Newest Post

Aku Hanya Ketakutan

| Selasa, 04 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Aku tak membicarakan bagaimana jatuh cinta, ia sudah ada sejak dulu, jauh di masa lalu
Aku tak membicarakan rindu, yang bila semakin ingin di lenyapkan, akarnya akan semakin mencengkeram erat
Aku tak membicarakan benci, bagaimana bisa ia tak disandingkan dengan keduanya? hanya karena ia terlihat angkuh
Aku tak membicarakannya, juga segala yang melekat padanya
Aku tak membicarakan cara kerjanya, semua orang sudah mengetahuinya
Aku hanya perlu melakukan dengan benar

Aku terlalu berani untuk jatuh cinta, karena aku tak tahu ia akan semenakutkan saat ini
Jangan tanya mengapa aku takut jatuh cinta
Sama seperti kau tanyakan padaku mengapa aku takut dengan serangga berkaki enam
Ada alasan, namun ia sudah terkubur ribuan waktu yang telah berlalu
Bahkan kau tak akan menemukannya, meski kau bisa kembali ber-reinkarnasi
Lihatlah dirimu, menatapku saja kau tak setajam menatap puluhan mata yang berdiri di hadapanmu
Lupakan, karena nantinya itu menyakitkan

Sudah terlalu banyak aku menolak..
Terhitung ketika aku mampu membaca kalimat demi kalimat dengan tartil
Lalu ia raib,
Bukan dia, hanya aku yang melarikan diri
kenapa? jangan kau tanya
Aku hanya ketakutan

Lalu aku menemukanmu di sudut senja yang hampir hilang ditelan malam
Bagaimana bisa aku bergerak, sedang kau hanya membeku
Persis seperti tak bernyawa
Aku tau benar itu kau
Bisa apa aku jika memang sudah ditakdirkan seperti ini?
Aku kembali ketakutan
Bisakah kita membuatnya lebih sederhana?

Dan kau menjawabnya dengan pertanyaan
"bisa apa kita? kita hanya perlu melakukannya"
Dan kau benar, selalu benar.


Aku Hanya Ketakutan

Posted by : la plui
Date :Selasa, 04 Februari 2014
With 0komentar

Aku hanya Ingin

| Selasa, 28 Januari 2014
Baca selengkapnya »
Aku hanya ingin... bertemu, menyapa, bertanya...
Namun waktu sepertinya enggan bertamu denganku
Mungkin Hanya ia sulit untuk dijangkau,
Jangan menyalahkan waktu, mungkin aku yang tak ingin bertemu, atau kau yang ingin menghindar
Dan disela keduanya, waktu berbicara

Aku hanya ingin... hanya sekedar berada di tempat yang sama
Sesulit itukah berbicara? jangan tanya padaku
Aku memang tak terbiasa memulai
Sekalinya ada kata, maka ia terlalu terlihat ambigu
maka jangan pandang aku sebelah mata, hanya aku tak terbiasa
Bukankah perlu waktu panjang?
dan lagi
waktu

Aku hanya ingin... bersua
Namun Tuhan membuatnya lebih indah dengan ketidakhadiranku
dan aku hanya bisa menerima
karena memang aku bukan diciptakan untuk bisa di waktu dan tempat yang sama
mungkin juga akhir yang sama
jadi dimana letak ketidakadilan itu?
ia jauh di awang-awang

Aku hanya ingin... 
dulu ada beberapa bait yang tersusun rapi
namun ia kini hilang, berbekas namun sekarang tak bermakna
apa artinya jika aku membuatnya seperti ini?
ia adalah nada-nada yang terbuang
aku hanya tak percaya, dulu aku membuatnya untukmu
pun sampai sekarang
tak ada alasan mengapa aku melakukannya, 
mungkin karena aku hanya ingin

Aku hanya ingin...
Seribu bahasa yang kususun, hilang ketika aku sadar dari tidur panjangku
Siapalah dirimu, siapa juga aku

Aku hanya ingin.....

Aku hanya Ingin

Posted by : la plui
Date :Selasa, 28 Januari 2014
With 0komentar

Tak Perlu Hidup dalam Waktu yang Lama

| Sabtu, 25 Januari 2014
Baca selengkapnya »
bagaimana rasanya bahagia...? ambigu, rasanya aku tak pernah sebahagia ini.
aku mulai melupa, lupa caranya melupakan
rasanya seperti aku tak perlu hidup dalam waktu yang lama, aku bahkan melupakan waktu yang pernah membersamaiku
maka aku menulis sebisa aku menulis
aku bersenandung, hal yang tak pernah aku lakukan dalam sewindu ini
rasanya sakit, dan aku tak mau kembali merasakannya
maka jika bisa, aku mengharapkannya seperti ini saja, hari demi hari
namun tak pernah bisa tawa berdiri sendiri, ia selalu bersanding dengan tangis
jadi biarkanlah sejenak, aku melewati beberapa detikku ini
hingga aku mulai mengingat
hingga aku mulai menggenggamnya
dan meneruskan segala yang telah ditetapkan untukku
aku tak memaksa diriku mengenangnya
hingga nantinya aku mulai berharap, karena harapan tanpa kenyataan
seperti menemukan jarum dalam milyaran jerami
melelahkan
hidup ini sudah sangat melelahkan, jadi aku tak ingin membuatnya semakin melelahkan
dan aku tak ingin kembali berharap
hanya seperti ini saja...

Tak Perlu Hidup dalam Waktu yang Lama

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 25 Januari 2014
With 0komentar

Satu Episode-ku

| Kamis, 23 Januari 2014
Baca selengkapnya »
Maka memutuskan adalah kelemahanku...
Aku berdo'a, menyebut namanya, satu per satu..
Namun Tuhan memilih namamu untuk mendapatkan suatu yang kujanjikan,
Apakah aku menukarnya..? tidak.. hanya kesepakatan..
Apakah aku menyesal...? ya... 
Namun sesalku tak seberapa besar dibanding nyatanya do'a yang dikabulkan...
Lihatlah...meski aku tak menyuarakan, meski aku pernah menanyakannya padamu, meski aku pernah menegurmu, dan meski aku mengabaikanmu..
Tapi Tuhan tidak pernah.. Ia ada, selalu ada.. selalu disisimu, disisiku

Jadi.. berhentilah bertindak konyol
pandanglah kedepan, namun jangan pernah melupakan yang dibelakang
meski bisa dikatakan hanya satu episode
sesekali tengoklah.. karena mereka ada untukmu

lima bulan berlalu, seperti berlalunya aku dalam hampir setengah tahun
apa yang bisa kuperbuat..aku hanya harus menepatinya
aku hanya harus melakukannya
meski terkadang, terbait dalam mimpi-mimpi
aku menganggap Tuhan memberikannya sebagai bingkisan kecil untukku
berjuanglah...
selamat berjumpa di episode selanjutnya.. jika dikehendaki
atau selamat tinggal untuk waktu yang lama...

#brother

Satu Episode-ku

Posted by : la plui
Date :Kamis, 23 Januari 2014
With 0komentar

Cermin Benggala

| Minggu, 05 Januari 2014
Baca selengkapnya »
bukan masalah waktu, tapi kehilangan adalah hal yang menyakitkan dalam kehidupan yang teramat sempurna
bukan seperti hilangnya harta, bukan pula rupa, namun harga diri adalah kasta tertinggi
ia tak berwujud, namun mewujudkan
yang tak nampak menjadi nampak
yang tak ada menjadi ada

lalu kudengar sumpah serapah dibalik cermin benggala

macam tak ada kata yang lebih baik
ia justru menumpahkan amarahnya yang teramat bergejolak
dan setan telah ada padanya
tanyakan padanya
masihkah ia tau siapa namanya?

waktu tiada lagi berguna

tak ada andai tak ada jika
ia sudah tergeletak berlawan dirinya
ada setetes dua tetes mata yang sempat terfigura
apalah gunanya, ia sudah membatu

kudengar hentakan dan helaian dalam waktu bersamaan

semakin pucat wajahnya
semakin nanar pandangan matanya
duhai...dimanakah sumpah setia sepuluh tahun lalu?
tak berbekas,

Cermin benggala terdiam menyaksikan,
Biar Tuhan yang balas semua kisah menyedihkan
Karena ia tahu, Yang di Atas mboten sare


Cermin Benggala

Posted by : la plui
Date :Minggu, 05 Januari 2014
With 0komentar

Arja Panangsang

| Minggu, 29 Desember 2013
Baca selengkapnya »
"Ing waktoe poenikatetijang Djawi kathah kang sami remennggegoeroe lampah ing agami Rasoeltoewin nggegoeroe kadigdajan sarta kategoehanGoeroe waoe ingkang sampoen misoewoer kekalihsatoenggil kandjeng Soenan Kalidjagakalih Soenan ing KoedoesSoenan Koedoes waoe moeridipoen tetigasatoenggil Pangeran Arja Panangsang ing Djipangkalih Soenan Prawoto, tiga Soeltan Padjang\ngkang sipoensihi pijambakPangeran Arja Panangsang"


(Poenika Serat babad Tanah DjawiWiwit Saking Nabi Adam Doemoegi Ing Taoen 1647Kaetjap wonten ing Tanah Nederlan ing Taoen 1941)

Arja Panangsang

Posted by : la plui
Date :Minggu, 29 Desember 2013
With 0komentar

RINDU

| Sabtu, 28 Desember 2013
Baca selengkapnya »
Aku kembali menulis, lama rasanya aku tak menulis (lagi)


Setelah kegiatan yang beruntun dari a-z darii KKL sampai LDKr ohhhoo... ternyata, aku masih merindukan jaman-jaman dulu. Saat masih berseragam putih abu-abu. :D
kesana-kemari bareng-bareng (sekarang juga bareng-bareng sih.. tapi beda orang), tapi sekarang, udah pada punya jalan sendiri-sendiri, udah punya jodoh sendiri-sendiri (aku kapan...?? :o) yang A udah di negeri orang, yang B udah punya anak mau 2, yang C udah lewat jalan pintas (pacaran), yang D kerja kayak Bang Toyyib, yang E sibuk ngampus enggak pulang-pulang, yang disini sendirian T.T (kasian kali kao nak...)


Emang ya.. namanya hidup, cepet skali rasanya, kemaren kayaknya baru lulus dari TK eh... enggak taunya udah punya anak yang mau masuk TK, rasanya baru beberapa hari lulus SMA, eh... enggak taunya udah mau skripsi, emang bener cepetnya....  jadi ketika kumpul bareng sama temen yang dulu nih,pertanyaan paling mendasar adalah "kapan kamu mau nusul kami lu'...??" (alamaak...) lagi ada yang tanya, "lu' kamu kok gak pacaran sih...? nanti kalau nikah gimana? dijodohin? trus kenalnya dari mana dong..?? " (ya.. semua orang dijodohin kali, sama Tuhan, elu juga), ada lagi tingkah kakak kelas yang rada aneh, waktu itu saya lagi belanja di sebuah mini-market di semarang, nah.. enggak taunya nih, ketemu sama mas-mas temennya kakak kelas saya (ribet -_-) sebut saja namanya mbk melati (nama samaran) dan mas steven ( nama samaran, asal sih.. cuma gara-gara rambutnya mirip steven william, nah kita sebut mas steven), bengini nih ceritanya :

(saya sibuk nyari cemilan buat nemenin ngerjain tugas, si embaknya lagi nyari minuman, tiba-tiba dari seberang muncul mas steven,)
mbak melati : "eh... ada steven, carriiii apaaa steven" (gaya  lebay)
Steven : "cari minum" (cooll)
aku : ................. (huek)
mbak melati : "lho emangnya mau kemana sihh... kok banyak bgete..??
Steven : "mau ke ungaran, muncak"
mbak melati: "sama siapa ven.."(kepo banget diia)
Steven : "anak kos"
mbak melati : " itu hlo dek lu' mau ikut..."
(aku yang lagi nyari camilan jadi frozen... kok aku?? kontan mas steven nya juga melotot ke aku, dalam batin "apa-apaan...?? kok gua yang jadi sasaran")
dan bla bla bla.....*) sensor
nah... waktu uda keluar dari mini-market saya tanyain tuh embaknya, maksudnya apa gitu..?? orang saya jelas-jelas gak tau apa-apa kok dilibatin, dia jawabna nyante "gini hlo dek... gua tuh mau ngedeketin elu sama dia.. biar jodoh, kurang baik apa gua sama elu...?? udah dia cakep (emang sih...) cocok kan?? elu harusnya berterimakasih dong sama gua"

#gubrakk..... duh mbak... 

nah itu dia, padahal dia nya juga udah paham nih, kalau saya itu enggak mau pacaran, masih aja nekat ngedeketin saya sama anak orang... wah wah... kayakya dia udah alih profesi jadi mak comblang.

Dan memang, lingkungan mempengaruhi pergaulan, tapi tetep rindu yang dulu. Yang ketika salah diingatkan, yang ketika melakukan kebaikan didukung... Rindu.


RINDU

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 28 Desember 2013
With 0komentar

Dengan Cinta

| Senin, 04 November 2013
Baca selengkapnya »
Dengan cinta, aku menuliskan beberapa baris puisiku untukmu
yang memikat jiwa ketika pandangan pertama menghujam, menyunggingkan senyum tanda perpisahan,
karena dengannya ia menjadi dekat dan dengannya pula ia seperti bayangan, tak teraih meski kau hanya beberapa inchi darinya. sudahlah pagi masih beratus-ratus jumlahnya, mari kita pikirkan esok

Dengan cinta, aku bersumpah setia, bahwa aku tak mengizinkan, karena kita rembulan dan matahari, dan Tuhan tak mengizinkan setelah Ia mengizinkan, aku hanya berjanji, semuanya telah ada yang mengatur sama saat aku jatuh cinta denganmu. Hanya aku tak tau, seberapa singkat waktu yang diberikan, atau seberapa panjang penantian yang mengelilingi takdir.

dan kita berpisah dalam hujan. 

Dengan Cinta

Posted by : la plui
Date :Senin, 04 November 2013
With 2komentar

Setelah 85 Tahun Sumpah Pemuda

| Senin, 28 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
1. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah dara yang satu, tanah air indonesia.
2. kami putra dan putri indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa indonesia
3. Kami putra dan Putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Sejarah mencatat, bahwa pemuda pernah berada dalam titik tertinggi di kehidupan Bangsa Indonesia. Mereka.. yang namanya tak pernah diingat, mereka yang saat ini tak bisa menyaksikan bagaimana bangsanya setelah masa mereka dan mereka yang tak sempat dikenali wajahnya. Namun mereka pulalah yang menjadikan bangsa kita menjadi satu, satu tanahnya, satu bangsanya, satu bahasanya dan satu hatinya. Karena lahirnya sumapah pemuda bukan sumpah semata, bukan sekedar umbaran kata yang tak adanya makna, namun sumpah yang mereka pekikkan dikala itu adalah bukti cinta mereka pada saudara mereka, bukti bahwa mereka ingin hidup berdampingan dengan bahagia tanpa usikan.

karena satu  pemuda saja ia bisa mengubah dunia, beda dengan seribu orang tua, karena ia hanya bisa bermimpi, itulah apa yang dikatakan oleh Presiden kita (Soekarno).
Bukankah sudah jelas, pemuda adalah titik penting dalam kehidupan ini, mereka punya mimpi, mereka punya semangat dan mereka punya konsep, yang bisa saja dengan semangat nya membangkitkan sebuah bangsa atau bahkan bisa menghancurkan bangsa. Karena pemuda adalah lentera.

Namun, 85 tahun selepas diikrarkan sumpah pemuda di tanggal 28 Oktober 1928 masihkan sumpah pemuda bermakna sama? atau hanya tinggal sebuah nama saja, atau bisa juga tinggal peringatan yang tak mereka tak pernah tau apa sebenarnya mereka melakukannya.
misal saat ini,
penjelasan yang sangat sederhana adalah kita sebagai generasi muda tidak mampu lepas dari konflik internal sesama anak bangsa.
hal tersebut tercermin dari banyaknya konflik terjadi di kalangan pemuda yang hingga saat ini belum terselesaikan, konflik suku, konflik agama, konflik antar organisasi, bahkan sampai pada konflik paling unik, yaitu perkelahian massa antar suporter sepak bola.

Ah masa bodoh, yang penting hidup bahagia... begitukah?? miris memang para pemuda sekarang bahkan tak (mau) mengerti bagaimana sejarah itu tercipta. Dan bagaimanakah dengan kita...???


Setelah 85 Tahun Sumpah Pemuda

Posted by : la plui
Date :Senin, 28 Oktober 2013
With 5komentar

Lelaki Terhebat

| Jumat, 04 Oktober 2013
Baca selengkapnya »

Bagiku.. kau adalah lelaki terhebat yang selalu menjadi penerang jalanku, ada dan tidak adanya kau disini, jauh dekatnya kau disisi, namun selalu dan selalu dihati. Rasanya Terimakasih dan do'a tidak akan pernah cukup untuk sekedar membalas apa yang telah kau ajarkan untukku, kau lelaki pendiam. Yang hampir tak pernah bercanda untuk waktu yang lama, namun sekali kau mengeluarkan suara, hanya kebaikan yang penuh wangi syurga, insyaallah.

Ayah... bagiku kau adalah segalanya. senyummu adalah yang paling menentramkan hati ketika segalanya tengah mengitariku, mungkin hanya sekedar tepukan pada pundakku, karena itu sudah cukup menentramkan hati yang penuh gundah gulana, yang mengatakan baik-baik saja, meski aku tau persis dengan apa yang ku perbuat bahkan akan membuatmu kecewa. Maaf Ayah... aku belum mampu menjadi apa yang sepenuhnya kau harapkan. Karena aku pikir, aku masih putri kecilmu, karena aku pikir aku belum terlalu dewasa, dan karena aku berharap aku selalu menjadi putri kecilmu. Aku terlalu takut menjadi dewasa, karena aku menginsyafi, semua akan menjadi terlalu berat untuk dilakukan.

Dulu.. rasanya baru kemaren aku dan engkau bersepeda, mengelilingi apa yang memang akan kita kelilingi, berhenti sebentar dan kau bercerita.. melanjutkan perjalanan lalu berhenti lagi, menyanyikan gending jawa yang aku tak pernah tau artinya, pun hingga kini. Kau selalu berkata bahwa aku adalah yang terbaik, kau katakan pada siapapun, dan aku kecil hanya mengangguk-angguk mengoyangkan dua ekor kuda rambutku, lalu tertawa. Bukankah indah masa itu..?? aku selalu mengenangnya Ayah... tak akan pernah terlupa. Kau juga yang pertama kali mengenalkan hujan padaku, memberikan seuntai do'a agar aku membacanya saat hujan turun, dan sampai kini tetap kulakukan, dan hujan selalu membawa berkah untukku. Maka aku menyukai hujan sebanyak aku menyukaimu. Ah.. Ayah, bagaimana keadaanmu? semoga selalu sehat dan afiat.. maaf Ayah aku belum bisa pulang, masih ada beberapa hal yang kukerjakan disini, Hari Raya nanti aku akan pulang :')

Ingatkah ayah dulu waktu kecil aku sering merengek memintamu untuk menceritakan sebuah cerita pengantar tidur..? ya rusa-rusa itu, percayakah engkau bahwa cerita itulah yang membuat aku menjadi peraih point tertinggi mata pelajaran bahasa indonesia waktu Sekolah Menengah? ah.. mungkin kau tak percaya, tapi itu benar ayah... rusa-rusa itulah yang membuat pointku teramat menjulang, bahkan aku hanya bercerita sederhana. sesederhana engkau dalam menggubah alur, merangkai kata dan menyentuh ending. Itulah salah satu keajaiban yang datang padaku karena engkau, Ayahku. Sosok yang selalu menjadi panutan dalam menjalani dunia mungilku, entah berapa kali aku membuatmu kecewa padaku, entah berapa lama aku membuatmu semakin terdiam sendu, namun kau selalu berkata " Tak apa.. sekarang kau bisa melakukan kesalahan, tapi nanti.. aku yakin kau tak akan melakukannya lagi" betapa aku tau, bahwa kau hanya ingin membesarkan hatiku, mengatakannya supaya aku tak teralalu merasa bersalah. Ah.. Ayah, dimana lagi ku temukan sosok mu yang semakin hari semaikn langka, sosok penyayang, pemimpin, pemberi motivasi terhebat. Hingga suatu hari aku mendengar ibu berdo'a semoga aku mendapatkan pendamping yang seperti engkau, dan aku aamiin kan, :')

Aku tau, engkau adalah seseorang yang tak pernah akan mau mengajariku kecuali aku mencobanya terlebih dahulu, maka benar ketika aku mendapatkan hadiah sepeda dulu, kau tak pernah mengajariku, bukannya tak mau, tapi aku tau, kau hanya ingin aku mencobanya terlebih dahulu, merasakan euforianya, dan aku mencoba, terjatuh, lagi, terjatuh tersungkur begitu seterusnya hingga beberapa kali, lalu kau mendekat, megatakan beberapa hal yang aku tau akan berhasil nantinya. yaa.. begitulah Ayah, hingga tersenyum puas ketika aku bisa mengendarai sepeda di kelas 2 SD. Sama seperti beberapa waktu lalu, kau adalah lelaki terhebat yang serba bisa, melukis, bernyanyi, bahan penjadi pranata cara dalam acara pernikahan hingga imam sholat waktu hari raya.. dengan lisan kau ajarkan aku kebaikan, dengan perbuatan kau ajarkan aku tentang kebaikan pula... semoga nantinya aku menemukan seseorang yang seperti engkau ayah...,

Sejuta ceritaku denganmu selalu menjadi lentera dalam aku menghadapi duniaku, yang selalu kau tekankan padaku adalah "hindari politik" aku tau mengapa, aku tau benar alasannya, maka aku hanya melakukannya, samii'na wa atho'na. Berharap hanya kebaikan yang datang padaku, hanya kedamaian yang datang padaku.

Putrimu yang merindukanmu


Lelaki Terhebat

Posted by : la plui
Date :Jumat, 04 Oktober 2013
With 0komentar

Mengenalmu

| Senin, 30 September 2013
Baca selengkapnya »
Menebak adalah hal termudah yang bisa aku lakukan, ya... karena memang mimik muka dari tiap-tiap orang yang kutebak selalu tepat, terlebih ketika aku menatap matanya. Namun kali ini kudapati tebakanku salah mutlak, menyisakan tanda tanya yang semakin lama semakin membesar, ah... maafkan sobat... aku tak bermaksud berburuksangka denganmu...

Ini adalah tahun ketiga, namun baru kali ini aku benar-benar merasa bodoh, memperlakukan orang yang bahkan aku tak pernah ada kesempatan untuk mengenalnya, orang yang kuanggap arogan, penuh kelicikan, namun ternyata ia adalah sosok hangat, sosok pemimpin, punya pribadi yang kuat. mianhae :D kau pribadi yang menyenangkan

Senang mengenalmu... 

Mengenalmu

Posted by : la plui
Date :Senin, 30 September 2013
With 0komentar

Menghapus Jejak

| Senin, 16 September 2013
Baca selengkapnya »
Aku ingin mengubur semua jejak yang pernah kau tinggalkan untukku
yang kian lama-kian beku tak mencair
Adalah sebuah karma yang pernah aku benturkan sisi depannya
Namun ia kembali muncul untuk sisi belakangnya
yang bertengger manis tanpa kedipan mata, apalah artinya bila manis tak berarti manis, bila pahit tak berarti pahit
Sebab putihnya kehidupan seperti ketika engkau mencoba menemukan batu kering dalam kubangan lumpur
Ia hanya akan menjadi basah dan kotor, tidak hanya pada satu sisi, namun keempatnya
juli empat tahun yang lalu aku melakukan kesalahan, menemukan jejak kakikmu yang tak beralaskan, mereka sudah teramat lama, namu baru kuketahui beberapa waktu yang lalu
dan sekarang jejak itu telah tiada, namun ia membawa kisah yang tiada taranya
ah... andai aku bisa menghapusnya, melupakannya untuk beberapa tahun kedepan, karena kutau nantinya ia akan semakin menimbun kisah yang baru.
menyedihkan memang, namun juga membahagiakan

AA

Menghapus Jejak

Posted by : la plui
Date :Senin, 16 September 2013
With 0komentar

Karena Saya Sudah Terlalu Muak

| Minggu, 15 September 2013
Baca selengkapnya »
Bisakah anda berhenti melakukannya, karena saya terlalu muak dengan sikap anda, Bahkan saya tidak pernah tau untuk apa anda melakukannya, bisakah anda berhenti? karena dunia saya terlalu bising, karena dunia saya terlalu indah untuk diganggu orang sepertmu.

Bisakah anda berhenti? untuk tak melakukan hal yang memalukan? saya tau anda muslim, tapi saya malu melihat kelaukan anda yang seperti itu, saya tau anda mendengarkan ceramah sana sini, tapi saya malu untuk melihat bahwa tak ada yang tersirat dari ilmu yang kau dapat, semuanya sia-sia. Jadi bisakah anda berhenti untuk melakukan hal bodoh itu? Karena perbuatan itu sangat memalukan, tidakkah anda mempunyai harga diri? 

Bisakah anda berhenti? tidakkah anda sadar bahwa orang lain membutuhkan kedamaian? tidakah anda sadar bahwa orang lain butuh ruang tersendiri? berhentilah mensabotase, karena ada batasan, namun batasan itu kau langgar. Tidakkah kau malu pada orang lain? Pada Dzat yang menciptakanmu? ah... mungkin kau tak punya harga diri.

Tidak ada esensi, tidak ada inti. 

Karena Saya Sudah Terlalu Muak

Posted by : la plui
Date :Minggu, 15 September 2013
With 0komentar

Sunrise di Kota Atlas :')

|
Baca selengkapnya »
04.45am, waktu pagi masih dalam dekapan perut bumi, tapi aku yakin Mikail sudah terbang, meletakkan rezeki pada mereka yang dengan sengaja membuka mata mereka, dan pagi ini, disini lah aku, berada di ketinggian berpuluh puluh meter menghadap pelabuhan yang nun jauh disana, terlihat indah, terlihat mempesona, ingin rasanya bermain-main di pelabuhan, namun aku tak punya alasan yang tepat untuk pergi kesana, dan akhirnya sampai sekarang. Hanya pikiranku, hanya impianku, namun kelak daftar itu akan kuceoret dengan tina merah, yaa... kelak.

Disini indah, sama indahnya ketika aku berada 7 tahun silam, di waktu yang sama namun tempat yang berbeda, kalau disini aku melihat sunrise dengan segala lautt dan keindahannya, namun 7 tahun silam aku melihat sunrise dengan pegunungan dan udara yang dingin mengigil, tapi tetap dengan perasaan yang sama. Ah... ia selalu tak ingin dilewatkan.

Pagi ini, dengan seorang sahabat, aku berjalan menyusuri perumahan, sawah hingga jurang, dan disinilah kami berhenti, udara sejuk seperti ini jarang kami temukan di tengah-tengah pabrik yang terbangun disana-sini di Kota Semarang. Terlebih waktu kami yang tak banyak akibat tugas kuliah yang terus menumpuk, mengharuskan pikiran terfokus lebih lama dari biasanya. Namun kali ini, kami melakukannya, melangkahkan kaki kami pada tiap-tiap jengkah tanah yang masih hijau belum terinjak, merasakan debu dan kerikil di kaki yang biasanya teralaskan, menemukan jalan-jalan baru yang belum pernah dilewati, menyapa orang-orang yang memiliki kesibukan sendiri. Menemukan kawanan alap-alap yang sedang bermigrasi untuk menemukan makanan. Dan itu menyenangkan.

Ya... pagi ini.



 cc: +Khoirun Nisa 

Sunrise di Kota Atlas :')

Posted by : la plui
Date :
With 0komentar

Sepandai-pandainya Tupai Melompat Pasti Akan Jatuh Juga

| Kamis, 12 September 2013
Baca selengkapnya »
Begitulah memang, rumit sekali bukan...? jangankan untuk aku sendiri, lihatlah gadis ini, hampir saja ia memutus takdir. Gadis yang selalu tak terduga begitu orang menilainya, ia periang namun juga pendiam, seperti terkurung dalam dunianya sendiri, ia menakjubkan tapi juga menakutkan, apakah ia memang tercipta seperti itu? ia tak tak tau.

Baginya mencintai adalah pilihan, maka ia akan memilih tak akan pernah memandang seseorang yang tak pernah ingin ia memandangnya, karena ia tau, semuanya berawal dari mata dan mata, apakah ia sombong, tidak... ia hanya ingin mengalihkan pandangannya, betapa pun ia ingin memandang, namun ia tak akan pernah mampu. cukup baginya seorang kawan. yang nantinya akan selalu tersimpan dalam pupil matanya. Siapa...? dan dia hanya terdiam, tersenyum, seperti yang biasa ia lakukan biasanya. ah... bisakah aku seperti dia..??

Kita tau, kata tak pernah bisa mewakili apa yang tersimpan oleh si hati, karena hati tak akan pernah bisa berbohong, sekalipun tindak kejahatan, ia jauh ada disana, namun sejatinya dekat. mengungkap apa yang seharusnya terungkap. Namun mata.. adakah yang pernah bisa membacanya meski tak pernah satu pun terlontar kata dari bibir? aku pernah bisa... dulu sebelum aku memutuskan untuk tak memandangnya lagi. Jadi jangan salahkan mata ketika ia bisa dengan baik mengungkap apa yang tak terungkap, karena pepatah masih berlaku. sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga


Sepandai-pandainya Tupai Melompat Pasti Akan Jatuh Juga

Posted by : la plui
Date :Kamis, 12 September 2013
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲