Newest Post

Jaman 1999

| Kamis, 21 Maret 2013
Baca selengkapnya »
Lama yaa ternyata nggak bikin corat-coret lagi disini, padahal Maret udah mulai habis.....hmmm  maklum deh, tugas kuliah makin numpuk ajah nih, hoho... sebenernya gak boleh yaa kuliah dijadiin alesan buat menghambat karya-karya kita, lagian kalo dipikir-pikir nulis kan bisa dimana aja nih... iya kan...?? dan tulisan kali ini muncul saat sedang gerah-gerahnya kuliah seni rupa, udah dosennya gak pas lagi, ditambah materi plus tugasnya yang menumpuk gunung, namun kuliah siang ini ada nostalgia yang tiba-tiba menyeruak, tepat di tengah-tengah pelajaran yang lagi membahas beberapa konsep dan karya seni anak-anak SD. Dan tentu saja karena emang dasarnya aku orang yang suka berimajinasi, sudah tentu anganku melayang pada sekat-sekat tembok di jaman 1999, masih lusuh, masih dilanda krisis moneter, namun ada beberapa hal yang tidak kutemui dalam akhir-akhir jaman sekarang ini, tetapi mereka tetaplah mereka, anak-anak yang masih memiliki hari panjang dalam seminggu, yang masih memiliki senyum cerah sepanjang pekan, yang tak pernah memiliki guratan sepanjang di dahinya. Karena mereka tetaplah anak-anak.Lalau kusambangi kelas-kelas yang dulu satu persatu sempat aku mampir di setiap ruangannya, hampir semua memiliki kenangan manis yang masih tetap terjaga dalam pikiranku.

Tepat di ujung lorong, aku terhenti, perlahan kudekatkan lagi langkah kakiku, yaa.. dulu aku duduk di sana, deretan pertama tepat di tengah-tengah, lalu baru kusadari, betapa dari dulu tempat dudukku tak pernah berubah, tetap di depan sampai sekolah menengah, lihatlah, begitu polosnya anak-anak ini, dan aku disana, selalu mendapat perhatian dari guruku, selalu menjadi yang terdepan, Selalu menempati angka 1, bahkan di setiap mata pelajaran kecuali bahasa inggris, bahasa inggrisku cukup parah. ckckck.... 

Waktu lalu, masih di tempat dan tahun yang sama, lonceng tiga kali tanda istirahat, hal yang paling di tunggu oleh semua murid yang dalam dua jam tadi sudah terkuras pikirannya oleh mata pelajaran yang beraneka ragam, dan ini saatnya untuk bereksplorasi. Begitu jugan denganku, kami, para penunggu lonceng berbunyi sudah pasang rencana untuk lari ke tempat penyimpanan alat-alat olah raga, hanya untuk mendapatkan selah dan bola (permainan kasti)..yaa kami menyukainya, kadang sampai dibela-belain rebutan sama kakak kelas juga, namun asiknya maen kasti membuat semua masalah terlupakan. Begitupun dengan anak-anak lain, mereka sibuk mengisi istirahat mereka dengan sepak takrow, sepak bola, dakon, lompat tali, dan ada yang duduk-duduk saja. Sangat berwarna.

Masih teringat bagaimana aku dan teman-teman tertawa, saling bersinergi, mengolah kata, ada kalanya kita menangis, namun lebih sering tertawa, mereka benar-benar anak-anak pada masanya, Lalu bagaimana dengan sekarang ini..?? sekolah tidak semenarik dahulu, tak sebergairah dahulu, tak  berwarna seperti dahulu, hanya kaku. tawa anak-anak yang dahulu lepas sekarang terganti oleh gadget yang begitu mudahnya para orang tua memperbolehkan kapan saja anak mengaksesnya, di rumah, di sekolah, di manapun,  betapa mereka sekarang tak lagi mengenal bagaimana permainan singkongan itu, do eskado, sepiring dua piring atau apapun itu... tak pernah lagi kutemui tawa lepas bocah polos jaman 1999 dahulu, dunia sudah berbeda, terlalu berbeda. karena dunia mereka sekarang adalah facebook, twitter, whats app, game online....

Ahh... aku sangat menyayangkan ini..
Seandainya bisa kembali ke jaman 1999 lagi, aku akan bermain sepuas-puasnya...




Jaman 1999

Posted by : la plui
Date :Kamis, 21 Maret 2013
With 0komentar

Jujur yuk...^_^

| Senin, 18 Maret 2013
Baca selengkapnya »
"Apa sih yang bisa diambil dari kejujuran...?? toh kejujuran yang dielu-elukan selama ini malah membuat masalah sendiri, yang ada malah jujur ajur... " gerutu salah seorang teman

"kok bisa" tanyaku sembari menoleh ke arahnya.

"iya dong... contohnya aja pas nembak cewek, kita bilang jujur eee... tau tau di tolak, pas ujian jujur ngerjainnya, belum tentu juga kan nilai kita bagus..."

"Nah itu beda bung... kalo itu mah kamu sendiri pasti nggak belajar, jadinya nggak pede buat ngerjain ujian...naah kalo yang masalah cewek itu, berarti bukan rejeki kamu juga.... padahal jujur itu mudah kan.. hanya saja mungkin orang-orang pada nggak nggeh, pernah dulu, di daerahku itu ada seorang gadis, sebut saja namanya Vita, dia anak seroang yang yaa... lumayan kaya lah, soalnya bapaknya pejabat, nggak tau jabatannya apa, ada juga seorang cowok, ganteng, baik pula, namun sayangnya dia kurang beruntung dalam masalah rezeki, dia dilahirkan sudah nggak punya bapak lagi, alias yatim, jadi sehari-hari ia hanya tinggal sama ibunya aja, Bukankah cinta itu buta kawan....??? yaa benar, ada cinta yang berpendar terang dalam lubuk hati mereka, namun tak ada yang berani memulai untuk mengutarakan betapa hati mereka dipenuhi nama masing-masing, sang gadis terlalu malu, hanya karena tak lazim pabila seorang gadis mengungkapkan perasaan terlebih dahulu, sedang lelaki ini... ia malu, bukan apa-apa, ia hanya malu tatkala ia bersitatap dengan mata bening sang gadis, ia malu ketika nantinya ia hanya menemui kenyataan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, sungguh ia malu itu.
       Seandainya takdir memihak mereka,, memang benar, cinta telah mengikat hati mereka tanpa ada satupun dari mereka yang mengetahui bahwa mereka saling mencinta, mulut mereka saling berkata bahwa mereka tak saling mencinta. bohong. apakah bisa mulut membohongi hati?? tentu saja tidak. Hingga akhirnya, kabar itu begitu menusuk hati lelaki yang secara fisik telah memenuhi syarat untuk menikah, betapa sedih ketika pada ujungnya ia hanya mampu termenung ketika salah seorang sahabatnya mengatakan bahwa sang gadis telah berjodoh dengan seorang anak pejabat juga, yang kaya, yang tampan, yang lebih dari dirinya. Ia hanya merutuki hidupnya, seadainya dia dulu jujur terhadap sang gadis tentang perasaannya. Sungguh ia menyesal. Dan bagaimana nasib sang gadis..? semua orang tau itu..."

Apakah jujur itu sulit? sebenarnya nggak sulit kok, hanya kadang kita terhalang oleh diri kita sendiri, dan adakalanya kita tak harus menahan untuk berbuat jujur... yakin deh kalo kita jujur hidup juga akan mujur, begitu kata pepatah jawa.. So... jujur yukk... :D



Jujur yuk...^_^

Posted by : la plui
Date :Senin, 18 Maret 2013
With 6komentar

KITA

| Selasa, 12 Maret 2013
Baca selengkapnya »

Kata-katamu tersusun sempurna membentuk lingkaran yang akhirnya memiliki tempat untuk bermuara. Karena kau yang sekarang duduk di depan bukanlah kau yang dulu, begitu bercahaya dalam sejuknya terpaan angin senja... 
Adakalanya kita melangkah, menjejakkan kaki bersejajaran, namun lebih sering kau berada di depanku untuk alasan tertentu... aku menyukainya, karena kita seperti sepasang merpati yang berterbangan, mengantar surat, membalas surat, hanya saja kita terlalu lemah untuk terbang.
Namun kita punya hati, saling menguatkan ketika terjatuh, mungkin aku, mungkin kamu. Bukankah  memang begitu cara kerja teman??

ada lagi saat-saat antara kau, aku dan kita memiliki jarak yang bahkan semenit, dua menit untuk meluangkan ternyata terbungkam oleh waktu, rasanya seperti aurora yang kita bentuk pecah, tergusur oleh segumpal mendung, karena hatiku satu, pun sudah untuk mencintaimu.

For all those times you stood by me 
For all the truth that you made me see 
For all the joy you brought to my life 
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I'll be forever thankful baby
You're the one who held me up
Never let me fall
You're the one who saw me through through it all

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith coz you believed
Em everything I am
Because you loved me

You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe I don't know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you 

KITA

Posted by : la plui
Date :Selasa, 12 Maret 2013
With 0komentar

Para Pembawa Sayap

| Senin, 04 Maret 2013
Baca selengkapnya »
Aku tak pernah tau kapan tiba-tiba lelah itu menyergapku, mematahkan rusuk-rusuk semangat memudarkan inspirasi. Namun ketika semuanya berputar terlalu cepat bukankah semuanya menjadi tak menarik lagi?? yaa.. kita tak bisa melihat-lihat apa yang sedang terjadi, tak bisa menghakimi sendiri, dan tak bisa menoleh barang sepersekian detikpun, lalu apakah semua itu sia-sia?? bahkan telah diinsyafi bahwa segalanya seperti terlalu tinggi untukmu, tapi bukankah Allah itu menetapkan segala sesuatunya dengan kadar yang sempurna?? Dialah yang Maha Sempurna dan tau pasti apa yang sempurna bagi tiap-tiap hambanya. Dengan lelah sekalipun.


Hai para pembawa sayap yang terbang... lihatlah, mereka terlihat nyata ketika kau pandangi dari birunya lazuardi, bening, sebening mata para pencari kebenaran, mereka cemerlang. Namun bukankah semuanya terlihat terlalu bagus?? cobalah kau rendahkan sayapmu barang sejam saja, kau akan tau.. betapa mereka memerlukan pelukanmu lebih dari cemerlangnya sayapmu.. namun tak seperti kau, aku, kita semua, mereka setenang air di permukaan samudera, tapi ia dalam, sedalam palung laut terdalam. Hati yang sempurna terbalut luka dan bahagia. lalu mengapa kita tak berusaha memeluknya?? yaa.. kita terlena.

Maka, aku telah tersadar, bahwa selama ini aku terlalu terbenam dengan segala kesederhana hidup yang aku pandang dari kedua bijih mataku. Benar duhai sahabat... ia indah, lapang, luas, tenang... namun ketika indah, lapang, luas dan yang tenang itu semua menyandang kata terlalu, apakah itu pertanda hidup kita baik-baik saja?? tidak mesti, karena bukan hidup yang menyesuaikan kita, tapi kitalah yang harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan sempurna, namun seperti kita ketahui bahwa kita memang jauh dari kata sempurna, bahkan terlalu jauh... Karena ini lah kawan aku memintamu, ketika aku lelah, maka tegurlah aku untuk menginsyafi bahwa raga ini perlu lelah juga, untuk mendapatkan bahwa bugar telah menanti esoknya. Ketika aku limbung, maka sentuhlah bahuku, katakanlah bahwa Tuhan menciptakan tulang ini untuk menahan ragamu, Ketika aku terpekur layu, maka siramlah aku dengan semangatmu yang nyatanya tak pernah memudar, ketika aku putus asa, bacakan aku firmannya bahwa janganlah kau berputus asa karena nikmatNya akan selalu untuk hambanya... Dan sokonglah aku untuk selalu berdiri, menatap matahari senja di ufuk barat...Karena semangatku sejatinya terlalu mirip dengan spedometer, terlalu cepat tapi lebih sering terlalu lambat...Karena aku tau siapa aku, dan siapa kalian :)

#mau insyaf :D


Para Pembawa Sayap

Posted by : la plui
Date :Senin, 04 Maret 2013
With 0komentar

Kau, Aurora

| Senin, 25 Februari 2013
Baca selengkapnya »
Aku tak pernah bisa memulai, namun kau ada di seberang sana menatapku
membujuk, merajuk...demi aku melakukannya, 
janji itu belum sepenuhnya bisa kuselesaikan ketika setahun lalu kita bertemu di ujung gang sempit
kala itu aku mengulur waktu, namun kau dengan janjimu telah sepakat pergi
mengucap salam, dan aku hanya tersenyum menatapmu hingga tikungan itu benar-benar menelan bayangmu
aku suka menangkup pijar semangatmu yang selalu kau lihatkan dari bijih matamu
kau seperti aurora tak bertuan
ungu yang kelabu...

Letih sempat mengaburkan pandanganmu kedepan
meramu segala gelisah yang bertumpu pada cekungnya bola matamu
yang sayu mayu akibat kurangnya kau merebahkan pikiranmu
tak apa teman... jangan kau sembunyikan
bukannkah kau tak akan menyerah, bukankah kau ingin membuatku bangga?
kau aurora yang bebas lepas...
setidaknya untuk saat ini, dan hari ini,

ah ya... untuk yang dulu itu
maaf itu salahku,
dalam situasi yang serba bingung, dan serba rumit
aku hanya tak mampu melihat matamu, redup

namun perlahan kau mulai tersenyum
aku tau, kau tak bisa terus menerus meredup, karena kau kata aku adalah rivalmu
tapi, untuk saat ini aku masih memiliki sisa point, untuk menghancurkanmu hehe
bercanda...
aku rasa kau harus tetap dengan semangatmu, meski nyatanya aku disini kau disana
ini adalah waktumu, untuk apa yang kau minta akan menjadi milikmu...
kau, aurora...

lagu untukmu, shooting star 









Kau, Aurora

Posted by : la plui
Date :Senin, 25 Februari 2013
With 0komentar

Ku Baca Firman Persaudaraan

|
Baca selengkapnya »
ketika kubaca firmanNya, " sungguh tiap mu'min bersaudara"
aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

aku ingat pertemuan pertama kita, akhi wa ukhti sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

ya, kubaca lagi firmanNya, " sungguh tiap mu'min bersaudara"
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan

karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menegerdil
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping

kubaca firman persaudaraan, wahai ukhti wa akhi sayang
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain dicamkan
"para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain... kecuali orang-orang yang bertaqwa"

*) dikutip dari buku Dalam Dekapan Ukhuwan karya Salim A. Fillah

Ku Baca Firman Persaudaraan

Posted by : la plui
Date :
With 0komentar

Aku Merestui Mu

| Sabtu, 23 Februari 2013
Baca selengkapnya »
Aku mengenalmu, lebih sedikit dari yang kau kira
tidak sepertimu yang kerap menekan tombol-tombol kata pada datarnya papan ketik, aku tak mencarimu
sama artinya ketika kau tekankan beribu huruf mungilmu yang bodoh, bukankah kata "teman" itu lebih indah?
Kau yang bersembunyi dalam bayanganku,
Kau yang men-sejajarkan langkahku
Kau yang menunggu kehadiranku, kau tau? aksaramu seringkali menyiksaku
Menyisakan tanya yang selalu saja harus aku elakkan
Sudah berulangkali, selalu sama
Aku merestuimu untk pergi...

Bukan dalam artian yang kontras, kupikir kau mengerti
Demi percakapan pertama kalinya yang kau lontarkan
Demi huruf yang telah kau ciptakan beribu-ribu banyaknya
Membentuk cerita sendiri, bukankah cerita tak selalu happy ending?
Bukan apa-apa... hanya saja aku tak ingin kau mendahului takdir.Nya
Dan aku merestuimu untuk pergi..

Pergilah... carilah kisahmu diantara tumpukan awan yang dikelilingi sinar mentari
atau di sudut-sudut kota.MU
bahkan tertimbun dalam sucinya batas waktu, sehingga kelak kau bisa menyusulnya
Tertawa bahagia, hingga kau berbisik pelan "aku telah menemukan yang hilang"
Saat itu pula aku akan bahagia, dan tertawa pelan "bukankah kisah kita memang sendri-sendiri"
Aku dengan kisahku dan pun kau
Jadi pergilah...
Aku selalu merestuimu...

Karena aku juga mencari kisahku sendiri...

Aku Merestui Mu

Posted by : la plui
Date :Sabtu, 23 Februari 2013
With 0komentar

Dalam Dekapan Ukhuwah

| Selasa, 19 Februari 2013
Baca selengkapnya »
Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
Wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali
"Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara"

Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
Berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
Bertafakur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji

*) dikutip dari buku Dalam Dekapan Ukhuwah

Dalam Dekapan Ukhuwah

Posted by : la plui
Date :Selasa, 19 Februari 2013
With 0komentar

Gampangnya Membersihkan Kacamata

| Senin, 18 Februari 2013
Baca selengkapnya »

Well.. sebenernya saya masih bingung harus nulis apa buat project blogger campaign, karena ide kagak muncul-muncul nih, akhirnya saya cuma bisa menghubung-hubungkannya dengan diri saya... so, karena saya memiliki ketidaknormalan alias punya minus yang lumayan gede, akhirnya saya menulis tentang gampangnya menjaga kebersihan khususnya untuk membrsihkan kacamata minus... Jadi gimana caranya??? yuk kita tengok bareng-bareng...

1. Gunakan cairan untuk membersihkan lensa
Nah musti diingat nih! Hindari membersihkan lensa dalam keadaan kering. Hal ini untuk menghindari lecet atau goresan pada lapisan anti refleksi dan permukaan lensa. Pakailah pembersih lensa khusus (lens cleaner) atau campuran air dan sabun. Jangan membersihkan lensa kacamata memakai hembusan nafas agan. Selain jorok, hal tersebut tidak dapat membasahi lensa kacamata. 

2. Simpan kedalam box jika sedang tidak dipakai
Jika kacamata anda tidak sedang dipakai ( dalam waktu yang agak lama ), sebaiknya masukkan saja kacamata anda ke dalam box kacamata anda. Hal ini perlu anda lakukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada kacamata anda. Usahakan jangan menaruh kacamata anda di dalam tas maupun saku baju atau celana
3. Membersihkan lensa kacamata dengan kain lembut
Ketika agan membeli kacamata, agan akan mendapat sebuah kain kecil lembut, kain tersebut fungsinya khusus untuk membersihkan kacamata. Gunakan kain tersebut, jangan memakai produk kertas apalagi memakai baju dalam membersihkan lensa kacamata. Kain khusus pembersih kacamata ini bisa kita beli di optik terdekat.

4. Hindari dari bahan kimia atau panas
Kacamata perlu dijauhkan dari bahan kimia berbahaya dan tempat panas. Misalnya saat berada di sauna ataupun dijauhkan dari dashboard mobil.

5. Setel kacamata secara berkala ke Optik
Usahakan menyetel kacamata secara berkala ke optik. Selain itu dalam mengenakan kacamata dan melepas kacamata harus dengan benar. Gunakan kedua tangan untuk memegang gagang kacamata dan melepasnya dengan hati-hati dari telinga anda.

6. Simpan kacamata pada tempatnya
Simpanlah kacamata dengan memasukkan kacamata pada kotak kacamata. Usahakan agar tidak menaruh kacamata di dalam saku ataupun tas tanpa perlindungan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. misalnya lenca pecah, atau terlepas drai frame nya, 

Nah... mudah bukan cara kita membersihkan dan merawat kacamata?? jadi jangan asal ya kalau membersihkan kaca atau lensanya.. bisa-bisa nanti gampang tergores,,

Nb: dari berbagai sumber :)





Gampangnya Membersihkan Kacamata

Posted by : la plui
Date :Senin, 18 Februari 2013
With 15komentar

Goa Pindul " Cahaya dari Syurga"

| Kamis, 31 Januari 2013
Baca selengkapnya »
Kala itu masih pagi, selepas subuh pukul 5.15am kami satu bus akan melakukan long trip menuju Jogja, Kami yang ber-15 ini berencana akan megunjungi tempat-tempat pariswisata yang ada di Jogja, sudah sering sebenarnya di Jogja, namun untuk tujuan kali ini kami memang belum pernah mengunjunginya, yakni Goa pindul, yang terletak di Padukuhan Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul , Goa yang di dasar permukaannya ini berupa air yang mengalir (sungai) ternyata lebih menarik hati kami dari pada tempat-tempat seperti candi, yupp... Sebuah goa yang bila di susuri ini bisa mencapai 1 jam lebih memang tergenangi oleh air, sehingga ketika menelusuri goa ini harus memakai peralatan renang seperti, ban, pelampung, senter, dll, mengapa senter?? Kata beliau bapak pemandu goa kemarin, gua Pindul memang terbagi menjadi 3 zona, zona yang pertama, zona terang, lalu zona remang dan zona gelap abadi, nah di zona gelap abadi ini, keadaan goa memang gelap tottal, tak ada cahaya matahari yang masuk, sehingga di perlukan senter guna berjaga-jaga kalau nantinya terjadi sesuatu.


Gua yang memiliki panjang 300 meter, lebar 5 meter serta kedalaman air 5 meter ini memang tergolong goa yang unik, pasalnya di dalam gua ini banyak sekali pengetahuan yang bisa diambil selagi kita menyusuri di bawah terowongan gua, seperti aktivitas cavetubing, stalaktit dan stalagmit yang masih aktif serta hiasa tirai dan kristal yang menjuntai menawarkan keindahannya, bahkan ada mitos bahwa apabila seorang gadis melewati kristal yang menjuntai dan terkena tetesan airnya maka si gadis ini dipercayai bakal menjadi lebih cantik, begitulah, entah ini beneran apa enggak, saya juga kurang tau, lagian saya kemaren juga terkena tetesannya, bsa jadi dong nantinya bakalan menjadi cantik.. hehee :P ,just kidding. :D


Setelah beberapa menit menyusuri sisi gua maka nantinya akan sampai di tempat dimana gua memiliki tempat terbuka di mana sinar matahari bisa masuk ke gua, nah dibagian ini nih gua sering disebuat sebagai gua yang mimiliki cahaya dari syurga :D tapi beneran bagus kok,,, subhanallah sekali bisa memiliki kesempatan untuk menikmati cahaya dari dalam gua. Nah di tempat ini juga, rombongan bisa berhenti sejenak, memberi ruang bagi peserta untuk renang atau pun meloncat dari sisi gua dan terjun di air, di sini saya juga mencoba sampai dua kali terjun... enak soalnya bisa terjun bebas dari tebing sisi gua... kapan-kapan lagi kalau di beri kesempatan ke sini lagi, saya pastikan untuk terjun lagi hehe...




Setelah beberapa menit, rombongan bisa melanjutkan perjalanan menuju tempat keluar, selesai sudah perjalanan menyusuri gua ini, namun rasanya kurang lengkap... apa yaa....?? yaap.. kurang lengkap kalau ndak ada kamu :P

Goa Pindul " Cahaya dari Syurga"

Posted by : la plui
Date :Kamis, 31 Januari 2013
With 3komentar

Masih Rembulan

| Jumat, 25 Januari 2013
Baca selengkapnya »


Ini masih tentang rembulan, Namun kali ini sengaja kusandingkan rembulanku dengan matahari, sejenak terlintas apakah aku benar ketika aku memilih matahari untuk menyandingkannya?? Bukan gelap, bukan langit, bukan angin dan bukan bintang, Karena ia bisa saja memilih salah satunya,  dan karena itulah aku menyandingkannya….. Rembulanku terlalu istimewa,
Yaa…Karena Rembulanku berbeda dengan matahari, pun bintang
Rembulan selalu membutuhkan gelap untuk bersinar, ia tak akan pernah bisa berdiri sendiri,ia hanya bisa meneruskan sinar dari bintang yang disebut matahari, ia tak memandang angkuh , ia pun tak sekeras externstine bahkan dropa.. yang ku tau ia seperti kupu-kupu, datang bila saatnya datang, dan hilang pada saatnya ia hilang, ia tak akan pernah seperti matahari, yang tak perlu sinar lain untuk ia bersinar…

Tapi matahari tak selalu bersanding dengan rembulan, kadang adakalanya ia harus terhalang mendung yang bergelanyut di langit-langit jagatraya, namun Rembulan tetap setia menunggu mendung itu selesai melepas lelah pada angkasa, ia tetap terus menunggu, meskipun nantinya harus berpuluh-puluh jam yang akan datang. Karena ia setia.

Kadang akupun berfikir, betapa rumitnya semesta itu berorbit, namun aku sadar pertanyaan itu tak pernah sekalipun aku menjawabnya, sama seperti mengapa sperma itu memilih ovum yang akhirnya terbentuk aku. Karena tak seorangpun mengetahui hakikatnya, Sejenak mataku bersitatap dengan matamu, apa yang kutemukan adalah yang tak pernah kusangkakan, apakah nantinya  ini menjadi suatu hal yang tak pernah terjawab juga? Aku belum tau.

Aku ingin menjadi Rembulan, dan kau adalah Mataharinya

Masih Rembulan

Posted by : la plui
Date :Jumat, 25 Januari 2013
With 0komentar

Kau Masih Rembulan

| Selasa, 22 Januari 2013
Baca selengkapnya »


Dia Rembulan, 
Menjadi lentera dalam lajunya perahu biru
Hening tanpa banyak bicara, Diam yang berlapang dada, Lalu tersenyum menatap sang bocah yang tengah melingkar di pinggiran sudut kota
Bukankah nyata sudah, Puluhan tahun itu memang hanya hitungan belaka, berteori namun tanpa bukti.
Sedangkan si bocah hanya terlena mimpi, semacam tak peduli ia nantinya ketika telah 8 tahun lagi

Hai rembulan, malam ini sepertinya engkau enggan menatap hamparan yang tak lagi seperti dulu, yang hingga kau kesusahan buat mengintipnya, seakan kau berkata bahwa sekarang tak ada rahasia.
Baru 5 menit yang lalu kau muncul, namun sekarang kau kata bosan telah lelah bercokol dari induknya, sehingga kau redupkan nyalamu dan beranjak untuk tidur, panjangkah?

Rembulan sobatku, bertahun-tahun yang lalu kau kuanggap sebuah bola besar yang berbentuk lampu, kau tertawa…?? Okee… lanjutkan selagi kau bisa… ini mungkin menjadi tawa terakhirmu ketika aku bisa melihatmu di kotaku, baiklah aku lanjutkan. Selama berhari-hari kupandangi kau, betapa indah ketika aku bisa menatapku selama itu.. namun suatu hari kau mengilang, dan aku berpikir bahwa sedang ada mati lampu, kau tersenyum lagi…?? Well konyol memang, namun kau tau, aku saat itu begitu kehilanganmu, dan baru kusadari kalau aku telah mencintaimu, dan kau sekarang tertawa…???

Namamu masih rembulan,
Namun kuihat semakin hari kau semakin meredup, bukan, bukan sinarmu, tapi auramu… memandang tanpa tau harus melakukan apa adalah hal yang paling menyedihkan.
Setelah rasa itu ditebas dan tergantikan puluhan bangunan, aku mengerti sobat…
Namun aku berbeda, yang kau anggap sebagai salah satu dari mereka…
Lihatlah, bukankah aku selalu menemani malam panjangmu? Meskipun aku tak selalu berada dalam orbitku sendiri…
Karena aku peduli, kau begitu kesepian,


Mengertikah kenapa kau Rembulan??
Karena kau Rembulan

Kau Masih Rembulan

Posted by : la plui
Date :Selasa, 22 Januari 2013
With 0komentar

JAKARTA & BOCAH YANG DULU

| Kamis, 17 Januari 2013
Baca selengkapnya »


Dulu....

Ketika kita masih bocah


Berjalan, beriring, bergandengan menatap sepotong senja
Di jembatan gantung dekat desaku
Bercerita tentang masa dimana kau masih terpaku pada jendela
Merah jambu kamarmu yang terpigura lekat, menatap angkuh
Pada gerombolan burung gereja di depan gerbong kegelisahan

Sering kau tertawa… 
Saat aku tak pernah mampu menyebrangi klegung jembar itu
Kau selalu tersenyum,
Bila angka-angka bodoh itu selalu bersorak di atas lembar tugas matematikaku
Tapi kini kau jauh.. pekat.. hilang dalam gelap

Tiada lagi tawa saat kau dolanan delikkan denganku
Gatheng denganku, dakon denganku
Karena kini kau bilang itu kuno, jadul tak berkelas
Reogan yang dulu tidak pernah kita lewati kau cerca untuk di tonton
“ah apaan tu, gak model !”

Ketika kau melihatku masih dengan sepeda onthelku
Kau tak mampu terdiam, kembali bersuara
“kenapa masih lo pake sepeda bunthut itu ? monyet aja udah pake skuter ?”

Benar kawan … Jakarta telah mengubahmu, memeras otakmu
Untuk dijejali beraneka tontonan yang seronok

Kau bilang itu gaya padahal, mulut jelita masih mengganggu
Kau sebut itu style, bahkan tak sadar kau ikut arus liberalis
Dimanakah Jakarta yang katanya dulu elok tak terkira
Dimanakah kau yang dulu menghilang dalam balik bambu Kuning

Mentari memanas, bulan meredup, cahaya meranggas, angin tersulut,dingin ,udara merapat
Aku tak tahu yang terjadi lagi


#puisi jaman SMA dulu, memeringati bulan bahasa dan sumpah pemuda :D

JAKARTA & BOCAH YANG DULU

Posted by : la plui
Date :Kamis, 17 Januari 2013
With 0komentar
Tag :

Lagi, Longsor Melanda PGSD Unnes

| Selasa, 15 Januari 2013
Baca selengkapnya »
Ngaliyan, 1.45pm (15/1-2013)
 
        Semilir angin setelah hujan seharian ini masih terasa kencang berhembus, UAS yang masih berlangsung tak menghalangi kami para mahasiswa PGSD Unnes untuk datang tepat waktu ke Kampus yang memang akan dilaksanakan pukul 2.00 tepat dengan mata kuliah yang di ujikan PKn SD, Namun tiba-tiba ada beberapa dosen dan para petugas kebersihan yang sedang bergiliran meninjau daerah belakang kampus, penasaran, saya pun iseng-iseng menghampiri Bapak-bapak Dosen tersebut yang lalu disambut dengan pemandangan yang memang tak baru lagi terjadi, pasalnya beberapa waktu lalu telah terjadi, yakni longsor, namun longsor kali ini lebih serius, karena hampir mengenai bangunan masjid yang memang terletak menyamping agak kebelakang, serentak para petugas yang diminta untuk menangani longsor tersebut langsung turun tangan. Namun karena terhalangi oleh tali yang telah di buat memutar dan telah ditulisi dilarang masuk ke area maka mau tak mau saya hanya bisa melihat dari belakang tali, dan kebetulan saja UAS juga segera di mulai. Mau tak mau ini adalah waktunya untuk masuk kelas.

gambar 1
       Setelah UAS berlangsung, ternyata ada beberapa yang mulai masuk ke area dan mengambil gambar, dan akhirnya karena disesak rasa penasaran, nekat adalah modal utama untuk bisa mendapatkan gambar. Benar saja, di karenakan topologi tanah yang kurang mendukung maka longsor ini pun bisa terjadi bahkan setelah kejadian ini bisa saja akan terjadi lagi, sebab melihat di sekitar yang terdapat tanah galian, maka bentuk topologi tanah tidak terstruktur, Sehingga mengakibatkan tanah yang tidak digali menjadi turun kebawah, yakni ke tanah yang telah di gali, dimana galian tersebuat sangat mencolok, yang artinya tinggi rendahnya tanah tidak sama, tanah galian terlalu rendah, bahkan bisa dikatakan lebih rendah daripada tanah yang tidak di gali, sehingga mengakibatkan tanah yang tiak digali longsor ke bawah karena tidak kuat menahan air yang memang seharian di tambah kemarin malam hujan deras.


gambar 2

gambar 3


gambar 4
        Begitulah keadaan Kampus PGSD Unnes selepas longsor, sangat memprihatinkan, seonga pihak kampus segera menindaklanjuti terkait longsor yang terjadi.



Lagi, Longsor Melanda PGSD Unnes

Posted by : la plui
Date :Selasa, 15 Januari 2013
With 6komentar
Tag : ,

Biarlah Rindu datang

| Senin, 14 Januari 2013
Baca selengkapnya »


Karena pada suatu waktu nanti, kau akan ku tinggalkan
Karena ketika tiba waktunya aku bisa saja lupa
siapa kau, siapa mereka
Karena jikalau waktu telah datang, aku pun mungkin akan memiliki seribu penyesalan
Mengapa aku mengenalmu.
Mengapa aku dekat denganmu
Karena satu kesalahanku saja akan membuat kebaikanku akan lenyap tak tersisa

Mungkin akan lebih baik jika kita sendiri-sendiri
menggulung diri bersama kepompong-kepompong yang tengah berpuasa
Tenggelam dalam-dalam, bersama jutaan makhluk yang hanyut dalam dzikir panjang
Menyeluruhkan sejenak apa yang kita punya
kau dan aku

Hingga ketika tiba masanya menjadi kupu-kupu
kita akan terbang, menari meliputi angin sepoi
Karena sejatinya bahagia itu tak akan datang secara tiba-tiba
namun ada masa ketika ia harus tenggelam dahulu
membiarkan nantinya bahagia itu kita petik bersama

Lalu biarlah rindu itu datang terlebih dahulu
hingga akhirnya membawa pertemuan kita lagi
mengambil cinta dari yang Maha cinta
Untuk kita persaudarakan dengan persaudaraan suci
berbagi, memberi sentuhan hati

Biarlah Rindu datang

Posted by : la plui
Date :Senin, 14 Januari 2013
With 4komentar
Tag :
Next → ← Prev
▲Top▲