedikit berbeda.

Desember...
Kita akan melaluinya bersama

Desember

Posted by : la plui
Date :Kamis, 03 Desember 2015
With 0komentar

Pulanglah Mbak...

| Minggu, 11 Oktober 2015
Baca selengkapnya »
Pulanglah mbk.... lima tahun tidakkah cukup meninggalkan keluargamu sendirian? tanpa sebuah kabar tanpa ada berita..Pulanglah....
atau setidaknya berikan kabarmu mbk, bagaimana cara agar aku bisa berbicara denganmu? aku hanya punya akun facebookmu yang entah apakah sekarang kau masih menengoknya atau mungkin sudah menghilang layaknya dirimu...

Pulanglah mbk... apakah kau sekarang bahagia disana? batam atau solo atau dimanapun sekarang kau berada, pulanglah... setidaknya tengoklah orang yang dulu membesarkan dirimu..
atau bahkan teman-temanmu yang selalu rajin menulis di dinding facebookmu, berharap kamu pulang, berharap kamu memberi kabar, berharap sekedar membalas kiriman mereka... kumohon penuhilah salah satunya mbk...

Pulanglah mbk... ikhlas atau tidak mengikhlaskan, tapi bagaimana hati seorang ibu ketika ia mengikhlaskan putrinya. yang entah masih hidup atau sudah mati..??
yang dalam tiap rakaatnya selalu menyebut nama putrinya, namamu yang selalu ia harapkan untuk pulang

Mbak... malam ini aku menulis pesan untukmu, semoga kau sempat membacanya, entah hari ini atau esok lusa, semoga kau membacanya....
minggu depan akan ada mabit lagi mbk... kalau dulu aku suka satu kelompok dengan mu.. tapi sekarang aku sudah menjadi panitianya mbk.. tidakkah kau rindu untuk sekedar menengok adik adikmu yang disini?
Pulanglah mbk...

Dimanapun kau berada semoga selalu dalam lindungan-Nya... selalu dalam kebaikan, selalu dikelilingi kebaikan, cepatlah pulang mbk aisy...

Pulanglah Mbak...

Posted by : la plui
Date :Minggu, 11 Oktober 2015
With 1 komentar:

I Can't Keep My Eyes Off of You!

| Kamis, 24 September 2015
Baca selengkapnya »
I don't know why. I can't keep my eyes off of you!
My mind forgets to remind me
you're a bad idea
its just wrong enough to make it feel right

never found someone like you
so bright
so clear
so real
but... you have no idea what i feel inside
you see i'm sayin...?
you're just too perfect to be true


I don't know why, I can't keep my eyes off you
This Clock never seemed so alive


I Can't Keep My Eyes Off of You!

Posted by : la plui
Date :Kamis, 24 September 2015
With 0komentar

Menunggu Bulan Depan

| Senin, 21 September 2015
Baca selengkapnya »
untuk seseorang yang tulisannya selalu kubaca tanpa meninggalkan satu komentarpun..
untuk seseorang yang tak pernah mengetahui "aku"
untuk seseorang yang tak pernah menyangka bahwa "aku" adalah aku...
apa kabar?
tidakkah kau terlalu jauh meninggalkanku?
apakah kau sebegitu jatuh cinta dengan aksara sekarang? ppfft.... sudah kuduga. Tak apa.. aku menyukai tulisanmu,
aku hampir saja meninggalkan hal itu bila hari ini aku tidak membaca tulisanmu.
hmmm apakah 4 tahun yang lalu? atau tiga tahun yang lalu?
kau memintaku membuatnya, namun sekarang kau meninggalkanku jauh haha...
tulisanmu sudah sebegitu rapinya hingga kadang aku sulit mencari apa artinya,
terimakasih, tulisanmu menyelamatkanku
dan maafkan aku telah mengambil jarak sejauh ini...
meninggalkanmu dan memaksamu melakukannya sendirian..
tidak begitu sulit kan?
semoga...
semoga secepatnya kita bertemu.. paling tidak bulan depan bukan?

-Orion-


Menunggu Bulan Depan

Posted by : la plui
Date :Senin, 21 September 2015
With 0komentar

Sebuah Titian

| Jumat, 11 September 2015
Baca selengkapnya »
Suatu hari dua anak bersahabat A dan B tengah melakukan perjalanan jauh, amat jauh. Selama perjalanan itu mereka selalu berjalan dengan beriringan, ketika salah satu mendapat kesulitan, maka sahabat yang satunya lagi membantunya. Mereka berbagi pengalaman, melalui penderitaan dengan bersama-sama. Namun si B semakin hari semakin lincah saja, sedang si A masih dalam kondisi yang sama. Ketika berjalan si B selalu lebih depan, namun ia tetap sabar menunggu si A. Baru setelah si A sampai ia berjalan lagi bersama, begitu seterusnya. Hingga tibalah mereka pada sebuah titian kayu yang sangat panjang, begitu panjangnya sampai ujungnya tak terlihat. 

Dengan penuh semangat si B ingin segera melewatinya, namun seketika juga ia teringat bahwa si A tidak selincah dirinya sekarang. Akhirnya kedua sahabat itu pun mulai meniti kayu yang terbentang, si A harus berhati-hati untuk selalu menyeimbangkan tubuhnya agar ia tidak terjatuh, sedang si B begitu santai melewati titian kayu tersebut. Hingga pada akhirnya si B berkata " ayolah A... ini tidak semenakutkan yang kau bayangkan, peganglah tanganku.. kita akan melewatinya dengan cepat" Tangan si A meraih tangan si B dan mereka mulai meniti bersama, namun si A terlalu takut dengan kecepatan si B berjalan, ia juga beberapa kali hampir terpeleset jatuh. Lalu si A berfikir kalau seperti ini terus ia akan jatuh, namun kalau dia melepaskan tangan si B, maka dia akan lebih lama lagi menungguku. Dan akhirnya si A berkata " Lepaskan tanganku sahabat, aku terlalu takut dengan kecepatan kita berjalan, lihatlah sudah beberapa kali aku hampir terjatuh pula"
"Baiklah.. kita akan berjalan lebih pelan" ujarnya
"Tidak, kau duluan saja... kalau kau menungguku kau akan menghabiskan lebih lama di titian ini, aku akan baik-baik saja, percayalah. Nanti ketika kau sampai diujungnya baru tunggulah aku"
"Benarkah? Baiklah.. aku akan menunggumu di ujung nanti, sampai jumpa di ujung!"

Benar saja... baru beberapa menit, bayangan si B sudah hilang begitu saja, dan si A... dia masih berfikir, apakah tindakannya melepas sahabatnya itu sudah benar? bagaimana kalau di jalan nanti ada sesuatu? Namun setelah beberapa saat akhirnya ia kembali berjalan meniti kayu itu sendirian, dengan motivasi ia akan bertemu dengan sahabatnya itu di ujung titian.

Ujung sudah terlihat, si A semakin bersemangat untuk bertemu dengan sahabatnya si B. Benarlah, ketika sudah sampai diujung, terlihat si B di kejauhan, ia tak melihat si A yang telah sampai. Si A berfikir " Ah... mungkin dia tidak melihatku, baiklah akan aku sapa dia". Lalu si A mendekati sahabatnya itu dan manyapanya. Namun yang terjadi adalah, si B hanya melihat saja, tanpa mengatakan apapun. Si A berfikir "Ah... mungkin wajahku sudah berbeda jadi dia tak mengenaliku". Namun sebelum si A mengatakannya, si B berkata "Maaf, siapa anda? apakah anda mengenaliku". Tentu saja si A kaget mendengarnya, lalu ia menjelaskan bahwa ia adalah sahabatnya dulu, sahabatnya yang berpisah ketika berjalan di titian kayu yang panjang. Namun Si B menjawab "maafkan aku, aku tidak mengenalmu" dan ia berjalan meninggalkan si A, Si A hanya termenung melihat si B berjalan ke arah teman-temanya. Ia bahkan tak tau lagi apa yang harus ia perbuat. Sahabatnya telah pergi. 

Sebuah Titian

Posted by : la plui
Date :Jumat, 11 September 2015
With 0komentar

Pagar-Tembok-Tinggi

| Senin, 07 September 2015
Baca selengkapnya »
"Terkadang hidup seperti pohon, ia banyak menerima angin, namun sama sekali tak bergerak sejengkalpun, ia bahkan mendengar dari angin berbagai macam situasi, namun ia tak pernah sekalipun mengalaminya. Karena ia hanya mendengar.
Kadang hidup mirip seperti awan, selalu berjalan, tapi ia tak pernah tahu "waktu" kapan ia berhenti. ia hanya akan berhenti jika saatnya berhenti dan menghilang disaat waktunya datang, hanya saja ia tak pernah tau waktu itu"

Lalu kau bertanya "apa maksudmu?"

"Banyak sekali maksudku jika kau paham" jawabku. "kita terlalu banyak bermain, tanpa peduli dengan sekitar kita, apakah mereka sama bahagianya dengan kita, ataukah sebaliknya. Benar kita memang terlalu banyak bermain, sibuk dengan diri kita. Bahkan sekarang setiap rumah memliki pembatas dinding besi yang tinggi, bertembok kokoh, berbeda dengan dulu yang hanya berpagar tanaman, sekedarnya saja. Maka jangan salahkan kalau sekarang banyak pencuri berkeliaran. Mungkin si pencuri merasa lebih aman karena tidak ada tetangga yang melihat. Dan jangan salahkan ketika tetangga jarang berkunjung, mungkin mereka terlalu rikuh dengan tembok yang menjulang tinggi. Dan jangan salahkan ketika anak-anak lewat tembok-tembok tersebut terdapat corat-coret tak berguna, mungkin mereka berfikir kau memberikan lahan untuk sekedar mencorat-coret"

"Lalu apakah kau menyalahkan temboknya?" 

"Tidak, aku hanya menyalahkan orang yang hanya hidup untuk dirinya sendiri. Tak masalah kalau ia membangun pagar tinggi-tinggi, asal ia tetap menjalin silaturrahmi dengan tetangga lainnya, asal saat lewat ia menyapa atau cukup dengan senyum saja itu sudah membuat hati senang, asal ia tetap membantu dan melindungi lainnya, karena ketika sedang dalam musibah mereka akan ada untuknya, menjaga seperti ia menjaga mereka"

"Kau benar"
"................"



Pagar-Tembok-Tinggi

Posted by : la plui
Date :Senin, 07 September 2015
With 0komentar

Jangan Lupa Bahagia

| Senin, 15 Juni 2015
Baca selengkapnya »
Kita semua tahu, semuanya berubah. dari satu jam menjadi dua jam, dari satu hari menjadi dua hari, dari satu tahun menjadi bertahun-tahun. Bisa saja, kemarin kita mengenal dia seperti sudah mengenal selama bertahun-tahun, tapi esoknya bisa juga kita seperti tidak lagi mengenalnya. Bisa saja, selama ini kita berada di satu jalur saja, namun tiba-tiba esoknya kita berubah fikiran untuk mencoba jalur lain yang seperti selalu menggoda kita. Bisa saja, ketika kita sudah terbiasa menunggu, terbiasa untuk memberi kesempatan kepada siapapun untuk melakukannya, terbiasa untuk mempersilahkan namun kali ini kau ingin berinisiatif, ingin melakukannya sendiri, ingin mencobanyaa sendiri. Yaa semua telah berubah, lalu apa salahnya? setidaknya aku tidak lupa untuk berbahagia.

Jalan masih panjang, tidak, jalan memang selalu panjang, jadi apakah kau hanya berhenti disini? merenungi kisah sedihmu yang tiada orang lain yang mengetahuinya? oh.. ayolah, Aku pun punya bertumpuk tumpuk kisah sedih, beratus ratus masalah, tapi percayalah semua akan berlalu. karena kita punya waktu, bukankah waktu adalah penyembuh luka terbaik? setidakknya berikan mereka waktu selagi kau mampu berdiri. Lupakan, kau juga berhak tersenyum, kau berhak untuk bahagia.

Hari ini, ketika kau hanya ingin melupakannya, lakukan. sehari saja. lalu berpikirlah kalau esok hari masih ada harapan. Namun ketika esoknya kau kembali kecewa, lupakan lagi hari itu, dan berpikirlah esok masih ada hari. begitu seterusnya. Bolehlah kita hanya hidup satu hari, bolehlah kita menyesal selama satu hari, bolehlah selama kita masih punya pegangan, Lalu jangan lupa untuk tersenyum, untuk berbahagia. Bukankah sudah kukatakan,..? kau berhak mendapatkannya.

Sederhana bukan?? kita hanya perlu berbahagia. Meskipun tidak ada ruang untuk bahagia, paksakan setidaknya sedikit saja... 

Jangan Lupa Bahagia

Posted by : la plui
Date :Senin, 15 Juni 2015
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲