Newest Post

Iya, itu jawabanku

| Selasa, 22 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Malam ini hujan kembali datang,
dan kembali memaksaku pergi ke beberapa tahun silam
Selama ini, aku sudah tak ingin mengingatnya lagi, tapi lagi-lagi hujan selalu datang di saat yang terlalu tepat
Kukatakan aku sudah melupakan masa-masa itu, 
Tapi apa arti bisa melupakan bila nyatanya aku bisa kembali lagi
Mungkin memang untuk tidak dilupakan
Mungkin memang untuk dikenang

Ah... apakah dosa memang selalu semanis itu?
.....................

Iya, itu jawabanku

Posted by : la plui
Date :Selasa, 22 Juli 2014
With 0komentar

Ada Alasan dibalik Kau Bahagia

| Rabu, 16 Juli 2014
Baca selengkapnya »

Bahagia.
Banyak alasan dibalik kebahagiaan seseorang, bukankah memang selalu ada hal yang membuat kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling bahagia? paling diberkahi melebihi orang-orang disekitar kita, bahkan bila dibandingkan dengan para pemain Jerman yang bisa mempersembahkan nama mereka untuk negara kau merasa bahwa itu belum ada apa-apanya dibanding bahagia yang kau punya sekarang. Aneh?? tapi untuk beberapa hal, itu memang terjadi.


Banyak alasan mengapa seseorang bahagia, mungkin kau bahagia hanya karena sebuah ucapan seseorang yang kau tunggu selama beberapa minggu, atau mungkin kau bahagia karena seseorang menyapamu lebih dulu, bukan karena dia istimewa, atau bisa saja kau hanya tau namanya saja. Simpel memang, tapi itu memang terjadi, kau pun pasti pernah mengalaminya.

Banyak alasan untuk merasa bahagia, seperti hari ini, begitu lancar, begitu hebat, begitu bahagia. Padahal sebelumnya aku pernah merasa begitu ragu untuk memulainya, begitu banyak orang, begitu banyak hal yang perlu dikhawatirkan, dan tak ada alasan kau untuk tidak memulainya. Jadilah aku disini, melakukannya dengan penuh hati-hati, namun kulihat kalian disana, juga dengan khawatir yang dibawa. Ada satu hal yang menarik perhatianku disana, dan aku tak tau mengapa aku merasa perlu bahagia.

Bahagia memang sederhana, mungkin kau hanya perlu memejamkan mata untuk beberapa saat saja, merasakan hal terpenting dihidupmu, atau sekedar memikirkan kejadian yang bertahun-tahun lalu yang masih tertimbun di hati, bukankah bahagiia memang sederhana? hanya perlu menyentuh satu sisi dihatimu yang saat itu beku, lalu kaupun diam-diam tersenyum, diam-diam, tanpa seorangpun tau betapa bahagianya kau saat itu.

Pagi itu, setelah beberapa hari kami mengulur waktu untuk berbicara, menunda untuk menyapa terlebih dahulu, menahan kata yang sudah tersusun rapi, tiba-tiba kau menyapa terlebih dahulu, aku hanya tersenyum, bukankah hal terbaik ketika kau sedang bermusuhan adalah dengan berbaikan??? Maka untuk alasan itu aku merasa aku terlalu bahagia.

Dan aku tak tau mengapa, tiba-tiba semuanya menjadi sempurna....

Ada Alasan dibalik Kau Bahagia

Posted by : la plui
Date :Rabu, 16 Juli 2014
With 0komentar

monodrama-mu

| Sabtu, 12 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Aku hanya berdiri sendiri, tak ada "kita" di senja yang menawan ini
Kau tanya "dimana"  maka, bagaimana bisa aku menjawabnya, sedang kau sendiri tak punya
dan di suatu waktu yang kita mungkin bisa bicara, lihatlah... bukankah ini tidak menjelaskan apa-apa 
Kau menatapku sedih. bukankah aku benar?
ini sama saja dengan aku yang menyukai memasak tapi aku tidak punya dapur, atau aku suka membuat kue tapi aku tidak punya tepung. Sama saja. Dan kau hanya diam, menunduk.

Bisakah kau menjelaskan apa yang telah terjadi? mungkin aku bisa memaafkanmu.
ah.. aku memang egois, Jadi pergilah, kau juga berhak bahagia
Lalu kita berjalanan berlawanan arah, mengucap selamat tinggal yang tertinggal di tenggorokan
Menyakitkan bukan? apa daya, bukankah masih ada waktu
ya.. waktu, waktu adalah penyembuh terbaik, namun waktumu sudah kau habiskan untuk beberapa episode yang kaupun diam-diam merutukinya tiap malam
Dan aku, waktuku habis, untuk kau gunakan selagi aku tertidur
Bisakan aku meminta waktu lagi? meminta waktuku..
Aku tau sudah terlambat,
Aku tau itu,

7 tahun, bagaimana bisa aku tak menyadari bila telah selama itu
bodohnya hanya menganggap bahwa setiap tahun adalah sama
bodohnya karena aku tak melihatmu duduk disana menungguku
bodohnya bila ternyata selama itu hanya melewatimu tanpa memberimu waktu mengucapkan selamat pagi untukku
dan bodohnya, jadi biar kutanyakan lagi? bisakah aku meminta waktuku lagi?
namun penantiannya telah hilang, bersama senyumnya yang paling menawan
dan aku hanya tergugu, menyesal tanpa sempat berbicara, karena dia telah tiada
maka aku menjadi gila, berteriak padamu untuk mengembalikan waktuku 
dan kau hanya menyesal, menyesal.

Seharusnya kau memberitahuku, mungkin aku akan sempat mendengar ia mengucapkan selamat pagi untuku
Sudahlah, ia sudah pergi, 
Namun, bisakah aku meminta waktu lagi?

monodrama-mu

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 12 Juli 2014
With 0komentar

Golongan Darah O

| Jumat, 04 Juli 2014
Baca selengkapnya »
So....??

GolDar #O ketika bertemu dengan orang yang ia sukai, bingung, dan tidak tau harus berbuat apa (bener pake banget kekeke)

#O itu cenderung keras sama diri sendiri tapi tidak untuk orang lain

Urusan waktu, #O paling gak bisa yang namanya menunggu. (yapp hehe)

Bagi #O, penampilan itu... apa saja. asal gak kaku dan bisa bikin percaya diri

#O itu curhatnya biasanya sama #AB, walaupun ujung2nya malah diceramahin AB, tapi O justru suka kritikan yg membangun (suka curhat...??? kayaknya enggak deh)

"Perempuan Golongan darah O adalah perempuan berkemauan keras dan laki-laki dengan darah yang sama terlalu berbahaya bagi mereka, hubungan mereka akan lebih seperti perang. Cocok untuk laki-laki yang praktis seperti A. Laki-laki tipe B dengan mudah bisa menarik mereka, tetapi juga dengan cepat mendorong mereka pergi. AB adalah kelompok pemimpi yang dapat memberi luka pada perempuan dengan golongan darah O."

#O selalu ingin jadi yang terdepan, tingkat percaya diri tinggi, tapi gampang menyerah kalau sudah gagal

#O itu sering dijadiin pemimpin
Kebiasaan dari #O: keras kepala, pingin punya teman baik yg banyak, gak terlalu suka sama tekanan

Eh #O, masih sering galau gara2 masalah? (yang ini bener)

Kamu #O ya? | Kok tau? | Karna kamu itu suka humor, seneng diskusi & ternyata romantis juga
Hidup #O itu kental banget sama prinsip. bahkan hal sepelepun itu harus ada aturan mainnya

#O itu suka merugikan diri sendiri demi hanya 1 orang yang penting di hidupnya. abis itu nyesel sendiri dianya

#O itu kalau lagi marah kadang orang yang gak bersalah kena getahnya juga-_-

#O itu tingkat kelabilannya paling tinggi, perasaannya juga suka berubah-ubah kayak bunglon/?

#O itu paling sering di kecewain temen deketnya. padahal O sering banget mengalah (ya.. begitulah, lebih baik mengalah)

GolDar #O bukan tipe penjilat
Nggak suka, bilang apa adanya

#O di hubungin mantan lagi yaa? awas cinta lama balik lagi loh/? (ohooo...)

Pagi #O, O itu pulang pagi, besoknya berangkat lagi. kalau kesiangan ya paling gak masuk dianya

#O itu ngalong karena moodnya lagi bagus
#O itu memangnya egois?? kamu gak liat apa? mereka itu pedulian lohh
#O "Hidup untuk membuat semuanya menjadi bahagia"
#O itu kalau udah males bikin tugas, bakal ditinggalin deh itu tugas. tapi, pas mau dikumpul, dia langsung gunain the power of kepepet/? wkwk

Hey #O, kamu itu setia kawan banget, cuma gampang dikibulin?

Ciyeee #O yang demen makan tapi gak gendut2 ciyeee (trus kapann dong bisa ndut nya??)
Ibarat tawon, #O gak bakal nyerang kalo dia gak kepepet/?
\#O itu kalau bawelnya lagi kumat, orang2 di sekitarnya pasti bilang "ini anak ngomong apa sih, gak jelas masa-_-"

#O itu kalau udah marah bawaannya pasti diem, dan mau ngomong lagi kalau keadaan hatinya udah stabil

#O itu orangnya dewasa, berpikir panjang, dan paling bisa mengerti apa yang sedang orang lain rasakan. bener kan?

#O itu egois tingkat dewa, tapi kadang bisa jadi peduli banget sama orang lain

#O itu kalau lagi nangis gak butuh di hibur, dia hanya perlu di tinggal sendiri

#O paling sering ngertiin orang lain, tapi gak pernah dingertiin

#O itu kalau udah sama kelompoknya, lebaynya gak ketulungan dan jadi moodboster buat yang lainnya

#O itu tetep baik sama orang yang ngejahatin dia

#O itu kalau suka sama orang sulit dipendem. tapi, kalau cemburu jago banget nyembunyiinnya

#O itu suka yang namanya adu mulut, bentak-bentak orang. tapi, setelah itu dia bakal ngerasa bersalah terus nangis-_-

#O itu kalau lagi jutek, jangan dijutekin balik. itu kode supaya di baikin/manjain/?

#O itu suka ngedumel didalem hati

#O itu gak bisa frontal

#O itu kalau lagi di kelas bawaannya gak bisa diem. Bener?

Hey #O, masih suka nyeletuk?

#O "To me, trust is everything"

#O itu suka canggung kalau ngomong sama orang yang disuka. bahkan kadang sampe mau ngomong tapi mulutnya O gak bisa gerak/? (bener....)

#O itu kadang garing, kadang lawak. tapi kebanyakan lawaknya/?

Katanya, #O itu kalau ada temen minta traktir pasti bakal di traktir. tapi, kalau saudara minta traktir, kadang O pelit

#O itu kalau nasehatin orang kata2nya bijak banget

#O itu pinter banget nyembunyiin masalahnya seolah2 gak ada apa2 (ya...memang, buat apa punya masalah diumbar hehe)

sumber : Simple thinking about boold type

Golongan Darah O

Posted by : la plui
Date :Jumat, 04 Juli 2014
With 0komentar

Tidak Sama

| Rabu, 18 Juni 2014
Baca selengkapnya »
Aku buta jarak. Aku buta arah. Karena aku kira selama ini akan baik-baik saja.
Maka aku hanya berputar pada dunia yang itu-itu saja, tanpa tahu dimana aku menghadap, tanpa mengerti seberapa jarak yang akan menjauhkanku. Sungguh, aku mengira baik-baik saja, tanpa tahu bahwa ada yang berubah, ada yang berbeda.Jadi dimana aku sekarang?

Aku selalu mendengar bahwa kita menatap bulan yang sama, menatap langit yang sama, dan aku mempercayainya. Benar memang, ia langit yang sama dengan langit kemarin siang, ia bulan yang sama dengan bulan-bulan yang menatap bumi selama ini, tapi aku baru menyadari bahwa apa yang kita lihat tidaklah sama seperti apa yang kita lihat. Kita bahkan punya prespektif yang jauh dari kata sama, sisiku dan sisimu berlainan diagonal, bisakah kau mengatakannya sekali lagi bahwa yang terlihat sama? Maka aku akan meninggalkanmu sendirian, bukan sebaliknya.

Katakanlah selama ini aku masih terlelap, bersinergi dengan dingin yang selalu kudengar kau selalu mencampakkannya, begitu kesulitankah kau bernafas? tapi aku menyukainya, meski berkali-kali aku menerima penolakanmu keluar melihatnya. Baiklah.. mungkin memang benar. Aku memang ditakdirkan sendiri, meski kau selalu berkata, sekalipun tak ada aku, pasti ada yang mengulurkan tangannya untukmu. Kau tau..? tak pernah aku menerimanya, mereka kata ini hanya masalah sopan-santun yang ada di negara kita, tak masalah bukan ketika sekali-kali aku menerima uluran tanganya. Tapi sudah kubilang, berkali-kali pula, apa kau tak mengingatnya? aku katakan aku tak kan menerimanya, apa kau punya semacam alzheimer? Oh Tuhan, Tak apa, biar kutegaskan untuk terakhir kalinya, karena mungkin setelah ini, aku tak lagi (bisa) berbicara padamu. Jadi harus bagaimana agar kau bisa percaya kalau aku tak akan menerimanya? sampai berapa tahun lagi..? Aku hanya tak tau.

"Ingatlah kita sudah tak berpijak pada garis yang sama" mungkin sorot matamu ingin menyembunyikan kalimat itu dariku, tapi apa dayamu, aku sudah menangkap pesan tersiratmu, Apa kau ingin menyangkalnya bahwa aku hanya gadis yang sok bisa membaca pikiran orang? tapi maaf, aku memang bisa membacanya. Mungkin selama ini, kau menyembunyikan hal-hal itu dariku, tapi aku sudah mengetahuinya, jauh sebelum kau berkata jujur padaku. Maafkan aku tak memberitaumu. Maafkan aku.

Jadi, mungkin kau bertanya padaku, lagi. Tentang beberapa penggal maaf yang kau lempar kebas. Tentang sederet alasan yang kau susun beberapa hari sebelum bertatap muka denganku, apa masalahnya? Sudahlah, aku juga sudah lelah terkurung dalam sangkar yang akupun tak tau siapa pemiliknya, maka aku meninggalkannya, bukan masalah tega atau tak tega. Ini masalahku dengan diriku. Meski tak sedikit kau dan mereka terlibat dengan masalahku.

Dan, meski terlihat seperti kata-kata murahan, bukankah kata maaf adalah kata terbaik sebelum seseorang tak ingin melibatkan lagi di kisah hidupmu selanjutnya? 






Tidak Sama

Posted by : la plui
Date :Rabu, 18 Juni 2014
With 0komentar

I just wanna be your little daughter :)

| Kamis, 29 Mei 2014
Baca selengkapnya »

Well, aku akan menceritakan sebuah kisah masa kecilku, tidak istimewa hanya saja selalu punya tempat tersendiri untuk dikenang. Cerita ini terjadi jauh dimasa lalu, sebelum aku dewasa, sebelum aku mengerti, sebelum semuanya menjadi teramat rumit. Jangan bertanya mengapa, karena kau akan mengetahuinya sebentar lagi.

Pada masa itu, aku baru memasuki tahun kedua di Sekolah dasar, yaa.. Kelas 2 SD, bisakah kau bayangkan bagaimana polosnya, cara berfikirnya, cara berbicara yang sok dewasa, cara memandang apapun. Begitupun denganku, Aku kecil adalah anak yang tak mau mengalah, menganggap bahwa yang kulakukan selalu benar, selalu hebat. Bukankah memang hebat?? :D

Waktu itu, desa sedang ramai dengan hajatan, orang menikah dimana-mana, tak terkecuali tetangga sebelah, putri satu-satunya budhe bini, mbak epi. Yang ku tau mbak epi menikah dengan seorang bujang dari purwodadi, mungkin purworejo, aku lupa. Tapi waktu itu aku hanya tau bahwa dia berasal dari jauh, jauuh. 

Jadi setelah menikah, mbak epi tak pulang. Lalu aku hanya bertanya pada budhe, mengapa mbak epi tak pulang, mengapa mbak epi tak kembali berminggu-minggu dan ia hanya menjawab bahwa mbk epi sudah punya kehidupan sendiri disana. Aku kecil tak paham namun aku tetap mengangguk takzim. Dan baru 7 tahun setelahnya aku paham mengapa budhe mengatakan seperti itu.

Setelah mbak epi, mbak umi dan mbak anik menyusul menikah. Sama, mereka juga pergi. Mengapa mereka harus pergi? Bukankah tinggal disini juga bisa? Apakah semua anak perempuan juga seperti itu nantinya? Simbahku hanya tertawa kecil. Aku hanya cemberut, pertanyaanku sangat serius, tapi kenapa Simbah hanya tertawa? Dan aku hanya dongkol ketika jawaban yang kudapat dari simbah hanya dua kata "sudah tradisi"

Maka aku bertanya pada ayah, mungkin ayah bisa menjawabnya. Dan ketika aku menanyakannya maka ayah tersenyum, menjelaskan bahwa Arrijalu qowwamuna Alannisa', seorang perempuan memang sudah sewajarnya ikut suaminya, bukankah suami itu pemimpin? Kelak jika sudah saatnya kau menikah nanti kau juga begitu, ikut suami, karena setelah menikah nanti anak perempuan bukan lagi tanggung jawab orangtua, tapi tanggungjawab suami. Aku memotong "Jadi nanti... Apakah lia juga meninggalkan ayah dan ibu? Pergi dari sini? Tidak kembali seperti mbak anik? Seperti mbak epi? Kalau begitu lia tidak mau menikah, lia hanya akan tinggal disini, lia hanya akan menjadi putri ayah, tidak pergi" ujarku spontan dan Ibu hanya tersenyum, kelak suatu saat kau akan tau hakikat menikah.

Dan sekarang aku sudah paham betul, mengapa orang harus menikah. Mengapa seorang perempuan harus taat kepada suami. Bahwa menikah adalah ibadah, bahwa menikah adalah sunnah nabi.

Lalu pertanyaanmu kemarin apa harus kujawab sekarang ibu...?? Kurasa banyak yang masih kutakutkan, kurasa masih banyak yang perlu kusiapkan, dan kurasa bukan sekarang, Karena aku masih ingin menjadi putri kecilmu. :)


I just wanna be your little daughter :)

Posted by : la plui
Date :Kamis, 29 Mei 2014
With 0komentar

Selamat Pagi

| Sabtu, 17 Mei 2014
Baca selengkapnya »
Selamat datang pagi... sudah beberapa kali kita bertatap muka, jadi ijinkan nantinya aku bertatap muka denganmu lagi dilain hari, dilain pagi. Karena bertemu denganmu adalahh salah satu hal termanis dalam hidupku.

Selamat pagi, pagi dan selamat pagi bagimu yang sekarang beragkat ke tempat kerja, bagimu yang beraktivitas di lautan, bagimu yang menanti senja, bagimu yang baru membuka mata, indah bukan? tapi ketahuilah indahnya hanya sementara saja... bagimu yang baru membuka mata, karena dunia saja terlalu mengerikan, tapi tak ada salahnya kau menikmati pagi, sama sepertiku yang juga penikmat pagi. Selamat pagi.

Selamat pagi, untuk ayah bunda, untuk semua hal yang telah dilakukan, untuk semua yang telah dikorbankan, dan selamat pagi untuk adik istimewaku, yang saking istimewanya aku tak tau harus menyebutmu apa, Aku tau kau selalu merindukanku, namun selalu kau tak pernah memberitahuku. Kau sama seperti ayah, menyayangiku dalam diam, tak pernah berkata namun selalu menunjukkan. Semoga kalia selalu dilindungi oleh.Nya, selalu diberi kesehatan, selalu dalam karunianya, Sebentar lagi aku akan pulang...

Selamat pagi Embah putri.. satu-satunya simbah yang masih kupunya saat ini, Bagaimana dengan keadaanmu wahai wanita yang paling dihormati ayah? semoga tak seperti kemaren-kemaren yang selalu kau ceritakan padaku. Aku menyayangimu, Sama seperti ketika aku masih kecil, sama seperti ketika kita selalu memakan ubi setiap paginya, memang nikmat... bahkan ketika pulang, dan aku ingin memakannya, kau pun membuatkan untukku.. ubi bakar yang nikmat, senikmat masa-masa kita bertiga dulu.. Jauh sebelum mbah kakung pergi, Allahumagfirlahu warhamhu wafu'anhu... Semoga beliau ditempatkan paling indah..

Selamat pagi kau wahai keponakanku, yang selalu menempel kemanapun, waktu itu kau bahkan menangis ketika aku tak segera mengulurkan tanganku, kau bahkan menangis ketika aku kembali ke semarang, waktu itu hati terasa berat, jadi bagaimana keadaan kalian? Jangan melakukan hal bodoh lagi, jangan melakukan kesalahan fatal lagi, kau sudah besar, kau juga tahu mana yang benar mana yang salah. Hai Fathkul... kau sudah besar sekarang, kelas 2 SMP, dan sekarang kau terlalu banyak diam disini, apa salahnya kita berbicara lagi, sama seperti ketika kita bercanda dulu. Ah.. mungkin kau merasa sudah terlalu besar untuk  berkumpul dengan kita lagi, oke tak apa... jangan terlalu mengurung diri, lupakan kesalahan terbesarmu, aku masih ada untukmu ketika kau ingin bercerita denganku, Aku masih ada disini, jadi jangan terlalu menyalahkan masa lalu, adakalanya memang masa lalu terlalu mencekik untuk diingat, untuk dilupakan, anggap saja kejadian itu hukuman Allah atas tindakanmu. Sudahlah jangan menangis lagi, lupakan pukulan-pukulan yang kau terima, anggap saja itu adalah semacam latihan ringan. Tersenyumlah, pagi masih selalu tersenyum untukmu.

Selamat pagi, teman.. dimana kalian? tak rindukah kalian padaku, kalian yang selalu kusebut dalam do'a.. aku bahkan tak punya kesempatan menyapamu, apa salahnya memberitahuku ketika kau mengganti nomor handphone mu? tak apalah... kurasa kalian terlalu sibuk untuk memberitahukan kabar kalian, Ya.. aku bahkan disini sibuk menggambar langit untuk mengingat wajah kalian.. saat ini disaat langit berwarna biru, disaat lagit tak berawan, ketahuilah saat itu aku selalu mengingat kalian, semoga kalian baik-baik saja, selalu dalam lindungaNya.

Selamat pagi kau Yakub.. dimana kau sekarang? masihkan kau memanggil namaku? kuharap kau masih mengingatku. Pagi ini indah bukan?

Selamat pagi hai prince bubble tea, haha... tak seharusnya kau kusebut dalam tulisan pagiku ini, jadi apa yang bisa kulakukan sekarang, gegara kau aku menyukai choco bubbletea.. nanti.. kalau telepatiku berhasil sampai, sampaikan salam ku untuk kesebelas lainnya, katakan selamat pagi...

Selamat pagi jodohku...? bagaimana seharusnya aku mengatakannya? semoga kita dipertemukan dengan pertemuan yang indah. pada malam hari? pada siang hari? tidak... aku menyukainya ketika kita bertemu diantaranya :) selamat pagi...

Selamat pagi...? bahkan aku tidak dilahirkan diwaktu pagi hari, aku justru membuka mata disenja, indah bukan, namun aku tetap menyukai pagi, menyukai mu.. jadi selamat pagi :))

Selamat Pagi

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 17 Mei 2014
With 0komentar

Jadi Begini Rasanya

| Kamis, 15 Mei 2014
Baca selengkapnya »
Jadi bagimana rasanya...
Mengenal orang yang sejatinya tak kukenal
Mengenal orang tapi yang dikenal tak mengenalku
Mengenal orang yang seharusnya tak kukenal
Jadi begini rasanya...
Dan orang itu tiba-tiba saja pergi, dia bukan apa-apa, tapi sudah seperti keluarga
dia bukan siapa-siapa, hanya aku merasa telah mengenalnya sedemikian rupa
dia bukan siapa-siapa, tapi sudah seperti saudara...
dia bukan siapa-siapa, tapi aku berdo'a suatu saat dia tidak hanya "bukan siapa-siapa"
Jadi begini rasanya...

Hai kau pecinta galaxy...
kau tau, aku juga mencintai galaxy.. kuharap suatu saat kamu tau..
kuharap kita bisa berbicara tentangnya
kuharap kau tidak pergi,
setidaknya suatu saat kau tau namaku...
namun sepertinya itu tidak mungkin,
karena sekarang,
bisa saja kau sudah selangkah lagi untuk pergi
meninggalkan tempatmu,
meninggalkanku.
Jadi begini rasanya..

"WYF"

Jadi Begini Rasanya

Posted by : la plui
Date :Kamis, 15 Mei 2014
With 2komentar

Komitmen

| Kamis, 08 Mei 2014
Baca selengkapnya »
Oke fine, ternyata saya lebih tertarik untuk bikin corat coret disini dari pada ngerevisi proposal hehe... menggalau ria, sembari diiringi lagu-lagu yang tak seharusnya didengar pada jam segini "rock".

Jadi apa tema kali ini? Komitmen. Ya... komitmen, satu kata yang dua minggu ini terlalu banyak menghinggapi otak saya, banyak sekali teman yang selalu mengungkit kata ini, mengulang-ulang, dua kali, lima kali, tiga belas kali mungkin sampai nanti, sampai saya tidak bisa menghitungnya lagi. Apa artinya komitmen jika digembor-gembor tapi tak ada bukti konkret? toh, masing-masing dari kita juga udah tau apa itu komitmen, bukan hanya tau, tapi sudah hafal betul dalam luarnya. Tapi salah siapa? Setidaknya, bukan salah ibu mengandung.

Tepat dua minggu, ketika pengorbanan sudah tidak dihitung pengorbanan lagi, ketika harga sebuah pertemuan dibayar dengan rentetan alasan bodoh, siapa yang tidak marah, ya... kami memang tidak marah, hanya diam, bukankah dulu mereka yang merasa paling pemberani? paling antusias? paling semangat? paling terdepan? tapi nyatanya benar-benar seperti pengecut, tertunduk, tak berani menatap, duhai... dimana kata-katamu sebulan itu kawan? benarkah ini benar-benar dirimu? aku bahkan tak mengerti apa yang sedang kau bicarakan saat ini, okelah... kau boleh saja mengatakan cari aman, mengatakan ini yang terbaik, mengatakan kita tak akan berhasil dengan perbandingan ini, tapi bolehkah aku bertanya satu hal padamu? apa arti berusaha?

Kau lagi-lagi terdiam, sudahlah... aku tak ingin menambah panjang urusan ini, biar saja, karena kau mungkin saja sudah membuat keputusan, bersama dua temanmu lainnya, atau mungkin kau akan mengajak yang lainnya, terserah... aku hanya ingin menyelesaikan apa yang kau mulai. Hanya tak bisakah kau memikirkan ulang keputusanmu? dan... memang tak bisa. Sudahlah... saya menghormatinya.

Jadi, bagimu apa komitmen itu... ingin sekali kutanyakan, tapi mungkin kita tidak punya kesempatan untuk bertemu (lagi)

Komitmen

Posted by : la plui
Date :Kamis, 08 Mei 2014
With 0komentar

My Beloved Rendra

| Minggu, 13 April 2014
Baca selengkapnya »
Namanya Rendra, padahal saya enggak tau itu cowok atau cewek, anggap saja dia cowok, jadi nama yang saya berikan tidak sia-sia :D 
Jadi... waktu itu, saya sedang sedang praktikum ipa, kelompok saya sedang membuktikan berbagai makanan yang berbahaya yang mengandung boraks, dan kelompok tetangga sedang praktik tentang pencemaran yang terjadi pada makhluk hidup, dan obyeknya adalah ikan. Begitu kagetnya saya ketika ikan tersebut diberi perlakuan dengan dimasukkan pada air yang telah dicampur dengan cuka, air panas dan detergen (malangnya kau nak... bukankah dia juga punya nyawa? tak adil bukan? tapi apa yang bisa saya lakukan, ini adalah praktik, tapi tetap saja saya tak suka, bukankah banyak daftar paraktikum selain pencemaran? maksudnya. kita toh tidak harus mengorbankan makhluk hidup, mereka juga punya hak untuk hidup, saya bahkan tidak bisa mengatakan apa-apa, melihat matanya arggghh.... itu membuat sesak hati saya, saya bahkan tidak apa-apa kalau saya dibilang aneh -__- tapi saya sungguh menyayangi binatang)
Sejenak saya melihatnya lagi, tubuhnya bergolak, mungkin bila ia bisa bergerak atau berteriak ia akan meminta tolong, setidaknya akan mengeluarkan suara, namun ia bahkan tak bersuara, hanya diam, memberontak, matanya sayup seakan mengatakan "tolonglah saya..kenapa melakukan ini pada saya, apa salah saya?" ah... saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya tak ingat berapa jumlah ikan emas itu, yang saya tau lebih dari beberapa. Dan setelah selesai mereka praktik, saya mengambil ikan tersebut yang memang tersisa 3, karena tak ada yang mengurusnya, akhirnya saya mengambilnya untuk dirawat saya.

Setelah sampai kos, dan meletakkan ikan tersebut pada botol yang sudah tak terpakai, saya memutuskan untuk memberi nama keduanya. Rendra dan Nata. Rendra memiliki tubuh kecil dan warna oranye nya yang pudar sedangkan Nata memiliki tubuh lumayan besar dan memiliki warna oranye yang kuat. Saya menyukainya, neomu neomu :D
Namun Nata memiliki umur yang singkat, keesokkan harinya ia sudah mengapung dengan tubuh pucatnya, ah... mungkin tak sanggup gegara praktikum kemaren. Tapi Rendra masih hidup, berputar-putar, mungkin lapar.
hanya 6 butir makanan yang saya berikan, setiap pagi dan sore.

#Stayhealty Rendra :)

My Beloved Rendra

Posted by : la plui
Date :Minggu, 13 April 2014
With 0komentar

Maafkan

| Senin, 31 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Betapapun jauhnya itu... saya tetap saja memikirkan, apa yang dimakan, apakah baik-baik saja disana, apakah mengingat saya yang jauh disini, seberapa rindu kepada saya disini, apakah sebahagia saya disini, bahagia yang menyakitkan.... namun ternyata memikirkan juga menjadi masalah saya. Maafkan saya.

Adakalanya saya menghindar untuk kembali. Saya tahu pasti Yang Kuasa menjaga, mengawasi namun apalah daya saya begitu rapuh untuk menerima segalanya. Maafkan saya.

Hanya ijinkan saya pergi, meski nantinya saya timpakan beban yang mungkin tak sanggup di tanggung. Apalah yang bisa saya persembahkan, karena saya adalah anak durhaka itu. Bolehkan saya menggugat takdir? Mohon Maafkan saya. Mohon....

Berat. Tuhan tahu betapa berat hidup saya. Hingga mereka-mereka kira saya tak pernah ada masalah sedikitpun. Taukah kawan.... jangan tertipu senyum palsu, jangan terlena dengan candaan menawan, karena ia tak bisa mengukur seberapa berat beban yang ditanggung. Saya tak minta dikasihani, sungguh sekuku jari tanganpun tidak. Lalu apa salahnya jika saya menangisi hidup saya? saya tahu pasti itu dilarang, tapi bisakah saya mengulurnya lima menit saja? Karena yang saya punya sekarang hanya air mata. Maafkan saya.

Duhai... benar saya tidak ingin berandai. Karena menginsyafi hidup adalah yang bisa saya lakukan. melangkah, melupakan. Apalah daya si anak durhaka... merelakan pun mungkin ia tak pernah mampu. Tapi ajarkan ia,bagaimana menyentuh ikhlas, membiarkan segala hatinya ringan, seringan kapas, Ajarkan ia menjadi anak baik, yang nantinya menghapus segala kedurhakaannya kepada hidup, kepada yang memberi. Ajarkan bagaimana ia mencintai setelah terluka. Ajarkan ia menutup lukanya dalam-dalam. Ajarkan ia bertahan..  setidaknya memberi senyum kepada yang tak bernyawa. Maafkan saya.. sungguh maafkan...

Apalah arti kesempurnaan... bahkan ia tak pernah ada. jangan kau samakan ia dengan nalai seratus yang diberikan guru kepadamu. Karena saya punya itu. bertumpuk-tumpuk tiga tahun kebelakang. Rasanya menyakitkan. Apalah artinya mendapatkan yang terbaik, pujian yang berlipat-lipat. Karena saya pernah punya itu.. bertahun-tahun yang lalu. dan sekarang saya menyesalinya, tak ada gunanya, hanya kau terlihat baik dimata orang. Dan akhirnya mengikatmu. melakukan ini, melakukan itu, tak boleh ini tak boleh itu. Apakah saya menggugat, anggap saja iya...bagaimana bila saya tumpahruahkan rahasia? Mungkin bisa saja saya berpegangan pada tangga.. Biarkan saja ia membusuk, dalam, dan tak tersentuh selamanya. Dan terkubur bersama mayat yang terbujur kaku. meliukkan kidung kematian yang menyakiti siapa saja yang mendengarnya. Ah...lupakan itu hanya omong kosong. Bukankah lidah tak bertulang. karena kejujuran adalah mata. Tapi mata tak sanggup bicara. Ia hanya menyaksikan, melihat tanpa memberi tahu seperti apakan hidup saya. Maafkan saya..maafkan saya

Tuhan memberi saya kekuatan, namun saya hanya berani mengambilnya sedikit. Dan itu adalah kesalahan saya. bagaimana bisa ia serapuh itu... Tuhan.. saya hanya tak kuat menahan nafas melihatnya, sakit rasanya disini. Bisakah saya tukar hidup saya untuk itu.. melihatnya bahagia, membiarkannya bernafas lega.. karena ia juga berhak untuk itu. 
Jangan kira ini adalah film saga, yang laris di bioskop dengan banderol mahal. Ia tak semurah itu.. 
Maafkan... Maafkan saya, apapun itu maafkan saya..

Kesalahan saya bertumpuk tumpuk. jadi yang saya bisa lakukan hanya memohon, merintih maafkan saya maafkan saya. berulang ulang, berpuluh-puluh. Tak ada ampun.. dan saya hanya menangis tergugu di daun pintu yang tak berkunci. memegangi kaki kedua kaki saya. Lihatlah... ia hanya seonggok daging tak berguna.. hanya bisa memohon. Lalu katakan pada saya, apa yang saya bisa lakukan? saya sudah melakukan semuanya, jadi biarlah saya memohon. Setidaknya ketika saya harus menunggu beberapa tahun, Dan Tuhan akan menjaga, ketika saya menunggu disini. Jadi maafkan saya... maafkan

Maafkan karena itu tak pernah cukup, maafkan untuk maaf yang tak tersampaikan... 




Maafkan

Posted by : la plui
Date :Senin, 31 Maret 2014
With 0komentar

Rabu

| Sabtu, 29 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Bukan aku membenci Rabu,
Katakan kalau Rabu itu hari yang indah,
Katakan kalau Rabu itu hari yang menakjubkan, penuh keajaiban
Namun nyatanya Rabuku tidak seperti itu,
Ia terlalu membuatku gugup sepanjang pagi hingga menjelang sore
Ia sungguh membuatku melakukan hal-hal yang memalukan yang tak pernah kubayangkan aku melakukannya...

Bisakah kita berdamai?
Hanya untuk hari rabu, bukan... untuk hari-hari saat kita bertemu
untuk waktu-waktu saat kita bertatap mata..
Rasanya melelahkan bukan?
Ah ya... mungkin bagimu tidak...
setidaknya hentikan pertanyaan-pertanyaan yang menganggu malam panjangku
Atau... menjauhlah dari tempat dudukku

Rabu...
Rabu....
Rabu...
Semoga Rabuku besok menyenangkan


Rabu

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 29 Maret 2014
With 0komentar
|
Baca selengkapnya »
Mengapa kamu bisa dekat
Mengapa kamu berbicara dengannya lebih banyak
Mengapa harus dengan dia dia dan dia?
Mengapa kamu lebih beruntung?

Pertanyaan yang sering ditanyakan mereka, mereka yang hanya mengenalku "sedikit". Bukankah lelah ketika ditanya dengan pertanyaan sama dan berulang-ulang oleh orang yang berbeda? Anggap saja Aku menganggap mereka sama, tak ada yang berbeda. Jadi berhentilah bertanya.

Bukankah aku menyapamu seperti aku juga menyapa mereka? bahkan aku tak peduli siapa itu, laki-laki atau perpempuan
Aku juga tersenyum untukmu dan untuk mereka, 
Aku juga menjawab pertanyaanmu yang ditanyakan oleh mereka, Tapi mengapa mereka lebih dekat denganmu ketimbang denganku?

Bagaimana aku bisa menjawab pertanyaanmu bila yang kau tanyakan yang seperti itu
Karena aku tak mempunyai jawaban itu untukmu. Sudahlah... 
Posted by : la plui
Date :
With 0komentar

Aku dan Taufik Hidayat

| Selasa, 25 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Kok itu melambung ke arahku tajam, meliuk-liuk seperti burung perkutut yang sedang terbang, dan kusambut dengan ayunan mantap dari sebuah raket yang kupegang dengan tangan kanan, kakiku sedikit melonjak, menciptakan balasan tajam, langsung ke arah sasaran dan.... smash....!!!
yahhey... skor 21-20, dan aku menang... menang untuk pertama kalinya melawan Taufik Hidayat gadungan, kami sama-sama tertawa, mengusap peluh, dan meminum air putih dibawah pohon beringin disudut lapangan, rambut kuda kami sudah dipenuhi peluh dan menyisakan nafas yang masih tak beraturan.

Bermain bulu tangkis memang menyenangkan, tentu saja bersama Taufik Hidayat gadungan ini.. haha sebut saja namanya Astri, tetangga yang sekaligus sahabatku ini sedang berperan sebagai Taufik Hidayat sedang aku adalah Susi Susanti. Jangan heran, bermain peran bagi kami selalu menyenangkan, kadang selain aktor badminton, kami juga bermain peran sebagai aktris india, dia sebagai Tina dan aku sebagai Anjali, atau telenovela, dia sebagai ana dan aku sebagai renata, haha... masa kecil memang penuh kenangan. Terlebih ketika saat itu para bandit-bandit kecil ini sudah berkumpul, seperti Angga, Erni, Aji, Nanda, Silo, Andre, Anggoro, Ina, Rizka, Ratna, Sri, Rosyid, dan lainnya, kami selalu bermain gim-gim(an), atau singkongan, atau petak umpet atau bahkan sepiring dua piring. Sangat menyenangkan, tapi sekarang kami sudah dewasa, sudah punya dunia sendiri-sendiri. Ada yang kerja di Jakarta, ada yang di jogja ada yang di Solo. Hampir semuanya meninggalkan kampung. hanya satu-dua yang tersisa. Ah... aku merindukan kalian, merindukan masa kecil kita.

Di desa kami, ada 3 sekolahan (SD) dan rata-rata dari kami memasuki SD yang sama, yakni SD 5, Sedang dua SD yang lain adalah SD 1 yang merupakan SD favorit dan SD 2 yang pada jaman kami merupakan SD yang paling sedikit jumlah muridnya. Sama seperti kebanyakan Sekolah pada umumnya, terlebih jika jaraknya sangat berdekatan. SD 1 dan SD 5 adalah SD yang saling berteman (?) sedang SD 2 adalah SD musuh, hampir pernah terjadi tawuran antaran SD 5 dan SD 2, karena SD kami tidak ada pembatas dindingnya jadi siswa sangat leluasa masuk keluar SD tetangga, waktu itu aku masih kelas 3 SD, aku bahkan tak tau bagaimana asal muasal perang saudara ini terjadi, namun sepertinya ini sudah ada sejak jaman dulu, jaman bapak-bapak kami. Dan parahnya lagi adalah aku juga ikut  berperan penting dalam peperangan ini hehe :D

Aku kecil adalah anak tomboy yang suka kelayapan bareng tetangga-tetangga, melakukan ekspedisi konyol. seperti menyusuri klegung (sungai yang lumayan besar), audisi manjat pohon kelapa, ekspedisi keliling desa jalan kaki sampai merencanakan kejahilan-kejahilan yang cukup membuat seseorang menjerit histeris. aku kecil terkenal titis (bila melempar sesuatu selalu tepat sasaran) dan itu lah yang membuat aku dilibatkan dalam peperangan melawan SD 2 yang saat itu menantang kami untuk pertandingan kasti. Aku yang saat itu masih kelas 3 hanya menurut saja ketika diperintah untuk ikut kasti melawan SD tetangga. Aku cukup paham situasi ini baru sekitar 15 menit dimulai, tim kami memimpin. Namun SD tetangga sepertinya tidak terima, jadi akhirnya adu mulut pun terjadi diantara senior kami. Dan salah satu suporter dari mereka memulai melempar batu.. hampir saja kami juga membalas dengan lemparan batu seandainya guru kami tidak datang. hoho... dan sejak saat itu kami gencatan senjata karena ada ancaman dari guru kami :D

Dan sore ini, aku kembali badminton, bukan dengan Taufik Hidayat lagi, namun dengan cowok kecil yang tampan...haha.. keponakanku, yah... mengisi hari selagi belum kembali ke semarang, dan melakukan akitivitas setelah sakit beberapa hari. Dan tetap tanpa Susi Susanti dan Taufik Hidayat.

Aku dan Taufik Hidayat

Posted by : la plui
Date :Selasa, 25 Februari 2014
With 0komentar

Berbahagia Untukmu

| Sabtu, 15 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Tiupan angin semakin dingin menyelimuti kota kecilku
Ia nampak pucat, ia seperti tak bernyawa
Menyeretku kebeberapa tahun yang kutinggalkan sendirian
Dan bila...
Mungkin saja saat ini aku tak sendirian,
Mungkin saja ada sebening mata mungil yang memandangku cerah,
Atau tangisan ditengah malam yang membuatku bangun dari rentetan mimpiku
Bukankah indah yang demikian?
Namun aku menyebutnya takdir
Takdir bahwa aku memutuskan untuk memutus segala ikatan yang ada
Sejak kita masih dibuaian
Sehingga aku bisa merasa lega bahwa kenyataannya aku masih berdiri bebas
Memandang senja yang melambai ke arah rembulan
Aku sudah melupakan namamu
Jadi..
Jangan merasa bersalah ketika kau mendahuluiku menjemput separuh dienmu
Jangan melihatku dengan mata sendu yang tak ingin kau perlihatkan padaku
Aku berbahagia untukmu
Aku berbahagia untuk masa sekarang yang menakjubkan
Aku berbahagia mengenal orang-orang yang menyayangiku
Aku berbahagia dengan mereka yang disekelilingku
Aku berbahagia untukmu

Dan malam menghapus kenangan tentanmu


Berbahagia Untukmu

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 15 Februari 2014
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲