Newest Post

Menghapus Jejak

| Senin, 16 September 2013
Baca selengkapnya »
Aku ingin mengubur semua jejak yang pernah kau tinggalkan untukku
yang kian lama-kian beku tak mencair
Adalah sebuah karma yang pernah aku benturkan sisi depannya
Namun ia kembali muncul untuk sisi belakangnya
yang bertengger manis tanpa kedipan mata, apalah artinya bila manis tak berarti manis, bila pahit tak berarti pahit
Sebab putihnya kehidupan seperti ketika engkau mencoba menemukan batu kering dalam kubangan lumpur
Ia hanya akan menjadi basah dan kotor, tidak hanya pada satu sisi, namun keempatnya
juli empat tahun yang lalu aku melakukan kesalahan, menemukan jejak kakikmu yang tak beralaskan, mereka sudah teramat lama, namu baru kuketahui beberapa waktu yang lalu
dan sekarang jejak itu telah tiada, namun ia membawa kisah yang tiada taranya
ah... andai aku bisa menghapusnya, melupakannya untuk beberapa tahun kedepan, karena kutau nantinya ia akan semakin menimbun kisah yang baru.
menyedihkan memang, namun juga membahagiakan

AA

Menghapus Jejak

Posted by : la plui
Date :Senin, 16 September 2013
With 0komentar

Karena Saya Sudah Terlalu Muak

| Minggu, 15 September 2013
Baca selengkapnya »
Bisakah anda berhenti melakukannya, karena saya terlalu muak dengan sikap anda, Bahkan saya tidak pernah tau untuk apa anda melakukannya, bisakah anda berhenti? karena dunia saya terlalu bising, karena dunia saya terlalu indah untuk diganggu orang sepertmu.

Bisakah anda berhenti? untuk tak melakukan hal yang memalukan? saya tau anda muslim, tapi saya malu melihat kelaukan anda yang seperti itu, saya tau anda mendengarkan ceramah sana sini, tapi saya malu untuk melihat bahwa tak ada yang tersirat dari ilmu yang kau dapat, semuanya sia-sia. Jadi bisakah anda berhenti untuk melakukan hal bodoh itu? Karena perbuatan itu sangat memalukan, tidakkah anda mempunyai harga diri? 

Bisakah anda berhenti? tidakkah anda sadar bahwa orang lain membutuhkan kedamaian? tidakah anda sadar bahwa orang lain butuh ruang tersendiri? berhentilah mensabotase, karena ada batasan, namun batasan itu kau langgar. Tidakkah kau malu pada orang lain? Pada Dzat yang menciptakanmu? ah... mungkin kau tak punya harga diri.

Tidak ada esensi, tidak ada inti. 

Karena Saya Sudah Terlalu Muak

Posted by : la plui
Date :Minggu, 15 September 2013
With 0komentar

Sunrise di Kota Atlas :')

|
Baca selengkapnya »
04.45am, waktu pagi masih dalam dekapan perut bumi, tapi aku yakin Mikail sudah terbang, meletakkan rezeki pada mereka yang dengan sengaja membuka mata mereka, dan pagi ini, disini lah aku, berada di ketinggian berpuluh puluh meter menghadap pelabuhan yang nun jauh disana, terlihat indah, terlihat mempesona, ingin rasanya bermain-main di pelabuhan, namun aku tak punya alasan yang tepat untuk pergi kesana, dan akhirnya sampai sekarang. Hanya pikiranku, hanya impianku, namun kelak daftar itu akan kuceoret dengan tina merah, yaa... kelak.

Disini indah, sama indahnya ketika aku berada 7 tahun silam, di waktu yang sama namun tempat yang berbeda, kalau disini aku melihat sunrise dengan segala lautt dan keindahannya, namun 7 tahun silam aku melihat sunrise dengan pegunungan dan udara yang dingin mengigil, tapi tetap dengan perasaan yang sama. Ah... ia selalu tak ingin dilewatkan.

Pagi ini, dengan seorang sahabat, aku berjalan menyusuri perumahan, sawah hingga jurang, dan disinilah kami berhenti, udara sejuk seperti ini jarang kami temukan di tengah-tengah pabrik yang terbangun disana-sini di Kota Semarang. Terlebih waktu kami yang tak banyak akibat tugas kuliah yang terus menumpuk, mengharuskan pikiran terfokus lebih lama dari biasanya. Namun kali ini, kami melakukannya, melangkahkan kaki kami pada tiap-tiap jengkah tanah yang masih hijau belum terinjak, merasakan debu dan kerikil di kaki yang biasanya teralaskan, menemukan jalan-jalan baru yang belum pernah dilewati, menyapa orang-orang yang memiliki kesibukan sendiri. Menemukan kawanan alap-alap yang sedang bermigrasi untuk menemukan makanan. Dan itu menyenangkan.

Ya... pagi ini.



 cc: +Khoirun Nisa 

Sunrise di Kota Atlas :')

Posted by : la plui
Date :
With 0komentar

Sepandai-pandainya Tupai Melompat Pasti Akan Jatuh Juga

| Kamis, 12 September 2013
Baca selengkapnya »
Begitulah memang, rumit sekali bukan...? jangankan untuk aku sendiri, lihatlah gadis ini, hampir saja ia memutus takdir. Gadis yang selalu tak terduga begitu orang menilainya, ia periang namun juga pendiam, seperti terkurung dalam dunianya sendiri, ia menakjubkan tapi juga menakutkan, apakah ia memang tercipta seperti itu? ia tak tak tau.

Baginya mencintai adalah pilihan, maka ia akan memilih tak akan pernah memandang seseorang yang tak pernah ingin ia memandangnya, karena ia tau, semuanya berawal dari mata dan mata, apakah ia sombong, tidak... ia hanya ingin mengalihkan pandangannya, betapa pun ia ingin memandang, namun ia tak akan pernah mampu. cukup baginya seorang kawan. yang nantinya akan selalu tersimpan dalam pupil matanya. Siapa...? dan dia hanya terdiam, tersenyum, seperti yang biasa ia lakukan biasanya. ah... bisakah aku seperti dia..??

Kita tau, kata tak pernah bisa mewakili apa yang tersimpan oleh si hati, karena hati tak akan pernah bisa berbohong, sekalipun tindak kejahatan, ia jauh ada disana, namun sejatinya dekat. mengungkap apa yang seharusnya terungkap. Namun mata.. adakah yang pernah bisa membacanya meski tak pernah satu pun terlontar kata dari bibir? aku pernah bisa... dulu sebelum aku memutuskan untuk tak memandangnya lagi. Jadi jangan salahkan mata ketika ia bisa dengan baik mengungkap apa yang tak terungkap, karena pepatah masih berlaku. sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga


Sepandai-pandainya Tupai Melompat Pasti Akan Jatuh Juga

Posted by : la plui
Date :Kamis, 12 September 2013
With 0komentar

Ada Rintik Hujan di Antara Kita

| Minggu, 25 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Rinai hujan perlahan turun, menyambut senja yang tak biasanya nampak, ah... aku bahkan tak bisa menyebutnya senja lagi, karena bagiku senja adalah segala kemewahan langit yang berwarna jingga, berkolaborasi menjadi merah saga. Tapi aku juga menyukainya, hujan dengan segala tetes airnya.

Di sini, tempat ini juga, tiga tahun yang lalu kita pernah sama-sama terjebak hujan, saat itu aku tak mengenalmu, namun aku tahu, semuanya berawal dari sini, dari kecipak air yang jatuh di genggaman. Seandainya mereka bicara, akankah mereka mengomentari kekakuan kita? ah.. lupakan, karena itu tak akan pernah terjadi :)

Kau berubah, namun aku tak pernah beranjak selangkahpun dari tempatku, apakah aku menyukainya? tentu saja.. ada kenangan di sana, sekali saja kau bicara, selalu kutatap matamu yang berbinar, namun aku tau, kau akan menghindarinya. Kau sebut ini Ghodul Bashar.. tapi aku terlalu naif untuk tau, karena meskipun aku tau bahkan aku tak mungkin bisa menghindarinya, seperti daun yang tak menghindari laju angin, hingga ia terjatuh dari rantingnya, namun ia tak pernah menyalahkan angin, baginya angin adalah takdirnya, sama seperti itu, aku tak pernah menyalahkanmu, namun tak pernahkah kau berfikir bahwa kita bertakdir? dan lagi-lagi kau tersenyum, lalu perlahan kutangkap suaramu, "bukankah kita tak boleh mendahului.Nya..?" ah ya...

Lalu di hari lain, saat aku ingin menangkup pagiku lalu kutukar dengan senja, aku menemukan diriku bahwa aku telah beranjak dari tempatku, satu langkah di anak tangga, apakah semudah ini..? aku pikir itu akan lebih berat ribuan kali dari sekedar menggeserkan kakiku pada pijakan yang sama. lalu aku bertanya, tak bisakah kau beritau aku bagaimana kiranya mencintai karena Allah? terhenti langkahmu, ah... aku tau setelah itu kau akan tersenyum, dan benar, kau hanya tersenyum dan pergi begitu saja. Keras Kepala... suatu saat aku pasti akan mengejutkanmu.

Dan Sekarang, saat kenangan itu muncul maka aku menyadarinya bahwa itu adalah takdirku, terimakasih selalu ku sanjung untuk Pemegang setap nyawa manusia, melaluinyalah aku mendekat padaMu. Bukankah itu anugerah ..? bahkan akupun tak pernah menyangkanya..

Sedari tadi jam masih menunjukkan pukul 5.15pm, masih berjalan layaknya kura-kura. Kembali aku memandang rintik hujan yang masih beruraian disana, lalu kujulurkan tanganku sama seperti yang kita lakukan dulu, saat kita belum berubah. mengapa hujan selalu indah untuk dinikmati? Karena hujan mengenang kisah kita, sampai nanti.. sampai kita tiba di tanah baru, di Negeri baru. Karena mungkin saja saat ini kau telah memiliki segalanya, keluarga mungil yang bahagia, namun mungkin juga kau masih saja belum menemukan bunga itu. Serahkan pada waktu.. kelak ia akan menjawab pertanyaan kuta satu per satu.

Hujan mereda, hanya tinggal tetes-tetesnya yang masih akan menggulung kenangan orang-orang yang terjebak hujan. Bukankah terlalu indah menghabiskan hujan denga mengenang masa dulu, karena hujan selalu punya cerita. Aku tersenyum, lalu kulangkahkan kakiku, membawa hatiku dengan ringan seringan kapas, satu langkah..dua langkah..tiga langkah.

Aku tersenyum lagi, bukankah hujan selalu indah... aku rasa aku menemukannya :)

Ada Rintik Hujan di Antara Kita

Posted by : la plui
Date :Minggu, 25 Agustus 2013
With 0komentar

17 Agustus Dulu dan Sekarang

| Minggu, 18 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Hai.. para bloggers... gimana nih kabarnya...?? baik kan, ah.. ya, Selamat Hari Raya Iedul Fitri ya..., Taqoballallahu minna wa minkum, semoga kita dapat berjumpa di bulan Ramadhan Tahun depan, aamiin. 

Naah.. bulan ini temanya tentang Kemerdekaan Indonesia, tau kan.. soalnya ini bulan Agustus, bulan keramat bagi Negara Indonesia :p iyalah.. kan Indonesia merdeka pada bulan ini, alhasil nih. para penghuninya pada ngerayain, contohnya, yang biasanya di desa-desa jalannya kagak pernah di perbaiki, atau pada bulan ini, pada rame-rame memperbaiki, yang nge-cat-lah, yang pasang umbul-umbul, yang ngasih bendera merah putih di perempatan, pertigaan, perlimaan, pake kertas warna-warni, rame lah kesannya... gimana dengan desa kalian...?? yang di kota-kota juga?? 

Jadi sama, di desa saya tradisi memperingati hari kemerdekaan ini tak luput dari ulah tangan-tangan karang taruna, namun sayangnya tidak serame waktu saya kecil dulu, dulu saya terkenal sebagai juaranya lomba tujuh belasan, yang makan kerupuklah, yang masukin pensillah, sampai sepeda hias, hehe :D... tapi itu dulu, waktu kecil, sekarang udah gede, pindah posisi jadi panitianya. hoho... kalau tahun-tahun dulu banyak banget lomba-lomba yang digelar, mulai dari panjat pinang, cokotan (koin yang di masukkan setengahnya ke buah semangka yang dilumuri areng, habis itu di ambil pake mulut), terus ada juga memasukkan pensil ke dalam botol, gigit kelereng, makan kerupuk, tarik tambang, ada lagi keprukan ( jadi ada air yang di bungkus pake plastik, terus digantung di gawang, trus peserta di tutup matanya utk mecahin airnya pake debog) dan masih banyak lagi.. kalo untuk bapak-bapak ada sepak bola pake sarung, nah.. untuk ibu-ibu biasanya ada tangkap belut, masukin benang dalam jarum, sama lotisan, banyak kan... :D jadi dulu itu seru banget, sampai-sampai tetangga desa pada rame-rame dateng buat nonton, soalnya setelah lomba digelar ditutp dengan pertunjukan reog.. jadi otomatis desa saya menyedot banyak peserta :D

naah... sekarang ini, jamannya udah beda banget, banyak banget anak-anak sekarang lebih terpikat dengan gadget-gadget canggih ketimbang permainan tempo dahulu, jaman dulu waktu kecil, permainan petak umpet itu adalah permainan paling populer di kalangan anak-anak, juga gim-gim.an, atau kalau enggak ada singkongan, na sekarang...?? boro-boro main kayak gitu, mereka bilang udah gak jaman... mending pergi ke warnet katanya, ah.. mirisss dengarnya -_-, lagi tentangga saya, dia baru kelas 3 SD, lagunya satupun gak ada yang lagu anak-anak, semuanya lagu dewasa... ohh... jaman emang udah berubah :o tapi alhamdulillah waktu kami para panita woro2 ada lomba tujuh belasan mereka-meraka pada masih mau ikutan, masih banyak, tapi tetep aja banyakan dulu.. dilihat dari panitianya pun, tadi saya itung cuma ada beberapa saja, sepuluh lebihnya 3, padahal dulu ada 25.an... yaa mungkin masih pada mudik -_- (husnudzon aja...)

Ah.. kalau secara umum bagaimana pendapat kalian tentang Negara kita yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila ini?? masih banyak nilai minusnya bukan...?? yap itu ada benarnya, politik yang nyaris hancur, korupsi sudah dianggap hal biasa, tawuran, perang saudara, diskriminasi agama... negeriku sayang.. mengapa sangat malang..., padahal negara kita dulunya terkenal sebagai macan asia, namun sekarang julukan itu hanyalah tinggal julukan. Mari kawan wujudkan negeri kita menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerta raharja, dengan apapun, bagi yang aktivis mahasiswa, bagi yang sudah bekerja, bagi yang remaja, semuanya. Dari golongan atas sampai ke golongan bawah. Mari.. mari... kita masih belum terlambat,, ^_^


17 Agustus Dulu dan Sekarang

Posted by : la plui
Date :Minggu, 18 Agustus 2013
With 1 komentar:

Kau atau Aku?

| Jumat, 16 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Sesungguhnya ada banyak kata yang ingin kuungkap, bahkan ribuan, namun aku tak pernah tau bagaimna cara berbicara
Sudah kucoba, namun ketika aku berhadapan denganmu, keberanianku hancur menjadi puing-puing
Aku layaknya tembok yang bercat abu-abu
Yang hanya diaam bahkan ketika warnaku harus diganti dengan biru atau hijau muda
Yang hanya menatap sendu pada kawanan burung gereja, karena mereka sepertinya bebas berkata-kata
Sedang aku, hanya berdiri, sepertinya kokoh namun aku serapuh kapur
dan mungkin lebih buruk
Bukan, aku bukannya menggugat ciptaan-Nya, hanya aku menyesal telah mengubah diriku seperti ini
Bahkan aku hidup di Negara yang menjunjung hak asasi manusia, menyusun aturan-aturan di tiap-tiap pasalnya
memberi kebebasan bagi para warganya, bahkan kebebasan mengeluarkan pendapat
Hanya aku, atau mungkin puluhan yang disana yang tak berani mengambil kesempatan itu
Karena dunia begitu mengerikannya, atau
Karena dunia terlalu indahnya
ah... sudahlah, semakin aku memikirkannya maka akan semakin membuat dadaku sesak
Jadi, maaf... itu saja
Yang selalu membuatmu menungguku mengatakan sesuatu
maaf juga untuk selalu membuatmu merasa bersalah...
Namun kau selalu menungguku, bersabar, berharap aku mengatakan sesuatu kepadamu
Taukah kau... aku juga menunggu sederet ucapan darimu
Apakah nantinya kita saling menunggu...
Atau kah kau yang akan memenggal rasa bosan itu...
atau aku...?

Kau atau Aku?

Posted by : la plui
Date :Jumat, 16 Agustus 2013
With 0komentar

Ia Hanya Ingin Mencoba

| Selasa, 13 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Baginya, hujan adalah segalanya ketika lelah menghampirinya, memberikan kesejukan yang tak pernah terganti. Ia selalu saja suka, mengeja hujan, satu demi satu, setetes demi setetes tak pernah berhenti. Namun sekarang semuanya berubah, hujanpun serasa berbeda dari biasanya, karena kini tiap butirnya mengalun kidung nestapa yang sengaja seseorang jatuhkan melalui angin, ya benar, ia tak salah, takkan pernah, karena ia hanyalah sebuah udara yang datangnyapun tak pernah ada yang tau, tapi taukah kau..?? dengannya pula kuncup bunga bisa melihat betapa matahari menghangatkannya, dan dandelion terbang untuk menemukan sepetak tanah yang akan menemaninya tumbuh. Setidaknya membawa bahagia, sedangkan yang kau bawa hanyalah derita. Tidak mutlak, hanya lebih besar.

Dan yang ia lakukan hanyalah menulis, membiarkan tintanya mengotori segala kertas yang nantinya hanya beku tak tersentuh tangan lain selain dirinya, untuk apa sebenarnya ia menulis, ia pun tak pernah tau, hanya lembar demi lembar yang ia habiskan tiap malam, berkali-kali hingga matanya lelah dan terpejam. 

Ia hanyalah seorang gadis yang hanya mengenal dunia dari sisi hitamnya saja, ia tak pernah bisa melihat. Hanya hitam yang terlihat. semuanya, hingga ia lelah untuk melihat. Bukankah kematian lebih menggoda...?? ah.. tidak untuk gadis ini, ia menginsyafi betapa hidup lebih berharga, meski hanya tulisan yang tak pernah ia tau apa gunanya. Ia tidak mau naif, bahwa ia memiliki hidup yang ia hargai, meski ia tak pernah tau bagaimana cara ia menghargai. Ia hanya ingin mencoba, hidup seperti orang lain hidup, bahkan bila menanggung rasa sesakit ini, tak apa... karena ia yakin, suatu saat akan ada pelangi yang ia mampu untuk melukiskannya, hingga kecipak air yang jatuh dapat ia tuangkan dengan kuas warna warni. Ia hanya ingin mencoba.

Ia Hanya Ingin Mencoba

Posted by : la plui
Date :Selasa, 13 Agustus 2013
With 0komentar

Harapan itu Masih Ada, Kembalilah

| Sabtu, 03 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Jalanan yang dulu sering kita tapaki bersama ini, kembali kita melewatinya
Yaa... ada yang hilang, beberapa di antara kita sekarang tak lagi ada
Adakah yang bertanya dimanakah mereka...? tapi tak ada yang peduli
Karena nyatanya sekarang memang lah berbeda, ukhuwah itu mulai melonggar, ada sepasang tangan yang hilang
Namun, disini, sepasang tangan itu terganti dengan banyak pasang dan bahkan untuk mengingat siapa pemiliknya pun aku sering lupa
Hai kawan... dimanakah dirimu? dirimu yang selalu berdua, bertiga denganku, bayangmu pun sekarang sulit untuk kutemui, terhalang beberapa pohon yang mulai rindang
Ahh... semoga baik-baik saja kau disana, aku merindukannmu

Sore ini, ya sore.. bahkan setahun lalu pun kau tak ada
sudah lama aku ingin berbincang denganmu, kau tau... harapan kita dulu sudah bertunas
Bahagiakah engkau....? tapi kau tak disini, di dalam lingkaran ini
Mereka terlalu antusias ketika bertemu, denganku, mungkin akan sama jika bertemu denganmu juga
Apakah kau merindukanku sama seperti aku merindumu..
Kau dulu bilang, untuk menjaga ukhuwah ini.. tapi dimanakah engkau sekarang
Candamu... aku masih menyimpannya
Bunga lili yang pernah kau berikan padaku , aku masih ingat wanginya
Bahkan surat cinta palsumu yang kau kirim atas nama orang yang kukagumi pun aku masih mengingat isinya
Semua... semuanya, ada cerita tentangmu di salah satu episode terbaikku

Namun sore ini, terlalu indah untuk dilewatkan
Aku harap Tahun depan, ahh.. tidak tanggal 12-13 nanti kau datang.. ada yang ingin kusampaikan


Aku masih bisa melihatnya... cemeralang matanya yang memancarkan harapan,


Untuk Ony S, 

Harapan itu Masih Ada, Kembalilah

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 03 Agustus 2013
With 0komentar

Mahasiswa Demo BBM?

| Kamis, 18 Juli 2013
Baca selengkapnya »



Mianhae...kali ini ane telat posting, jebal mianhaeo... cz minggu-minggu ini, full ngurusin pkm, -_- sebenrenya nggak boleh sih buatt alesan, tapi semoga kali ini di maafkan #ehh

Well, temanya masalah BBM ya...?? oke.. Bahan Bakar Minyak, seperti kebanyakan orang disebut BBM (itu singkatannya kok :o) memang lagi hot hot nya di ghibah-in beberapa bulan ini, pasalnya pemerintah menaikkan BBM gak tanggung tanggung oey... jadi akibatnya semua bahan termasuk bahan bakar tubuh otomatis juga naik... belum lagi ongkos wira wiri kesana kemari... nambah berapa kali lipat?? :o tapi ini bukan tentang menaik turunkan BBM, tapi tentang subsidi.... 

Sebenernya konsep subsidi baik, cuman yang jadi masalah adalah, apakah iya warga Indonesia gampang menerima naik-turunnya harga BBM apalagi hara minyak dunia saat ini tidak dalam konsidi "stabil"
Bisa kita contohkan seperti ini, ada beberapa macam mendoan dan makanan di sebuah warung, dan memiliki lebel harga yang tidak tentu, kadang naik kadang turun, nah... apa iya pelanggan warung tersebut tetep stay cool?? tentu saja mereka tidak gampang menerima, bisa-bisa malah pada pergi, repot kan....??



Begitu juga efek kenaikan BBM kali ini, banyak di kota-kota besar yang melakukan protes besar-besaran, atau biasa disebut demo, jadi apa esensi dari demo???
Sebenernya sih tidak apa-apa melakukan demo, tetapi...patuhin tuh norma-norma... jangan asal demo aja, udah bikin rame nggak karuan, bising, ngerusak fasilitas umum lagi.... wah wah wah... warga negara macam apa nih?? iyaa bener mengeluarkan hak suara, tapi yaa tetep dong pegang aturan.... nggak boleh anarkis, kalem... tapi ya jangan kayak dewi shinta teriak minta tolong dong... :p kalem tapi tegas...!!

Coba kita tengok beberapa waktu yang lalu, namanya mahasiswa, artinya siswa yang maha, nah... namanya aja udah mahasiswa, seharusnya udah tau dong gimana caranya demo, bukan kayak kemaren bung, yang berani madetin jalan raya, tereak tereak gak jelas, ngerusak fasilitas umum... itu tandanya gak gentle, jadi demo yang baik-baik, kata-kata enak di denger, dalam artian tidak jorok dan berbobot okey...??

Mahasiswa Demo BBM?

Posted by : la plui
Date :Kamis, 18 Juli 2013
With 5komentar

Syarat Mencari Ilmu :)

| Jumat, 12 Juli 2013
Baca selengkapnya »

Adakah yang sudah tau syai'rnya Imam Syafi'i?? syai'r ini termuat dalam Az-Zarnuji: Kitab Ta’limul Muta’allim,: “Alala tanalul ilma illa bisittatin, saumbika an majmu bibayani: dzakaun, wa khirsun, wastikbarun, wabulghotun, wairsyadu ustadzin, wa tuulu zamnin"

Biasanya nih, sya'ir ini sering dinyanyikan di pondok-pondok pesantren gitu.. tujuannya supaya santri santri itu tau betapa penting dan banyaknya perngorbanan yang harus di lakukan untuk mendapatkan ilmu...

Alala tanalul ilma illa bisittatin, sa-unbika 'an majmu'iha bi-bayani

Elingo golek ilmu iku sarate enem.
Iki katerangane ojo nganti ra gelem.
Sawiji kudu limpat, lobo kaping pindhone.
Temen kaping telu, Pate ono sangune.
Limane kudu ono guru kang mituturi.
Suwe mangsane iki sarat kaping eneme.


1. Limpad = Cerdas



Cerdas dalam artian disini adalah orang itu tidak gila... bisa membedakan mana hal yang yang baik, mana juga hal yang benar.

2. Lobo = Rakus, Semangat


Hahahahay... mengapa mencari ilmu harus rakus...
timbul pertanyaan bukan...

maksudnya jangan pernah puas dalam mencari ilmu yang bermanfaat. Dan jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang sudah dimiliki.. maka teruslah belajar dan menuntut ilmu, bahkan ada hadits yang menyuruh kita untuk menuntut ilmu sampai ke negeri cina... nah kann...

Bukankah di atas langit masih ada langit...?




3. Temen = Sungguh-sungguh



Fokus .... jumeneng ing pandhom... tak tergiur oleh kegiatan lain... niat menuntut ilmu yang seperti itu. Selain itu harus sabar, tidak grusa-grusu

4. Ono Sangune = Ada Bekalnya, Biaya




Bekal orang menuntul ilmu adalah cengkir = Kenceng pikiran
Turu longan = Turune di long ( Tidurnya dikurangi)
Madang Longan ( Makannya dikurangi)

Karena semuanya butuh biaya,, dan biaya itulah tirakatnya...
susahnya hidup ini adalah tirakatnya untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan kelak..

5. Kudu Ono guru ingkang mituturi




Mencari ilmu tanpa guru bisa menyebabkan kesesatan, salah arah dan behkan kehancuran dunia. Wuih mantab. Karena keterangan dari guru ini penting. Jika seseorang hanya membaca buku terus menerus tanpa diajar oleh guru yang mengajarnya (Walaupun katanya buku adalah guru yang paling sabar, tapi buku kan tidak bisa mituturi), dia akan menjadi bingung bahkan stress.

6. Sing sue mangsane = yang lama waktunya






DAlam menunutut ilmu itu harus lama waktunya, supaya imu yang dimiliki juga semakin banyak...


Semoga Bermanfaat^^

Nb: Dari Berbagai Sumber

Syarat Mencari Ilmu :)

Posted by : la plui
Date :Jumat, 12 Juli 2013
With 1 komentar:

Ramadhanku :)

| Kamis, 11 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Marhaban Ya Ramadhan... ini adalah Ramadhan yang pertama saat sahur dan buka bersama tidak dengan orang-orang rumah :( sediih sih, soalnya selama 19 tahun aku selalu mengawali puasa pertamaku dengan mereka, orang-orang terkasih, keluarga tercinta, dengan makanan buatan rumah, tapi kini makan sahur kudu beli, soalnya gas di kos abis, ya udahkan terpaksa beli, itu kalau lagi ada selera, kalau enggak, nanti sahurnya cuma sama roti di kasih selai... aduuh kasihan sekali anakmu ibu..... Tapi enggak papa... yang penting ikhlas ngejalaninnya.

Ramadhan, selalu identik dengan iklan sirup yang cetar membahana badai, dengan lagu-lagu religi yang bermunculan, acara-acara tivi yang berbau islami dan masih banyak lagi... oh ya... petasan juga, maklum kan. biasanya uang jajan habis buat beli jajan (ya iya lah... namanya uang jajan :o) kini abis di buat beli petasan... apa sih hebatnya petasan...?? bikin jantung copot aja, sama aja bakar uang kan...?? haha,,, bagi yang belum tau sensasi petasan pasti bilangnya gitu, tapi dulu nih, pas jaman-jamanya masih nakal, aku suka banget beli petasan, nah... waktu shalat subuh selesai nih, aku sama temen-temen sudah ngetem cari tempat yang aman, nah tiap-tiap anak musti berhasil membuat orang mnjerit ketakutan gara-gara di lempari petasan... nakal banget kan yaa... tapi sekarang enggak lagi kok.. :D

Dulu juga, sering bangetdapet tugas dari guru buat ngisi jurnal ramadhan,, masii inget kan...?? itu tuh... yang kita suruh ngisi siapa nama imamnya, siapa yang khutbah... trus abis itu minta tandatangan?? syukur deh kalo masih inget, nah waktu itu... gara-gara bapaknya saya kan sering jadi imam sama yang khutbah, saya dapet job lagi, mintain tandatangan nya bapak, aih.... sebenernya males sih, masa gegara saya anaknya saya suruh mintain terus... alhasil karena saya hapal baget tandatangannya, saya palsuin semua deh hehehe.... nakal ya... :D

Tapi jangan di tiruu yakk... nggak boleh hlo..
Udah dulu deh, Oke... selamat menempuh ibadah puasa... semoga puasanya barokah, aamiin :)

Ramadhanku :)

Posted by : la plui
Date :Kamis, 11 Juli 2013
With 0komentar

Melanjutkan Hidup

|
Baca selengkapnya »



Aku adalah seseorang yang terbiasa dalam dunia kecil, duniaku sendiri. Menyentuh warna-warna yang akan memberikan lukisan indah pada kanvas yang kusebut hariku, tidak selalu indah memang, cukup sederhana. Rasanya bahagia meskipun aku hanya dekat dengan beberapa orang saja, namun aku sadar, setiap orang tak mungkin selalu berada disisiku, ia mempunyai alur cerita sendiri, jalan sendiri. Sama sepertiku, aku juga tak mungkin selalu diam di tempat dengan segala yang telah ada, karena adakalanya aku akan terbang, seperti burung hantu menciptakan dunia baru yang nantinya akan kusinggahi. Dan aku menemukannya. Meninggalkan mereka yang masih berada dalam tapak kaki sebelum aku pergi.

Berat memang ketika melepas seseorang yang telah terlanjur dekat dengan kita, ya.. seperti itu lah rasanya, namun meskipun kau memintanya untuk tetap tinggal, hal itu tak akan terjadi, karena takdir adalah takdir, sehingga kau harus merasa legowo terhadap takdirmu sekarang. Berjauhan dengan orang yang pernah dekat denganmu. Sama sepertiku, jauh-jauh sebelumnya aku telah menduganya, bahwa nantinya, pada detik terakhirnya, pada kesempatan terakhirnya, dan pada kali terakhir ia menatapku, aku sudah tahu bahwa nantinya ia menemukan jalannya. membelakangiku untuk pergi ke jalannya, melangkah mantap, membawa hati yang baru. Dan itulah kenyataannya. Haruskah merasa bahgia...?? tentu saja, karena dengan itu kau mendapatkan satu petunjuk.

Jadi sudahlah.... Karea ini bukan tentang kemauan hati, tetapi tetang seberapa besar hatimu untuk tetap melanjutkan hidupmu.

Untuk Saa

Melanjutkan Hidup

Posted by : la plui
Date :
With 1 komentar:

BUKAN JODOH

| Rabu, 03 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Pada suatu senja, aku mempunyai dua do'a yang kupengang di setiap tanganku, berharap keduanya kembali kepadaku suatu saat kelak.. supaya, aku mengerti akan apa yang harus kulakukan, apa yang harus keperbaiki dan apa yang harus kulakukan denganmu, karena ini tentangmu..

Ditangan kananku, pada suatu malam ia hadir dengan kepakan sayap burung hantu yang berteriak, memanggil roh roh hutan yang berkeliaran tak punya empu, namun dalam suasana seperti itu pun aku terlalu bahagia menyambutnya, do'aku terjawab. Ada aura bahagia yang tak terbendung dari wajahmu, meskipun aku tak melihatnya selama beberapa bulan ini. Namun langit, melebarkan tangannya, mendekap ku dalam mimpi yang sempurna.

Namun, suatu waktu... pesan itu tersampaikan juga, untuk kedua kalinya, do'aku terjawab, benar... untuk urusan ini berat rasanya ketika memang semuanya keserahkan, ketika aku tak mempunyai pegangan untuk tetap beridiri pun kau biasanya memegang pundakku, memberikan semangatmu demi aku membuka kelopak mataku, demi aku bisa berdiri tegak lagi, namun tidak sekarang. Kau telah tiada, berjalan menjauhiku, aku tau... ini konsekuensi dari do'aku, "seandainya dia jodohku.. maka aku mohon untuk dijaga, dan didekatkan, namun bila ia bukan jodohku maka jauhkanlah ia denganku" dan benar, Tuhan menjauhkannya dia untuk ku.

Aku tau... dia telah melakukan yang terbaik, memberikan yang baik pula, karena mungkin dia telah menemukan bagiannya yang hilang, dan pergi.

Lalu senja ini, aku mulai berfikir untuk tidak berfikir tentangnya lagi, semoga ia bahagia disana. Kau adalah kenangan yang akan kulupakan.



*) aku " cerita orang " :D

BUKAN JODOH

Posted by : la plui
Date :Rabu, 03 Juli 2013
With 0komentar

TAKDIR [lagi]

| Selasa, 02 Juli 2013
Baca selengkapnya »


Aku telah gagal. Menuliskan namamu diantara alur ceritaku adalah hal fatal yang pernah kulakukan, ia hanya akan tertunduk pilu, menatapi barisan huruf-huruf bodoh yang tak akan pernah beranjak dari tempatnya, apakah iya kau seistimewa itu? dan lagi-lagi akupun menyesali ketika aku mengangguk mantap saat menjawab pertanyaan itu, ku kira kau seistimewa itu, tak pernah lupa, dan tak pernah ia hilang dari pikiranku, saat mataku membulat, hatiku menghangat, rona melingkupi hati ini demi melihatmu, demi sebuah tatapan sejuk yang nantinya akan kudapatkan. Namun lagi-lagi ingtanku itu hampir merusak segala seuatunya tentang waktuku yang tersisa. Aku menyesal, karena ternyata kau tak seperti yang kuduga.

Adakalanya hujan tak semenyenangkan seperti hujan-hujan lainnya, ia adalah saudara tiri yang tiba-tiba telah datang berdiri di depan pintu, merebut segalanya yang telah kita punyai beberapa tahun sebelum ia datang. Ironis memang, karena takdir tak bisa bekerja sama denganmu. Sedang yang kau punyai hanyalah tangisan pada tiap-tipa waktu malam dengan segenap lorongnya. 

Tidak... kau hanya salah dalam mengambil jalan, yang seharusna berbelok namun kau tetap meneruskan langkah kakimu, hanya itu, namun kau tak pernah tau, hal apa yang akan mengganjarmu di belakangnya, yang kau tau saat itu, adalah bagaimana menemukan lentera yang dulunya pernah padam untuk bisa kau nyalakan, dingin, pekat, yang tersisa hanya gelap. Dan gelap tak akan bisa menemanimu hingga akhir perjalananmu.

Taukah kau, seberapa besar ia akan menghindar dari takdir, sebanyak apa ia akan berlari menghindar, namun ketika takdir sudah ditetapkan, maka sejatinya akan tetap menyambanginya, dalam situasi apapun, dalam keadaan lapang, dalam keadaan sempit, dan dalam keadaan terpaksapun ia akan datang. Jangan harap ia selalu membawakanmu sederet kereta bercat putih bertahtakab intan berlian, karena cara kerja takdir tak seperti itu. Jadi pahamilah, jika nantinya ia datang kepadamu hanya dengan sepda gunungnya yang sudah berkarat, karena  hidupmu telah dipilihkan.

Sama sepertiku, yang aku mengira bahwa dia adalah seistimewa itu, dia tetap istimewa, tetapi dimata orang lain dan tidak lagi dimataku. Jadi, akan kucari dimana takdirku berada.

TAKDIR [lagi]

Posted by : la plui
Date :Selasa, 02 Juli 2013
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲