Newest Post

Ibu

| Sabtu, 22 Juni 2013
Baca selengkapnya »

Apalah yang kiranya aku bisa menggambarkamu dengan tepat... karena semua serba cepat, usiamu, usiaku, masa kecilku, masa tuamu, masa remajaku, masa rentamu dan masa ketika kita berada dalam satu waktu, rasanya begitu banyak kata yang ingin aku curahkan, meski sejatinya tak ada yang terwakilkan ibu...., kau tidak sempurna, namun kau selalu membuatnya sempurna, apapun itu.. ummi, ibu, emak, eomma, mom, apapun... karena semuanya terlalu mudah untuk disebut. Kita lah yang memutuskan dengan sebutan apa kita memanggilnya.

20 tahun sudah... aku tak pernah ingat ketika aku berada dalam gua garbamu, mungkinkah seperti yang diceritakan oleh novel-novel best seller..? gelapkah ibu....?? atau adakah sebuah lentera yang aku akhirnya bisa berkedip-kedip, melihat betapa masih kerdilnya aku, dan menebak-nebak bagaimanakah rupa ummiku, cantikkah...?? ah... tentu saja ia cantik, ingin sekali rasanya dipeluknya, namun aku masih di rahim, sendiri, tapi kau tau ibu...?? aku memang tak pernah ingin sendiri...?? maka pelan aku goyangkan kakiku, lalu dengan pelannya kau mengusap-usap dengan lembut, kadang ada yang berbeda...sentuhannya...gerakannya...suaranya..., dia kah sang pahlawan itu ibu...?? apakah ia ayah...?? ah.... betapa aku ingin melihat rupa ayahku, tegapkah badannya...?? sendukan matanya...?? ahh... semua masih terlalu abu-abu untuk membayangkan, yaa.. hanya selalu menerka-nerka ibu...

Taukah ibu..?? favoritku adalah saat kau dengarkan suara-suara merdu.. semuanya, suara kau mengaji, suara kau menyanyi, suara tertawa, apapun, aku suka semuanya, lalu kau dengan lembutnya mengajakku berkelana, seperti rinai mega, kau memberikan kehangatan hingga aku jatuh tertidur, ada juga saat aku marah ibu, kau dengan tegasnya tetap melakukan pekerjaan yang berat. Aku benci ketika kau melakukannya, karena ketika kau melakukannya aku tau kau akan lelah, aku benci ibu ketika ibu sedang lelah, karena aku tak bisa bercanda dengan ibu..ibu taukah kau, nanti ketika aku sudah besar, biarlah yang mengerjakan semuanya aku ibu, biarkan nantinya aku kelelahan, asal tidak ibu... aku sayang ibu karena Allah

Tahun beranjak...musim berganti, usiaku kini menginjak 9 tahun, aku dengan gaya seperti anak-anak lainnya, bermain, jarang pulang, meski tau kau dengan kerasnya bilang aku tak boleh bermain, bukankah bermain itu bukan suatu kejahatan ibu... mengapa kau melarangku..?? Aku selalu senang ketika bermain, tak lihatkah kau ibu, ada rona bahagia yang memancar disana, namun kenapa lagi-lagi kau melarangku....?? aku menangis, Namun baru kutahu akhirnya alasan kenapa kau melarangku bermain, karena kau ingin waktu mu selalu bersamaku, kau selalu ingin aku disampingku, namun apa ku kata "aku sudah bosan ibu", ah... naifnya, usiaku baru 9 tahun bahkan sudah bisa mengatakan kata sejahat itu... maafkan aku ibuu, aku sayang ibu...

Setahun lalu saat kau dengan bangganya menggandeng tanganku ke sekolah, aku tersenyum, inilah ibuku... karena dia lah aku bisa seperti ini... yaa, kau kembali bahagia saat aku mejadi rangking yang pertama, matamu seakan bicara "inilah putraku...lihatlah, dia selalu ada di urutan pertama, lomba melukis, menyanyi macapat, segalanya, putraku bisa apapun" namun maaf ibu... tahun ini, aku hanya bisa menempati urutan ke dua, aku terlalu sering bermain, selalu menghilang setelah pelajaran sekolah usai, hingga malamnya aku kelelahan dan tak sempat belajar, maafkan aku ibu... namun kau hanya tersenyum sambil menepuk pundakku, tidak apa-apa sayang, itu tandanya kau harus belajar lebih giat.. ucapnya sambil berjalan usai penerimaan rapot, namun aku benar tau, raut kecewa itu masih terpampang jelas di sana, tak ada lagi rona bahagia yang memancar, tak ada lagi senyum riang seperti tahun lalu, ah..maafkan aku ibu.., maaf untuk tidak bisa menjadi yang terbaik...

Hingga dewasa ini.. kuingat-ingat lagi, apa yang pernah aku lakukan buatmu ibu...?? mencucikan bajumu..?? memasakkan makanan untukmu...?? menyiapkan air hangat untukmu...??? kurasa aku belum merasa pernah melakukannya, meski memang beberapa kali aku melakukannya, usiaku kini 25 tahun.. aku sudah menyelesaikan gelar SP.d ku, menjadi yang terbaik dari yang baik, aku kini sudah bekerja, dan aku ingin menikah, maka ketika aku perlihatkan foto seorang gadis kepadamu bu... kenapa kau hanya terdiam...?? kurang cantikkah ia..? apa aku perlu mencari gadis lain? kau tau ibu.. aku menyukainya sejak pertama mengenalnya, rambutnya indah..matanya jernih..ia baik hatinya... tapi kenapa kau hanya terdiam tak berkata apapun...?? dan akhirnya tanpa sepatah katapun kau mengembalikan foto itu, kau bilang kau sedang lelah, lalu beranjak untuk tidur. Aku kecewa... sungguh kecewa, bisakah setidaknya kau memberikan sepatah kata untuk menanggapinya?? Namun ternyata ketika mentari terbit kau baru membicarakannya...kau memberikan foto seorang gadis yang aku belum pernah mengenalnya, kenapa ibu....?? tapi kau hanya menjawab, dia baik untukmu.. aku stress... mengapa tak kau restui aku untuk memilih yang lain....?? dan ibu hanya terdiam.

Sebulan berlalu, aku masih kecewa dengan ibu... meski aku hanya diam, hingga akhirnya aku mengalah, ya... demi ibu, aku melakukannya, meskipun nyata sudah aku tak mencintai gadis itu.. dia adalah seorang gadis yang tak pernah aku mengenalnya, dua bulan lagi aku menikah, dan bahkan aku belum benar-benar melihat dengan jelas bagaimana rupanya, dia selalu di belakang, hanya foto itu yang bisa aku pandang, tak ada yang istimewa, ia gadis dusun yang biasa, terlalu biasa, aku kembali berfikir, biasakah aku membangun rumah tangga bahkan dengan orang yang tak pernah aku mengenalnya, dengan orang yang tak pernah aku mencintainya, bahkan wajahnya pun seperti terkesan untuk disembunyikan..... wahai Tuhan... takdir seperti apakah yang tengah bermain disini? pasrah aku menyerahkan semuanya kepadaMu.

Namun... aku tak pernah tau bagaimana takdir bekerja, ia adalah seorang perempuan yang aku pernah digendongnya kemana-mana, selama sembilan bulan sepuluh hari, aku pernah bersamanya bertahun-tahun, aku pernah bertengkar dengannya beberapa hari pun aku pernah tertawa dengannya selama beberapa tahun pula, lalu... tak cukupkah seorang ibu mengenal bagaimana putranya...??? bukan...bukan hanya ,mengenal, tetapi tahu segalanya, mengerti apa yang dibutuhkan bukan apa yang diiginkan, mengerti apa yang tak disukainya tapi tetap tahu apa yang baik untuknya, itulah seorang ibu... bertahun-tahun lamanya... aku tak pernah sedikitmu mau mengerti jalan pikiran ibu, tak pernah, aku selalu menganggap ia terlalu kolot dalam hal apapun, ia terlalu cerewet dengan segala sesuatunya, namun... ketika usiaku menganjak 30 tahun ini aku baru mnyadarinya, aku tau aku sudah terlambat, namun aku tak pernah malu untuk tahu bagaimana caranya aku bisa mengerti, dia lah ibuku... yang melahirkan aku, yang membesarkan aku, dan ketika sampai usia ini... terimakasih duhai ibu... yang mengantarkan putramu untuk mecapai segalanya, kau memang yang terbaik, tak pernah ada duanya, wanita pertama yang kucintai..........lalu kata-kata tak pernah cukup untuk mengungkapkan apa yang tengah di rasa oleh hati, tapi semoga engaku selalu mendapat perlindungan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. :)


Ibu

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 22 Juni 2013
With 0komentar

Judi...??? Apa Salahnya...???

| Selasa, 18 Juni 2013
Baca selengkapnya »
Jadi apa sih yang dinamakan judi/togel...??? menurut wikipedia judi itu adalah permainan di mana pemain bertaruh untuk memilih satu pilihan di antara beberapa pilihan dimana hanya satu pilihan saja yang benar dan menjadi pemenang.. Pemain yang kalah taruhan akan memberikan taruhannya kepada si pemenang. Peraturan dan jumlah taruhan ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Nah... cuma begitu kan?? terus kenapa banyak larangannya? dari hukum yang berlaku di negeri ini dan juga hukum islam...??? ternyata judi itu termasuk perbuatannya syaitan, nggak percaya...???

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُون

Hai orang–orang yang beriman sesungguhnya arak,judi,berhala dan mengundi nasib adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. sesungguhnya syaitan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran arak dan berjudi itu, menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu .(Q.S; Al –Maidah: 90-91)

bener kan...?? well kalo di nalar-nalar emang bener yaa...kalau judi itu hal yang merugikan, karena secara matematika peluang untuk menang berjudi itu sangat kecil, apalagi kalau pemainnya banyak.  sia sia deh taruhannya, mending uangnya di buat modal usaha, jadi untung ruginya jelas. Bahkan Allah sudah memperingatkan dgn tegas mengenai bahaya judi ini di dalam surat Al-Maidah ayat 90 – 91 yang  telah disebutkan di atas tadi, Allah Swt berfirman Dalam Surat Al Maidah ayat 2 yang artinya “…..Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Kalau kita pelajari hakekat perjudian di atas, maka apakah undian berhadiah termasuk di dalamnya?

Sebuah undian bisa mengandung unsur judi manakala ada keharusan bagi setiap peserta untuk membayar sejumlah uang atau barang dengan nilai tertentu kepada pihak penyelenggara. Dana untuk menyediakan hadiah yang dijanjikan itu didapat dari uang yang dikumpulkan dari peserta undian tadi. Pada saat itulah, undian menjadi salah satu bentuk perjudian. Karena pada hakekatnya, uang yang disetorkan oleh para peserta itu adalah uang taruhan dari sebuah praktek perjudian. Sehingga undian seperti ini haram hukumnya meski diberi nama apapun.

Tidak jauh berbeda dengan undian berhadiah adalah kuis atau sayembara via SMS yang diselenggarakan oleh operator telepon seluler atau pihak tertentu yang bekerjasama dengannya. Pada prakteknya, secara otomatis pulsa pelanggan yang mengikuti kuis tersebut akan berkurang. Dan itulah sebenarnya uang yang dipertaruhkan dalam arena kuis (baca: perjudian) yang terkadang pesertanya bisa mencapai jutaan orang.

Kadang kita tak memperhatikan kerugian-kerugian akibat judi, yang pertama, tentu kita banyak kehilangan uang kita, waktu yang sia-sia, kemudian kalau dirasa-rasa judi itu seperti candu, semakin bikin ketagihan, biasanya judi selalu bersaudara dengan minuman keras, umpat mengumpat, perkataan kotor, hingga kadang semuaa isi kebun binatang keluar semua.. whhoaa... -_-

So, masih kepengen judi...??? padahal udah tau dalilnya dan mudhorotnya...??? 

Nb: Dari berbagai sumber

Judi...??? Apa Salahnya...???

Posted by : la plui
Date :Selasa, 18 Juni 2013
With 11komentar

Subuh Berkabung

| Sabtu, 01 Juni 2013
Baca selengkapnya »

Subuh berkabung, segala penyesalan berbaur dengan sebulir dua bulir air mata yang kembali berkaca
Maafkan kami Tuhan, kami terlalu sibuk
Bukan kami tak bisa mengejar waktu yang dulu sempat kami pinta, namun merekalah yang berposisi di tempat kami
Mengendus jejak-jejak kami yang masih basah selepas hujan semalam
Hingga kami terpaksa berlarian, seperti menghindar dari titik-titik hujan yang tanpa alasan jatuh begitu saja
Tentu saja kami terkejar...
Karena kami bukan lelaki yang mengendarai angin,
yang katanya mereka bisa berpindah tempat hanya dengan mata berkedip
Karena itu... Maafkan kami Tuhan
yang hanya bisa merangkak seperti siput yang memanggul kayu bakar
Namun kami rasa Engkau tahu
Setidaknya siput tak pernah berhenti berjalan meski lelah telah menyerang
Meski mereka tak mempunyai kaki
Dan meski harus menyertai rumah yang salalu tak bisa ditinggalkan...

Subuh Berkabung

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 01 Juni 2013
With 0komentar

Hitam Putihnya Papan Catur

| Kamis, 23 Mei 2013
Baca selengkapnya »


Adalah saga yang memang aku terlibat di dalamnya
Karena kadang alurnya memutar hingga membuat perutku terasa mual
Aku adalah pion dalam hitam putihnya papan catur
Karena aku tak pernah menginginkan sosok beteng atau bahkan menteri 
karena mereka terlalu angkuh untuk melangkahkan tapak kakinya dalam sucinya altar peperangan 
Aku hanya bertugas melindungi ratu yang sejatinya mewakili hatiku yang berwarna hitam, bukan putih karena aku memilih warna elengan, warna kematian
Bukan aku tak suka putih, hanya aku tak bertuju padanya, namun sampainya aku pada batas pertukaran adalah untuk aku berubah menjadi ster yang bisa bergerak kemanapun...

Hitam Putihnya Papan Catur

Posted by : la plui
Date :Kamis, 23 Mei 2013
With 0komentar

Mulai Melupa

| Rabu, 22 Mei 2013
Baca selengkapnya »
Rasa-rasanya hujan selalu ada diantara kita, meski nyatanya tak lebih dari lima menit ia menampakkan batang hidungnya
Hanya juluran-juluran yang berkecipak merdu menangkup rindu pada penyambutnya
Hujan memang selalu begitu, tak pernah sekalipun ia menggungat tempat ia berpijak pada akhirnya
Selebihnya tetes-tetes yang meleburkan rindu

Ia adalah api ketika aku menjadi kayu bakarnya, meski nantinya aku hanya bersisa abu ketika bersinergi dengannya, Sedang ia bahkan tak bersisa untuk seperlimanya sekalipun, karena ia terlalu kekal untuk meninggalkan jejaknya. Sama ketika ia menjadi mentari, maka setiap jengkalnya akan tertanam pada segala sesuatunya

Desember masih menyisakan beberapa bulan untuk kutangisi, karena sejatinya ia adalah bulan bahagia, yang memerlukan waktu untuk aku menyisihkannya. Apalah arti ketika aku harus menunggu tiap-tiap tangga untuk kudaki agar aku sampai padanya, jika ianya tak akan pernah kembali, Hingga sempat aku pastikan bahwa kita berada di langit yang sama dengan mimpi yang sama, namun ketika suatu waktu tak kudapati secuil waktu darinya, maka jangan salahkan aku bila nantinya aku mulai melupakan...

Mulai Melupa

Posted by : la plui
Date :Rabu, 22 Mei 2013
With 1 komentar:

Terlalu Rapuh

| Selasa, 21 Mei 2013
Baca selengkapnya »

Terbaring tak berdaya di sudut kotaku,
Kota yang selalu kubanggakan, namun kini, kebanggaan itu bahkan tak berbekas meski hanya seruas di jari kelingkingku yang kecil
Namun apalah artinya penyesalan jika kita telah salah memilih jalan
Seperti lelaki yang mengenggam hujan, yakin benar dia... namun tak ia sangka buliran itu jatuh dari sela-sela jemarinya
Seperti lelaki yang menimbun ribuan pasir dalam karung goni, ia sangka, seberapa jauh perjalanannya ia akan utuh, seperti sediakala, namun apa mau dikata, tanpa pernah ia sadaripun pasir-pasir itu pun terjatuh bebas, karena goni tak pernah bisa memberi tahu empunya jika sisinya terdapat celah yang mengangga...
Begitulah kiranya cara kerja pahala kita,
Ia begitu licinnya hingga tak pernah sempat kita perhatikan, karena kita sibuk riya'
Duhai... seringnya kita begitu
melakukan namun sia-sia
memberi tapi tak pernah sampai
mengisi tapi tak pernah penuh
Bahkan kita mutlak tau tentang rahasia besar.Nya bahwa kita tak pernah kekal disini

Pandanglah lurus-lurus pada cermin
Pernahkah kau bertanya pada sosok di depanmu itu,
Yang kau sangka bahwa ia adalah orang yang terburuk yang pernah ada,
Tanyakan "itukah wujud syukurmu...??"
Lalu lihatlah matanya tanyakan " sudahkah ia ghodul bashar..?" tanyakan pada bibirnya " sudahkah ia menyebut asma.Nya lebih banyak dari yang ia sebutkan per harinya..?" tanyakan pada hatinya "sudahkah ia memeluk hati.Nya lebih banyak dari orang yang paling kau cintai...??" sudahkah....??
Pandanglah... apakah kau memastikan bahwa kau masih memandangnya lurus-lurus...? bagaimana mimik mukanya?
biasakah...??
sedihkah...??
menangiskah...??
atau sama sekali datar..?
Sekali ini, pastikan bahwa itu benar-benar dirimu kawan.....

Seberapa lamakah daun berdzikir.. sepertimya tak pernah lebih sedikit dari kita mengingat.Nya
Seberapa panjangkah lantunan ikan-ikan di laut menyerukan asma.Nya...? namun sepertinya tak lebih sedikit dari kita..
Karena kita terlalu sering bermain dengan kematian
Karena kita terlalu sering berpetak umpet dengan dosa
Siapa yang tau, bahkan kita sudah seperti keong yang terlalu lama bersembunyi dalam cangkangnya, yang ia anggap ia adalah tempat teraman yang ia punya, sedangkan nyatanya ia tak lebih rapuh dari karang di lautan




Terlalu Rapuh

Posted by : la plui
Date :Selasa, 21 Mei 2013
With 1 komentar:

MENCONTEK = SAH

| Sabtu, 18 Mei 2013
Baca selengkapnya »

well... tema kali ini adalah mencontek...? kalian pasti tau kan dan aku yakin banyak dari kalian yang pernah ngelakuin hal ini, hayyooo... ngaku.. tuh kan pipinya jadi merah...:D

Emang sih bagi orang- orang mencontek adalah jurus ampuh yang bisa nolongin kita buat sampai ke tahap "exellent" wuuhhuu.... jalan pintasnya cooi... cuma, mencontek itu apa hal yang bener nih??

bener... mencontek itu memang menyenangkan, apalagi saat ujian, wuuih serasa kita yakin bahwa kita nanti akan keluar menjadi pemenangnya, tiket sudah tertempel di jidat, tinggal nanti bisa kita ambil apa enggak, naah.. tergantung juga sih, kalau pas waktu nyontek nggak diliatin sama guru  sih oke oke aja, dijamin kita bakal nyampai di finish pertama, nnah kalo ada gurunya...?? SKAKMAT -_- hehe.. nggak juga sih, paling-paling disuruh keluar kelas sambil gigit jari, atau kalo emang gurunya killer kamu pasti dipermaluin di depan kelas 1-2 jam, disuruh keluar dan di depak dari list ujian... M_E_R_A_N_A

boleh sih sebenernya, asal dapet instruksi dari guru buat kita untuk dapet label "halal" buat mencontek, masalahnya sekarang ada enggak guru yang dengan gampangnya nyuruh kita buat mencontek...?? yang ada malah gurunya bakal pensiun yang dipercepat, soalnya kita semua pasti tau kan, kalao mencontek itu hal yang sangat keliru, selain kita nggak jujur, apa nantinya kita juga puas dapet nilai yang enggak dari usaha kita sendiri??? malu dong... kita kan punya otak, masak enggak di maksimalkan...??? belum lagi kitaa dapet dosa yang nggak tanggung-tanggung, wahhh... eksklusif bukan...?? why? karena jalan ke neraka kamu percepat sendiri....hhehe

yyuuk mulai sekarang kita berPIKIR... memaksimalkan isi otak kitaa....
BELAJAR_BELAJAR_BELAJAR..... SEMANGAT.....!!!!!!

MENCONTEK = SAH

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 18 Mei 2013
With 7komentar

Cinta adalah Penantian Panjang

| Jumat, 03 Mei 2013
Baca selengkapnya »
tak terhitung banyaknya orang yang mendefinisikan cinta, yang terus mencari, yang terus terluka, yang sedikit bahagia, namun ketika tak ada yang ingin mendefinisikan apa itu cinta, niscaya tak kan ada yang terluka, namun wanita ini... yang selalu ingin terbang di dunianya sendiri, tak pernah sekalipun ia berani mengatakan apa itu cinta, karen ia telah terluka bahkan sebelum ia mengenal apa itu cinta. Baginya cinta terlalu menakutkan hingga ia akan menimbulkan lingkaran hitam di sekitar matanya yang sebesar lingkaran pada mata panda. Ia bersembunyi.

Bukankah dunia indah...? tidak bahkan untuk sejengkalnya wanita ini tak pernah merasakannya, ia bagai mayat yang membeku karena dinginnya musim salju, apakah ia seputih kapas? tidak. ia lebih dari itu. Disaat oarang-orang berlalu meneriaki dunia, ia hanya mematung di balik gorden coklatnya yang perlahan tertiup angin pagi.. apalah arti pagi bila ia sesenyap malam tanpa purnama. Sejatinya ia tak pernah disana.

Namun, takdir berbicara lain, di ujung kontrakkannya ia bertemu laki-laki itu, saat hujan turun. lelaki bertopi yang selalu tersenyum, yang selalu cerewet, yang selalu ingin agar ia bersamanya. Lelaki yang diam-diam mendo'akannya. Namun apakah ketika sampai sejauh ini takdir memihaknya, tidak kawan... tiba-tiba takdir pun menjauh, seperti deburan ombak yang datang kemudian berlalu, meninggalkan jejak yang begitu membekas jelas. Dan wanita ini kembali mengungkung diri, lebur bersama kenangannya.

Ia adalah lelaki baik yang pernah dikenalnya, wanita ini... sempat tersenyum, bukankah senyumnya indah layaknya pelagi sehabis hujan? ah... ia tak pernah menyadarinya. ia hanya berharap ada satu orang saja yang akan menemaninya, karena ia merasa cukup dengan satu bukan dua bukan tiga, karena menurutnya lelaki itu memahami alasannya. Ada banyak hal yang sempat di laukakannya bersama si lelaki hujan. namun... ada satu hal yang wanita ini mulai tak mengerti, perahan lelaki itu menjauh...dan ia harus menyerah.

Dan pada akhirnya ia menyerah, baginya tak peduli apakah ia menyukainya, apakah ia mencintainya, ia hanya ingin berbagi cerita dengannya, lalu cerita-cerita itu seakan semakin menumpuk usang di ujung hatinya. Ia sempat bertanya kepada lelaki hujan, baginya apakah cinta itu? dan pertanyaannya terjawab.

Cinta adalah penantian panjang.

Cinta adalah Penantian Panjang

Posted by : la plui
Date :Jumat, 03 Mei 2013
With 0komentar

Tragedi di warung pecel Ibu Lebay

| Sabtu, 27 April 2013
Baca selengkapnya »
Tiba-tiba teringat kejadian jum'at kemaren. Perawakan yang kecil kurus itu membuat bapak di sebelah saya terlihat lebih tua dibanding dengan umurnya yang asli... saya taksir umurnya sekitar 40-an, kami bertemu di warungnya Ibu Lebay,asal tau saja, ibu ini sangat atraktif saat melayani pembeli pecel, kaliamatnya medok campur lebay-lebay gimana gitu... tapi suka baik hati sama saya, sering kasih diskonan :D, ibu ini penjual pecel di ujung gang masuk daerah beringin asri, waktu itu selesai jum'atan kira-kira... tiba-tiba si bapak tadi langsung duduk di kursi sebelahku sambil tersenyum, kira kira 3 menit berikutnya beliau bertanya,
"mbak e semester berapa mbak?"

"nembe semester sekawan pak..."
(...........) bergumam gak jelas,


"hla asli ngendi....?? tanya beliau lagi
"saking karanganyar pak, karanganyar solo... (maklum biasanya di kira karanganyar ngaliyan -_-")

"ooww... pantes,, aku iki jane yo lulusan guru mbak, PGA, ... ning yo.. jaman semono ki bayar e guru ki nggur selawe rupiah, ako emoh to yo mbak, mending golek liyane" (curcol XD)
" yo jane ra popo pak...jaman sak iki kan lumayan...bayarane gede san..." ujar ibu penjual pecel dengan gaya lebainya
(.........) aku hanya senyam-senyum gak jelas, bingung mau nanggepin apa

bla bla bla..., obrolan selesai, eh.. belum satu menit si bapak tanya lagi...
"mbaknya uda punya pacar...?"


"eh...bingung mau jawab apa"
"udah lah pak.... jaman sekarang mana ada yang gak punya pacar, iyto to mbak..." sela bu lebai

(tuing tuing... kok ngobrolnya malah jadi ke arah yang enggak enggak, kan saya bukan orang yang tipe suka pacaran, dosa :D)
"yu.... (manggil si ibu lebai) mbak e iki tak bedek ono sik naksir akeh hlo... wong 3 ono... "

"mosok...?????" ibu lebai tereak lebai....:O
aku hanya memandangi bergantian si bapak sama si ibu lebai... krik krik krik

" iyo ra mbak...??? ning mbak e iki tetep milih siji, cinta pertamane sik isih nang kampung, iyo ora mbak.... wani toh tohan aku " si bapak gencar sekali mengungkapkan opininya

si ibu lebai mendesak ku untuk menjawab pertanyaan retoris dari si bapak, aku hanya senyam senyum, bingung, asli bingung, kepengen cepet balik kos, eh pecelnya masih di tangan si ibu, kayaknya nggak bakal di kasih kalau aku nggak segera menjawab pertanyaannya... duuh alamat, untung si bapak menengahi untuk segera memberikan pecelnya yang tadi kubeli.... syukur deh,,, aku langsung memeberikan uang sambil kabuur......terdengar teriakan si bapak "mbak salam yo... kanggo sik nang kampung"

alamak..... cinta kenapa selalu dibawa kemana-mana -_-"

Tragedi di warung pecel Ibu Lebay

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 27 April 2013
With 8komentar

SAKARAUL MAUT

| Kamis, 25 April 2013
Baca selengkapnya »
Beribu waktu yang telah berlalu rasanya tak akan cukup menghapus sebuah chip memori yang terlanjur tertempel erat, seperti menempelnya kulit pada daging
ia sama memutarnya ketika seseorang tengah menemui jiwanya, pelan dan semakin melesat 
namun adakalanya ia berjalan sangat lamban... mengisahkan cerita yang ia sendiri menolak untuk mendengarkannya...
lalu tiba-tiba saja ia seperti terkejar oleh waktu yang semakin mendekat, spalsh spalsh spalsh... terlalu cepat untuk dihentikan... atau Ia enggan menampakkan apa yang menurutnya terlalu sempurna
dan si empunya hanya terpana, sesering mungkin tertunduk meneteska air mata, berharap nantinya ia mendapatkan tempat yang pantas
atau ia akan meraung raung... memintakan waktu untuk sekedar kembali beberapa dekade yang lalu, ia lupa bertobat
ia lupa yang harusnya ia lakukan lima kalinya dalam sehari
ia lupa... ah bukan, ia sengaja lupa
lalu matanya melotot... mengeluarkan uratnya hingga tampak yang tak biasa nampak pada wajahnya yang begitu tampan... begitu juga yang terlalu cantik.. mengetahui ia tak dapatkan simpati dari mereka yang memegang kuasa 
dan sungguh, ia bahkan menjajikan segala yang ia punya, sungguh memalukan bagi Para penguasa Langit dan Bumi

Dan begitukan sekarat itu...??? tak bisakah ia sedikit melembut, sedikit saja....??
Karena aku terlalu takut.... untuk aku bisa melewatinya dengan baik

SAKARAUL MAUT

Posted by : la plui
Date :Kamis, 25 April 2013
With 0komentar

DOSA

| Minggu, 21 April 2013
Baca selengkapnya »
Ia hanya sebuah kata dengan definisi yang teramat mudah dilupakan
Tersudut dalam keramaian kota yang semakin bertambah gila akannya
Meronta-ronta seperti setan ingin lepas dari kubangan neraka, benarkah ia ada??
benarkah ia nyata?? 
Lalu mengapa ia hanya terkoyak dalam tumpukan tubuh yang perlahan membusuk
menimbulkan bau tak sedap yang semakin tak sedap
Seperti buangan nafas yang ketika menanggapinya hanya keluar dua huruf saja "ow"
seakan ia ringan tak berbeban, padahal jikalau semua sadar karenanya betapa tak satupun orang yang akan menyebabkannya
tiada daya yang akan dengan beraninya menegakkan kepala menantang segala yang harus segera ia lunasi itu
ia adalah bayangan iblis yang akhirnya dengan sukacita bersedia berlari sepanjang hidupmu untuk melakukan apa saja
hingga akhirnya kau tersesat dan ayunan langkah kakimu tersandung
saat itu lah mereka mencatatnya...para makhluk yang bercahaya

Namun manusia tetaplah manusia, yang angkuh, yang tak pernah mau menundukkan kepalanya 
ia makhluk paling bengis yang pernah ada, bahkan bisa saja ia melakukan apa yang tak pernah dilakukan oleh sang makhluk api...

DOSA

Posted by : la plui
Date :Minggu, 21 April 2013
With 0komentar

Sexual Harrasment

| Kamis, 18 April 2013
Baca selengkapnya »
Membaca tema [sexual harrasment] ini membuat saya berfikir ribuan kali untuk menuliskan kata-kata yang tepat. Bukan hal yang mudah untuk menguak fenomena yang sekarang ini sedang marak diperbincangkan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, menilik dari dua pihak yang menjadi tokoh utama, yakni si korban dan si pelaku, atau adakah pihak ketiga yakni saksi?? Padahal dulunya, mengungkap hal yang seperti ini adalah hal yang tabu, namun sekarang sepertinya media terlalu banyak merecoki pikran pemuda-pemuda Indonesia dengan menyajikan berita-berita yang menggelitik. Baiklah, karena memang hal ini telah menjadi biasa, maka saya akan membahasnya lebih lanjut.

Jadi dalam kasus ini, siapa yang patut disalahkan? apakah si wanita? ataukah si lelaki? Sampai saat ini, masih terjadi perdebatan siapa yang patut untuk disalahkan, oke.. mari kita teliti lebih lanjut dengan mnegupas dari pihak wanita dahulu.

Wanita. banyak yang mengartikannya sebagai sebuah keindahan, bahkan banyak para ahli merasa rumit dengan apa yang dilakukan oleh wanita. Wanita terlalu sulit dimengerti. Contohnya saja: sudah tau kalau memakai bajunya anak SD (super duper pendek) akan menggoda mata para lelaki, yang otomatis para lelaki akan merasa terangsang eh... boro-boro diganti yang lebih tertutup, longgar, malah dikecilin lagi.... ckckck... ini semakin lama malah semakin telajang saja...bener-bener tidak bisa dimengerti... apa sih yang mau diperlihatkan? hmmm... terus nantinya kalau terjadi kejadian pemerkosaan yang ditunding adalah pihak lelakinya... Helloo... jagan terlalu egois dong, bukankah api itu tidak akan menyala kalau tak ada yang menyulutnya...?? naah... jadi sampai detik ini siapa yang bisa disalahkan...??

Lelaki. bagaimana menurut anda? yaa.. pihak yang sering disalahkan dalam kasus perkosaan. Namun apakah sepenuhnya ia salah...?? memang benar kalau lelaki memiliki "banyak mata" dalam artian mereka bisa dan biasa melihat karena tidak mampunya untu menjaga nafsu syahwat, mereka terlalu dibutakan oleh kenikmatan sesaat yang berujung sesat, dosa besar. Namun adakalanya mereka berteriak... "tolonglah kasihani mata kami, agar kami terjaga... ketika kami menatap kedepan tampalah aurat yang diumbar, ketika kami menunduk aurat pun masih saja diobral murah, tolonglah kasihani mata kami..." naah kan....???

jadi bagaimana wahai anak cucu adam....?? baiklah kita netral saja... saya menghimbau untuk para kaum wanita tolonglah memakai pakain itu yang sopan, tertutup.. lebih-lebih kalao pake jilbab, saya yakin cantiknya luar biasa... bukankah kalaian sayang sama tubuh kalian? jangan sampai diobral dengan harga yang murah, bahkan ada yang gratis, masyaallah.... dan bagi pihak lelaki... marilah jaga pandangan, jagan sampai matanya jelalatan kemana-mana... insyaallah akan selamat dunia akhirat... 



Sexual Harrasment

Posted by : la plui
Date :Kamis, 18 April 2013
With 6komentar

Tak Sempurna

| Senin, 15 April 2013
Baca selengkapnya »

Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna

Saat senja datang gantikan siang
Mereka bilang kau malam tanpa bulan
Beda, tak sama, kau yang tak sempurna
Bagiku kau segalanya, murni estetika
Apa yang kau tanam itu yang kau petik
Apa yang kau jalani selalu beri yang terbaik
Impian tentang kau yang tak berbatas
Jauh dari sempurna tapi membekas
Silahkan jadi hakim tuk semua perkara
Keterbatasan ini tulus jalankan cinta
Terhina dalam hati, tersudut karena beda
Kau sosok tak sempurna tapi bermakna
Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna
Serupa bunga tanpa mahkota
Seperti air mineral tanpa O2
Ku telah jauh kembali susunan alam
Menggali artifakmu lebih mendalam
Karena satu untuk alasan walau itu buruk
Ku cinta semua walaupun kau tak berbentuk
Aku seperti plato dalam pemahaman
Dunia indrawi bukan bentuk keindahan
Mungkin kau mengerti, mungkin kau tidak
Masa lalumu seperti gading yang bisa retak
Mungkin kau sadari, mungkin kau tidak
Tapi ku yakin kau tetap yang sempurna
Meski lemah kau tetap hal yang terindah
Kau yang terindah
Meski rapuh kau tetap hal yang terindah
Kau yang tak sempurna 
Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna

Nb: terimakasih untuk senja yang telah berlalu

Tak Sempurna

Posted by : la plui
Date :Senin, 15 April 2013
With 0komentar

Senja dan Kawan Kecilku

| Kamis, 04 April 2013
Baca selengkapnya »
Apa kabar senja...?? masihkah kau senja yang dulu kukenal di pereempatan jalan sebelah desaku?? ah... lupakan... itu sudah lama sekali, bahkan sudah bertahun-tahun lamanya..., hanya sekarang mengapa kau tiba-tiba muncul? tunggu... bukannkah sekali ini baru kau tampakkan wajahmu setelah lama agaknya tertimbun angkara yang tak pernah menyusut? menyusuri lekuk pilu trengginasnya waktu yang melumat habis ceritamu, hanya berbilang jam saja hingga akhirnya habis. taak bersisa. Lalu tanpa sadar kau menyeret takdirmu pada matahari. bertapa dan menunggu.

Apa kabar senja....?? tidakkah kau merasa lelah dengan semua cerita sendumu? menangis-merenung-berpaku tangan-menangis-merenung-berpaku tangan dan akhirnya kau mati membawa sendumu. Hidup memang tak pernah adil kawan... maka kaupun harus mensejajarinya, lalu apakah ia nantinya berpihak padamu? tak pasti. Karena memang jauh sebelumnya aku tak pernah tau cara kerja takdir, kadang... ia begitu dekat dengan kita, namun lebih sering ia menjauh, seperti aku dan dirimu sekarang ini.. Jadi.. masihkah kau berselimut sendumu?

Apa kabar kawan kecilku....?? taukah kau...? kini aku tau mengapa kau menyukai sepakbola, permainan yang selalu kubenci padamulanya, yaa... kau tau alasannya...?? bahkann aku yakin kau masih selalu tertawa ketika dengan lihainya kau beradu kaki denganku, dengan kesal hanya karena berpaut beberapa angka darimu, aku memutuskan mengambil bolanya dan melemparkannya ke gawangmu.. so annoying... -__-" tapi aku adalah gadis kecil yang tak pernah mau kalah denganmu.. sampai sekarang... meski nyatanya, kita saling berdiam sendiri-sendiri, merangkum kembali masa bahagia kita dulunya...

Apa kabar kawan kecilku...?? taukah kau...?? senja terlalu cemburu denganmu.....

Senja dan Kawan Kecilku

Posted by : la plui
Date :Kamis, 04 April 2013
With 0komentar

Cinta Tak Butuh Retorika

| Rabu, 03 April 2013
Baca selengkapnya »
Hujan turun. Maka setidaknya akan kusampaikan rindu yang kusimpan selama musim kemarau ini. Aneh bukan...?? namun aku rasa itu wajar hingga sampai pada masanya aku  berfikir bahwa aku telah mampu mengikat diri. Jadi jangan pernah kau bertanya lagi, mengapa aku melakukannya. Karena AKU GILA HUJAN. Sama gilanya denganmu yang tergila-gila pada diskon baju. Just simple

Setidaknya aku mempunyi beribu-ribu kata tentangmu. "ini setan". Bukankah kau mendengar mereka tertawa girang di depan layar? " ah ya... kau tak tau itu...karena kau setali tiga uang dengannya, menertawakan betapa mudhnya aku diperdaya" cukup.. karena ini menikamku dari belakang, bukan....ia bahkan mengepungku dari mana saja, hingga akhinya aku kehabisan nafasku. Kau tau bagaimana rasanya hidup diantara hidup dan mati...??

karena katanya cinta tak butuh retorika....


Cinta Tak Butuh Retorika

Posted by : la plui
Date :Rabu, 03 April 2013
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲