Newest Post

Pagar-Tembok-Tinggi

| Senin, 07 September 2015
Baca selengkapnya »
"Terkadang hidup seperti pohon, ia banyak menerima angin, namun sama sekali tak bergerak sejengkalpun, ia bahkan mendengar dari angin berbagai macam situasi, namun ia tak pernah sekalipun mengalaminya. Karena ia hanya mendengar.
Kadang hidup mirip seperti awan, selalu berjalan, tapi ia tak pernah tahu "waktu" kapan ia berhenti. ia hanya akan berhenti jika saatnya berhenti dan menghilang disaat waktunya datang, hanya saja ia tak pernah tau waktu itu"

Lalu kau bertanya "apa maksudmu?"

"Banyak sekali maksudku jika kau paham" jawabku. "kita terlalu banyak bermain, tanpa peduli dengan sekitar kita, apakah mereka sama bahagianya dengan kita, ataukah sebaliknya. Benar kita memang terlalu banyak bermain, sibuk dengan diri kita. Bahkan sekarang setiap rumah memliki pembatas dinding besi yang tinggi, bertembok kokoh, berbeda dengan dulu yang hanya berpagar tanaman, sekedarnya saja. Maka jangan salahkan kalau sekarang banyak pencuri berkeliaran. Mungkin si pencuri merasa lebih aman karena tidak ada tetangga yang melihat. Dan jangan salahkan ketika tetangga jarang berkunjung, mungkin mereka terlalu rikuh dengan tembok yang menjulang tinggi. Dan jangan salahkan ketika anak-anak lewat tembok-tembok tersebut terdapat corat-coret tak berguna, mungkin mereka berfikir kau memberikan lahan untuk sekedar mencorat-coret"

"Lalu apakah kau menyalahkan temboknya?" 

"Tidak, aku hanya menyalahkan orang yang hanya hidup untuk dirinya sendiri. Tak masalah kalau ia membangun pagar tinggi-tinggi, asal ia tetap menjalin silaturrahmi dengan tetangga lainnya, asal saat lewat ia menyapa atau cukup dengan senyum saja itu sudah membuat hati senang, asal ia tetap membantu dan melindungi lainnya, karena ketika sedang dalam musibah mereka akan ada untuknya, menjaga seperti ia menjaga mereka"

"Kau benar"
"................"



Pagar-Tembok-Tinggi

Posted by : la plui
Date :Senin, 07 September 2015
With 0komentar

Jangan Lupa Bahagia

| Senin, 15 Juni 2015
Baca selengkapnya »
Kita semua tahu, semuanya berubah. dari satu jam menjadi dua jam, dari satu hari menjadi dua hari, dari satu tahun menjadi bertahun-tahun. Bisa saja, kemarin kita mengenal dia seperti sudah mengenal selama bertahun-tahun, tapi esoknya bisa juga kita seperti tidak lagi mengenalnya. Bisa saja, selama ini kita berada di satu jalur saja, namun tiba-tiba esoknya kita berubah fikiran untuk mencoba jalur lain yang seperti selalu menggoda kita. Bisa saja, ketika kita sudah terbiasa menunggu, terbiasa untuk memberi kesempatan kepada siapapun untuk melakukannya, terbiasa untuk mempersilahkan namun kali ini kau ingin berinisiatif, ingin melakukannya sendiri, ingin mencobanyaa sendiri. Yaa semua telah berubah, lalu apa salahnya? setidaknya aku tidak lupa untuk berbahagia.

Jalan masih panjang, tidak, jalan memang selalu panjang, jadi apakah kau hanya berhenti disini? merenungi kisah sedihmu yang tiada orang lain yang mengetahuinya? oh.. ayolah, Aku pun punya bertumpuk tumpuk kisah sedih, beratus ratus masalah, tapi percayalah semua akan berlalu. karena kita punya waktu, bukankah waktu adalah penyembuh luka terbaik? setidakknya berikan mereka waktu selagi kau mampu berdiri. Lupakan, kau juga berhak tersenyum, kau berhak untuk bahagia.

Hari ini, ketika kau hanya ingin melupakannya, lakukan. sehari saja. lalu berpikirlah kalau esok hari masih ada harapan. Namun ketika esoknya kau kembali kecewa, lupakan lagi hari itu, dan berpikirlah esok masih ada hari. begitu seterusnya. Bolehlah kita hanya hidup satu hari, bolehlah kita menyesal selama satu hari, bolehlah selama kita masih punya pegangan, Lalu jangan lupa untuk tersenyum, untuk berbahagia. Bukankah sudah kukatakan,..? kau berhak mendapatkannya.

Sederhana bukan?? kita hanya perlu berbahagia. Meskipun tidak ada ruang untuk bahagia, paksakan setidaknya sedikit saja... 

Jangan Lupa Bahagia

Posted by : la plui
Date :Senin, 15 Juni 2015
With 0komentar

Balada Test IELTS

| Rabu, 22 April 2015
Baca selengkapnya »
Semarang panas, ya memang selalu panas, seperti hari ini, pukul 9.15 am perjalanan menuju kantor alfal**k, di dekat pasar burung, pengennya sih mampir juga ke pasar burungnya (penggemar burung, tapi kalau melihara kebanyakan mati, mungkin keracunan sama pepaya, -_-), cuman gegara waktu yang mepet alhasil cuma lewat doang. 
Demi memperingati hari kartini yang katanya selalu menjunjung emansipasi wanita ini, pihak alfal**k menyelenggarakan simulasi test TOEFL dan IELTS khusus untuk perempuan. karena tertarik nih ya, saya sama temen iseng-iseng pengen tau seberapa kemampuan nginggris nya, yaa siapa tau buat bekal nanti kalo hidup di luar negeri, atau buat bekal nanti kalo jadi dinikahin sama bule hehe :D
Nah, karena disuruh milih salah satu, akhirnya saya milih buat simulasi test IELTS yang katanya lebih sulit dari TOEFL. bukan sok yaa, cuman karena saya pernah nyoba Test TOEFL jadi kepengen ngerasain juga, biar dua-duanya dapet. Pas pukul 9.45 am, pas nyampe di kantornya, tapi dengan penuh tanda tanya "kenapa kantornya damai sentosa gitu", enggak ada orangnya maksudnya, yakin cuman kita berdua, yang lainnya cuman staff pekerja disitu. jadi akhirnya kita nunggu di depan kator 5 menit nuat mikir masuk apa engga, jangan-jangan kita salah tempat, jangan-jangan test simulasinya diundur, jangan-jangan kantornya udah pindah, dan jangan-jangan lainnya...
Alhasil setelah mikir 5 menit, kita masuk buat tanya, ternyata emang bener kantornya disitu, plus bener juga kalau testnya hari ini, dan bener juga kalau testnya dimulai jam sepuluh. Setelah bilang ke resepsionis, kita disuruh nunggu di lantai dua, dan setibanya di lantai dua saya makin bingung, kenapa? karena disitu cuma ada 2 orang, cuman kita doang, krik krik krik...... 
mau tanya, gengsi, mau balik, tapi kok udah nyampe sini, mau ikutan, tapi kenapa cuma ada dua orang, huffttt..... pikiran udah mulai melayang-layang. kita berdua layaknya ayam kehilagan induknya :D

Nah, karena agak-agak serem juga nunggu berdua, temen saya ngajakin pulang langsung, maksudnya engga usah jadi ikutan test, masalahnya yang ikutan cuma berdua doang, trus yang jadi staff cowok semua, akhirnya tanpa pamit kita mau melarikan diri, waktu baru nyampe anak tangga ke lima, ada yang manggilin,
mas staff :"mbk... mau kemana?"


...................................
aku :"gimana mas?"

mas staff : " ini mbk e mau kemana?"

temen : "mau ke toilet mas"
mas staff : "oh, disini ada kok mbk.."

...................................... saya sama temen cuman saling pandang (gagal melarikan diri)

dan yaah.... akhirnya kita jadi ikutan test dan yang ikut cuma kita berdua.. lain kali ikutan yang di hotel-hotel aja (pameran maksudnya) -_-

Balada Test IELTS

Posted by : la plui
Date :Rabu, 22 April 2015
With 0komentar

Aku Kembali

| Senin, 12 Januari 2015
Baca selengkapnya »
Aku kembali... yaa aku kembali, menyapa mereka...anak-anak, meski tidak semua anak kusapa, mereka lebih banyak menyapa dibandingkanku, rindu.... tentu saja aku rindu, tiga bulan disini, melakukannya dengan pelan-pelan dan tiba-tiba aku meninggalkannya begitu saja,

Begitu banyak kenangan yang menyeruak sesaat aku menjejakkan kakiku disni.. suasananya masih sama, sama seperti 5 bulan yang lalu, saat pertama kalinya aku mulai berteman dengan mereka,,,dan sama seperti 2 bulan yang lalu, saat aku meninggalkannya, Persis sama, jadi bagaimana aku melupakannya? Aku tahu aku Tidak akan pernah bisa.

Waktu itu hari sudah beranjak siang, sekitar pukul 10.00 am, dan hari sabtu dimana anak-anak pulang ke rumah lebih awal dari biasanya, bagi anak-anak, hari sabtu adalah hari spesial? Why? Mereka tidak harus bertemu dengan buku-buku yang sepanjang minggu terlalu menyebalkan, mereka tidak perlu mengerjakan tugas-tugas yang selalu bejibun untuk selalu dikerjakan, kecuali untuk kelas 1, 2 dan 6. Selain itu mereka hanya perlu melakukan hal yang mereka suka. Yaa hari sabtu hari untuk ekstrakulikuler. Dan mungkin kali ini aku sedikit terlambat untuk bisa menyapa mereka semua...

Sambutan pertamaku selalu Kemal. Selalu aku yang ditanyakan, selalu aku yang dicari, bahkan ketika aku mengajar dan memberi tugas, selalu dia yang pertama menyambutnya, selalu dia... aah..kemal, bagaimana kabarmu? Aku tak sempat menanyakannya tadi.. berharap semua yang kau kerjakan lancar...seperti ketika kita selalu bekerja sama selama 3 bulan yang lalu. See you soon :’) dan selanjutnya, kawanan lima c yang menyapaku, bahkan dari kejauhanpun mereka berlari, memelukku, berebutan bersalaman denganku... lalu perlahan aku menyadari sesuatu, bahwa aku dicintai mereka, mereka menerimaku, menangis saat melepasku, ternsenyum lebar menyambutku kembali...

Begitulah mereka, anak-anak yang menerimaku apa adanya, mereka berbeda dengan orang dewasa yang penuh dengan kebohongan, mereka terlalu jujur, terlalu setia, aih.. bahagianya menjadi anak-anak. Tanpa beban, tanpa banyak pikiran, dan tentunya tanpa masalah, seperti tidak perlu mengerjakan skripsi misalnya hehe....


Setelah cukup lama berkeliling bertemu dengan guru-guru yang telah membimbing kami,  dan juga berkeliling menyapa anak-anak, maka untuk terakhir kalinya aku ingin memasuki kelas yang hampir setiap hari aku selalu memasukinya, Yaa kelas 1A. Ingin kusebutkan nama mereka? Baiklah..akan kusebutkan namanya, sebagai ucapan terimakasih telah berteman denganku selama ini, Untuk yang pertama ada Juda, Affan, Lucky, Kevin, Raihan, Tian, Ezra, Fayyas, Faras, Natha, Rayyan, Nabil, Daffa, Afif, Abiyan, Danis, Gustav, Bara, Raffi, Abi, Kenzo, Raka, Kelvin, Bunga, Rara, Chila, Nadya, Areta, Annisa, Kayla, Ghiza, Icha, Jasmine, Mauli, Naya, Queen, Audy,

Aku Kembali

Posted by : la plui
Date :Senin, 12 Januari 2015
With 0komentar

Aku menulis lagi

| Selasa, 25 November 2014
Baca selengkapnya »


Aku menulis lagi, dan kau yang membuatku menulis

Seperti berdiri di batas kehidupan, aku merasakan bimbang hanya untuk menuliskan sebuah paragraf

Terlalu banyak yang berputar, kejadian demi kejadian, berdengung nyaris tak bisa tertangkap indera

Lelah memang, namun kau memaksaku untuk sekedar menulis beberapa patah kata

Dan malam berakhir hanya dengan “selamat malam”



Aku menulis lagi, dan kau yang membuatku menulis

Namun kenyataannya tanganku bergetar, tak sempurna memegang pena

Bukankah aku bilang banyak yang ingin kuceritakan?

Tentang pertemuan, tentang perpisahan dan yaa... semua tiba-tiba hilang

Layaknya buih tertelan ombak yang menggulung dahsyat

Hanya, sebuah ungkapan cinta di pagi yang terlalu dingin



Aku menulis lagi, dan kau yang membuatku menulis

Entah mengapa, aku menganggapnya salah

Karenanya kenyataannya aku menulis untuk seseorang, namun aku memikirkanmu

Maka terkutuklah tulisan yang nyatanya bukan benar-benar untuknya

Lalu haruskah aku berhenti menulis?



Aku menulis lagi, dan kau yang membuatku menulis

Layaknya kita sedang memandang senja

Seharusnya kata-kata bisa tertuang dengan lancar

Namun yang terjadi hanya deretan kata-kata datar tak bermakna

Biar kutanyakan pada hatiku, mungkin memang ada yang salah denganku



Aku menulis lagi, dan kau yang membuatku menulis









Aku menulis lagi

Posted by : la plui
Date :Selasa, 25 November 2014
With 1 komentar:

Hujan dan Dirimu

| Sabtu, 15 November 2014
Baca selengkapnya »
Selamat malam, bukankah hujan lama tak bersua?
Namun tiba-tiba ia datang dengan segala aromanya, terlalu lambat juga terlalu cepat
hingga aku terlalu takut bila suatu saat nanti aku akan kehilangannya lagi
malam ini hujan datang,
biasanya ia datang denga cara yang indah, dengan tepat namun hujan kali ini membuatku merasa sedikit berbeda
aku bisa begitu takut ketika hujan datang, namun aku sekaligus menyukainya
namun juga terlalu takut ketika nanti ia tiba-tiba menghilang
aku telah berubah, itu yang kau bilang
maafkan aku, mungkin memang benar aku telah berubah
namun bukan berarti aku juga berubah dalam memahami hujan dan dirimu
bagiku keduanya adalah satu paket yang tidak ubahnya pena dan kertas
aku memang berubah
aku memang telah berbeda
suatu saat nanti mungkin kau akan mengerti



Hujan dan Dirimu

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 15 November 2014
With 0komentar

Ingatkan Aku

| Sabtu, 11 Oktober 2014
Baca selengkapnya »
Jauh.... ini belum sejauh yang dibayangkan, 
Jadi ingatkan aku...
Ingatkan aku ketika aku merasa sendirian, lalu tunjukan bahwa selalu ada orang-orang yang menyayangiku
Ingatkan aku ketika aku merasa kecewa dengan garis hidupku, lalu tunjukkan bahwa di balik semua ini, rencana Tuhan lebih hebat untukku
Ingatkan aku ketika aku merasa lelah, lalu tunjukkan bahwa masih ada orang-orang yang lebih lelah dariku
Ingatkan aku ketika aku merasa putus asa, lalu tunjukkan bahwa di luar sana, banyak orang-orang yang berjuang
Jadi ingatkan aku,
Karena mungkin saat itu aku sedang lupa...
Karena mungkin saat itu aku terlena oleh suatu kebahagiaan sesaat...
Karena mungkin saat itu aku merasa tertekan,
Jadi ingatkan aku...
Perjalanan memang selalu jauh, jadi wajar ketika aku berjalan aku tersandung oleh batu yang besarnya tak kalah dari segenggam tangan
wajar ketika aku berjalan, aku tersesat dan kebingungan mencari jalan yang benar,
wajar ketika aku berjalan, aku lupa di mana jalan yang seharusnya kulewati
Jadi ingatkan aku..
Ingatkan ketika aku merasa sedih, marah, kecewa... karena semuanya tidak akan merubah apapun yang telah terjadi
Ingatkan ketika aku merasa bahwa ini tidak adil, karena sejujurnya ini lebih adil dari yang aku kira, hanya aku tak mengakuinya
Jadi ingatkan aku...
Karena aku mudah lupa

Ingatkan Aku

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 11 Oktober 2014
With 4komentar

Dua Matahari

| Kamis, 09 Oktober 2014
Baca selengkapnya »
Mungkin benar bunda, candaan yang dulu sempat terlontar tanpa sengaja... mungkin benar, dan sekarang aku kebingungan.

Apalah daya, nyatanya memandang 2 matahari di langit yang sama memang membingungkan.
Yang satu penuh cahaya, bersinar tiada habisnya seolah tiada hal lain yang mampu menandinginya, angkuh menjulang tetapi mempesona. Dan yang lainnya juga bersinar, tidak meredup, tidak terlalu mencolok, tapi tetap bercahaya.

Maka kau tanya "dan mana yang matahari?"

keduanya matahari bunda, dua-duanya. Namun kulihat dahimu mengernyit, sempurna meminta penjelasan lagi.
Dan sekali lagi kukatakan dua-duannya matahari. Karena mereka memancarkan sinar yang sama, sama-sama mempesona, namun orang lebih mengenal satunya dengan nama Rembulan. Nama yang cantik bukan, secantik sinar yang dipancarkan.

Lalu  kau bertanya lagi, "dan yang mana yang mempesona?"

Keduanya mempeson bunda, sama-sama punya aura yang menakjubkan. Bukankah melihat sinarnya yang memancar saja mengingatkan kita pada-Nya?
Dan lagi, matamu meminta sebuah penjelasan yang meyakinkan, Aku tau bunda, sungguh tau maksud pertanyaanmu, namun tak bisakah kita menikmati sinar keduanya tanpa menghakimi diri sendiri untuk memilih salah satunya? Selagi bisa, karena jarang sekali kita berada di situasi yang sama seperti sekarang ini. 
Aku dan kau
Matahari dan Rembulan

Taukah bunda, aku menyukai keduanya, matahari dan rembulan. Namun sekali waktu rembulan lebih menyita perhatianku, meski matahari selalu bersanding denganku.
Ah... sekali lagi aku tak tau bunda, 
mungkin aku tak memilih keduanya.


Dua Matahari

Posted by : la plui
Date :Kamis, 09 Oktober 2014
With 1 komentar:

Awan dan Hujan Sudah Saling Melupakan

| Sabtu, 20 September 2014
Baca selengkapnya »
Senja menyajikan hamparan lukisan langit, termemori sarat akan kenangan
Maka, jangan kau tanyakan kepadaku kapan hujan datang
Karena lama aku tak menjumpainya
Bukankah kau selalu sama? Bukan juga
Karena awan dan hujan sudah saling melupakan
Lalu setelah masa itu, mengapa tiba-tiba aku mendengar suaramu yang terpotong angin?
dingin tak bernyawa,
"Maafkan"
Dan karena senjapun aku memaafkanmu,
Tapi bisakah senja ini kita tidak bertemu?
Bukankah berat mengatakannya?
Karena bagiku, lebih baik tidak pernah bertemu, bila berpisah pada akhirnya
Karena mungkin saja,
Aku melakukan keslahan lagi,
Karena bisa saja,
Aku terjebak pada masa ini di masa panjang setelahnya
Karena aku,
Adalah orang yang tak bisa melepaskan begitu saja, mengucapkan selamat tinggal
Apa berlebihan?
Kuharap tidak

"Terimakasih"

Awan dan Hujan Sudah Saling Melupakan

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 20 September 2014
With 0komentar

Just be Yourself

| Sabtu, 16 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Mungkin saja kau tak menyadari, Karena memang proses itulah yang membuatmu menjadi dewasa
Aku tak ingin membicarakan masa lalu, karena bagiku ia sudah lama menghilang
Aku yakin, kita sama-sama mempunyai masa lalu yang ingin dilupakan, bukankah begitu?
Aku dengan kisahku, dan kau dengan kisahmu
Seindah apapun, sesakit apapun, seberapa dalampun, karena toh.. itu hanya masa lalu
Hanya, janganlah kau hidup di dalamnya, kenangan yang terlalu berat untuk dilupakan,
Karena ia bisa saja, kembali menjemputmu dengan paksa
Namun, pandangkan matamu kedepan, Kau adalah orang hebat
Siapapun tak akan menyangkalnya,

Aku tak menuntutmu untuk berlaku demikian dan demikian,
hanya jadilah dirimu apa adanya
Bukankah dengan begitu kau merasa bahagia? bahagia dan membahagiakan.



#bigHug

Just be Yourself

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 16 Agustus 2014
With 0komentar

BTQ dan Pak Syaiku

| Rabu, 13 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Setiap guru memiliki karaktersistik sendiri dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Ada yang hangat ada yang disiplin ada pula yang terlalu santai. Begitu pula Pak Syaiku, entah ejaannya benar atau salah, tapi yang kutau namanya Pak Syaiku. Salah satu guru di SD Isriati yang sudah melegenda ini selalu mempunyai karakteristik yang unik, kehadirannya mungkin selalu membuat hati dag dig dug, memberikan suasana horor yang mungkin bisa mengakibatkan suatu hal terjadi *)sensor

Namanya Pak Syaiku, salah satu guru BTQ untuk kelas tinggi ini berperawakan sedang, tidak tinggi namun juga tidak terlalu pendek, punya wibawa yang setiap siswa terkadang tak mampu menatap langsung matanya, aku mengenalnya ketika mendampingi kelas VI D pada pelajaran BTQ, kukira Pak Syaiku tidak hadir, namun baru kutau, memang beliau mengulur waktu barang 5 menit supaya siswa mempelajari bahan pelajaran yang akan dipelajari nantinya, maka ketika mengetahuinya aku hanya mengangguk-angguk, sedangkan banyak siswa yang langsung duduk memegang buku, tak terkecuali Vander yang notabennya adalah anak yang tak bisa diam ini hanya duduk tertunduk, taksim menyerap ilmu, mengingat dan menghafalkan. Siapa tau hari ini dia mendapatkan jackpot dari Pak Syaiku.

Dan benar, 5 menit berlalu, Sang maestro datang, dan dengan suara lantang langsung menhitung angka satu sampai lima, dan reaksi anak-anak hanya diam, tak ada yang berbicara, tak ada yang berbisik, hanya menatap bangku masing-masing, mungkin mereka berdo'a semoga tak ada hal buruk yang menimpanya. Maka dengan lantang Pak Syaiku menyebut nama Regin, memberi pertanyaan, Apa yang disebut WAQAF dan WASHAL dan Regin hanya terdiam sampai hitungan kelima selesai, Regin hanya duduk terdiam, dan selanjutnya Regin harus menerima hadiah, untuk berdiri di kursi panas.

Kursi panas ini adalah sebuah kursi yang disediakan di depan kelas, nah.. setiap anak yang tidak mampu menjawab pertanyaan dari Pak Syaiku memiliki perlakuan istimewa yaitu menaiki atau berdiri di kursi panas ini dengan 4 opsi yang merupakan hukuman atas pertanyaan yang tidak bisa dijawab, Adapun beberapa pilihan itu sangat menggelitik, yaitu (1) menyanyi dan menari dengan lagu yang dipilih atau dipilihkan (2) Menirukan gaya Tokoh Idola, bisa siapa saja, entah itu Jokowi, Hulk, bahkan Enstein, (3) Fashion Show, memperagakan layaknya model profesional yang berjalan di catwalk dan yang ke (4) adalah tahan tawa, jadi dia melucu di depan kelas sampai ada teman lain yang tertawa berjumlah 5 orang.Unik bukan...???

Meskipun Mata Pelajaran BTQ hanya sekitar 45 menit, namun saya yakin setiap anak ini memetik pelajaran berharga, serta mempelajarai sesuatu yang baru.

D+6BTQ

BTQ dan Pak Syaiku

Posted by : la plui
Date :Rabu, 13 Agustus 2014
With 1 komentar:

Affan, itu Namanya

| Senin, 11 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Namanya Affan, mungkin sudah kusebutkan diawal bahwa dia seorang anak yang berbeda. Dengan wajah bule yang khas menambah kesan bahwa dia adalah anak yang pindah dari luar negeri, Padahal yang ada, dia sama seperti anak-anak yang lain, yang bisa berbahasa Indonesia, meski memang si Affan ini anak yang pemalu, memiliki suara yang lembut dan sangat pelan. Namun dia melakukan semua yang dilakukan guru dengan baik, meski dalam keterdiamannya. Dia mampu mengerti, cepat memahami, namun satu yang tidak dimiliki Affan, yaitu kurang bisa bergaul dengan teman yang lainnya.

Mengapa? Mungkin dia menyadari bahwa dia berbeda dengan anak-anak yang lainnya, kulitnya lebih putih dari yang lain, rambutnya berwarna coklat pirang berbeda dari yang lain, sehingga membuat dia menyadari bahwa dia berbeda. Dia hanya berbicara pada teman yang duduk di sebelahnya saja, dan hanya laki-laki. Karena selama ini aku belum pernah melihat dia berbicara dengan teman perempuan, kecuali aku dan Bu Har :D Jadi suatu saat pernah kutanyakan Affan mengapa, dia hanya terseyum malu-malu.

Maka ketika waktu istirahat tiba, semua anak mengeluarkan bekalnya masing-masing, semua membawa, yang tidak membawa biasanya pergi ke kantin untuk membeli makan, atau sekedar membeli jajan ringan sebagai penganjal perut. namun tidak dengan Affan ini, kulihat dianya hanya diam, tak mengeluarkan bekal, jua gata keluar kelas untuk membeli makan, setelah kutanyai ternyata dia tidak membawa bekal " katanya mama.. nanti saja, habis pulang sekolah" jawabnya dengan suara pelan, hampir tak terdengar, maka aku meminta Gustav dan Abiyan yakni teman di sampingnya untuk berbagi. Bukankah dengan berbagi kalian bisa lebi dekat satu sama lain? kuharap begitu pula dengan Affan. :)

Dan hariku kali ini ditutup dengan pertanyaan Naya yang sengaja dibisikkan padaku.
"Bu... Affan itu yang mana sih?"
"itu hlo... yang duduk di dekatnya Abiyan"
"yang mana to bu...? yang itu?"
"iya yang itu... memangnya kenapa?"
"bu.. dia itu cowok atau cewek sih...??"
".................................." aku hany terdiam sambill melihat Affan " dia cowok Naya... masak cewek?"
"hla dia itu kayak cewek bu, ngomongnya pelan banget, malu-malu pula"
"coba lihat Affan pake nya apa? celana kan? nah kalau pake celana itu namanya cowok, tapi kalo seperti Naya, pake rok, pake jilbab itu namanya cewek, paham..??"
"hehe... soalnya suaranya kayak cewek bu, jadi Naya kira cewek juga hehe"
hadeeehh... -__-"

D+5

Affan, itu Namanya

Posted by : la plui
Date :Senin, 11 Agustus 2014
With 0komentar

Siapapun Bisa Jadi Tokoh Utama

| Sabtu, 09 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
D+4
Diawali dengan senam aerobik yang hampir 1 jam, membuat pagi menjadi lebih segar dibanding dengan pagi-pagi sebelumnya, tapi akibatnya saya jamin, akan membuat tubuh menjadi pegal-pegal di malam harinya, ya... mungkin karena memang tidak terbiasa senam aerobik..

Lain hari maka lain pula ceritanya, maka bila hari ini tokoh utamanya adalah Naya, maka besok bisa jadi Natha, Mauli, Fayaz, Abi, Affan, Tian, atau siapa saja, Karena bukan aku yang menjadikannya tokoh utama, bukan guru yang menjadikannya tokoh utama, bukan siapa-siapa melainkan dirinya sendiri. Terlebih mereka anak-anak, mengapa? normalnya, pribadi anak-anak adalah ceria, selalu tertarik dengan hal-hal baru yang belum pernah mereka coba, maka dengan sifat bawaan ini, mereka akan bersaing, menjadi yang mendominan, atau nantinya ia kalah dengan yang sifatnya lebih atraktif dibanding dirinya. 

Begitupun dengan anak-anak kelas 6, jaman sekarang ini, mungkin mereka tumbuh dewasa terlalu cepat, mengerti hal-hal yang belum seharusnya diketahui, melakukan hal-hal yang seharusnya belum dilakukan, namun disisi positif, mereka bisa lebih dewasa, mengerti hal hal yang memang seharusnya dipahami. Cepat paham dengan kondisi yang mereka alami, lebih peka dengan peristiwa yang sedang terjadi. Ya.. Dan semoga tidak salah memilih dalam segala sesuatu hal, karena di usia mereka, pilihan selalu ada dimana-mana, memberikan pesona masing-masing yang membujuk untuk memilihnya.

Dan hari ini saya kemali tertegun mengingat pertanyaan yang dilontarkan salah satu murid kelas 6,
"Bu.. Ibu sudah menikah ya?"
"memangnya kenapa?" jawabku
"enggak kok, cuma tanya..."
"....."
"bu... kok di jari manisnya ada cincin? Ibu sudah menikah?"
"....." "memangnya kalo sudah ada cincinya berarti sudh menikah begitu?"
"enggak tau bu, lagian ibu ngajarnya di kelas satu mulu, kan kelas satu suka minta tlong buat nyebokin kalo pipis, belum bisa lancar nulis, kan kalau udah nikah punya anak kan sabar ngurus yang begituan, jadi.. mungkin ibu udah nikah gitu.."
"......." aku hanya tersenyum mendengar penjelasannya. Dan memang masuk akal juga. :D

Siapapun Bisa Jadi Tokoh Utama

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 09 Agustus 2014
With 0komentar

Ia Tebusan

| Jumat, 08 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Pagi ini aku kembali memulai dengan memasuki kelas 1 A, mungkin sudah menjadi kebisaan ketika berada di sekitar anak-anak, memberikan ucapan selamat pagi, medapatkan balasan selamat pagi, memulai pagi dengan bernyanyi, melanjutkan dengan segudang cerita yang telah disiapkan dari rumah, mungkin setelah bangun pagi, mungkin juga saat perjalanan menghadapi jalanan yang biasa macet. Dan tak jarang dimulai dengan tangisan anak-anak yang tidak ingin ditinggal oleh mama. Pagi yang menyibukkan.

Anak-anak sudah terbiasa denganku, bahkan ketika mereka kesulitan melakukan sesuatu maka secara otomatis mereka mendatangiku, bertanya, menyeret tanganku untuk membantu, aku tak keberatan, kau tau...karena melakukannya adalah tebusan, tebusan dari perjalanan yang hampir memakan 30 menit waktu normal dari kos-kosan, tebusan ketika lelah sudah mencapai ubun-ubun, tebusan ketika kau harus menghabiskan waktu 1 jam untuk kemacetan di jalan pantura. Tebusan. Mungkin bagimu tak masuk akal, tapi itu bekerja untukku.

Menghabiskan waktu 6 jam bersama anak-anak kelas 1 memang menyenangkan, dan ditutup dengan memasuki lab bahasa, bernyanyi dengan bahasa Inggris, menghilangkan penat yang sudah seharian berpaku dengan pelajaran menghitung dan BTQ. Dan Selanjutnya, aku harus kembali mendampingi anak-anak kelas 6B sampai jam 2 nanti, tak bisa dibayangkan bangaimana ramainya mereka, tapi aku selalu mengingat satu hal, seramai-ramainya anak, senakal-nakalnya dia, dia tetap anak-anak, maka hadapilah ia selayaknya anak-anak. :)

D+3


Ia Tebusan

Posted by : la plui
Date :Jumat, 08 Agustus 2014
With 0komentar

Selalu Ada yang Menakjubkan

| Kamis, 07 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Tak ada yang salah bila kau menemui anak yang selalu berlari-lari keliling kelas, tak ada yang salah ketika kau menemui anak yang selalu ingin diperhatikan ketika ia berbicara, bahkan menarik-narik baju hanya untuk melihatkan mainannya yang baru, tak ada yang salah. Karena begitulah mereka. Kadangpun mereka berbicara sendiri, atau melakukan monodrama, mungkin dalam imajinasinya ia berbicara dengan tokoh kartun yang luarbiasa yang tiba-tiba datang untuk mengahncurkan bumi, entah bagaimanapun, ketika kau bersama anak-anak, maka hal itu akan terjadi.

Sama halnya dengan Taqi, salah satu anak kelas VI D yang tak sengaja kulihat waktu istirahat asyik dengan spidolnya di depan kelas, sendirian, sedang anak-anak yang lain hanya keluar pergi kelas, ngobrol dengan aktivitas yang biasa yang dilakukan anak-anak kelas 6, kupikir anak ini tidak punya teman atau bagaimana, tapi ternyata setelah aku mendekat dan melihat apa yang ia lakukan dengan spidol itu aku hanya tertegun, dia membuat sebuah labirin yang memanjang, rumit, sampai ketika dia selesai menggambar, banyak anak-anak yang mencoba menyelesaikan labirin itu, bahkan salah-satu anak yang kemaren mendapatkan perunggu dalam olimpiade matematika mewakili Indonesia di Singapurapun juga bergabung untuk menyelesaikan labirin itu... dan yah... kaupun bisa meneak bagaimana yang terjadi selanjutnya ketika anak dengan logika yang bagus bertemu dengan anak yang jenius :D

Namun, yang memprihatinkan adalah ternyata banyak anak yang sudah kecanduan K-pop, boleh sih ketika yang dilihat yang tidak "keras" dalam artian cara berpakaian, maupun tingkah laku artis-artis k-pop, karena sekarangpun video-video yang diunggah di You**** pun sudah teralalu melenceng dari hal yang sewajarnya, mengajarkan hal anarkis, pornografi pornoaksi tanpa sensor dan segala macam hal yang tidak baik, bukankah hal itu mampu menruntuhkan akidah? bahkan meskipun disekolahkan di Sekolah Islampun ketika tidak dibatasi kamana lagi akhirnya kalau tidak meruntuhkan akidah?

Dikelas ini aku hanya mengisi selama 2 jam saja, namun sudah membuatku mengerti bagaimana ragam anak-anak disini, banyak anak yang pendiam, hiperaktif, jenius, pintar dan banyak juga anak yang hanya melakukan ketika diminta melaukan, 
Memang tak ada yang harus disalahkan dari anak-anak, tapi yang harus diperatikan adalah bagaimana seorang pembimbing bisa membimbing anak menjadi lebih baik. :')

D+2

Selalu Ada yang Menakjubkan

Posted by : la plui
Date :Kamis, 07 Agustus 2014
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲